Anda di halaman 1dari 8

Ar kel Peneli an

KEKERASAN DALAM RUMAH JKMA


TANGGA (KDRT) SEBAGAI Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
diterbitkan oleh:
SALAH SATU ISU KESEHATAN Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
MASYARAKAT SECARA GLOBAL p-ISSN 1978-3833
e-ISSN 2442-6725
Diterima 28 Januari 2015 9(2)80-87
Disetujui 7 Februari 2015 @2015 JKMA
Dipublikasikan 1 April 2015 h p://jurnal. m.unand.ac.id/index.php/jkma/

Mery Ramadani1 , Fitri Yuliani1


1
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, 25148

Abstrak
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kekerasan yang paling banyak dialami oleh perem-
puan di Indonesia. KDRT di Kota Padang terus meningkat yaitu sebanyak 98 kasus tahun 2011, 102 kasus
di 2012, dan 135 kasus pada 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat kekerasan
masa lalu dan pola asuh suami sewaktu kecil dengan kejadian KDRT terhadap istri. Penelitian ini meng-
gunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua suami yang berada di Kecamatan Padang
Selatan dengan jumlah sampel 400 orang. Pengumpulan data dengan cara penyebaran angket. Hasil pene-
litian didapatkan kejadian KDRT sebebsar 61%, responden yang pernah mengalami riwayat kekerasan di
masa lalu (59,8%), memiliki pola asuh yang buruk (55,3%). Terdapat hubungan antara riwayat kekerasan
di masa lalu (p=0,025), pola asuh sewaktu kecil (p=0,016), dengan kejadian KDRT. Diharapkan kepada
Komnas Perempuan dan Camat Padang Selatan beserta jajarannya bekerja sama dengan jajaran Polsek
wilayah Padang Selatan untuk memberikan sosialisasi dan informasi tentang perlindungan hukum.

Kata Kunci: KDRT,Riwayat Kekerasan, Pola Asuh

DOMESTIC VIOLENCE AS ONE OF THE GLOBAL PUBLIC HEALTH ISSUES

The incident of domestic violance Padang city in 2011 about 98 casses, 2012 about 102 casses, 2013
about 135 casses. The objective of this study was to know history of violence and parenting with domestic
violence. Cross sectional design was used in this study. Population were all husbands in Padang Selatan
District and sample were 400 respondents. The results showed that incident of domestic violance (61%)
the respondents had experienced a history of violence (59.8%), had poor parenting (55.3%). There was
a significant association between a history of violence (p= 0.025), and parenting (p =0.016), with the inci-
dence of domestic violence in the District of Padang Selatan Padang City in 2014. Expected that national
commission of women and other related instatncy, cooperating with the police station Padang Selatan dis-
trict, to provide socialization and information about legal protection to women againts domestic violance.
Keywords: DV (Domestic Violance), History of Violance, Parenting

Korespondensi Penulis:
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas Jl. Perin s Kemerdekaan, Padang, Sumatra Barat, 25148
Telepon/HP: 0751- 38613 Email : meryramadani81@yahoo.com

