Anda di halaman 1dari 34

COMPOUNDING DAN DISPENSING

KUMPULAN SOAL

Disusun oleh:

KELAS A

DOSEN : Dr. Hj. Sartini, M.S., Apt.

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS ARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
SOAL PILIHAN GANDA

1. Seorang farmasis ingin meracik sediaan suspensi. Sebelum meracik, seorang


farmasis harus mengetahui bagaimana kriteria suspensi yang baik. Kriteria
suspensi yang baik adalah sebagai berikut, kecuali.
a. Zat yang terdispersi harus halus
b. Tidak cepat mengendap
c. Bila mengendap, jika dikocok harus segera terdispersi kembali
d. Tidak dapat dituang dari wadah dengan cepat
e. Homogen
2. Di sebuah apotek seorang asisten apoteker mendapat resep suspense dari seorang
dokter, dalam meracik suspensi tersebut ia menggunakan PGS sebagai bahan
pensuspensi. Berapakah jumlah PGS yang digunakan jika zat berkhasiat dalam
resep tersebut adalah zat berkhasiat keras ?
a. 1%
b. 1,5%
c. 2%
d. 3%
e. 3,5%
3. Sediaan larutan hidroalkohol yang manis dan jernih, yang mempunyai rasa dan
bau yang sedap, mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti gula atau zat
pemanis lainnya, zat warna, zat pewangi, dan zat pengawet digunakan sebagai
obat dalam adalah
a. Collunarium
b. Gargarisma
c. Eliksir
d. Guttae
e. Injeksi
4. Seorang farmasis akan membuat sediaan larutan dengan menambahkan zat yang
berbentuk hidrat, maka air dimasukkan dulu agar tdk terbentuk senyawa hidrat
yg lebih lambat larut. Salah satu contoh zat berbentuk hidrat adalah
a. Glukosa
b. Kamfer
c. Nipagin
d. AsamBenzoat
e. AsamSalisilat
5. Seorang pasien datang ke apotik dengan keluhan batuk berdahak. Lalu seorang
apoteker memberikan obat GG sebagai obat batuknya. Tetapi dahaknya semakin
kental sehingga sulit dikeluarkan. Rekomendasi obat yang tepat untuk kasus ini
yaitu
a. Bromhexin Hcl
b. Dekstromethorphan
c. OBH
d. Pseudoefedrin
e. Semua salah
6. Pasien mendapatkan dekstrosa X gram dari dokter. Berapa gram dekstrosa yang
diperlukan untuk menyiapkan 4 L larutan 5% b/v...
a. 200 gram
b. 300 gram
c. 400 gram
d. 500 gram
e. 600 gram
7. Dalam suatu resep larutan, terdapat suatu bahan padat berbentuk hablur/Kristal
yang sangat ringan, mudah berterbangan, dan dapat merangsang hidung hingga
bersin. Proses pengerjaan bahan tersebut salah satunya adalah dengan ditetesi
dahulu menggunakan eter atau etanol 95 % dan ditambahkan zat tambahan.
Bahan yang dimaksudkan di atas adalah
a. Kamfer
b. Sukrosa
c. Asam Salisilat
d. Karmin
e. Mg. Sulfat
8. Tentukan berapa gram larutan NaCl 90 % yang harus ditambahkan pada 10 gram
larutan NaCl 10 % supaya diperoleh 100 gram larutan NaCl 15 % ?
a. 2,5 g
b. 5,6 g
c. 10,15 g
d. 15,6 g
e. 200 mg
9. Seorang apoteker mendapat resep dari dokter X, dalam resep tersebut dokter
meminta apoteker untuk meracik salep. Sebelum meracik apoteker harus
mengetahui kriteria salep yang baik. Berikut ini kriteria salep yang baik,
kecuali...
a. Stabil secara kimia & fisika
b. Mudah dioleskan
c. Lembut, rata, berbutir-butir dan menggumpal
d. Menghasilkan penyerapan yang baik
e. Semua benar
10. Seorang pasien datang ke apotek RS untuk menebus obat yang diresepkan oleh
dokter. Dimana diresep tersebut obatnya itu Paracetamol sirup kering. Maka
yang harus dituliskan oleh apoteker oleh resep tersebut adalah
a. Aturan pakai
b. Aturan pakai dan kocok dahulu sebelum digunakan
c. Diminum sampai habis
d. Simpan pada suhu kamar
e. Semua benar
11. Ada seorang pasien yang menebus resep racikan di sebuah apotek. Resep racikan
tersebut mengandung GG (glyceril guaiacolat) dengan indikasi sebagai obat
batuk. Tetapi pada saat pembacaan resep, AA (asisten apoteker) yang berada di
apotek salah mengartikan GG yang tertulis di resep. Dia justru mengambil
glibenclamide yang berindikasi sebagai penurun kadar gula darah. Alhasil,
setelah obat dikonsumsi oleh si pasien, bukannya sembuh, tetapi si pasien justru
pingsan setelah meminum obat tersebut. Hal ini termaksud medication error
