Anda di halaman 1dari 18

PROSES PENGEDOKAN KAPAL PADA FLOATING DOCK

Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Galangan Kapal


Pada Program Studi Diploma III Teknik Perkapalan
Sekolah Vokasi
Universitas Diponegoro
Semarang

Disusun Oleh :
Sheilla Nadia Astiana 21090115060007

Dosen Pengampu :
Sulaiman, AT, MT

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK PERKAPALAN


SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat dan karunianya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan
Makalah Teknik Galangan Kapal. Tentunya dalam penyusunan Makalah ini ada
banyak pihak yang telah membantu dengan sepenuh hati baik moril maupun
materil yang terus memotivasi sehingga penulis terus berusaha untuk
menyelesaikan Makalah ini dengan baik.

Makalah Teknik Galangan Kapal ini disusun berdasarkan informasi yang


penulis dapatkan dan berbagai referensi yang penulis baca. Dengan tersusunnya
Makalah ini, penulis berharap bahwa Makalah ini tidak hanya sebagai pelengkap
tugas saja melainkan dapat disebut sebagai hasil karya yang digunakan
sebagaimana mestinya.

Akhirnya penulis sadar bahwa Makalah ini memiliki banyak kekurangan,


baik dalam tata bahasa maupun penulisan. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan kritik yang sifatnya membangun dari para pembaca sehingga
dengan semua itu kesempurnaan Makalah ini dapat tercapai.

Semarang, 3 Maret 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................i

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................iv

ABSTRAK..............................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1. Latar Belakang..........................................................................................1

1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................1

1.3. Maksud dan Tujuan...................................................................................1

BAB II LANDASAN TEORI................................................................................2

2.1. Pengertian Pengedokan.............................................................................2

2.2. Pengertian Floating Dock..........................................................................2

BAB III PEMBAHASAN......................................................................................4

3.1. Bagian-bagian Dok Apung........................................................................4

3.2. Konstruksi Dinding Samping (Side Wall).................................................5

3.3. Peralatan-peralatan diatas Upper Deck.....................................................7

3.4. Peralatan pada Safety Dock.......................................................................7

3.5. Peralatan di dalam Ponton.........................................................................7

3.6. Peralatan di Ruang Kontrol.......................................................................8

3.7. Cara Pengedokan Kapal dengan Floating Dock........................................8

BAB IV PENUTUP..............................................................................................12

4.1. Kesimpulan..............................................................................................12

4.2. Saran........................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Susunan stopblock diatas ponton floating dock..................................


3
Gambar 3.1 Bagian-bagian Dok Apung.................................................................
5
Gambar 3.2 Konstruksi Dok Apung.......................................................................
5
Gambar 3.3 Sambungan ponton dengan side wall dengan konstruksi las..............
6
Gambar 3.4 Proses docking kapal pada floating dock...........................................
10
Gambar 3.5 Proses Floating Dock..........................................................................
11

iv
ABSTRAK
Floating dock merupakan suatu bangunan konstruksi yang dipasang dari beberapa
kompartemen yang kedap air pada sisi sisinya dan terbuka pada kedua ujungnya.
Dapat ditenggelamkan dengan mengisi kompartemen tersebut dengan air dan
kapal akan memasukinya pada saat bangunan tenggelam sesuai sarat air yang
diperlukan. Dan akan mencul kepermukaan lagi dengan jalan memompa air keluar
dari kompartemen kompartemen tersebut. Pada umumnya floating dock dibuat
dengan konstruksi baja yang berupa bangunan berbentuk ponton, sehingga dapat
dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan ditarik tarik. Kedudukan dock
apung pada pemukaan air dapat berubah sesuai kebutuhan. Hal ini berarti adanya
system ponton yang merupakan ciri khusus dari floating dock. Ukuran bervariasi
dari yang kecil ( ratusan ton ) sampai yang besar (ribuan ton). Dibanting dock lain
biaya pembuatan dock apung lebih rendah. Tetapi biaya perawatan dan
pemeliharaanya lebih tinggi.

v
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Pengedokan Adalah suatu proses memindahkan kapal dari air/laut ke atas


dok dengan bantuan fasilitas pengedokan. Untuk melakukan pengedokan kapal
ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi
bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal. Biro Klasifikasi
Indonesia dan syah Bandar menentukan periode-periode pengedokan kapal
(perbaiakan kapal diatas dok), yang kesemuanya tergantung dari umur kapal, jenis
bahan yang dipakai sebagi badan kapal, keadaan/kebutuhan kapal

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimanakah bagian-bagian pada floating dock?