80
Ramadani, Yuliani | Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) :Isu Kesehatan Masyarakat Secara Global

Pendahuluan 113.878, jumlah ini mengalami peningkatan


Dokumen Sustainable Development Goals sebanyak 5,9 %. Sedangkan untuk tahun 2012
(SDGs) akan menjadi acuan dalam perundi- dengan jumlah 142.662 kasus juga mengalami
ngan negara-negara dunia untuk melanjutkan peningkatan sebesar 11,61 % jika dibanding-
pembangunan pasca Millenium Development kan dengan kasus tahun sebelumnya(3). Data
Goals (MDGs) yang sudah mencapai tahap Polda Sumatera Barat mencatat bahwa dari ta-
akhir di tahun 2015. SDGs ini tidak terpisah hun 2011hingga tahun 2013 jumlah kekerasan
dari pencapaian MDGs, namun merupakan di wiIayah Sumatera Barat adalah 299 kasus
bentuk penyempurnaan dari MDGs. SDGs tahun 2011, 336 kasus tahun 2012, dan 350
dicanangkan untuk melanjutkan tujuan uta- kasus di tahun 2013.(4) Kota Padang jumlah
ma MDGs yang belum tercapai, salah satunya KDRT pada tahun 2011 tercatat sebanyak 98
masalah kesetaraan gender dan pemberdayaan kasus, tahun 2012 sebanyak 102 kasus, dan
perempuan. Prioritas ke depan dalam mewu- tahun 2013 sebanyak 135 kasus. Pelaporan
judkan kesetaraan gender meliputi, pening- ini berasal dari berbagai sektor yang ada di
katan kualitas hidup dan peran perempuan Kota Padang. Tahun 2013 pelaporan berasal
dalam pembangunan, peningkatan kapasitas dari Sektor Utara 9 kasus, Sektor Barat 13
kelembagaan PUG dan pemberdayaan perem- kasus, Sektor Timur 12 kasus, Sektor Lubuk
puan, serta perlindungan perempuan terha- Begalung 12 kasus, Sektor Lubuk Kilangan 16
dap berbagai tindak kekerasan. Salah satu ben- kasus, Sektor Koto Tangah 23 kasus, Sektor
tuk kekerasan yang dialami perempuan adalah Nanggalo 3 kasus, Sektor Kuranji 7 kasus, Sek-
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Se- tor Pauh 4 kasus, Sektor Bungus 2 kasus, dan
jauh ini KDRT merupakan salah satu isu kese- Sektor Padang Selatan dengan kasus tertinggi
hatan masyarakat secara global. sebanyak 34 kasus dengan domisili pelapor ka-
Kekerasan dalam rumah tangga menurut sus terbanyak di Kelurahan Mato Aia yaitu 19
Undang-Undang PKDRT No. 23 Tahun 2004 kasus(5).
adalah setiap perbuatan terhadap seseorang Dengan tingginya kejadian KDRT dapat
terutama perempuan, yang berakibat timbul- memberi dampak buruk bagi kesehatan is-
nya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, tri selaku korban. Dampak tersebut meliputi
seksual, psikologis, dan/atau penelantaran ru- rasa takut, cemas, letih, kelainan, stress post
mah tangga termasuk ancaman untuk melaku- traumatic, serta gangguan makan dan tidur
kan perbuatan pemaksaan, atau perampasan yang merupakan reaksi panjang dari tindak
kemerdekaan secara melawan hukum dalam kekerasan. Namun, tidak jarang akibat tindak
lingkup rumah tangga(1). Kekerasan dalam ru- kekerasan terhadap istri juga mengakibatkan
mah tangga merupakan permasalahan yang kesehatan reproduksi terganggu secara biologis
telah mengakar sangat dalam dan terjadi di yang pada akhirnya mengakibatkan terganggu-
seluruh negara di dunia. KDRT di Amerika nya secara sosiologis. Pada perempuan yang
merupakan bahaya terbesar bagi perempuan mengalami kekerasan dalam rumah tangga
dibandingkan bahaya perampokan dan pen- dapat menyebabkan terganggunya kesehatan
curian. Data statistik di Amerika menunjuk- reproduksi, diantaranya gangguan menstrua-
kan setiap 9 menit perempuan menjadi kor- si seperti menorhagia, hipomenorhagia atau
ban kekerasan fisik, dan 25% perempuan yang metrorhagia, bahkan wanita tersebut dapat
terbunuh oleh pasangan laki-lakinya(2). mengalami menopause lebih awal, mengala-
Data tahunan Indonesia dari Komnas mi penurunan libido, dan ketidakmampuan
Perlindungan Perempuan mencatat bahwa mendapatkan orgasme sebagai akibat tindak
tindak kekerasan pada perempuan teruta- kekerasan yang dialaminya(6).
ma kekerasan di ranah domestik mengalami Beberapa faktor penyebab terjadi Ke-
peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2010 kerasan Dalam RumahTangga, yaitu faktor
tercatat kekerasan dalam rumah tangga ber- individu (seperti korban penelantaran anak,
jumlah 101.128 kasus, tahun 2011 sebanyak penyimpangan psikologis, penyalahgunaan

