Anda di halaman 1dari 6

A.

Dasar Teori
Kurva SN berasal dari tes pada sampel material yang akan ditandai, di
mana tegangan sinusoidal regular diterapkan oleh mesin uji yang juga menghitung
jumlah siklus kegagalan. Setiap tes menghasilkan titik pada plot, meskipun dalam
beberapa kasus ada runout di mana waktu uji untuk kegagalan melebihi waktu
yang tersedia.
Ada dua jenis umum tes kelelahan yang bisa dilakukan. Salah satunya
adalah tes yang berfokus pada tegangan nominal yang dibutuhkan untuk
menyebabkan kegagalan kelelahan pada suatu jumlah siklus. Data hasil tes ini
disajikan dalam bentuk grafik S-N yang menampilkan korelasi antara rentang
tegangan (stress range), S (MPa atau N/mm2), dan jumlah siklus, N, pembebanan
yang mengakibatkan kelelahan (didefinisikan sebagai terjadinya keretakan awal
pada sambungan). Grafik diberikan dalam skala log log.
Kurva S-N adalah garis rata-rata sebaran data yang diturunkan dengan
pendekatan regresi. Tingkat keyakinan akurasi penentuan kurva S-N dipengaruhi
oleh parameter kemiringan (slope) dan intersepsi (intercept) atau posisi kurva di
dalam grafik. Kedua parameter mempunyai ketaktentuan (uncertainty). Kombinasi
ketaktentuan kedua parameter tersebut menjadikan ketaktentuan total pada kurva
S-N.
Karena amplitudo beban siklik memiliki efek besar pada kinerja kelelahan,
hubungan SN ditentukan untuk satu amplitudo beban tertentu. Amplitudo sebagai
nilai rasio R, yang merupakan puncak tegangan minimum dibagi dengan tegangan
puncak maksimum. (R = min / max).
R=-1 dan R=0 adalah dua referensi umum. R=-1 disebut kondisi pembalikan
penuh (fully reversed) karena Smin sama dengan -Smax; R=0 dimana Smin = 0
disebut tarikan bergetar (pulsating tension)
Tegangan amplitudo: a = (max - min) / 2
Tegangan rata-rata: m = (max + min) / 2
Rasio tegangan: R = min / max
Besarnya tegangan rata-rata yang bekerja akan menentukan terhadap
besarnya tegangan amplitudo yang diijinkan untuk mencapai suatu umur lelah
tertentu. Bila tegangan rata-rata sama dengan 0 atau rasio tegangan sama dengan -
1, maka besarnya tegangan amplitudo yang diijinkan adalah nilai batas lelahnya
(Se). Dengan demikian jika tegangan rata-ratanya semakin besar maka tegangan
amplitudonya harus diturunkan.
Dimana, Se adalah batas lelah (endurance limit), Su adalah kekuatan tarik
dan f adalah tegangan patah sebenarnya (true fracture stress). Perbandingan dari
tegangan amplitudo terhadap tegangan rata- rata disebut rasio amplitudo (A=
a/m), sehingga hubungan antara nilai R dan A yaitu sebagai berikut: jika R=-1,
maka A=~ (kondisi fully reversed)kondisi R=-1 (tegangan siklik sama dengan
tegangan amplitudo) jika R=0, maka A=1 (kondisi zero to maximum) jika R=~,
maka A=-1 (kondisi zero to minimum)
Jika tegangan siklik atau tegangan amplitudo meningkat, maka umur lelah
akan semakin menurun, begitu pula dari pengaruh meningkatnya tegangan rata-
rata, maka akan menyebabkan penurunan umur kelelahan logam.

B. Analisa persebaran data S-N Curve untuk R=-1 dan data


gabungan R=0 & R=-1

R = -1
Data hasil uji Fatigue untuk R=-1
R=-1
Specimen Failure
No R DSnom N Failure
No. location
1 A-05 -1 200 153,750 yes left
2 A-06 -1 200 185,567 yes right
3 A-11 -1 200 185,108 yes right
4 A-13 -1 200 168,610 yes right
5 A-08 -1 200 356,347 yes right
6 A-09 -1 100 1,297,310 yes left
7 A-10 -1 100 1,284,457 yes right
8 A-12 -1 100 1,248,776 yes right

Kurva S-N untuk R=-1


1000
Stress Range (S)

100 y = 14008x-0.35

10
1.00E+05 1.00E+06 1.00E+07
Cycle to failure (N)

SN Curve R=-1 Power (SN Curve R=-1)

Pada kurva S-N untuk R=-1, untuk persebaran data yang terlihat adalah
distribusi linier. Dengan menggunakan penyelesaian statistika regresi, didapatkan
persamaan garis yang belum linier. Untuk mengetahui persamaan yang linier
dapat dengan melakukan perkalian log pada persamaan seperti cara dibawah ini :
Gabungan R = 0 & R = -1
Data hasil uji Fatigue gabungan R = 0 & R = -1
Specimen Failure
No R DSnom N Failure
No. location
1 A-23 0 200 186,188 yes right
2 A-03 0 200 179,751 yes left
3 A-04 0 200 177,544 yes right
4 A-02 0 200 166,501 yes right
5 A-17 0 100 1,139,055 yes left
6 A-01 0 100 1,199,370 yes left
7 A-07 0 100 1,069,049 yes right
8 A-41 0 77 2,273,995 yes left
9 A-05 -1 200 153,750 yes left
10 A-06 -1 200 185,567 yes right
11 A-11 -1 200 185,108 yes right
12 A-13 -1 200 168,610 yes right
13 A-08 -1 200 356,347 yes right
14 A-09 -1 100 1,297,310 yes left
15 A-10 -1 100 1,284,457 yes right
16 A-12 -1 100 1,248,776 yes right

Kurva S-N gabungan R= 0 dan R = -1

SN Curve Gabungan R=0 & R=-1


1000
Stress Range (S)

SN CurveGabungan R=0 & R=-1


100
y = 16727x-0.365
Power (SN CurveGabungan R=0 & R=-1)

10
1.00E+05 1.00E+06 1.00E+07
Cycle to failure (N)

Pada kurva S-N untuk gabungan R=0 & R=-1, untuk persebaran data yang
terlihat adalah distribusi linier. Dengan menggunakan penyelesaian statistika
regresi, didapatkan persamaan garis yang belum linier. Untuk mengetahui
persamaan yang linier dapat dengan melakukan perkalian log pada persamaan
seperti cara dibawah ini :
TUGAS 1
KELELAHAN DAN MEKANIKA KEPECAHAN

Disusun oleh :
Nama : Zulfikar Adytia V
NRP : 4314100017

Departemen Teknik Kelautan


Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2017