Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan


proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja.
Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa
manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari
sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).
Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis,
seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1. Apa pengertian dari berfikir ?


1.2.2 Apa tahap-tahap perkembangan kognitif?
1.2.3 Bagaimana cara penarikan kesimpulan dari berfikir?
1.2.4 Apa kelainan atau gangguan dari berfikir ?
1.2.5 Bagaimana penyelesaian masalah secara kreatif?

1.3 Tujuan

Tujuan kami membuat makalah ini untuk mengetahui :


1.3.1 Mengetahui pengertian berfikir
1.3.2 Memahami perkembangan kognitif
1.3.3 Mengetahui cara menarik kesimpulan dari berfikir
1.3.4 Mengetahui kelainan atau gangguan dari berfikir
1.3.5 Mengetahui peyelesaian masalah secara kreatif.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian berpikir


Menurut Walgito (2010) berpikir adalah aktivitas mental, aktivitas kognitif
yang berwujud mengolah atau memanipulasi informasi dari lingkungan dengan
simbol atau materi yang disimpan dalam ingatannya khususnya yang ada dalam
long term memory.
Menurut Sujanto (2012) berpikir adalah gejala jiwa yang dapat
menetapkan hubungan-hubungan antara ketahuan-ketahuan kita. Berpikir adalah
suatu proses dialektis, artinya selama kita berpikir, pikiran kita mengadakan tanya
jawab dengan pikiran kita.
Menurut Purwanto (2012) berpikir adalah tingkah laku yang menggunakan
ide yaitu suatu proses simbolis.
Jadi berpikir adalah suatu aktifitas mengolah atau pemrosesan suatu
informasi karena suatu rasa keingintahuan sampai pemecahan masalah(finising
position) atau goal state.

2.2 Perkembangan kognitif

Dalam mempelajari dan memahami hakikat berpikir tingkat tinggi, ada dua
pendekatan teoritik, yaitu pendekatan perkembangan dan pendekatan defisional.
Teori-teori yang menggunakan pendekatan perkembangan adalah teori
Piaget,Vygotsky,Bloom,dan teori novice-expert.

Menurut Piaget bahwa dengan bertambahnya usia dan pengalaman,


kemampuan berpikir anak-anak meningkat semakin abstrak dan logis. Piaget
membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi sebagai berikut ,yaitu:
Tahap sensorimotor ( 0 - 2 tahun/0-18 tahun) : pada fase isi seorang
anak memperoleh pengetahuan melalui aktivitas, contohnya: saat bayi
melihat suatu benda, maka ia akan meraba, memasukkannya ke mulut
untuk mengetahui apakah benda tersebut keras atau lunak,anak usia8

2
bulan belum mempunyai konsep bahwa benda itu
tetap/permanen,benda itu ada bila anak bisa memegang dan
melihatnya.
Fase preoperational (2-7 tahun/18 bulan -6 tahun).Pada fase ini anak
berfikir didasari oleh persepsi dan cara berfikir yang masih
egosentris,contoh : anak diperlihatkan sebuah buku yang memiliki 2
gambar yang berbeda pada sampulnya,misalnya gambar anjing dan
kucing maka saat ditanya gambar apa yang dilihat oleh orang
diseberangnya, maka anak akan mengatakan orang tersebut melihat
gambar yang sama seperti yang dilihatnya. Ini menunjukkan bahwa
cara berpikir anak masih egosentris.
Fase Concrete Operational (7-11 tahun/6-12 tahun), pada fase ini anak
sudah mampu melakukan revesible operation, sudah mengenal konsep
invariance, dan sudah mengenal konsep serration/rangkaian.
Contohnya anak sudah bisa disuruh menyusun balok-balok dengan
ukuran berbeda dari yang paling kecil sampai yang paling besar yang
dilakukannya tanpa salah.
Fase Formal Operation(11-12 tahun), ciri fase ini adalah anak sudah
bisa berpikir secara abstrak melihat situasi konkrit. Anak mampu
menghadapi persoalan yang sifatnya hipotesis,ia mengerti dan dapat
menggunakan kemungkinan yang ada,ia mampu mengatasi masalah
yang lebih kompleks yang membutuhkan logika dan penalaran.