81
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |April 2015 - September 2015 | Vol. 9, No. 2, Hal. 80-87

alkohol, dan riwayat kekerasan di masa lalu), kepada Undang-Undang No 23 Tahun 2004
faktor keluarga (seperti pola pengasuhan tentang KDRT. Kejadian KDRT dikelompok-
yang buruk, konflik dalam pernikahan, ke- kan dalam empat bagian yaitu kekerasan fisik,
kerasan oleh pasangan, rendahnya status sosial kekerasan psikologi, kekerasan seksual dan
ekonomi, keterlibatan orang lain dalam ma- kekerasan ekonomi. Dikatakan terjadi KDRT
salah Kekerasan), faktor Komunitas (seperti bila salah satu dari jenis kekerasan tersebut
kemiskinan, angka kriminalitas tinggi, mobi- dilakukan suami. Riwayat kekerasan masa lalu
litas penduduk tinggi, banyaknya penganggu- suami dikategorikan menjadi pernah atau ti-
ran, perdagangan obat terlarang lemahnya ke- dak pernah mengalami kekerasan. Sedangkan
bijakan institusi, kurangnya sarana pelayanan pola asuh suami sewaktu kecil dikelompokkan
korban, faktor situasional), dan faktor Lingku- menjadi pola asuh buruk atau baik. Kategorisa-
ngan Sosial (seperti perubahan lingkungan so- si riwayat kekerasan dan pola asuh ditentukan
sial yang cepat, kesenjangan ekonomi, kesen- berdasarkan nilai rata-rata. Analisis univariat
jangan gender, kemiskinan, lemahnya jejaring dilakukan untuk mendapatkan informasi ten-
ekonomi,lemahnya penegakan hukum, budaya tang frekuensi dan persentase dari berbagai
yang mendukung kekerasan, tingginya peng- variabel yang diamati. Uji kai kuadrat digu-
gunaan senjata api ilegal, masa konflik/pasca nakan untuk menganalisis hubungan variabel
konflik(7). Tujuan penelitian ini untuk melihat independen meliputi riwayat \ kekerasan dan
hubungan riwayat kekerasan dan pola asuh pola asuh dengan dependen kejadian KDRT
suami dengan kejadian KDRT terhadap istri yang berskala ordinal. Perbedaan bermakna
di Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. dinyatakan jika nilai p < 0,05.

Metode Hasil
Penelitian ini menggunakan desain Tabel 1 menyajikan distribusi frekuensi
dimana varibel dependen (kekerasan suami menurut beberapa variabel yang dipela-
dalam rumah tangga) dan variabel indepen- jari pada penelitian ini. Hasil penelitian me-
den (riwayat kekerasan suami, pola asuh suami nemukan sebanyak 61% suami melakukan tin-
sewaktu kecil) diamati dan diukur pada wak- dakan KDRT. Bentuk KDRT yang dilakukan
tu yang sama di Kecamatan Padang Selatan suami meliputi kekerasan fisik ringan hingga
pada bulan Desember 2013-Juli 2014. Populasi berat, kekerasan psikologis ringan hingga be-
adalah semua suami yang memiliki istri yang rat, kekerasan seksual ringan dan kekerasan
berada di wilayah Kecamatan Padang Selatan ekonomi ringan (Tabel 2). Berdasarkan sko-
13.180 orang. Dari semua populasi ditentukan ring, diketahui 59,8% suami memiliki riwayat
jumlah sampel sebanyak 400 orang. Pengambi- kekerasan di masa lalu. Sebanyak 93,2%
lan sampel dengan multistange random sampling pernah dipukul /dilempar dengan barang /
dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ditampar / dicubit / ditendang oleh orang
mengambil satu kelurahan secara acak sebagai tua. Hampir seluruh suami (92,8%) pernah di-
kelurahan sampel. Kemudian satu RW dalam ancam oleh orang tua dan 86,5% pernah me-
kelurahan terpilih dijadikan sampel tahap
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Menurut Variabel
kedua. Seluruh RT dalam daerah tersebut di-
jadikan unit sampling dan dipilih secara acak Variabel Variabel Frek ue ns i P e r s e n -
(f) tase (%)
sesuai dengan jumlah sampel yang diinginkan.
Sampel penelitian harus memenuhi krite- Kejadian Ada 244 61,0
KDRT
ria inklusi dan ekslusi. Data primer yang di- Tidak Ada 156 39,0
kumpulkan meliputi kejadian KDRT, riwayat Riwayat Pernah 239 59,8
kekerasan suami di masa lalu, dan pola asuh Kekerasan Tidak 161 40,2
suami sewaktu kecil. Data diperoleh dengan Pernah
melakukan kunjungan rumah dan menyebar Pola Asuh Buruk 221 55,3
angket. Instrumen penilaian KDRT merujuk
Baik 179 44,7

