Anda di halaman 1dari 1

Prosedur Penggunaan Epinefrin saat kondisi syok anafilaktik

1. Segera injeksikan Epinefrine injeksi (dosis seperti dibawah) Intra Muskular pada mid-anterolateral paha.
2. Dosis 0,01mg/kg BB (tanpa diencerkan).
3. Maksimal dosis 0,3 ml per kali pemberian.

Dosis Epinefrin berdasarkan usia sekolah dan BB rata-rata (Kesepakatan Dokter-dokter Puskesmas di Banyumas)

PAUD-TK 0,1 ml
SD Kelas 1-3 0,2 ml
SD Kelas 4-6 0,3 ml
SMP keatas 0,3 ml
Catatan = Apabila BB tidak masuk rata-rata, maka ditimbang terlebih dahulu

Prosedur Penggunaan Epinefrin saat kondisi syok anafilaktik

1. Segera injeksikan Epinefrine injeksi (dosis seperti dibawah) Intra Muskular pada mid-anterolateral paha.
2. Dosis 0,01mg/kg BB (tanpa diencerkan).
3. Maksimal dosis 0,3 ml per kali pemberian.

Dosis Epinefrin berdasarkan usia sekolah dan BB rata-rata (Kesepakatan Dokter-dokter Puskesmas di Banyumas)

PAUD-TK 0,1 ml
SD Kelas 1-3 0,2 ml
SD Kelas 4-6 0,3 ml
SMP keatas 0,3 ml
Catatan = Apabila BB tidak masuk rata-rata, maka ditimbang terlebih dahulu

Prosedur Penggunaan Epinefrin saat kondisi syok anafilaktik

1. Segera injeksikan Epinefrine injeksi (dosis seperti dibawah) Intra Muskular pada mid-anterolateral paha.
2. Dosis 0,01mg/kg BB (tanpa diencerkan).
3. Maksimal dosis 0,3 ml per kali pemberian.

Dosis Epinefrin berdasarkan usia sekolah dan BB rata-rata (Kesepakatan Dokter-dokter Puskesmas di Banyumas)

PAUD-TK 0,1 ml
SD Kelas 1-3 0,2 ml
SD Kelas 4-6 0,3 ml
SMP keatas 0,3 ml
Catatan = Apabila BB tidak masuk rata-rata, maka ditimbang terlebih dahulu