Anda di halaman 1dari 9

TEORI AKUNTANSI

SAP 9
PSAK NO. 1 DAN PSAK NO. 5

KELOMPOK :

1. NI WAYAN FERIYANTI 1215351108


2. GEDE EDY EKAPUTRA 1415351002

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM EKSTENSI


UNIVERSITAS UDAYANA

2017
PSAK 1 :
Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan
Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan telah disahkan menjadi
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan
Memberikan klarifikasi terkait penerapan persyaratan materialitas, fleksibilitas urutan
sistematis catatan atas laporan keuangan dan pengidentifikasian kebijakan akuntansi
signifikan.
Amandemen PSAK 1 ini juga mengakibatkan amandemen terhadap PSAK (consequential
amendment) sebagai berikut:

PSAK 3: Laporan Keuangan Interim


PSAK 5: Segmen Operasi
PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 62: Kontrak Asuransi

Definisi
Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai laporan keuangan) adalah
laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pengguna laporan.
Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat
menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai.Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia, yang terdiri dari:
(a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK);
(b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK).
Material Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan
keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat
memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada
ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut
dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan tersebut,
atau gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu.Penilaian apakah suatu kelalaian
dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi
keputusan ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi material,
membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik dari masing-masing pengguna laporan
tersebut.
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuanganparagraf 25 menyatakan
bahwa pengguna laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai
tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi
dengan ketekunan yang wajar. Oleh karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan
bagaimana pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan terpengaruh dalam
membuat keputusan ekonomi. Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan
pendaptan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan
ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau
rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai
pospos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian
reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif
sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK lainnya.Pemilik adalah pemegang instrumen yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas.Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak
termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain.Penyesuaian reklasifikasi
adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya
diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode
sebelumnya.Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang
dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari
transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik

Pengakuan dan Pengukuran Laporan Keuangan


Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan pos yang memenuhi
definisi unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca laporan laba rugi. Pengakuan dilakukan
dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah uang dan
mencantumkannya ke dalam neraca laporan laba rugi. Pengakuan memerlukan suatu konsep
agar dapat menentukan kapan dan bagaiman unsur dalam akuntansi dapat diakui dalam
laporan keuangan. Sedangkan pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk
mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan
keuangan.
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK, Peraturan Nomor VIII.G.7 menjelaskan bahwa
peraturan penyajian dan pengungkapan laporan keuangan memberikan pedoman mengenai
struktur, isi, persyaratan dalam penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang harus
disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, baik untuk keperluan penyajian kepada
masyarakat umum maupun untuk disampaikan kepada Bapepam dan Lembaga Keuangan.
Secara umum, laporan keuangan menyajikan informasi:

1. Aset;
2. Liabilitas;
3. Ekuitas;
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
5. Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;
dan
6. Arus kas

Dapat disimpulkan bahwa pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan laporan


keuangan digunakan untuk menyatakan pos keuangan baik dalam kata-kata maupun dalam
jumlah uang.

Komponen Laporan Keuangan PSAK No. 1


Laporan keuangan yang lengkap di dalam PSAK No.1 terdiri dari:

1. Laporan posisi keuangan (neraca pada akhir periode);


2. Laporan laba rugi komprehensif selama periode;
3. Laporan perubahan ekuitas selama periode;
4. Laporan arus kas selama periode;
5. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi ringkasan kebijakan akuntansi penting
dan informasi penjelasan lain.
6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasikan pos-pos
dalam laporan keuangannya.
Perbandingan Penyajian Laporan Keuangan PSAK 1 dan PSAK 101
PSAK 1 (2013)PSAK 101(2014)
Pernyataan ini berlaku bagi seluruh entitas,termasuk entitas yang menyajikan laporan
keuangan konsolidasiantidak berlaku untuk entitas syariah, karena penyajian
laporankeuangan syariah diaturdalam PSAK 101: Penyajian LaporanKeuangan Syariah

PSAK 101:
Pernyataan ini menggunakan terminologi yang cocok untuk entitas syariah yang
berorientasi laba, termasuk entitas bisnis syariah sektor public.
Komponen Laporan Keuangan
Komponen Laporan Keuangan Lengkap:

1. Laporan posisi keuangan


2. Laporan laba rugi danpenghasilan komprehensiflain
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Catatan atas laporankeuangan
6. Informasi komparatif Komponen Laporan Keuangan Lengkap:

PSAK 101:

1. Laporan posisi keuangan


2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Laporan sumber dan penyaluran dana zakat
6. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan
7. Catatan atas laporan keuangan
8. Informasi komparatif mengenai periode sebelumnya
9. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif

Komponen laporan keuangan yang ada pada PSAK No. 1 (revisi 2013) dan PSAK No. 101
(revisi 2014), tidak berbeda jauh. Yang menjadi perbedaan adalah di dalam PSAK No. 101
terdapat komponen laporan sumber dan penyaluran dana zakat dan laporan sumber dan
penggunaan dana kebajikan yang tidak terdapat pada PSAK No. 1 (revisi 2013)