82
Ramadani, Yuliani | Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) :Isu Kesehatan Masyarakat Secara Global

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Bentuk Kekerasan yang Dilakukan Suami


Bentuk Kekerasan Pernah
n %
Kekerasan Fisik Ringan
Mencubit 111 27,8
Mendorong 145 36,3
Menjambak 0 0
Meludahi 0 0
Mencakar 0 0
Kekerasan Fisik Berat
Menendang 123 30,7
Memukul (dengan tangan atau benda) 30 7,5
Menyulut dengan api rokok 0 0
Menampar 0 0
Kekerasan Psikologis Ringan
Menghina 91 22,7
Merendahkan istri 0 0
Mencaci maki dengan kata kasar 10 2,5
Kekerasan Psikologis Berat
Melarang bergaul dengan lingkungan sekitar 122 30,5
Melarang bergaul dan berinterkasi dengan keluarga 14 3,5
Mengancam akan menyakiti dengan kekerasan fisik, seksual, dan ekonomi. 12 3
Mengancam akan menceraikan 90 22,5
Apakah tindakan di atas pernah bapak lakukan ketika stri dalam keadaan hamil 78 19,5
Kekerasan seksual Ringan
Memanggil dengan julukan yang berbau seksual yang membuat istri merasa tersinggung 96 24
Menghina dengan kata-kata yang berbau seksual yang membuat istri merasa tersinggung 130 32,5
Kekerasan seksual Berat
Memaksa berhubungan seksual ketika istri sedang tidak menginginkannya 0 0
Memaksa berhubungan seksual ketika istri sakit ataupun menstruasi 0 0
Kekerasan Ekonomi Ringan
Tidak memenuhi kebutuhan rumah tangga. 140 35
Kekerasan Ekonomi Berat
Mengambil tanpa persetujuan/sepengetahuan, merampas dan memanipulasi harta istri. 0 0
Melarang istri bekerja namun ditelantarkan 0 0

lihat orang tua melakukan tindak kekerasan (92,2%) dan 88,2% mengatakan orang tua
dalam keluarga (Tabel 3). Menurut pola asuh suka memaksakan kehendaknya (Tabel 4). Ter-
diketahui 55,3% suami mendapatkan pola dapat hubungan yang signifikan antara riwayat
asuh yang buruk sewaktu kecil. Sebanyak 93% kekerasan di masa lalu (nilai p=0,025), dan
menilai orang tua sering menghukum mere- pola asuh sewaktu kecil (nilai p=0,016) dengan
ka tanpa alasan jelas. Orang tua tidak pernah kejadian KDRT oleh suami (Tabel 5).
meluangkan waktu untuk bersama mereka

83
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |April 2015 - September 2015 | Vol. 9, No. 2, Hal. 80-87