a. Prescribing
b. Dispensing
c. Administrasi
d. Transcribing
e. Semua Salah
12. Anak epilepsi, masuk rumah sakit karena pneumonia aspirasi, kesadarannya
turun setelah diberi clonazepam. Ternyata untuk epilepsinya,anak ini teratur
minum clobazam, terjadi kesalahan (medication error) karena
a. Kurangnya data mengenai pasien seperti riwayat pengobatannya
b. Kurangnya kelengkapan resep
c. Kesalahan administrasi
d. Salah semua
e. B dan C Benar
13. Seorang farmasis melakukan kesalahan dalam pembacaan resep yang dibawa
oleh pasien. Seorang wanita berusia 51 tahun dengan keterbelakangan mental
meninggal dunia akibat keracunan lithium. Sejarah medis yang dimiliki korban
yaitu keterbelakangan mental, gangguan bipolar, hipotiroid, dan parkinson.
Farmasis memberikan lithium karbonat 300 mg/kapsul kepada pasien, padahal
dari resep yang dibawa pasien lithium yang diberikan adalah 150 mg/kapsul.
pasien tercatat mengalami kelemahan dan gangguan kestabilan selama 1 minggu.
pasien juga menyatakan bahwa dirinya menderita hiponatremia berat,
hiperkalemia. Kadar lithium yang tercatat dalam darah korban adalah 6,8 mEq/L.
Hari berikutnya ia tercatat memiliki dehidras iberat persisten dengan kekacauan
metabolisme dan hipotensi, serta gagal ginjal akut, akibat tanda toksisitas
lithium. Pasien akhirnya meninggal. Kasus ini berakhir dengan ganti rugi sebesar
Satu Miliar Dolar ($1.000.000.000) oleh pihak farmasis. Berdasarkan kasus
tersebut kategori medication error yang terjadi adalah.?
a. Error,no harm
b. Harm death
c. Error harm
d. No harm
e. No error
14. Penulisan resep yang terburu-buru dapat menyebabkan problem, nama obat jelas.
Suatu permintaan vincristin 2.0 mg dibaca salah menjadi 20 mg karena poin
decimalnya terletak pada garis bawah kertas orderan. Pasien meninggal setelah
mengalami overdosis berat. Kasus tersebut termasuk dalam medication error
dalam fase
a. Fase prescribing
b. Fase transcribing
c. Fase dispensing
d. Fase administration
e. Fase Wrong drug error
15. Medication Error terjadi dalam setiap langkah penyiapan obat mulai dari,
kecuali,,,
a. Pemilihan obat
b. Produksi bahan baku
c. Pembuatan resep
d. Permintaan melalui resep
e. Formulasi obat
16. Kejadian Medication Error terbagi dalam 4 fase, kecuali
a. Fase prescribing
b. Fase transcribing
c. Fase dispending
d. Fase administrasion
e. Fase distribution
17. Di bawah ini yang bukan faktor yang berkontribusi dalam Medication Error
adalah
a. Dokter, perawat, farmasi
b. Peresepan, pencampuran, administrasi, penyerahan
c. Distribusi obat, konseling dan edukasi
d. Trasportasi, biaya, dan kondisi pasien.
e. Bentuk sediaan dan cara pemberian
18. Salah satu jenis Medication Error adalah Wrong dose form yang artinya.
a. Dosis atau jumlah obat yang tidak sesuai dengan yang dimaksud dalam resep
b. Obat yang diserahkan dalam dosis dan cara pemberian yang tidak sesuai
dengan yang diperintahkan dalam resep.
c. Pasien meminum obat dengan dosis yang terlalu banyak
d. Dosis yang diserahkan terlalu besar
e. Kesalahan dalam pemberian informasi obat.
19. Kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh suhu, umumnya kenaikan suhu
menyebabkan bertambahnya kelarutan suatu zat. Zat berikut ini yang
kelarutannya turun pada kenaikan suhu adalah
a. Kalsium Hidroksida
b. Kalsium Glukonat
c. Kalsium Klorida
d. Kalsium Laktat
e. Salah Semua
20. Ada beberapa zat yang perlu penanganan khusus dalam melarutkannya. Cara
melarutkan kamfer yang benar yaitu :
a. Digerus dengan air sama banyak, diaduk sambil ditambah air hingga larut
b. Dilarutkan dengan air dingin
c. Dilarutkan dengan gliserin
d. Digerus halus, dimasukkan ke dalam botol, ditambahkan spriritus fortiot 2x
berat kamfer hingga larut, tambahkan air panas yang tersedia, gojok kuat-
kuat hingga larut.
e. Benar Semua
21. Tuan Yuan membawa resep ke apotik untuk dilakukan penyiapan dan peracikan
dengan resep:
R/ Codein tab. X
Sirup OBH 100 ml

