Anda di halaman 1dari 7

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.

,Apoteker 1
Dalam Undang-Undang No.36 Th. 2009 yang
dimaksud dengan:
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara
fisik, mental, spritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 2


Sejarah Kesehatan Masyarakat terkait dg dua (2)
orang tokoh Yunani yi Asclepius dan Higeia.
Beda prinsip ke-2 tokoh tsb adalah:
Asclepius pendekatannya pengobatan penyakit;
Higeia mengajarkan hidup seimbang, yi menghin-
dari makanan/minuman beracun, makan makanan
bergizi (baik), cukup istirahat dan melakukan
olahraga.
Selanjutnya munculah dua (2) aliran yaitu dg pende-
katan pengobatan (Kuratif) dan aliran yg mengutama-
kan pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehat-
an (Promosi)

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 3


Kuratif Preventif
1. individual 1. masyarakat
2. reaktif 2. proaktif
3. sistem biologis 3. holistik

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 4


Perkembangan Kesehatan Masyarakat (Kes Mas), yi:
Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan (Pre-scientific period);
Periode Ilmu Pengetahuan (Scientific period).

Kesehatan Masyarakat di Indonesia


dimulai dg upaya pemberantasan kolera (1927 & 1937) dan cacar (1948);
STOVIA (School Tot Opleiding Van Indlandsche Arsten) 1851 didirikan,
1913 NIAS (Nederland Indische Arsten School) didirikan; STOVIA (School
Tot Opleiding Van Indische Arsten) 1947 menjadi Fak. Kedokteran
Universitas Indonesia;
Di zaman kemerdekaan 1951, diperkenalkan Konsep Bandung (Bandung
Plan) oleh Dr.Y.Leimena dan dr.Patah yang selanjutnya dikenal dg Patah-
Leimena, intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat aspek
kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan yg dilaksanakan di Puskes-
mas dan rumah sakit

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 5


Pd th 1968 mulai dikembangkan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) oleh Dep.Kesehatan. Puskesmas sebagai unit pelayanan
kesehatan yg memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu,
menyeluruh dan mudah dijangkau di wilayah kerja kecamatan atau
sebagian kecamatan di kota atau kabupaten.

Kegiatan pokok Puskesmas mencakup:


1. Kesehatan ibu dan anak; 8. Perawatan kesehatan masyarakat;
2. Keluarga Berencana; 9. Usaha kesehatan gigi;
3. Gizi; 10. Usaha kesehatan sekolah;
4. Kesehatan Lingkungan; 11. Usaha kesehatan jiwa;
5. Pencegahan penyakit menular; 12. Laboratorium;
6. Penyuluhan kesehatan masyarakat; 13. Pencatatan dan pelaporan.
7. Pengobatan;

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 6


Selanjutnya Puskesmas ditingkatkan dengan program paket terpadu
kesehatan dan keluarga berencana dikenal dg Posyandu.
Program tersebut mencakup:
a) Kesehatan ibu dan anak;
b) Keluarga berencana;
c) Gizi;
d) Penanggulangan penyakit diare;
e) imunisasi
Tujuan Posyandu:
a. Mempercepat penurunan angka kematian bayi dan anak balita, serta
angka kelahiran;
b. Mempercepat penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
( NKKBS);
c. Berkembangnya kegiatan-kegiatan masyarakat sesuai dengan kebutuh-
an dan kemampuannya.
Tujuan tersebut sesuai dengan tujuan pembangunan kesehatan.

4/18/2012 Drs.Bambang Triwara, Sp.FRS.,Apoteker 7