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Riwayat Kekerasan Masa Lalu


Pernah
Pertanyaan Riwayat Kekerasan Masa Lalu
n %
Pernah dipukul /dilempar dengan barang / ditampar / dicubit / ditendang oleh orang tua atau 373 93,2
pengasuh
Pernah mengalami pelecehan seksual oleh orang tua atau pengasuh 128 32
Pernah diteriaki dengan kata kata kasar oleh orang tua atau pengasuh 327 81,8
Pernah dihina dan dipermalukan oleh orang tua atau pengasuh 27 6,8
Pernah diancam oleh orang tua atau pengasuh 371 92,8
Pernah dikurung di ruangan yang gelap olah orang tua atau pengasuh 325 81,2
Dilarang untuk bergaul dengan teman sebaya oleh orang tua atau pengasuh 328 82
Orangtua tidak mencukupi semua kebutuhan seperti makan /pakaian / tempat berteduh / 306 76,5
biaya kesehatan ?
Tidak diberikan kasih sayang dan perhatian oleh orang tua atau pengasuh 297 74,2
Pernah melihat orang tua melakukan tindak kekerasan dalam keluarga 346 86,5

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Pola Pengasuhan Sewaktu Kecil


Pernah
Pertanyaan Pola Pengasuhan Sewaktu Kecil
n %
Orang tua menghukum tanpa alasan jelas. 372 93
Orang tua menghalangi minat dan keinginan 90 22,5
Orang tua memaksakan kehendak 353 88,2
Orang tua memberikan contoh yang buruk 86 21,5
Orang tua tidak memberikan kasih sayang. 317 79,2
Merasa tidak nyaman berada di dalam rumah 321 80,2
Orang tua hanya memikirkan diri sendiri 92 23
Orang tua tidak pernah peduli dengan kebutuhan anak 316 79
Orang tua menolak keberadaan anak di rumah 33 8,2
Orang tua tidak pernah meluangkan waktu untuk bersama anak 369 92,2
Orang tua hanya memenuhi kebutuhan makanan dan mainan tetapi tidak mengajarkan atur- 325 81,2
an-aturan yang harus dipatuhi.
Orang tua jarang berinteraksi dengan anak 327 81,8

Pembahasan Hasil penelitian menemukan 55,9%


Penelitian ini memiliki beberapa ke- suami melakukan tindakan KDRT terhadap
terbatasan. Proses pengumpulan data melalui istri mereka. Hal ini menunjukkan tingginya
angket bersifat subjektif dan tergantung keju- kejadian kekerasan pada perempuan di ranah
juran dari responden dalam menjawab. Jawa- domestik. Komnas perlindungan perempuan
ban responden mengenai riwayat kekerasan juga mencatat kejadian KDRT cenderung ting-
masa kecil dan pola asuh rentan menghasilkan gi dan meningkat setiap tahun, dengan rata-ra-
informasi yang bias. Hal ini karena kejadian ta peningkatan sebesar 5-10% tiap tahunnya(3).
tersebut sudah berlangsung sangat lama se- Sejumlah laporan dari negara lain menyebut-
hingga sulit untuk memberikan informasi de- kan, lebih dari separuh perempuan yang telah
ngan akurat. menikah di India pernah mengalami kekerasan

84
Ramadani, Yuliani | Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) :Isu Kesehatan Masyarakat Secara Global

Tabel 5 Kejadian KDRT Menurut Variabel


Kejadian KDRT
Variabel Ada Tidak Ada Total Nilai P
n % n % n %
Riwayat Kekerasan
Pernah 157 65,7 82 34,3 239 100 0,025
Tidak Pernah 87 54,0 74 46,0 161 100
Pola Asuh
Buruk 147 66,5 74 33,5 221 100 0,016
Baik 97 54,2 82 45,8 179 100