Pernyataan yang benar untuk peracikan obat di atas dengan menggunakan pulvis
gummosus (PGS) adalah:
a. PGS yang digunakan adalah PGS 1 %.
b. Bayaknya PGS tergantung pada banyaknya serbuk dan tidak tergantung pada
besarnya volume cairan.
c. Banyaknya PGS tidak tergantung pada banyaknya serbuk tetapi tergantung
pada besarnya volume cairan.
d. PGS yang digunakan adalah PGS 2 mg.
e. PGS 2 % digunakan karna penggunaan zat aktif yang berkhasiat tidak keras.
22. Dalam sebuah peracikan di apotik terhadap sediaan suspensi, bahan pensuspensi
yang biasa digunakan adalah PGS 1-2%, PGA 2-5%, tragakan 0,5-2%, CMC 0,5-
1,5 %, bentonit 1-1.5%. Sifat yang harus di perhatikan oleh seorang apoteker
dalam pemilihan bahan pensuspensi dalam peracikan obat di apotik adalah,
kecuali:
a. Inert
b. Stabil
c. Menghasilkan viskositas yang baik pada konsentrasi rendah.
d. Memperlambat sedimentasi
e. Terbentuk caking
23. Medication error pada anak-anak merupakan kejadian yang penting, jika
dibandingkan dengan kejadian pada dewasa maka potensi merugikannya tiga kali
lipat. Dari studi terhadap 10788 peresepan pediatri, 616 potensial untuk terjadi
error. Sejumlah 120 (19,5%) termasuk kategori sangat membahayakan, 115
(18,7%) potensial terjadi ADR (Adverse Drug Reaction), 5 kasus (0,8%) adalah
ADR yang dapat dicegah. Sehubungan dengan hal tsb., ada tiga cara yang
dinyatakan dapat mencegah medication error menurut Fortescue et al, 2003
yaitu
a. Penulisan resep oleh dokter secara komputerisasi (76%), Ward clinical
pharmacist (81%), Peningkatan komunikasi antar dokter, apoteker/perawat
dan pasien (86%)
b. Diagnosa penyakit, peresepan, dan edukasi pasien
c. nama, SIP dan alamat dokter, tanggal penulisan resep, tanda tangan / paraf
dokter penulis resep,
d. cara pemakaian yang jelas, Kesesuaian farmasetika, inkompatibilitas.
e. Benar Semua
24. Seorang penderita jalani operasi ganti lutut. Sebelum pembedahan, penderita
selalu minum ketorolac. Sewaktu pulang, penderita diberi warfarin, tetapi
apoteker lupa beritahu untuk hentikan ketorolac.
Hal ini termaksud dalam medication error kategori:
a. Kategori a
b. Kategori b
c. Kategori c
d. Kategori d
e. Kategori e
25. Tn. Is dirawat dan mendapatkan asupan nutrisi melalui total parenteral nutrisi.
Namun, orde nutrisi parenteral terlambat, cairan infus manakah yang bisa
disarankan untuk mengganti nutrisi parenteral sementara?
a. Ringer laktat
b. 10% Dekstrosa dalam RL
c. 5% Dekstrosa dalam 0,45% NaCl
d. Larutan 25% Dekstrosa
e. Semua Benar
26. Tn. Is dibawa ke rumah sakit dengan keluhan pandangan terasa gelap dan BAB
encer. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium maka diketahui bahwa
pasien tersebut menderita sindrom nefrotik. Maka sedian injeksi anbiotik yang
baik untuk penderita sindrom nefrotik adalah?
a. Ceftazidime
b. Amoxicilin
c. Ampicillin
d. Cefadroxil
e. Cefixim
27. Seorang apoteker mendapatkan resep racikan suspensi dari dokter X. Sebelum
meracik apoteker harus memperhatikan kriteria suspensi yang baik yaitu :
a. Stabil secara kimia & fisika
b. Mudah di oleskan
c. Tidak mengendap,jika di kocok harus segera terdispersi kembali
d. Lembut,rata,berbutir butir dan menggumpal
e. Mengahasilkan penyerapan yang baik
28. Pada metode botol dalam peracikan emulsi, ada zat-zat yg dpt mengendapkan
PGA seperti asam, basa, lar. garam, alkohol, adstrigent . Bagaimana cara
seorang apoteker dalam mengatasinya :
a. Cara mengatasinya yaitu ditambahkan dalam keadaan seencer-encernya ke
dalam emulsi inti .
b. Tidak melanjutkan peracikan karna menurutnya sudah tidak bisa.
c. Cara mengatasinya yaitu ditambahkan dalam keadaan kental ke dalam
emulsi inti .
d. Cara mengatasinya yaitu ditambahkan sebanyak-banyaknya air ke dalam
emulsi inti
e. Cara mengatasinya yaitu dengan penambahan minyak atsiri sedikit-sedikit.
29. Dalam meracik sebuah resep larutan, seorang apoteker atau asisten apoteker
harus memperhatikan perlakuan-perlakuan khusus terhadap pengerjaan beberapa
zat tertentu. Ada beberapa zat yang harus dilarutkan dengan cara penghangatan
untuk mempermudah proses pelarutannya. Dibawah ini, zat manakah yang harus
dilarutkan dengan cara penghangatan?
a. Argentum colloidal
b. Sublimat (Hydrargiri bi chloridum)
c. Succus liquirittiae
d. Argentum proteinicum (Protargol)
e. Collargol
30. Setelah melakukan peracikan resep larutan, seorang apoteker atau asisten
apoteker harus memperhatikan penyimpanam yang baik terhadap sediaan-sediaan
yang mengandung zat-zat tertentu. Zat-zat yang mudah rusak oleh cahaya,
penyimpanannya menggunakan botol coklat. Dibawah ini, larutan manakah yang
mudah rusak oleh cahaya? Kecuali.
a. Sol. Iodii sprituosa
b. Sol. Lugoli
c. Sol. Nitratis argenti
d. Larutan yg mengandung Fe
e. a,b,dan c benar
31. Ada seorang pasien yang menebus resep racikan di sebuah apotek. Resep racikan
tersebut mengandung GG (glyceril guaiacolat) dengan indikasi sebagai obat
batuk. Tetapi pada saat pembacaan resep, AA (asisten apoteker) yang berada di
apotek salah mengartikan GG yang tertulis di resep. Dia justru mengambil
glibenclamide Alhasil, setelah obat dikonsumsi oleh si pasien, bukannya sembuh,
tetapi si pasien justru pingsan setelah meminum obat tersebut. Dari kasus
tersebut glibenclamide di indikasikan sebagai obat :
a. Hipertensi
b. Hiperusemia
c. Hiperglikemia
d. Hiperkalemia
e. Hipernatriumia
32. Seorang pasien rawat inap dengan nilai SGOT & SGPT diatas normal, pasien
demam dengan suhu tubuh 380C. Pemilihan pengobatan yang paling tepat
diberikan untuk kasus diatas adalah:
a. Paracetamol 500 Mg
b. Ibuprofen 500 Mg
c. Meloksikam 15 Mg
d. Peroksikam 1.7 Mg
e. As. Mefenamat 500 Mg
33. Ada seorang pasien yang menebus resep racikan di sebuah apotek. Resep racikan
tersebut mengandung GG (glyceril guaiacolat) dengan indikasi sebagai obat
batuk. Tetapi pada saat pembacaan resep, AA (asisten apoteker) yang berada di
apotek salah mengartikan GG yang tertulis di resep. Dia justru mengambil
glibenclamide yang berindikasi sebagai penurun kadar gula darah. Alhasil,