Bagaimana kontruksi dinding samping (Side wall) pada floating dock?

Peralatan-peralatan apa saja yang ada diatas upper deck?

Peralatan apa saja yang ada pada safety dock?

Peralatan apa saja yang ada di dalam ponton?

Peralatan apa saja yang ada di ruang kontrol?

Bagaimana cara pengedokan dengan floating dock?

1.3. Maksud dan Tujuan


Mengetahui bagian-bagian pada floating dock

Mengetahui kontruksi dinding samping (Side wall)

Mengetahui peralatan-peraltan yang ada diatas upper deck

Mengetahui peralatan yang ada pada safety dock

Mengetahui peralatan yang ada di dalam ponton

1
Mengetahui peralatan yang ada di ruang kontrol

Mengetahui cara pengedokan dengan dengan floating dock

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Pengedokan Kapal


Pengedokan adalah suatu proses memindahkan kapal dari air/laut ke atas
dok dengan bantuan fasilitas pengedokan. Untuk melakukan pengedokan kapal
ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi
bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal. Biro Klasifikasi
Indonesia dan syah Bandar menentukan periode-periode pengedokan kapal
(perbaiakan kapal diatas dok), yang kesemuanya tergantung dari umur kapal, jenis
bahan yang dipakai sebagi badan kapal, keadaan/kebutuhan kapal

2.2. Pengertian Floating Dock


Floating Dok adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan
untuk pengedokan kapal dengan cara menenggelamkan dan mengapungkan dalam
arah vertikal. Bisa juga di artikan dengan suatu konstruksi baja atau ferro semen
yang terdiri dari ponton-ponton dari dinding samping dimana pada ponton
tersebut kapal dapat diangkat untuk terlepas dari air dan kemudian diadakan
perbaikan kapal tersebut. Konstruksi floating dok ini umumnya terbuat dari baja
dan plat, dimana sumber listrik penyuplinya dapat digolongkan menjadi dua
yaitu : suplai listrik dari darat atau dari floatingnya sendiri. Salah satu hal yang
paling tampak dari floating dok ini adalah kemampuannya Untuk mereparasi
pontonya sendiri (self doking).

2
Gambar 2.1 Susunan stopblock diatas ponton floating dock

3
BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Bagian-bagian Dok Apung


Konstruksi bagian bawah terdiri dari ponton yang berguna bagian atasnya

sebagai landasan dalam pengangkatan kapal yang akan mengadakan pengedokan


dengan cara pengisian dan pengeluaran air dalam ponton ini terjadi daya angkat
untuk mengangkat kapal. Ponton-ponton ini dilengkapi dengan sekat-sekat
memanjang dan melintang yang membentuk tangki-tangki ballast. Ada dua
macam ponton yaitu ponton meyeluruh sepanjang dock dan ponton yang
terpotong-potong (beberapa ponton) sepanjang dock.

Ponton ini dapat dilepas satu sama lain terutama diperlukan apabila akan
mengadakan perbaikan bagian ponton dibawah air. Didalam ponton ini terdapat
peralatan-peralatan antara lain:

Instalasi pipa pengisian

Pengeluaran dan pipa udara

Katup-katup pemasukan

Katup-katup pembagi

Katup keluar

Pompa utama dan alat-alat penunjuk ketinggian air di dalam ponton

Keuntungan dari konstriksi dapat dilepas, masing-masing ponton dapat


direparasi dengan dok itu sendiri dengan dilaksanakan secara bertahap tetapi
kerugiannya resiko patahnya dok akan lebih tinggi pada waktu proses
pengedokan, tetapi hal ini dapat diatasi dengan pengaturan air diponton yang baik.
Sebaliknya dengan type ponton menerus resikonya lebih kecil tetapi tidak dapat
mereparasi sendiri (Self reparing) dan harus dinaikkan kedalam dok yang lebih
dasar.

