Anda di halaman 1dari 51

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran Seni Budaya ( Seni Rupa )


KLS VII, KLS X, Kurikulum 2013

Gamal Kartono
Nara Sumber Nasional Implementasi
Kurikulum 2013

Fakultas Bahasa dan Seni


Universitas Negeri Medan
2016
Sekolah :
Matapelajaran :
Kelas/Semester :
Materi Pokok :
Alokasi Waktu :
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. _____________ (KD pada KI-1)
2. _____________ (KD pada KI-2)
3. _____________ (KD pada KI-3)

Indikator: __________________
4. _____________ (KD pada KI-4)

Indikator: __________________
Catatan:
KD-1 dan KD-2 dari KI-1 dan KI-2 tidak harus dikembangkan
dalam indikator karena keduanya dicapai melalui proses
pembelajaran yang tidak langsung. Indikator dikembangkan
hanya untuk KD-3 dan KD-4 yang dicapai melalui proses
pembelajaran langsung.

C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)
E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan
Pembelajaran)
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
2. Alat/Bahan
3. Sumber Belajar
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu:
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti / Pendekatan Saintifik (...menit)
c. Penutup (menit)
( Sistematika Penulisan RPP berdasarkan
Permendikbud No. 81 A tahhun 2013 )
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sekolah : SMP/ MTs ...........
Matapelajaran : SENI RUPA
Kelas/Semester : VII/ .............
Materi Pokok : Memahami Konsep dan Prosedur Menggambar Flora, Fauna dan Benda Alam
Alokasi Waktu : ( sesuaikan dengan sekolah )
Pertemuan : .....

A.Kompetensi Inti (KI)

1. Menghayat dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktf) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektf dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitf dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertndak
secara efektf dan kreatf, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


3.1.Memahami konsep dan prosedur 3.1.1. Pengertan Menggambar
Menggambar Flora, Fauna dan Benda 3.1.2. Konsep menggambar
Alam. 3.1.3. Prosedur menggambar
3.1.4. Unsur-unsur menggambar
3.1.5. Komposisi
3.1.6. Objek- objek Menggambar
3.1.7. Teknik-teknik dalam Menggambar
3.1.8.Bahan, Media dan alat-alat
Menggambar

C.Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini, siswa mampu:
3.1.1. Mendeskripsikan Pengertan Menggambar
3.1.2. Mendeskripsikan Konsep Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3.1.3. Mendeskripsikan Prosedur Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3.1.4. Mendeskripsikan Unsur-unsur gambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3.1.5. Mendeskripsikan Komposisi dalam Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3.1.6. Mendeskripsikan Objek-objek dalam Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3.1.7. Mendeskripsikan dan analisis Teknik- teknik dalam Menggambar Flora, Fauna dan
Alam Benda
3.1.8. Menganalisis Bahan, Media dan alat-alat Menggambar Flora, Fauna dan Alam
BendaendBena

D.Materi Pembelajaran
1. Pengertan Menggambar
2. Konsep Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
3. Prosedur Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
4. Unsur-unsur gambar Flora, Fauna dan Alam Benda
5. Komposisi dalam Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
6. Objek-objek dalam Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
7. Teknik- teknik dalam Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
8. Bahan, Media dan alat-alat Menggambar Flora, Fauna dan AlamBendaendBena
en
E.Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran adalah Saintfik: Mengamati, Menanyakan,
Menegumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan.
sedangkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan sintaks belajarnya sebagai
berikut:

NO. FASE KEGIATAN GURU


1. Memberikan orientasi Menyajikan permasalahan, membahas tujuan
permasalahan kepada pembelajaran, memaparkan kebutuhan-kebutuhan yang
peserta didik diperlukan untuk pembelajaran, memotvasi peserta
didik untuk terlibat aktf.
2. Mengorganisasikan peserta Membantu / memfasilitasi peserta didik dalam
didik untuk penyelidikan mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar /
penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan yang
berkaitan dengan Pengertan Menggambar, Prosedur
Menggambar, Unsur-unsur Mengambar, Komposisi,
Objek, Tekhnik-tekhnik, Bahan, Media dan Alat-alat yang
digunakan dalam Menggambar Flora, Fauna dan
AlamBendaendBena