setelah obat dikonsumsi oleh si pasien, bukannya sembuh, tetapi si pasien justru
pingsan setelah meminum obat tersebut.
Termasuk dalam tipe apakah kasus tersebut?
a. No Error
b. Error no harm
c. Error harm
d. Error death
e. Semua Salah
34. Di Medan pada Juli 2008, Seorang bayi menderita diare umur 7 hari mendapat
resep susu isomil, oleh apotek diberikan isomil plus. 24 jam setelah
mengkonsumsi susu tersebut, pasien meninggal.
Termasuk dalam kategori apakah kasus tersebut?
a. Kategori C
b. Kategori D
c. Kategori I
d. Kategori K
e. Kategori B
35. Kesalahan terjadi dan pasien memerlukan terapi atau intervensi serta
menimbulkan risiko pada pasien yang bersifat sementara. Ini masuk dalam
tipe.
a. No error
b. Error-No harm kategori C
c. Error-Harm kategori E
d. Error-Harm kategori G
e. Error-Death
36. Jika obat yang diresepkan tidak tepat indikasi, tidak tepat pasien atau
kontraindikasi tidak sesuai, tidak tepat obat atau obat yang tidak ada indikasinya,
maka kesalahan ini masuk dalam fase....
a. Fase prescribing
b. Fase transcribing
c. Fase dispensing
d. Fase administrasi
e. Fase edukasi
37. Seorang pasien Ny. S mengalami syok beberapa menit setelah diberikan obat
secara IV oleh Dokter yang bertugas di ruang UGD. Kejadian yang dialami oleh
pasien Ny. S merupakan bentuk dari.
a. Obat tidak tepat indikasi
b. Medication Eror
c. Reaksi obat yang tidak diinginkan
d. Drug Related Problem
e. Over dose
38. Pasien rawat jalan datang ke Apotek untuk menebus obatnya. Setelah pasien tiba
dirumahnya, Ia mendapatkan telepon dari Apoteker penanggung jawab Apotek
tempat Ia menebus obatnya. Pasien diberitahukan untuk tidak meminum obatnya
dulu karena ada kesalahan penyerahan obat. Peristiwa ini merupakan medication
eror kategori.
a. E
b. D
c. C
d. B
e. A
39. Seorang wanita memeriksakan dirinya ke dokter kulit karena merasakan gatal
pada jari - jari kakinya. Dokter pun memberikan resep salep / ointment ke pasien
untuk ditebus ke Apotek X. Aturan pakai dan etiket yang harus diberikan pada
sediaan salep tersebut agar pasien benar menggunakan obat tersebut adalah ......
a. S.U.E (untuk pemakaian luar) dan etiket berwarna biru
b. S.U.I (untuk pemakaian dalam) dan etiket berwarna biru
c. S.U.E (untuk pemakaian luar) dan etiket berwarna putih
d. S.U.I (untuk pemakaian dalam) dan etiket berwarna putih
e. S.U.E (untuk pemakaian luar) dan etiket berwarna biru putih
40. Seorang apoteker mendapatkan resep dari dokter X yaitu resep sediaan salep.
Ketika seorang apoteker akan meracik seluruh zat yang ada pada resep, maka
perlu dicampurkan dengan basis lemak, maka basis lemak yang cocok untuk
sediaan salep adalah ...
a. Cold cream
b. Zinci pasta
c. Vaselin
d. Vanishing
e. Bioplacenton
41. Seorang apoteker di klinik Z sedang membuat sediaan larutan Y, tetapi diketahui
bahwa terdapat bahan obat dalam peracikan yang suka larut. Apa yang dilakukan
apoteker tsb. Mengetahui bahwa dalam pembuatan larutan bahan obat harus
terlarut sempurna?
a. Mengganti bahan obat tsb
b. Menurunkan dan memperlambat kelarutan bahan obat tsb.
c. Menaikkan dan mempercepat kelarutan obat tsb.
d. Menggerusnya dalam lumpang panas
e. Menambahkan gliserin sebanyak 10%
42. Seorang pasien laki-laki, usia 40 tahun masuk ke klinik, diagnosis dokter pasien
mengalami infeksi sistemik. Kepada pasien akan diberikan injeksi antibiotik
ampisilin. Ternyata persediaan aqua pro injeksi untuk merekonstitusi obat habis.
Cairan apakah yang dapat saudara gunakan untuk pengganti aqua pro injeksi ini?
a. Aqua demineralisata
b. Ringer Laktat
c. Aquabidest
d. Infusi asam amino
e. Larutan dekstrosa 10%
43. Seorang wanita 39 tahun penderita kanker payudara meninggal akibat
cardiotoxicity karena overdosis. Cyclophosphamide di order pada dosis 4 g/m 2
days 1-4. Maksud penulis resep adalah total 4 g/m2 diberikan selama maksimal
4 hari (1 g/m2 per hari selama 4 hari). Sementara beberapa professional kesehatan
lain menginterpretasi order tersebut dengan 4 g/m2 per hari selama 4 hari. Setelah
4 hari, wanita tersebut menerima total 26.08 g cyclophosphamid (dosis maksimal
6,52 g). Apa penyebab medication error pada kasus diatas?
a. Proses pemilihan obat yang tidak tepat
b. Permintaan melalui resep
c. Pembacaan resep dan formulasi obat
d. Penyerahan obat kepada pasien
e. Penggunaan oleh pasien dan tenanga kesehatan
44. Pasien bernama Jacquelyn (9 tahun) menjalani operasi operasi tulang siku.
Setelah mencari rekomendasi dari lima rumah sakit, orang tua Jacquelyn
memutuskan satu rumah sakit dan memastikan rumah sakit tersebut adalah
rumah sakit terbaik yang dapat memberikan pengobatan terbaik bagi anak mereka.
Setelah tiga jam menjalani operasi tulang, Jacquelyn diberi obat penghilang rasa
sakit berupa morfin. Pompa morfin terhubung dengan alat-alat lain yang
menunjukkan perkembangan keadaan Jacquelyn seperti monitor fungsi hati,
monitor fungsi pernafasan, dan monitor oksigen dalam darah. Karena
perkembangan yang baik, maka dokter memutuskan untuk menghentikan
pemberian morfin pada Jacquelyn dan melepas monitor-monitor yang memantau
fungsi organ penting. Malam itu, ibu Jacquelyn, Carol, menginap di rumah sakit
menjaga anaknya. Tengah malam ia terbangun untuk mengecek Jacquelyn.
Fungsi pernafasannya normal, namun tidak memberikan respon ketika dipanggil.
Carol segera meminta bantuan. Setelah dilakukan pengecekan, pompa morfin
belum dimatikan, namun mesin diprogram untuk menaikkan dosis morfin untuk
Jacquelyn. Konsentrasi obat narkotik ini meningkat tajam pada darah Jacquelyn,
ia telah mengalami overdosis morfin. Termasuk dalam tipe error apakah kasus
diatas??
a. No error
b. Error no harm
c. Error harm
d. Error death
e. Error no death
45. Jika seseorang melakukan percobaan dengan 2 ml atau 2 g zat dikocok selama
15 mnt dgn air suling qs untuk membuat 1 L, biarkan selama 12 jam dan saring
melalui kertas saring yang telah dibasahi. maka percobaan diatas termasuk dalam
metode apa?
a. Metode Destilasi
b. Metode larutan/solution
c. Metode alternate solution
d. Metode Penyaringan
46. Jika Terdapat Resep seperti dibawah ini