4
Gambar 3.1. Bagian-bagian Dok Apung

Gambar 3.2. Konstruksi Dok Apung

3.2. Konstruksi Dinding Samping (Side wall)


Dinding samping terdiri konstruksi pelat dengan penguat-penguat
(stifener) dan senta-senta baik memanjang maupun melintang dimana konstruksi
ini harus cukup kuat untuk menahan momen-momen lengkung yang terjadi pada
waktu pengedokan kapal. Diatas side wall dileatakkan ruang kontrol (control
room) dimana dari control room ini dilaksanakan pengoperasian dok.

5
Diatas side wall juga dipasang kran-kran yang berjalan sepanjang dok
untuk peralatan pada waktu reparasi. Didalam ponton maupun side wall dipasang
satu ruangan kosong (void space) dimana ruangan ini dibatasi oleh coferdam
yang sangat kuat dan kedap air dan udara.

Ruangan ini berguna sebagai daya apung cadangan pada waktu katup-
katup dok mengalami kemacetan sehingga masuknya air laut kedala ponton tidak
dapat dihentikan dan dengan adanya ruangan ini yang mempunyai daya apung
cadangan dok tidak akan tenggelam.

Hubungan antara ponton dengan side wall dapat dilaksanakan dengan:

Hubungan keling

Hubungan baut

Hubungan las

Gambar 3.3. Sambungan ponton dengan side wall dengan konstruksi las

6
3.3. Peralatan-peralatan yang ada diatas Upper Deck
1. Crane, untuk keperluan melayani, mengangkat barang-barang kapal
atau pekerjaan reparasi kapal

2. Bolard (bolder), digunakan untuk menambatkan tali temali kapal pada


waktu diadakan proses pengedokan

3. Capstan, digunakan untuk mengencangkan dan menarik kapal pada


waktu pengedokan, capstan dapat digerakkan dengan elektro motor
atau hydrolis.

4. hand wheel digunakan untuk membuka dan menutup katup-katup

5. ruang kontrol, ruangan untuk pengaturan pengoperaian dari pada dock

6. alat pengatur side block

7. alat pengatur supply listrik kapal

3.4. Peralatan yang ada pada safety dock


1. Electro motor untuk pompa-pompa

2. Hand wheel untuk katup-katup

3. Electro motor untuk capstan

4. Peralatan listrik

5. Ruang akomodasi

6. Gudang

3.5. Peralatan yang ada di deck ponton


1. Keel block/balok lunas, sebagai tempa duduknya center kapal, tinggi
keel block 0,9 s/d 1,2 meter dari deck ponton

2. Side block/balok samping, ditempatkan pada kiri/kanan keel block,


tingginya disesuaikan dengan rise of floor dari kapal

7
3. Manhole, digunakan untuk jalan masuk kedalam ponton, dalam rangka
pembersihan perbaikan atau pemeriksaan konstruksi ponton.

3.6. Peralatan yang ada didalam ponton


1. Instalasi pipa isi dan pipa isap

2. Pompa utama

3. Katup/valva

4. Alat-alat petunjuk tinggi air

5. Pipa udara

3.7. Peralatan yang ada di ruang kontrol


1. Sakelar untuk menjalankan pompa induk

2. Sakelar untuk membuka dan mnutup katup-katup

3. Liquit inclimeter transversal dan longitudinal, peralatan ini digunakan


untuk mengetahui kedudukan dock, baik kemiringan melintang atau
memanjang

4. Plumb bbob adalah alat penunjuk kemiringan dock dengan


mengunakan pemberat

5. Deflecto meter official yaitu suatu alat untuk mengetahui lelengkungan


dock dengan optic

6. Meter-meter petunjuk tinggi air didalam sel ponton

7. Meter petunjuk sarat air dock

8. Meter petunuuk perelatan listrik dan sumber supply listrik kapal

8
3.8. Proses Pengedokan Kapal dengan Floating Dock
Pertama pada waktu dok apung dalam keadaan terapung (Deck ponton)
terletak diatas air, dipasang ganjal-ganjal sesuai dengan dok plan untuk kapal
yang akan dinaikkan.