Menurut teori Vygotsky, teori ini memiliki kesamaan dengan Piaget dalam hal
perkembangan berfikir. Namun,Vygotsky mendefinisikan berfikir tingkat tinggi
sebagai tingkat berfikir yang mengandung 4 syarat yaitu : ada perubahan kontrol
dari lingkungan ke individu, individu memiliki kesadaran untuk mengakses
aktivitas kognitifnya,aktivitas kognitif tersebut memiliki sumber sosial,individu
menggunakan simbol-simbol atau tanda-tanda untuk memerantai aktivitas
kognitif tersebut.

3
2.3 Cara Penarikan Kesimpulan

Tujuan berfikir adalah mencari pemecahan masalah yang dihadapi. Berdasarkan


data yang ada maka ditariklah kesimpulan sebagai pendapat yang akhir atas data
atau pendapat-pendapat yang mendahului(Walditto,2010).
Macam-macam kesimpulan yaitu :
1. Kesimpulan yang ditarik atas dasar analogi yaitu kesimpulan yang ditarik
atas dasar adanya kesamaan dari suatu keadaan atau peristiwa yang
lain,kesimpulan ini ditarik dari hal khusus ke husus. Contohnya,suatu hari seorang
anak melihat kulit rambutan di halaman rumahnya dan ternyata nenek datang dari
desa. Lain kali, waktu anak melihat kulit rambutan dihalaman rumahnya,ternyata
nenek datang lagi. Berdasarkan kejadian itu sewaktu anak datang dari sekolah dan
melihat kulit rambutan dihalaman rumah,anak mengambil kesimpulan nenek
datang. Kesimpulan ini ditarik karena adanya kesamaan atau adanya analog dari
peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain.
2. Kesimpulan yang ditarik atas dasar cara Induktif yaitu kesimpulan
yang ditarik dari suatu peristiwa menuju hal yang bersifat umum,
atau dari hal-hal yang khusus menuju ke hal yang bersifat umum.
Misalnya besi yang dipanaskan mengembang,seng di panaskan
mengembang,tembaga di panaskan mengembang. Atas dasar
peristiwa tersebut ditarik kesimpulan yang bersifat umum bahwa
logam apabila di panasi mengembang.
3. Kesimpulan yang ditarik atas dasar deduktif yaitu kesimpulan yang
ditarik atas hal umum ke hal yang bersifat khusus terhadap suatu
peristiwa. Satu diantaranya bentuk penarikan kesimpulan secara
deduktif adalah silogisme,penerikan kesimpulan secara silogisme
merupakan penarikan kesimpulan yang tidak langsung atau
menggunakan perantara tengah. Misalnya S mempunyai hubungan
tertentu dengan P, dan S merupakan subjek dan P merupakan
predikat. M yang merupakan term tengah harus berhubungan
sedemikian rupa sehingga M menjadi jembatan antara S dan P.
2.3 Kelainan atau gangguan berfikir

4
Maramis(2005) berpendapat bahwa proses berpikir itu meliputi
pertimbangan(judgement), pemahaman(comprehension), ingatan serta
penalaran(reasioning). Proses berpikir yang normal mengandung arus idea, simbol
dan asosiasi yang terarah kepada tujuan dan yang dibangkitkan oleh suatu masalah
atau tugas dan yang menghantarkan kepada suatu penyelesaian yang berorientasi
kepada kenyataan. Berbagai macam faktor mempengaruhi proses berpikir yaitu
faktor somatik(gangguan otak, kelelahan), faktor psikologik(gangguan emosi,
psikosa) dan faktor sosial(kegaduhan dan keadaan sosial lain) yang sangat
mempengaruhi perhatian dan konsentrasi. Terdapat tiga aspek proses berpikir
yaitu bentuk pikiran, arus pikiran, dan pertimbangan.