Iodium Tincture

R/ Iodii 2
Natr, Iodid 2,5
Spir. 50 % ad 100 ml
S.u.e
Bagaimana cara membuatnya ?
a. Larutkan 2 g iodium dan NaI dlm 10 ml air stelah itu + sisa air dan etanol. NaI
untuk supaya tdk terbentuk HI yang dapat merusak kulit
b. Larutkan 2 g iodium dan NaI dlm 10 ml etanol stelah itu + sisa etanol dan air.
NaI untuk supaya tdk terbentuk HI yang dapat merusak kulit
c. Larutkan 2 g iodium dan NaI dlm 100 ml etanol , setelah itu + NaI
d. NaI dlm 10 ml dan 2 g iodium + etanol, masukan air 100 ml
47. Seorang Apoteker di suatu Klinik pengobatan mendapat resep sediaan suspensi
dengan komponen resep Codein tab. 10 mg sebanyak 5 tablet untuk dibuat
suspensi sebanyak 60 mL, dengan penambahan PGS sebagai bahan pensuspensi.
Berdasarkan dari komponen obat yang terdapat dalam resep, maka jumlah PGS
dan air untuk PGS yang digunakan dalam pembuatan sediaan suspensi tersebut
adalah......
a. 0,5 % PGS dan air untuk PGS 3x dari Jumlah PGS yang digunakan
b. 1 % PGS dan air untuk PGS 5x dari Jumlah PGSyang digunakan
c. 2 % PGS dan air untuk PGS 7x dari Jumlah PGSyang digunakan
d. 1 % PGS dan air untuk PGS 1,5x dari Jumlah PGS yang digunakan
e. 2 % PGS dan air untuk PGS 1,5x dari Jumlah PGSyang digunakan
48. Seorang pasien mendapat resep sediaan emulsi pencahar dengan resep sbb :
R/ Kamfer 2
Minyak Wijen
Sirop aa 10
m.f. Emuls 100 mL
S. t. dd. C. I
Pro : Rani 19 thn
Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 12, Mks.
Berdasarkan resep diatas maka perbandingan PGA dan air yang digunakan untuk
membuat sediaan emulsi tersebut adalah.....
a. 10 gram PGA : 15 mL Air
b. 5 gram PGA : 7,5 mL Air
c. 4,5 gram PGA : 6,75 mL Air
d. 2,5 gram PGA : 3,75 Air
e. 2 gram PGA : 3 mL
49. Pada suatu hari ny. Indah berusia 45 tahun pergi memeriksakan kesehatannya ke
suatu rumah sakit, sudah satu minggu ny.indah mengalami pusing, sakit kepala
serta sulit buang air besar. Ternyata ny. Indah didiagnosa menderita hipertensi
stage 1, dokter meresepkan obat hipertensi serta suppositoria yang kemudian
akan diberikan oleh apoteker kepada ny. Indah. Pada saat penyiapan resep
ternyata asisten apoteker yang menyiapkan memberikan kolhisin yang
seharusnya captopril(penulisan resep yang tidak jelas), dan akhirnya penyerahan
maupun pemberian informasinya oleh apotekerpun tidak tepat,
pada kondisi ini jelas terlihat adanya medication error, medication error diatas
termaksud medication error pada fase:
a. Prescribing
b. Dispensing
c. Administrasi
d. Transcribing
50. Di tahun 1995, public dikejutkan dengan kesalahan pengobatan yang fatal yang
terjadi di Dana Farber Cancer Institute di Boston. Seorang wanita 39 tahun
penderita kanker payudara meninggal akibat cardiotoxicity karena overdosis.
Cyclophosphamide di order pada dosis 4 g/m2 days 1-4. Maksud penulis resep
adalah total 4 g/m2 diberikan selama maksimal 4 hari (1 g/m2 per hari selama 4
hari). Sementara beberapa professional kesehatan lain menginterpretasi order
tersebut dengan 4 g/m2 per hari selama 4 hari. Setelah 4 hari, wanita tersebut
menerima total 26.08 g cyclophosphamid (dosis maksimal 6,52 g). hal ini
termaksud medication error kategori :
a. Kategori A
b. Katgori H
c. Kategori C
d. Kategori I
51. Bahan-bahan pensuspensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan derajat
viskositas cairan, kecuali
a. PGS 1-2%
b. PGA 2-5%
c. Tragakan 0,5-2%
d. Vitamin E
e. CMC 0,5-1,5%
52. Metode yang digunakan untuk pembuatan emulsi dari minyak atsiri atau minyak
lain yang tidak kental dan merupakan variasi dari metode gom kering disebut...
a. Metode botol
b. Metode gom kering
c. Metode kontinenta
d. Metode gom basah
e. Metode inggris
53. Keselamatan Pasien /Patient Safety adalah pasien bebas dari harm/cedera yang
tidak seharusnya terjadi atau bebas dari harm yang potensial akan terjadi
(penyakit, cedera fisik /sosial / psikologis, cacat, kematian dll), terkait dengan
pelayanan kesehatan, dan meminimalisir penyebab kesalahan pemberian obat,
yang termaksud
a. Kurangnya diseminasi pengetahuan
b. tidak cukupnya informasi mengenai pasien seperti halnya data uji
laboratorium
c. tidak diikutinya SOP pengobatan
d. semua benar
54. Di suatu rumah sakit, Tn. Idul adalah salah satu pasien rawat inap di rumah sakit
tersebut, sudah 4 hari Tn.Idul berada di rumah sakit, yang dirasakan Tn.Idul
adalah tidak ada perubahan selama meminum obat yang diberikan oleh perawat
pada saat meminum obat, ternyata pada saat konsumsi terkhir dari obat itu pasien
ini sampai tidak sadarkan diri, bentuk sediaan obatnya adalah suspensi. Ternyata
selama ini perawat ini tidak mengocok suspensi tersebut sebelum diberikan
kepada pasien Keadaan diatas termaksud error pada
a. Wrong time errord
b. Unordered drug error
c. Wrong dose preparation error
d. Ommisson error
55. Seorang apoteker di Apotek A sedang meracik resep Semi padat dari dokter.
Dimana resep dokter tersebut dituliskan bahwa Zat Aktif Obat yang akan diracik
harus menggunakan basis lemak. Manakah di antara Sediaan Semi padat berikut
yang menggunakan basis lemak ?
a. Cold cream
b. bioplacenton gel
c. Zinci pasta
d. Vaselin
e. vanishing cream
56. Seorang apoteker di Apotek X sedang meracik resep Semi padat dari dokter.
Dimana resep dokter tersebut dituliskan bahwa Zat Aktif Obat yang akan diracik
harus menggunakan basis yang lebih cair. Manakah di antara Sediaan Semi padat
berikut yang menggunakan basis yang lebih cair ?
a. Cold cream
b. Bioplacenton gel
c. Zinci pasta
d. Vaselin
e. Vanishing cream
57. Seorang apoteker di Apotek X sedang meracik resep larutan dari dokter.
Apoteker tersebut menyiapkan salah satu bahan Z dengan menggerus halus
bahan Z tersebut, kemudian bahan Z dimasukkan dalam botol kering dan
ditambahkan spiritus fortior 2 x bobot bahan Z. Selanjutnya bahan Z dikocok
sampai larut dan ditambahkan air panas yg tersedia, lalu dikocok kuat-kuat.
Bahan Z yang dimaksudkan di atas adalah
a. Argentum colloidal
b. Kamfer
c. Succus liquirittiae
d. Asam Borat
e. Collargol
58. Seorang pasien mendapatkan dekstrosa X gram dari Dokter. Berapa g dekstrosa
yang diperlukan untuk menyiapkan 4000 ml larutan 5 % b/v?
a. 100 g
b. 200 g
c. 300 g
d. 400 g
e. 200 mg
59. Jika saudara diminta membuat pengenceran albumin dari 25% menjadi 5% dalam
jumlah yang besar, saudara dapat menggunakan sterile water atau NaCl 0,9% in
water. Berapakah volume larutan pengencer yang dibutuhkan.
a. 100 ml
b. 200 ml
c. 300 ml
d. 400 ml
e. 500 ml
60. Ampicilin memiliki stabilitas maksimum pada pH 5,8 dimana pada pH tersebut
tetapan lajunya pada suhu 35oC adalah 2 x107 detik-1. berapakah batas umur
simpanan larutan ampicilin pada pH tersebut?
a. 11 hari
b. 12 hari
c. 13 hari
d. 14 hari
e. 15 hari
61. Seorang pasien datang ke apotek dengan membawa resep dari dokter dengan obat
sebagai berikut :
R/ acidii borici 6
etanol ad 200 ml

