Anda di halaman 1dari 5

FITOKIMIA

EKSTRAKSI PENGUJIAN PADA DAUN KELOR

Dosen pembimbing
Drs. H. amir fatah
Irham Pratama Ridwan

Kelompok 1

Josua Koirewa
Agus Setiawan
Fitria Lapasau
Safitra Zakaria

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKES ) Muhammadiyah Manado


T.A 2017-2018
SOKLETASI DAN PENGUJIAN EKSTRAKSI PADA DAUN KELOR

TEKNIK - TEKNIK EKSTRAKSI

1. sokletasi adalah proses ekstraksi dimana sampel yang akan diekstraksi


ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel terhadap pelarut dan
diletakkan di atas tabung destilasi, dididihkan dan dikondensaasikan di atas
sampel. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan
diakumulasi sekeliling timbel. Setelah sampai batas tertentu, pelarut akan
kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis. Proses ini
berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam peralatan
Soxhlet yang digunakan untuk ekstraksi lipida. Sampel yang bisa diperiksa
meliputi pemeriksaan lemak, trigliserida, kolesterol.

2. Maserasi merupakan proses ekstraksi menggunakan pelarut diam atau


dengan pengocokan pada suhu ruangan. Pada dasarnya metode ini dengan
cara merendam sampel dengan sekali-kali dilakukan pengocokan.
Pengocokan dapat dilakukan dengan menggunakan alat rotary
shaker dengan kecepatan sekitar 150 rpm. Umumnya perendaman
dilakukan 24 jam dan selanjutnya pelarut diganti dengan pelarut baru.
Namun dari beberapa penelitian melakukan perendama hingga 72 jam.

3. Infusa adalah ekstraksi dengan cara perebusan, dimana pelarutnya adalah


air pada temperature 96-98 C selama 14-20 menit.

PERHITUNGAN BAHAN

1. Pada waktu pembersihan bahan rumput laut di timbang.


Bobot mula mula : 23,23 kg
2. Setelah kering dan telah di potong potong kecil
Bobot bahan : 15 kg
3. Bobot air bahan 23,23 kg 15 kg = 8,23 kg
4. Untuk menentukan berapa banyak zat pelarut yang akan digunakan.
Bobot kering bahan x ketetapan standar maserasi menurut FI
23,23 kg x 7.5 = 174,2 ml
5. Jumlah pelarut yang akan digunakan 50 ml
ALAT dan BAHAN

a. Alat
1. Batang pengaduk
2. Gelas beker
3. Alumunium voilt/plastic
4. Sendok tanduk
5. Tabung reaksi
6. Pipet tetes
7. Kertas saring

b. Bahan
1. Daun Kelor
2. FeCl3
3. Ammonia
4. Aquadest
5. Alkohol 70%
6. H2So4
7. H2So4 P
8. Pereaksi meyer

SOKLETASI PADA DAUN KELOR.

Cara kerja :

1. Disiapkan alat dan bahan


2. Hitung bobot bahan sebelum di keringkan dan sesudah dikeringkan
3. Kemudian bahan yang telah kering di potong kecil kecil dan halus
4. Kemudian dimasukkan kedalam kertas saring dan dilipat kemudian di
ikatkan memakai tali
5. Kemudian pelarut alcohol 70% dimasukkan kdalam tabung soklet yang
telah berisi daun kelor.
6. Lalu bahan yang telah tercampur dengan alcohol dipanaskan hinngga
mencapai satu siklus
7. Kemudian setelah itu ambil hasil ekstrasi dan lakukan pengujian senyawa
metabolit sekunder
PENGUJIAN EKSTRAK DAUN KELOR

Cara kerja :

1. Disiapkan alat dan bahan


2. Kemudian ekstrak yang telah di siapkan di masukkan ke 5 tabung reaksi
sebanyak 5 ml tiap tabung reaksinya.
Berikut urutannya :
a. Tabung reaksi 1 : ekstrak rumput laut + H2So4
b. Tabung reaksi 2 : ekstrak rumput laut + H2S04 P (direaksikan) +
pereaksi meyer
c. Tabung reaksi 3 : ekstrak rumput laut + FeCl3
d. Tabung reaksi 4 : ekstrak rumput laut + ammonia
e. Tabung reaksi 5 : ekstrak rumput laut + FeCl3 (direaksikan) +
aquadest
3. Setelah semua tabung reaksi sudah di reaksikan catat dan amati
perubahannya perubahannya.
PEMBAHASAN

A. PROSES SOKLETASI

Pada praktikum kali ini kelompok kami di berikan tugas untuk


mengekstraksi daun kelor dengan cara maserasi. Sokletasi adalah prosek untuk
mendapatkan ekstrak dengan cara soklet di panaskan. Pertama daun kelor di
bersihkan terlebih dahulu hingga menghilangkan bau yang masih melengket
pada daun kelor.kemudian mendapatkan daun kelor yang telah bersih. bobot
daun kelor bersih sebelum kami keringkan yaitu 23,23 kg, setelah di keringkan
dengan bantuan sinar matahari dan di diamkan beberapa hari. Hasil kering
bobot daun kelor yaitu 15 kg.

setelah itu daun kelor yang telah di timbang di potong halus dan
dimasukkan kedalam tabung soklet. kemudian ditambahkan pelarut , pelarut
yang digunakan yaitu alkohol 70% sebanyak 50 ml. hasil yang di dapatkan
untuk pelarut yaitu hasil bobot kering ekstrak x jumlah standar dari FI yaitu 7,5
didapatkan hasil 174,2ml zat pelarut alkohol.

Kemudian bahan yang telah tercampur. Kami panaskan hingga mencapai


satu siklus Setelah itu bahan yang telah mencapai satu siklus tersebut adalah
hasil ekstraksi dari daun kelor.

B. PROSES PENGUJIAN

Pada proses pengujian kali ini ddi bedakan dalam 5 tabung reaksi yaitu

a. Tabung reaksi 1 : ekstrak daun kelor + H2So4


b. Tabung reaksi 2 : ekstrak daun kelor + H2S04 P (direaksikan) +
pereaksi meyer
c. Tabung reaksi 3 : ekstrak daun kelor + FeCl3
d. Tabung reaksi 4 : ekstrak daun kelor + ammonia
e. Tabung reaksi 5 : ekstrak daun kelor + FeCl3 (direaksikan) + aquadest

Hasil yang kami dapatkan dari kelima tabung reaksi yang kami reaksikan
haya satu yang POSITIF yaitu tabung ke-3 daun kelor dan FeCl3 yang
menghasilkan tannin