1. Gangguan bentuk pikiran dalam kategori ini termasuk semua


penyimpanan dari pemikiran rasional, logik dan terarah kepada tujuan.
Dereisme atau pikiran dereistik bertitik berat pada tidak adanya sangkut
paut terjadi antara proses mental individu dan pengalaman yang sedang
berjalan. Proses mentalnya tidak sesuai dengan atau tidak mengikuti
kenyataan, logika atau pengalaman. Contohnya seorang kepela pemerintah
mengatakanSeorang pegawai negeri dan warga negara yang baik harus
kebal korupsi, walaupun gajinya tidak cukup, keluarga menderita, bila
tidak tahan, silahkan keluar...Pikiran otistik menandakan bahwa penyebab
distorsi arus asosiasi ialah dari dalam pasien itu sendiri dalam bentuk
lamunan,fantasi,waham atau halusinasi. Cara berpikir sepertiini hanya
akan memuaskan keinginannya yang tak terpenuhi tanpa memperdulikan
keadaan disekitarnya, hidup dalam alam pikirannya sendiri. Bentuk pikiran
yang non realistik yaitu bentuk pikiran yang sama sekali tidak berdasarkan
kenyataan, misalnya menyelidiki sesuatu spektakuler bila ditemui,
misalnya saat mengambil kesimpulan yang aneh serta tidak masuk akal.
2. Gangguan arus pikiran, yaitu tentang cara dan lajurnya proses asosiasi
dalam pemikiran yang timbul dalam berbagai jenis yaitu, Perseverasi
yaitu berulang-ulang menceritakan suatu idea, pikiran atau tema secara
berlebihan, contohnya Besok saya pulang, ya saya sudah kangen
rumah,besok ayah akan datang mengambil saya pulang... Asosiasi
longgar yaitu, mengatakan hal-hal yang tidak ada hubungannya satu sama

5
lainnya, contohnya,Saya mau makan, semua orang dapat berjalan.Bila
ekstrem, maka akan terjadi impoherensi. Asosiasi yang sangat longgar
dapat dilihat dari ucapan seorang penderita contohnya, Saya yang
menjalankan mobil kita harus membikin tenaga nuklir dan harus minum es
krim. Inkoberensi yaitu gangguan dalam bentuk bicara, sehingga satu
kalimatnya sudah sukar ditangkap atau diikuti maksudnya. Suatu waham
yang aneh mungkin diterangkangkan secara incoherent. Inkoherensi itu
boleh dikatakan asosiasi yang longgar secara ektrim, contohnya, Saya
minta dijanji, tidur,lahir,dengan pikiran lengkap untuk anak saya satu atau
lebih menurut pengadilan Allah dengan suami jodohnya yang
menyinggung segala percobaan. Kecepatan bicara untuk mengutarakan
pikiran mungkin lambat sekali atau sangat cepat. Benturan(blocking)
adalah jalan pikiran tiba-tiba berhenti atau berhenti di tengah sebuah
kalimat. Logorea yaitu banyak bicara, kata-kata dikeluarkan bertubi-tubi
tanpa control, mungkin koherent ataupun incoherent. Pikiran
melayang(flight of ideas) yaitu perubahan yang mendadak lagi cepat
dalam pembicaraan, sehingga suatu idea yang belum selesai diceritakan
sudah disusul oleh indera yang lain, contohnya seorang pasien bercerita,
Waktu saya dating ke rumah sakit kakak saya baru mendapat rebewes,
lalu untung saya pakai kemeja biru, sehingga pak dokter menanyakan bila
sudah makan. Asosiasi bunyi(clang association), yaitu mengucapkan
perkataan yang mempunyai persamaan bunyi contohnya, Saya mau
makan di Tarakan, seakan-akan berantakkan. Neologisme yaitu
membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami oleh uum, contohnya
Saya radiltu, semua partimun. Irrelevansi yaitu isi pikiran atau ucapan
yang tidak ada hubungannya dengan pertayaan atau dengan hal yang tidak
ada hubungannya dengan pertayaan atau dengan hal yang dibicarakkan.
Pikiran berputar-putar ( circumstantiality) yaitu menuju secara tidak
lngsung kepada idea fokok dengan menanbahkan banyak hal yang remeh-
remeh yang menjemukan dan yang tidak relevan.
3. Gangguan isi pikiran yaitu dapat terjadi baik pada isi pikiran non-verbal,
maupun pada isi pikiran yang diceritakan, misalnya, kegembiraan yang