S. boorwater

Bagaiman proses pencampuran acidii borici sehingga bisa menjadi sediaan


larutan?

a. Acidii borici di larutkan dengan alcohol


b. Acidii borici di larutkan dengan aquades
c. Acidii borici di larutkan dengan eter
d. Acidii borici di larutkan dengan etanol
e. Acidii borici di larutkan dengan minyak
62. Seorang pasien rawat inap di rumah sakit dengan diagnosa dokter pasien
mengalami diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Pada hari pertama pasien di
berikan cairan NaCl, metformin dan amlodipin. Setelah 2 hari pasien tersebut
melakukan tes Glukosa darah. Hasilnya GDS pasien masih tinggi dan tekanan
darahnya juga diatas rata-rata. Apakah rekomendasi pengobatan pasien yang
tepat?
a. Pasien tetap diberikan Nacl, metformin dan amlodipin
b. Metformin diganti dengan insulin
c. Cairan NaCl diganti dengan Rl
d. Metformin dan amlodipin diganti dengan insulin dan propanolol
e. Cairan pasien tetap diganti dengan asering.
63. Dalam kasus Medication Error, Apoteker harus mengetahui bentuk-bentuk
Medication Error tersebut. Berikut ini adalah bentuk-bentuk Medication Error,
Kecuali
a. Fase skrining
b. Fase Scribing
c. Fase Transcribing
d. Fase Dispensing
e. Fase Administration
64. Dalam kasus Medication Error, ada beberapa Tipe Kategori Medication Error.
Berikut ini arti kategori 6 pada Medication Error adalah
a. Error terjadi, tetapi obat belum mencapai pasien
b. Error terjadi, tetapi tidak menimbulkan resiko pada pasien
c. Error terjadi dan menyebabkan resiko permanen
d. Error terjadi dan nyaris menimbulkan kematian
e. Error terjadi dan menyebabkan kematian pasien
65. Ketika suatu obat yang diresepkan tidak tepat indikasi, tidak tepat pasien atau
kontraindikasi tidak tepat obat atau ada obat yang tidak ada indikasinya, tidak
tepat dosis dan aturan pakai maka kejadian tersebut termasuk medication error
pada fase?
a. Administration
b. Transcribing
c. Prescribing
d. Compounding
e. Dispensing
66. Menurut American Hospital Association, dimana pada saat terjadi interpretasi
farmasis yang keliru dalam membaca resep dokter, kesalahan membaca nama
obat yang relatif mirip dengan obat lainnya, kesalahan membaca desimal,
pembacaan unit dosis hingga singkatan peresepan yang tidak jelas (q.d atau
q.i.d/QD) termasuk medication error dalam situasi ?
a. Informasi pasien yang tidak lengkap
b. Tidak diberikan informasi obat yang layak
c. Pelabelan kemasan obat yang tidak jelas
d. Miskomunikasi dalam peresepan
e. Faktor-faktor lingkungan
67. Ada seorang pasien yang menebus resep racikan di sebuah apotek. Resep racikan
tersebut mengandung GG (Glyceril Guaicolat) dengan indikasi sebagai obat
batuk. Tetapi pada saat pembecaan resep, AA (Asisten Apoteker) yang berada di
apotek salah mengartikan GG yang tertulis di resep. Dia justru mengambil
Glibenclamid yang berindikasi sebagai penurun kadar gula darah. Alhasil, setelah
obat dikonsumsi oleh pasien, bukannya sembuh, tetapi pasien justru pingsan
setelah minum obat tersebut.
Berdasarkan kasus di atas, termasuk kategori medication error...
a. Error No Harm D
b. Error Harm E
c. Error Harm F
d. Error Harm G
68. Tn.A datang ke klinik dengan keluhan telinga kanan sakit dan mendengung.
Kemudian dokter meresepkan chlorampenicol tetes telinga 2dd gtt 1 ad (auri
dextrae). Tetapi setiba di apotek, asisten apoteker justru memberikan
chlorampenicol 2dd gtt 1 ds (dexter et sinister).
Berdasarkan kasus di atas, termasuk kategori medication error pada proses...
a. Prescribing
b. Transcribing
c. Dispensing
d. Administration
69. Seorang apoteker mendapatkan resep racikan salep dari dokter X . Sebagai
seorang apoteker harus mengetahui terlebih dahulu kriteria salep yang baik
sebelum meraciknya. Manakah yang paling benar menurut anda jika anda
seorang apoteker?
a. Salep yang baik yaitu berbutir, kental, agak kasar,stabil secara fisika dan
kimia, serta mudah dioleskan
b. Salep yang baik yaitu stabil secara kimia dan fisika , lembut, rata, tidak
berbutir dan mnggumpal, mudah dioleskan ,agak mencair dan melunak pada
suhu kamar, menghasilkan penyerapan yang baik
c. Salep yang baik yaitu ,lembut, rata, berbutir dan menggumpal, mudah
dioleskan ,agak mencair dan melunak pada suhu kamar , menghasilkan
penyerapan yg baik
d. Salep yang baik yaitu stabil secara kimia dan fisika ,lembut, rata, tidak
berbutir dan mnggumpal, sulit dioleskan , mencair dan melunak pada suhu
kamar , tidak menghasilkan penyerapan yang baik
e. Salep yang baik yaitu tidak stabil secara kimia dan fisika , agak lembut,
rata, tidak berbutir dan menggumpal, mudah dioleskan ,agak mencair dan
melunak pada suhu kamar , menghasilkan penyerapan yg baik
70. Seorang apoteker di sebuah apotek meracik sediaan emulsi. Dalam meracik
sediaan emulsi, apoteker tersebut menggunakan metode gom kering basah.
Menurut Anda, jika Anda seorang apoteker Berapakah bagian PGA yang
dibutuhkan dalam peracikan emulsi tersebut ?
a. PGA 1 bagian digerus dengan 2 bagian air
b. PGA 1 bagian dan 4 bagian minyak
c. PGA 4 bagian dan 1 bagian minyak
d. PGA 2 bagian dan 2 bagian minyak
e. PGA 1 bagian dan 3 bagian air
71. Seorang pasien jalani operasi ganti lutut. Sebelum pembedahan, pasien selalu