3. Pelaksanaan investgasi Mendorong peserta didik untuk memperoleh informasi


yang tepat, melaksanakan penyelidikan, dan mencari
penjelasan solusi tentang Pengertan Menggambar,
Prosedur Menggambar, Unsur-unsur Mengambar,
Komposisi, Objek, Tekhnik-tekhnik, Bahan, Media dan
Alat-alat yang digunakan dalam Menggambar Flora,
Fauna dan AlamBendaendBena
4. Mengembangkan dan Membantu peserta didik merencanakan produk yang
menyajikan hasil tepat dan relevan, sepert laporan, rekaman video, dan
sebagainya untuk keperluan penyampaian hasil tentang
Pengertan Menggambar, Prosedur Menggambar, Unsur-
unsur Mengambar, Komposisi, Objek, Tekhnik-tekhnik,
Bahan, Media dan Alat-alat yang digunakan dalam
Menggambar Flora, Fauna dan AlamBendaendBena

5. Menganalisis dan Membantu/memfasilitasi peserta didik melakukan


mengevaluasi proses refleksi terhadap penyelididkn dan proses yang mereka
penyelidikan lakukan terhadap Pengertan Menggambar, Prosedur
Menggambar, Unsur-unsur Mengambar, Komposisi,
Objek, Tekhnik-tekhnik, Bahan, Media dan Alat-alat yang
digunakan dalam Menggambar Flora, Fauna dan
AlamBendaendBena

F.Media, dan Alat.


1. Media Gambar/ Lingkungan sekolah
2. Alat/Bahan : LCD, Papan Tulis

G.Sumber Belajar

1. KEMENDIKBUD, Buku Guru Seni Budaya, 2015, Pusat kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Jakarta.
2. Sumber lainya....................
3. www//unimed.ac.id

H.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajar

a. PENDAHULUAN /Kegiatan Awal (menit)

1.Berdoa
2.Melakukan Apersepsi dan Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
3.Guru memfasilitasi siswa membentuk formasi kelompok.

b. KEGIATAN INTI (...menit)

Tahapan Pembelajaran Kegiatan


Mengamati Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk melihat karya-karya
gambar melalui ( melalui Media Kongkrit, Buku, Poster,
Tayangan Video, dsb )
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk melihat dan
mengamat Prosedur, konsep,Komposisi,objek,teknik, media
dan bahan dalam Menggambar
Menanya Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang
Prosedur, konsep,Komposisi, objek,teknik, media dan bahan
dalam Menggambar

Mengumpulkan informasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengumpulkan


Informasi tentang Prosedur, konsep,Komposisi, objek,teknik,
media dan bahan dalam Menggambar

Mengasosiasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bekerja dalam tga


kelompok ( Kelompok Flora, Fauna dan Benda Alam ) untuk
membandingkan Prosedur, konsep,Komposisi objek,teknik,
media dan bahan dalam Menggambar
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menghubungkan data
data yang diperoleh yang berkaitan dengan Prosedur,
konsep,Komposisi, objek,teknik, media dan bahan dalam
Menggambar.
Mengkomunikasikan Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menyampaikan hasil
pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh dari
kerja kelompok yang berkaitan dengan Prosedur,
konsep,Komposisi, objek,teknik, media dan bahan dalam
Menggambar.

c. PENUTUP (menit)

1. Guru memberikan penguatan dari hasi presentasi siswa


2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk minggu selanjutnya
3.Guru menutup proses pembelajaran dan mengakhiri dengan berdoa yang dipimpin
ketua kelas
I.Penilaian

Untuk mengukur kompetensi siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran dilakukan dalam
bentuk tes tulis dalam bentuk essai.