6
luar biasa atau ekstasi dapat timbul secara mengambang pada orang yang
normal selama fase permulaan narkosa (anesthesia umum). Kegembiraan
juga disebabkan oleh narkotika atau kadang-kadang timbul sepintas pada
skizofrenia yang mengatakan bahwa isi pikirannya tidak dapat diceritakan.
Fantasi adalah isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang
diharapkan atau diinginkan, tetapi dikenal sebagai tidak nyata. Fantasi
yang kreatif menyiapkan si individu untuk bertindak,fantasi dalam
lamunan merupakan pelarian bagi keinginan yang tidak dapat dipenuhi.
Pada psedologia fantastika orang itu percaya akan kebenaran fantasinya
secara intermittent dan selama jangka waktu yang cukup lama untuk
bertindak sesuai fantasinya. Fobi adalah rasa takut yang irasional terhadap
sesuatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh
pasien,walaupun diketahuinya bahwa hal itu irasional. Fobi itu dapat
mengakibatkan kompulsi, contohnya fobi kotor atau fobi kuman
menimbulkan kompulsi cuci tangan,ini perlu dibedakan dari kecemasan
yang mengambang atau kecemasan terhadap keadaan umum,misalnya
takut akan jatuh sakit, fobi ruang yang luas , fobi badai,guntur dan masih
banyak lagi. Obsesi adalah isi pikiran yang kukuh timbul atau walaupun
tidak dikehendakinya,dan diketahuinya bahwa hal itu tidak waras atau
tidak mungkin. Preokupasi adalah pikiran terpaku hanya pada sebuah ide
saja yang biasanya berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional
ynag kuat dan dapat menjadi obsesi. Pikiran yang tidak memadai adalah
pikiran yang ekstrinsik, tidak cocok dengan banayak hal,terutama dalam
pergaulan dan pekerjaan seseorang. Pikiran bunuh diri mulai dari kadang-
kadang memikirkan hal bunuh diri sampai terus menerus memikirkan
bagaimana cara membunuh dirinya. Rasa terasing perasaan bahwa dirinya
sudah menjadi lain, berbeda, asing,contohnya saat seseorang merasa
berbeda sekali dari orang lain. Pikiran isolasi sosial adalah rasa
terisolasi,tersekat,terkunci dan terpencil dari masyarakat dimana seseorang
lebih suka menyendiri. Pikiran rendah diri yaitu
merendahkan,menghinakan dirinya sendiri,menyalahkan dirinya tentang
suatu hal yang pernah atau tidak pernah dilakukannya. Pesimisme adalah

7
pikiran atau pandangan yang suram mengenai banyak hal dalam hidupnya.
Sering curiga adalah mengutarakan ketidakpercayaannya kepada orang
atau suatu isi pikiran yang tidak sesuai denagn kenyataannya atau tidak
cocok dengan inteligensi dan latar belakang kebudayaannya walaupun
dibuktikan kemustahilannya. Waham terdiri dari banyak jenis, diantaranya
waham kejaran, contohnya pasien yakn bahwa ada orang atau komplotan
yang sedang mengganggunya atau bahwa dia sedang ditipu, dimata-matai
atau kejelekkannya sedang dibicarakan oleh banyak orang. Waham
somatic adalah keyakinan tentang tubuhnya yang tidak mungkin benar,
contohnya pasien yakin ususnya sudah busuk, otaknya sudah cair, atau ada
seekor kuda didalam perutnya. Waham kebesaran atau kekayaan yang luar
biasa, contohnya pasien yakin dia adalah ratu Adil yang dapat membaca
pikiran orang lain, mempunyai puluhan rumah atau mobil. Waham
keagamaan adalah waham dengan tema keagamaan. Waham dosa adalah
keyakinan bahwa dia telah berbat dosa atau kesalahan yang besar, yang
tidak dapat diampuni atau bahwa dia bertanggung jawab atas suatu
kejadian yang tidak baik, misalnya kecelakaan keluarga, karena pikirannya
yang tidak baik. Waham pengaruh adalah keyakinan bahwa pikirannya,
emosi atau perbuatanya diawasi atau dipenuhi oleh orang lain atau suatu
kekuasaan yang aneh. Waham nihilistic adalah keyakinan bahwa dunia ini
sudah hancur atau bahwa dia sendiri dan orang lain sudah mati. Tingkah
laku yang dipengaruhi oleh waham karena waham, maka dia berbuat atau
bertingkah laku demikian. Kekhawatiran yang tidak wajar tentang
kesehatan fisiknya adalah takut jika kesehatan fisiknya tidak sesuai lagi
dengan keadaan badannya yang sebenarnya, prihatin tentang sebuah organ
maupun tentang beberapa organ tubuhnya seperti pada nerosa
hipokhondrik.
4. Gangguan Pertimbangan ada hubungannya dengan keadaan mental yang
menghindari kenyataan yang menyakitkan. Pertimbangan adalah
kemampuan mengevaluasi keadaan serta langkah yang dapat diambil,
alternative yang dapat dipilih, atau kemampuan menarik kesimpulan yang
wajar berdasarkan pengalaman. Dalam pemilihan alternative mungkin juga