minum ketorolac. Sewaktu pulang, pasien diberi warfarin. Tentu dari kasus
tersebut terjadi medication error, apa yang seharusnya dokter lakukan
a. Memberitahukan untuk meminum obat bersamaan
b. Memberitahukan untuk menghentikan obat warfarin
c. Mengganti obat ketorolac
d. Mengganti obat warfarin
e. Tidak perlu memberikan warfarin
72. Seorang gadis 18 tahun masuk ke IGD denga keluhan demam tinggi, nyeri hebat
pada panggul, mual dan muntah. Untuk mengatasinya, pasien diberi Amoksisilin
injeksi, ranitidin injeksi, metoklopramid injeksi, tramadol injeksi, dan
paracetamol tablet. 30 menit setelah pemberian obat-obat tersebut pasien
mengalami sesak nafas, bengkak pada bibir, kulit gatal kemerahan hingga
akhirnya tidak sadar. Dari gejala tersebut, dokter menyimpulkan bahwa pasien
mengalami syok anafilaktik. Obat manakah yang diduga menyebabkan syok
anafilaktik?
a. Amoksisilin injeksi
b. Ranitidin injeksi
c. Metoklopramid injeksi
d. Tramadol injeksi
e. Parasetamol tablet
73. Pasien A memerlukan dosis 1 mg atropin sulfat. Sediaan ampul mengandung
600 mikrogram/ml. Jika jarum suntik yang tersedia adalah 2 ml dengan skala 0,1
ml, maka mana yang berikut ini yang memberikan dosis terdekat?
a. 1,5ml
b. 1,6ml
c. 1,7ml
d. 1,8ml
e. 1,9ml
74. Anda telah diberi resep berikut:
Sodium bikarbonat BP 5% untuk 10ml.
Berapa banyak natrium bikarbonat BP (dalam gram) akan dibutuhkan untuk
mempersiapkan produk?
a. 0,05g
b. 0,15g
c. 0,5g
d. 1,5g
e. 5g
75. Untuk mengemas suspensi yang telah dibuatnya, di hadapan seorang apoteker
terdapat lima buah botol yang berbeda. Botol yang tepat untuk sediaan
suspensinya adalah...
a. Botol dengan mulut besar
b. Botol dengan mulut kecil
c. Botol dengan mulut besar dan kedap udara
d. Botol dengan mulut kecil dan kedap udara
e. Botol dengan alat penetes
76. Dalam pembuatan salep bahan-bahan berikut ini ditambahkan pada akhir
pencampuran, kecuali:
a. Ikhtiol
b. Balsam-balsam
c. Gliserol
d. Emulgator
e. Serbuk pualam dan batu apung
77. Seorang pasien laki-laki, usia 40 tahun masuk ke klinik, diagnosis dokter pasien
mengalami infeksi sistemik. Kepada pasien akan diberikan injeksi antibiotik
ampisilin. Ternyata persediaan aqua pro injeksi untuk merekonstitusi obat habis.
Cairan apakah yang dapat saudara gunakan untuk pengganti aqua pro injeksi ini?
A. Aqua demineralisata
B. Ringer Laktat
C. Aquabidest
D. Infusi asam amino
E. Larutan dekstrosa 10%
78. Suatu sediaan ferosulfat digunakan sebagai hematinik/senyawa yang dibutuhkan
dalam pembentukan sel darah merah. Sediaan tersebut dibuat dengan melarutkan
ferosulfat , spirit pepermint dan sukrosa + air. Bahan apa yang perlu
ditambahkan sehingga mencegah perubahan warna dari sirup r pembentukan ferri
hidroksida yang tidak larut ?
A. Spirit pepermint
B. Glukosa
C. Asam sitrat
D. Tocopherol
E. Natrium EDTA
79. Seorang apoteker melalukan pencampuran bahan salep, setelah selesai bahan
tersebut terjadi bintik-bintik. Ini dikarenakan pada saat proses pencampuran zat
padat terlalu banyak basis. Sebagai seorang apoteker apa yang harus dilakkan.
Adakah cara untuk mengatasi permasalahan tersebut ?
a. Tidak ada cara untuk mengatasi, bahan yang telah dicampur dituang saja
b. Ada, dengan jalan mengencerkan salepnya
c. Ada, dengan menambahkan lagi zat padat
d. Ada, dengan menambahkan basis
80. Seorang apoteker di sebuah apotek meracik sediaan emulsi. Dalam meracik
sediaan emulsi, apoteker tersebut menggunakan metode gom kering. Berapakah
bagian PGA yang dibutuhkan dalam peracikan emulsi tersebut ?
a. PGA 1 bagian digerus dengan 2 bagian air
b. PGA 1 bagiandan 4 bagianminyak
c. PGA 4 bagian dan 1 bagian minyak
d. PGA 2 bagiandan 2 bagianminyak
81. Seorang Apoteker di Apotek Nisa, menerima resep racikan yang berisi Codeine,
Ammonium Chloride, Thymi syrup dan Aquadest. Bagaimanakah penanganan
untuk Codeine pada resep tersebut ?
a. Codeine diganti dengan Codeine Hydrochloride
b. Codeine dilarutkan terlebihdahulu dengan larutan spiritus
c. Codeine ditaburkan pada air (dua kali beratnya) di dalam cawan dan
dibiarkan selama 15 menit
d. Codeine digerus dengan penambahan sedikit air
e. Codeine dilarutkan dengan bantuan pemanasan
82. Selember resep yang diterima oleh Apoteker Ayu, berisi bahan A, B, C dan E.
Bahan A oleh apoteker tersebut dilarutkan dalam air dingin karena bahan A dapat
terurai menjadi feniletilsetilureum yang sukar larut bila dilarutkan menggunakan
air panas. Bahan A yang dimaksudkan adalah..
a. Kalium Permanganat
b. Natrium Luminal
c. Kamfer
d. Hexamine
e. Thymol
83. Jika seorang farmasis akan membuat sediaan emulsi, pada resep terdapat minyak
lemak. Berapa GOM yang akan digunakan untuk minyak tersebut?
a. GOM x bobot minyak
b. GOM x bobot sediaan
c. GOM 1,5 x bobot minyak
d. GOM sama banyak
e. GOM 2/3 dari bobot minyak
84. Bila dalam resep suspensi terdapat Phenobarbital tablet yang akan ditambahkan,
berapakah jumlah PGS untuk Phenobarbital tablet?
a. Jumlah PGS 1%
b. Jumlah PGS 2%
c. Jumlah PGS = dosis obat
d. Jumlah PGS sesuai dengan jumlah tablet
e. Jumlah PGS = dengan total sediaan
85. Seorang pasien wanita berusia 20 tahun datang ke klinik untuk berobat di