fisik. Riset lainnya mendapatkan lebih dari 30 reproduksi, baik langsung ataupun tidak
persen perempuan terancam kekerasan sek- langsung. Perempuan bisa mengalami gang-
sual. WHO menyebutkan KDRT di Ethiopia guan menstruasi bahkan menopause lebih
menembus angka di atas 71%. Sementara kor- awal. Pada saat hamil dapat terjadi keguguran
ban KDRT di Cina 90 persennya adalah kaum / abortus, persalinan imatur dan bayi mening-
perempuan. Menurut laporan Federasi Wani- gal dalam rahim. Saat persalinan, perempuan
ta Cina (CWF), dari tiga perempuan di negara akan mengalami penyulit persalinan seperti
ini, salah satunya menjadi korban kekerasan hilangnya kontraksi uterus, persalinan lama,
berumah tangga(8). persalinan dengan alat bahkan pembedahan.
Bentuk kekerasan, yang paling ba- Hasil dari kehamilan dapat melahirkan bayi
nyak dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan BBLR, terbelakang mental, bayi lahir
kekerasan fisik ringan berupa mendorong cacat fisik atau bayi lahir mati(2).
istri (36,3%). Selanjutnya adalah kekerasan Informasi yang didapatkan dari suami
ekonomi ringan berupa tidak memenuhi kebu- diketahui bahwa kebanyakan dari mereka ti-
tuhan rumah tangga (35%) dan kekerasan sek- dak tahu bahwa apa yang sudah mereka laku-
sual ringan berupa menghina dengan kata-kata kan merupakan tindakan KDRT. Suami me-
berbau seksual (32,5%). Mirisnya lagi sebanyak nganggap tindakan tersebut adalah hal biasa
19,5% kekerasan psikologis kategori berat dan perlu dilakukan agar istri tetap hormat ke-
dilakukan ketika istri sedang hamil. Temuan pada mereka selaku suami. Bentuk kekerasan
ini sesuai dengan catatan tahunan Komnas berupa tidak memenuhi kebutuhan rumah
perlindungan perempuan, yang menyebutkan tangga dilakukan karena kondisi ekonomi
kekerasan yang paling banyak terjadi dalam yang sulit, bukan karena mereka ingin melaku-
rumah tangga adalah kekerasan psikologis kannya. Beratnya tuntutan hidup membuat
(46%). Efek psikologis penganiayaan bagi ba- mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan
nyak perempuan lebih parah dibanding efek sehari-hari. Hasil penelitian menguatkan du-
fisiknya Rasa takut, cemas, letih, kelainan gaan bahwa kejadian kekerasan dalam rumah
stress post traumatic, serta gangguan makan tangga memang banyak terjadi di lingkungan
dan tidur merupakan reaksi panjang dari tin- masyarakat kita. Kekerasan tersebut terutama
dak kekerasan. Seringkali tindak kekerasan menimpa istri. Sayangnya kejadian kekerasan
terhadap istri mengakibatkan kesehatan re- masih sering ditutupi dan disembunyikan (hid-
produksi terganggu secara biologis yang pada den crime) baik itu oleh pelaku ataupun oleh
akhirnya mengakibatkan terganggunya secara korban(9).
sosiologis(6). Kenyataannya sangatlah sulit mengukur
Dilihat dari aspek kesehatan reproduk- dan mengetahui secara pasti kekerasan dalam
si, kejadian KDRT pada perempuan bisa me- rumah tangga. Ini disebabkan karena pelaku
ngakibatkan berbagai macam gangguan sistem dan korban belum benar-benar mengetahui

85
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |April 2015 - September 2015 | Vol. 9, No. 2, Hal. 80-87