Kemudian dok diturunkan dengan jalan membuka katup-katup yang ada


dalam ponton (operasioanlnya dari control room) maka dok akan perlahan-lahan
tenggelam dan diberhentikan dengan menutup katup-katup pada posisi dok sudah
cukup untuk memasukkan kapal.

Kemudian kapal diatur pada posisi yang telah direncanakan dan dok
dinaikkan dengan jalan memompa air dalam ponton keluar. Pengeluaran air ini
harus hati-hati agar posisi dok apung selalu dalam posisi horizontal. Pengaturan
ini dilakukkan dengan cara pengeluaran air dari ponton disesuaikan dengan
tekanan pada deck ponton yang diakibatkan oleh badan kapal yang sudah mulai
duduk diatas keel block.

Untuk floating dock yang modern pengaturan keluarnya air dari ponton
dapat secara otomatis menyesuaikan dengan tekanan yang terjadi pada keel block
sehingga kemungkinan patahnya dok akibat tekanan yang tidak merata pada keel
block dapat dihindarkan.

Keuntungan-keuntungan Floating Dock:

Merupakan bangunan yang dapat diindah-pindah tempatnya

Faktor risiko menaikkan kapal cukup baik

Sarat kapal yang dapat dinaikkan cukup tinggi

Dengan peralatan-peralatan yang lebih lengkap dapat dipergunakan


pengedokan kapal-kapal tengah laut.

Kerugiannya:

Biaya pembuatan cukup tinggi

Biaya perawatan cukup tinggi

9
Merupakan bangunan yang dapat dipindah-pindah tempatnya

Faktor risiko menaikkan kapal cukup baik

Sarat kapal yang dapat dinaikkan kapal cukup baik

Dengan peralatan-peralatan yang lebih lengkap dapat dipergunakan


pengedokan kapal-kapal ditengah laut.

Biaya pembuatan cukup tinggi

Biaya perawatan cukup tinggi

Resiko tergulingnya kapal pada waktu pengedokan lebih tinggi

Kemungkinan dock patah saat proses pengedokan tinggi

Perawatan harus optimal pada setiap peralatan yang dioperasikan

Gambar 3.4. Proses docking kapal pada floating dock

10
Gambar 3.5. Proses Floating Dock

11
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Penggunaan floating dock dibuat dengan konstruksi baja yang berupa


bangunan berbentuk ponton, sehingga dapat dipindahkan dari satu tempat ke
tempat lain dengan ditarik tarik. Kedudukan dock apung pada pemukaan air dapat
berubah sesuai kebutuhan. Hal ini berarti adanya system ponton yang merupakan
ciri khusus dari floating dock. Ukuran bervariasi dari yang kecil ( ratusan ton )
sampai yang besar (ribuan ton). Dibanting dock lain biaya pembuatan dock apung
lebih rendah. Tetapi biaya perawatan dan pemeliharaanya lebih tinggi.

4.2. Saran
Masing-masing ponton dapat direparasi dengan dok itu sendiri dengan
dilaksanakan secara bertahap tetapi kerugiannya resiko patahnya dok akan lebih
tinggi pada waktu proses pengedokan, tetapi hal ini dapat diatasi dengan
pengaturan air diponton yang baik. Sebaliknya dengan type ponton menerus
resikonya lebih kecil tetapi tidak dapat mereparasi sendiri (Self reparing) dan
harus dinaikkan kedalam dok yang lebih dasar.

12
DAFTAR PUSTAKA
Kiryanto, Perancangan Floating Dock untuk Daerah Perairan Pelabuhan Kota
Tegal. Teknik Perkapalan-FT, UNDIP.

Hartono, Teknik Galangan Kapal. 2009. Semarang

13