diagnosa dokter menderita gastritis akut, dokter meresepkan Antasida suspensi 3
x 1 sendok makan sehari.
Sediaan yang diberikan adalah bentuk suspensi. Apa syarat suspensi yang baik
yang saudara ketahui.
a. Zat terdispersi harus halus, tidak cepat mengendap.
b. Bila mengendap, dikocok harus terdispersi kembali.
c. Dapat dituang dari wadah dengan cepat dan homogen.
d. Benar semua.
e. Salah semua.
86. Suatu industri farmasi akan memproduksi sediaan sirup yang merupakan sediaan
pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa bahan pewangi
dan zat obat.
1. Gula biasanya sukrosa atau pengganti gula untuk memberi rasa manis dan
kental.
2. Pengaroma.
3. Pewarna.
4. Pengawet.
5. Pengemas.
Apa saja komponen dari sirup yang saudara ketahui.
a. 1, 2, 3 benar
b. 3, 4, 5 benar
c. 1, 2, 3, 4 benar
d. Benar semua
87. Seorang apoteker di klinik X sedang membuat sediaan obat oral, tetapi diketahui
bahwa terdapat bahan obat dalam peracikan yang tidak larut, antara fase minyak
dan fase air. Bentuk sediaan apa yang akan dibuat oleh apoteker tersebut?
a. Suspensi
b. Emulsi
c. Krim
d. Salep
e. Gel
88. Seorang pasien laki-laki telah menebus sebuah resep pada suatu apotek, salah
satu obat yang terdapat pada resep yaitu dalam bentuk larutan suspensi. Setelah 3
hari penyimpanan terdapat kelainan pada bentuk sediaan obat tersebut, terjadi
pembentukan sedimen yang tidak dapat didispersikan kembali. Disebut apakah
masalah tersebut?
a. Flokulasi
b. Deflokulasi
c. Capping
d. Binding
e. Caking
89. Seorang apoteker di Apotek X sedang meracik resep larutan dari dokter.
Apoteker tersebut menyiapkan salah satu bahan Z dengan menggerus halus
bahan Z tersebut, kemudian bahan Z dimasukkan dalam botol kering dan
ditambahkan spiritus fortior 2 x bobot bahan Z. Selanjutnya bahan Z dikocok
sampai larut dan ditambahkan air panas yg tersedia, lalu dikocok kuat-kuat.
Bahan Z yang dimaksudkan di atas adalah
a. Argentum colloidal
b. Kamfer
c. Succus liquirittiae
d. Asam Borat
e. Collargol
90. Seorang pasien mendapatkan dekstrosa X gram dari Dokter. Berapa g dekstrosa
yang diperlukan untuk menyiapkan 4000 ml larutan 5 % b/v?
a. 100 g
b. 200 g
c. 300 g
d. 400 g
e. 200 mg
91. Seorang pasien terinfeksi bakteriTuberculosis dan telah menjalani terapi selama 3
bulan, pasien tersebut mendatangi kembali rumah sakit dan mengeluhkan tidak
ada perubahan. Setelah apoteker meninjau penggunaan obat pasien diduga
adanya ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi. Apakah yang
menyebabkan terjadinya ketidak patuhan pasien?
a. Mahalnya harga obat
b. Sukar mendapatkan obat
c. Pasien kurang mengerti terhadap penatalaksanaan dan fungsi terapi
d. Kesalahan informasi obat
e. Semua salah
92. Seorang pasien menderita wasir dan mendapatkan resep suppositoria. Setelah
dirumah pasien lupa cara penggunaan obatnya dan tulisan di etiket sangat tidak
jelas, akhirnya pasien menyimpulkan untuk penggunaan oral. Bentuk medication
error diatas termasuk dalam fase ?
a. Fase prescribing
b. Fase transcribing
c. Fase dispensing
d. Fase administration
e. Fase Screening
93. Seorang pasien perempuan masuk rumah sakit dengan keluhan sesak dan nyeri
pada perut. Usia 19 tahun. Dari hasil pemeriksaan ternyata pasien memiliki
riwayat asma. Asma pasien kambuh pada saat berolahraga dan jatuh pingsan. TD
pasien 140/99 tapi pasien mengeluhkan bagian perut. Setelah pasien sadar, pasien
diberikan inhaler hingga sesaknya berkurang. Pasien ternyata memiliki riwayat
maag, selain maag pasien juga mual muntah. Terapi pengobatan untuk pasien
tersebut yang paling tepat adalah...?
a. Lanzoprazol, OMZ, Captopril 25 mg
b. Obat Racikan: Buskopen, Domperidon, Alprazolam dan Lanzoprazole
c. Obat Racikan : Buskopen, Alprazolam dan Captopril
d. Captopril, Lanzoprazole dan Domperidone
e. Domperidone
94. Seorang pasien, perempuan, usia 50 tahun datang ke Apotek untuk menanyakan
interpretasi hasil pemeriksaan data laboratorium. Hasil lab menunjukkan urin
berwarna kuning, keruh, pH 5,0; WBC 10-15 sel/mm3, RBC 1-5 sel/mm3, protein
10 mg/dL, hematuria, glukosa (-), leukosit esterase (+), nitrit (+), banyak bakteri.
Hasil penggalian informasi diketahui tekanan darah 110/60 mmHg dan suhu
tubuh 39oC. Pasien sering mengalami nyeri pada bagian ginjal, kejang, keringat
dingin, nausea vomiting, dan sering buang air kecil. Pasien menggunakan obat
cotrimoxasol. Dari tanda dan gejala yang ada, pasien di atas mengarah pada
kondisi penyakit apakah?
a. Pyelonephritis
b. Cystitis
c. Urethritis
d. Urosepsis
e. Gastritis
95. Suatu kesalahan dalam proses pengobatan yang masih berada dalam pengawasan
dan tanggung jawab profesi kesehatan, pasien atau konsumen, dan seharusnya
dapat dicegah, adalah pengertian Medication Error menurut...
a. NCC MERP
b. COHEN
c. KONGRESS PERSI
d. Iwan dwiprahasto
e. Universitas ARKANSAS
96. Administration Error terjadi pada saat...
a. Obat yang diresepkan tidak tepat pasien, tidak tepat indikasi, dan tidak tepat
dosis dan aturan pakai
b. Pembacaan resep, penyiapan resep, sampai pada penyerahan obat kepada
pasien
c. Pasien melakukan kesalahan dalam penggunaan obat
d. Kesalahan dalam proses pembayaran obat
e. Fase penulisan resep