PSAK No. 5
SEGMEN OPERASI
PRINSIP UTAMA
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan
lingkungan ekonomi dimana beroperasi entitas beroperasi.
RUANG LINGKUP
Entitas induk yang :
Instrumen utang dan ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik
Telah mengajukan pernyataan pendaftaran atau sedang dalai proses pengajuan pendaftaran
pada regulator pasar modal
Jika suatu entitas yang tidak disyaratkan memilih untuk mengungkapkan informasi segmen
namun tidak sesuai dengan pernyataan ini maka entitas tersebut dianggap tidak menjelaskan
informasi segmen.
Jika laporan keuangan terdiri dari laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan
tersendiri sebagai lampiran, maka informasi segmen hanya ada di laporan keuangan
kosolidasian.
PENGERTIAN SEGMEN OPERASI
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas :
-yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban.
-Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan opersional untuk
alokasi sumber daya dan menilai kinerja.
-Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Jika pengambil keputusan operasi menggunakan lebih dari satu bentuk informasi segmen,
maka faktor lain dapat digunakan untuk mengindetifikasi suatu bentuk komponen tunggal
sebagai segmen operasi.

KRITERIA SEGMEN YANG AKAN DILAPORKAN


Telah teridentifikasi sebagai segmen operasi atau hasil dari dua agregasi dua atau lebih.
Melebihi ambang batas Syarat kuantitatif (salah satu)
- Pendapatan lebih 10% dari pendapatan total internal & eksternal
- Laba rugi absolut lebih 10% dari laba rugi absolut dari (mana yang lebih besar) gabungan
segmen yang laba atau gabungan segmen yang rugi
-Aset lebih 10% aset gabungan segmen operasi
KRITERIA SEGMEN YANG AKAN DILAPORKAN
Jika tidak memenuhi ambang batas dapat dipertimbangkan jika manjemen percaya informasi
tersebut berguna bagi pengguna.
Yang tidak memenuhi ambang batas dapat digabung jika memenuhi kriteria agregasi.
Jika yang dilaporkan kurang dari 75% dari pendapatan entitas tambahan segmen diidentifikasi
(walau tidak memenuhi kriteria).
Segmen operasi lain yang tidak dilaporkan digabungkan dan diungkapkan dalam kategori
semua segmen lain.
10 % TES PENDAPATAN
10 % TES LABA (RUGI)
10% TES ASET
TEST 75% PENDAPATAN
Pendapatan dari pelanggan yang tidak berafiliasi dengans segmen yang dilaporkan :
makanan 317000
plastik dan pengepakan 95000
kesehatan 86000
total segmen dilaporkan 498000
Pendapatan kosolidasi 572000
Prosentasi segmen dilaporkan terhadap
pendapatan kosolidasi 87,1%
* Dikarenakan prosentasi lebih besar dari 75% maka tidak diperlukan lagi segmen operasi
yang dilaporkan terpisah.
AGREGASI
Segmen operasi diagregasikan jika memiliki karakteristik ekonomi serupa (kinerja keuangan
jangka panjang serupa) dan serupa dalam hal (semua):
Sifat produk dan jasa
Sifat proses produksi
Jenis pelanggan produk atau jasa
Metode distribusi produk dan penyediaan jasa
Sifat lingkungan pengaturan (perbankan, asuransi)
PELAPORAN
Segmen dilaporkan minimal 75% pendapatan Entitas
Segmen dilaporkan (dulu) segmen tetap dilaporkan (bahkan jika sekarang bukan segmen
dilaporkan) jika manajemen berpendapat bahwa segmen operasi akan berlanjut signifikan
Segmen dilaporan (kini) dan bukan segmen dilaporkan (dulu) Infomasi periode lalu disajikan
kembali
PENGUNGKAPAN
Agar memberikan dampak yang sesuai dengan prinsip utama maka entitas harus
mengungkapkan hal-hal berikut :
Informasi umum
- faktor-faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dari
entitas, termasuk dasar organisasi
- jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan untuk dari setiap segmen yang
dilaporkan
Informasi tentang laba dan rugi, aset dan liabilitas
- laba rugi segmen
- aset dan liabilitas
- dasar pengukuran
Rekonsiliasi total pendapatan, laba rugi, aset, dan liabilitas segmen terhadap pendapatan,
laba rugi, aset, dan liabilitas enttitas.
PENYAJIAN KEMBALI INFORMASI
Jika entitas mengubah struktur organisasi internal yang menyebabkan komposisi segmen
dilaporkan berubah, maka informasi yang terkait untuk periode sebelumnya (termasuk periode
interim) disajikan kembali, kecuali infomasi tersebut tidak tersedia dan biaya untuk
mengembangkannya akan jauh lebih besar. Jika tidak disajikan kembali harus diungkapkan
pada saat perubahan
PENGUNGKAPAN LEVEL ENTITAS
Informasi tentang produk dan jasa
- pendaptan dari pelanggan eksternal untuk tiap / kelompok produk dan jasa informasi
tentang wilayah geografis
- pendapatan berdasarkan negara domisili dan semua negara asing Informasi tentang
pelanggan utama
- sejauh mana entitas mengandalkan pelanggan utama