8
orang itu sering keliru. Bimbang atau tidak puas dengan pilihannya.
Gangguan ini dapat timbul dalam keadaan seperti, dalam hubungan
keluarga yaitu dalam keluarga inti atau keluarga luas, contohnya tidak
insaf bahwa tingkah lakunya mengganggu keluarganya. Dalam hubungan
sosial lain contohnya merasa dirinya dirugikan atau dihalangi secara terus
menerus. Dalam pekerjaan contohnya harapan yang tidak realistic
mengenai pekerjaannya. Dalam rancangan untuk hari kemudiannya pasien
tidak mempunyai rancangan apapun atau bagaimanakah pertimbangannya
tentang rancangan yang ada pada dirinya.
2.5 Penyelesaian Masalah Secara Kreatif
Menurut Walgito(2010) problem itu muncul apabila ada perbedaan atau
konflik antara keadaan satu dengan yang lain dalam rangka untuk
mencapai tujuan, atau juga sering dikemukakan apabila ada kesenjangan
antara das sein dan das sollen. Contohnya di muka menggambarkan
adanya problem yang harus dipecahkan oleh siswa yang mendapatkan
tugas dari gurunya. Siswa yang mendapatkan problem itu akan berpikir
untuk mencari pemecahannya. Dengan demikian dapat dikemukakan
bahwa dalam problem solving itu adalah directed yang mencari
pemecahan dan dipacu untuk mencapai pemecahan tersebut. Namun dalam
masalah berpikir orang akan dapat menemukan sesuatu yang baru, ini yang
sering berkaitan dengan berpikir kreatif. Dengan berpikir kreatif orang
menciptakkan suasana yang baru, timbulnya hal baru tersebut secara tiba-
tiba ini yang berkaitan dengan insight.

Orang yang berpikir kreatif itu mempunyai beberapa macam sifat


mengenai pribadinya yang merupakan original person, yaitu memilih
fenomena atau keadaan yang kompleks, mempunyai psikodinamika yang
kompleks, dan mempunyai skope pribadi yang luas, dalam judgement-nya
lebih mandiri, dominan dan lenih besar pertahanan diri, menolak
surppression sebagai mekanisme control.

Proses pemecahan masalah secara kreatif yang pertama adalah


menemukan fakta dengan cara kumpulkan fakta tentang

9
masalah(divergen), ajukan pertayaan untuk mendapatkan
informasi(divergen), pilih pertayaan yang paling penting(konvergen),
tahap yang kedua adalah menemukkan masalah, perluas masalah untuk
mendapatkan perspektif lain(divergen), ikatkan masalah menjadi lebih
khusus (divergen), tentukan masalah yang terpenting(konvergen), tahap
yang ketiga adalah menemukkan gagasan, kembangkan ide sebanyak-
banyaknya untuk problem solving (divergen), tunggu dan pilih
ide/gagasan terbaik (divergen). Tahap keempat adalah menemukan
penyelesaian, tentukan tolak ukur/ kriteria untuk menilai
gagasan(divergen), pilih gagasan dengan nilai
terbaik/kombinasikan(konvergen). Tahap terakhir adalah menemukan
penerimaan, susun rencana agar gagasan terbaik dapat diterima atau
dilaksanakan.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

1. Berpikir adalah suatu aktifitas mengolah atau pemrosesan suatu informasi


karena suatu rasa keingintahuan sampai pemecahan masalah(finising position)
atau goal state.

2. Berpikir Kognitif yaitu pendekatan perkembangan dan pendekatan defisional.


Teori-teori yang menggunakan pendekatan perkembangan adalah teori
Piaget,Vygotsky,Bloom,dan teori novice-expert. Yang dibagi menjadi Tahap
sensorimotor, Fase preoperational, Fase Concrete Operational, Fase Formal
Operation.
3. Cara Penarikkan Kesimpulan adalah mencari pemecahan masalah yang
dihadapi. Berdasarkan data yang ada maka ditariklah kesimpulan sebagai
pendapat yang akhir atas data atau pendapat-pendapat yang
mendahului(Walditto,2010).
4. Kelainan atau Gangguan Berpikir
5.Penyelesaian Masalah secara Kreatif Menurut Walgito(2010) problem itu
muncul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan yang lain
dalam rangka untuk mencapai tujuan, atau juga sering dikemukakan apabila ada
kesenjangan antara das sein dan das sollen.

11
DAFTAR PUSTAKA

12
Diresume dari buku : DR. C. Asri Budiningsih, 2004. Belajar dan
Pembelajaran. Penerbit Rinika Cipta, Yogyakarta. Hal. 35-39

http://xerma.blogspot.com/2013/08/pengertian-dan-penjelasan-
berfikir.html

13