apa-apa saja bentuk kekerasan dalam rumah dakan kekerasan merupakan hal yang biasa se-
tangga dan dampak yang ditimbulkan dari ke- hingga cenderung untuk melakukan hal yang
kerasan tersebut. Namun demikian perlindun- sama. Mereka mengaggap bahwa kekerasan
gan hukum tetap bisa ditegakkan sebagaimana merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
yang tertuang dalam Undang-Undang Pengha- masalah dan mengendalikan orang lain. Setiap
pusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga No- orang yang pernah memiliki riwayat kekerasan
mor 23 Tahun 2004 yang mengatur tentang masa lalu diharapkan bisa menghilangkan
pemberian sanksi hukuman dan perlindungan gambaran buruk masa lalunya sehingga tidak
bagi korban kekerasan dalam rumah tangga. mencontoh perilaku kekerasan yang pernah
Sosialisasi dari Undang-Undang PKDRT No dialami. Mampu mengendalikan diri dan
24 Tahun 2004 ini harus dilanjutkan oleh menghindari kondisikondisi yang dapat
Kecamatan dan sektor terkait seperti polsek, memicu emosi yang berujung kepada tinda-
nakes, perangkat desa, pemuka masyarakat, kan kekerasan. Jika diperlukan dapat meminta
hingga petugas KUA. Sosialisasi yang dilaku- bantuan psikolog atau ahli kejiwaan untuk
kan secara berkesinambungan bisa berupa pe- menghilangkan trauma buruk masa lalu.
nyuluhan bagi suami dan istri tentang KDRT. Upaya untuk memutus rantai KDRT
Memberikan informasi mengenai bentuk-ben- orang tua harus menghilangkan unsur ke-
tuk kekerasan yang bisa terjadi dalam rumah kerasan dalam rumah tangga. Ekspos ke-
tangga serta perlindungan hukum bagi saksi kerasan dalam rumah tangga dapat menim-
dan korban. Pihak KUA memberikan edukasi bulkan berbagai persoalan permasalahan pada
kepada para suami dan istri dalam menjalani anak. Dalam jangka pendek seperti ancaman
kehidupan rumah tangga yang harmonis dan terhadap keselamatan hidup anak, merusak
saling menghargai tanpa unsur kekerasan. struktur keluarga, munculnya berbagai ganggu-
Didapatkan hubungan yang signifikan an mental. Sedangkan dalam jangka panjang
antara riwayat kekerasan masa lalu dengan keja- memunculkan potensi anak terlibat dalam pe-
dian KDRT (nilai p=0.025). Penelitian Marga- rilaku kekerasan dan pelecehan di masa depan,
retha di Surabaya dan Sidoarjo mendapatkan baik sebagai pelaku ataupun sebagai korban(11) .
bahwa 22 % pelaku KDRT memiliki riwayat Pola asuh menentukan kejadian KDRT.
kekerasan di masa lalu baik sebagai korban Pada penelitian ini didapatkan hubungan ber-
maupun saksi. Riwayat kekerasan masa lalu makna pola asuh yang diterima responden
yang dialami oleh responden memberi kontri- sewaktu kecil dengan kejadian KDRT di masa
busi terhadap sikap dan perilakunya di masa sekarang (nilai p=0.016). Penelitian Gunarsa
yang akan datang. Hasil penelitian menyebut- dalam Silalahi menyebutkan 30% anak-anak
kan anak laki-laki yang tumbuh dalam kelu- korban pola pengasuhan yang buruk akan
arga yang mengalami kekerasan beresiko tiga menjadi orang dewasa dan orang tua pelaku
kali lipat menjadi pelaku kekerasan terhadap tindak kekerasan pula nantinya. Mereka me-
istri dan keluarga mereka di masa mendatang. niru pola asuh yang didapatkannya sebagai
Sedangkan anak perempuan saksi KDRT akan model ketika mereka menjadi pasangan suami
berkembang menjadi perempuan dewasa yang istri dan orang tua kelak(11).
cenderung bersikap pasif dan memiliki resiko Pola asuh dalam keluarga bisa memberi-
tinggi menjadi korban kekerasan di keluarga kan sumbangan dalam membentuk kekerasan.
mereka. Sebagian individu bisa mengatasi pe- Pola asuh yang paling mendukung untuk ter-
ngalaman kekerasan dan tidak berdampak ter- jadinya kekerasan dalam rumah tangga kelak
hadap hubungan interkasinya dengan orang adalah pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter
lain. Namun bagi yang tidak dapat mengata- dalam penerapannya merupakan pola asuh
sinya maka akan cenderung untuk bersikap yang keras, menekankan kedispilinan yang
agresif nantinya(10). tinggi, pemaksaan kehendak orang tua kepada
Umumnya seseorang yang memiliki ri- anak, selalu memberikan hukuman terhadap
wayat kekerasan masa lalu menganggap tin- kesalahan yang dilakukan. Hal ini menjadikan

86
Ramadani, Yuliani | Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) :Isu Kesehatan Masyarakat Secara Global

anak memiliki sifat yang temperamental, tidak Daftar Pustaka


senang, tidak memiliki tujuan, penuh ketaku- 1. Kemenkes RI. Undang-Undang RI Nomor
tan, mudah stres, menarik diri, dan tidak per- 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Yogya-
caya terhadap orang lain. Banyak orang tua be- karta: Pustaka Mahardika; 2011.
ranggapan pola asuh otoriter pada anak adalah 2. Sonda M. Dampak Kekerasan Dalam
hal wajar sebagai cara mendisiplinkan anak. Rumah Tangga Terhadap Gangguan Re-
Padahal anak yang mendapatkan perlakuan produksi Wanita di RS Bhayangkara. Ke-
dan asuhan yang keras dan tanpa afeksi, akan bidanan Poltekes Makasar. 2010.
mengakibatkan luka batin pada anak (11). 3. Komisi Nasional Perlindungan Perem-
Kurangnya kontrol dari orang tua, juga puan. Catahu Komisi Nasional Hak Azasi
membuat anak-anak lebih rentan menjadi kor- Manusia. Jakarta: Komnas Perempuan.
ban kekerasan. Misalnya, memberikan penga- 4. Polda Sumbar. Laporan Kekerasan Dalam
suhan sepenuhnya tanpa pengawasan kepada Rumah Tangga Provinsi Sumatera Barat.
pembantu atau orang lain yang ternyata se- Padang: Polda Sumatera Barat.
ring menyakiti anak. Masing-masing orang tua 5. Poltabes Padang. Laporan Kekerasan Da-
memiliki tata cara tersendiri dalam mengasuh lam Rumah Tangga Kota Padang Tahun
anak-anak mereka. Penting untuk membe- 2011-2013. Padang: Poltabes Kota Padang
rikan pola asuh yang baik sejak dini sehingga 6. Sutrisminah E. Dampak Kekerasan Pada
membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang Istri Dalam Rumah Tangga Terhadap Ke-
baik dan bukan sebagai pelaku ataupun kor- sehatan Reproduksi. Kebidanan FIKUnis-
ban KDRT di masa mereka dewasa. sala. 2010.
7. Kemenkes RI. Pedoman Pengendalian Ke-
Kesimpulan kerasan Dalam Rumah Tangga Jakarta: Ke-
Lebih dari separuh suami melakukan menkes RI; 2012
tindak KDRT. Selanjutnya, riwayat kekerasan 8. IRIB Indonesia. Kekerasan Terhadap
masa lalu dan pola asuh suami sewaktu kecil Perempuan di Dunia Modern. [Diak-
memiliki hubungan bermakna dengan keja- ses tanggal 15 Mei 2015] diunduh dari:
dian KDRT. Diharapkan seluruh perangkat http://indonesian.irib.ir/ranah/sosialita/
pemerintahan di Kecamatan Padang Selatan item/72800
seperti Camat, Kapolsek, Lurah, tenaga kese- 9. Soeroso MH. Kekerasan Dalam Rumah
hatan, pemuka masyarakat, pemuka agama, Tangga Dalam Perspektif Yuridis-Viktimo-
dan petugas KUA untuk bekerja sama me- logis. Surabaya: Sinar Grafika; 2011.
nekan kejadian KDRT. Memberi informasi se- 10. Margareta. Trauma Kekerasan Masa Kanak
luas-luasnya mengenai KDRT kepada seluruh dan Kekerasan Dalam Relasi Intim Sosial
masyarakat. Melindungi korban KDRT, dan 2013;17.
melakukan bimbingan dan konseling pra- 11. Silalahi K. Keluarga Indonesia Aspek dan
nikah kepada catin untuk mencegah terjadinya Dinamika Zaman. Jakarta: Raja Grafindo
KDRT dikemudian hari. Persada; 2010.

UcapanTerimaKasih
Terima kasih kepada Camat Kecamatan
Padang Selatan yang telah memberikan izin
penelitian. Kepada Komnas Perempuan, Polda
Sumbar, Poltabes Padang yang telah memberi-
kan data serta keterangan yang dibutuhkan pe-
neliti. Kepada ibu-ibu kader yang turut mem-
bantu dalam penelitian ini, serta para suami
yang sudah bersedia menjadi responden.

87