Petunjuk Mengerjakan soal


1. Sebelum Menjawab pertanyaan, bacalah soal-soal dengan telit dan cermat.
2. Jawablah soal yang saudara anggap paling mudah terlebih dahulu
3. Tuliskan Jawaban saudara secara ringkas, tepat dan benar dengan tulisan yang jelas.
Soal:
1. Tuliskan Pengertan Menggambar menurut saudara.
2. Tuliskan Konsep Menggambar yang saudara pahami.
3. Tuliskan Prosedur Menggambar yang saudara pahami.
4. Tuliskan Unsur-unsur dalam Mengambar
5. Tuliskan Pengertan Komposisi menurut saudara.
6. Tuliskan Objek-objek apa saja yang saudara ketahui dalam menggambar minimal tga
contoh.
7. Tuliskan Tekhnik-teknik apa saia yang saudara ketahui dalam menggambar.
8. Tuliskan Bahan dan Media dan alat Gambar yang digunakan dalam menggambar.
Kunci Jawaban
1...............
2...............
3...............
4...............
5..............
6..............
7..............
8..............
Setap Proses pembelajaran untuk KI -3 aspek Pengetahuan siswa dinilai dengan Form-Form
penilaian yang meliput Form penilaian Sikap Spiritual.Sosial, Pengetahuaan dan Proses dalam
pembelajaran ( lihat lampiaran ).

Kepala Sekolah, SMP/MTsn........................ Guru Mata Pelajaran

............................................ .........................................
NIP: NIP:

Contoh-contoh Instrumen Penilaian


( Autentk Assesment) untuk
Ranah Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan
LAMPIRAN .....:
INSTRUMEN PENILAIAN KI 1 SIKAP SPIRITUAL
(LEMBAR OBSERVASI)
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi.
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU yang mengajar peserta didik yang dinilai.

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda selama dua minggu terakhir, nilailah sikap setap peserta didik
Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan ketentuan sebagai
berikut:

4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamat


3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamat
2 =apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamat
1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamat

C. Lembar Observasi
LEMBAR OBSERVASI
Kelas :
Semester :
Tahun Pelajaran : ...
Periode Pengamatan : Tanggal s.d. ...
Butr Nilai : Bersyukur
Indikator Sikap :
1. Bersemangat dalam melaksanakan setap kegiatan pada pembelajaran Seni Rupa
2. Serius dalam melaksanakan setap kegiatan pada pembelajaran Seni Rupa

Skor Indikator Sikap Jumlah


Tuntas/
No. Spiritual (1 4) Perolehan
Nama Peserta Didik Skor Akhir Tidak
Indikator Indikator
Tuntas
1 2 Skor
1. Abadi 4 3 7 (7:8)x4=3,5 Tuntas

2. Asri 2 3 (5:8)x4=2,5 Tidak


5
Tuntas
3. Boydo 2 2 4 ( 4:8)x4=2 Tidak
Tuntas
4. Andi 4 4 8 (8:8)x4=4 Tuntas
5. Dst....

.......................2015
Guru Mata Pelajaran
...................................

LAMPIRAN.....:
INSTRUMEN PENILAIAN KI-2 (SIKAP SOSIAL)
LEMBAR OBSERVASI
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Observasi.
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU yang mengajar peserta didik yang dinilai.
B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda selama dua minggu terakhir, nilailah sikap setap peserta didik
Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan ketentuan sebagai
berikut:
4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamat
3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamat
2 =apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamat
1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamat

C. Lembar Observasi
LEMBAR OBSERVASI
Kelas :
Semester :
Tahun Pelajaran : ...
Periode Pengamatan : Tanggal s.d. ...
Butr Nilai : Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam melaksanakan
komunikasi interpersonal dengan guru dan teman.
Indikator Sikap :
1. Menyapa guru dan teman menggunakan bahasa yang santun
2. Berpamitan pada guru dan siswa menggunakan bahasa santun
3. Menanyakan kepada guru dan teman hal-hal yang tdak jelas berkaitan dengan konteks/materi
pembelajaran.
4. Menjawab atau menjelaskan pertanyaan teman yang kurang paham dengan konteks materi
pembelajaran
5. Respek kepada siapa saja.
Skor Indikator Sikap Jumlah
Sosial Tuntas
No. Perolehan Skor Akhir
Nama Peserta Didik / Tidak
1 2 3 4 5 Tuntas
Skor

1. Abadi 3 4 3 3 3 16 (16:20)x4=3,20 Tuntas

2. Asri 3 3 2 3 2 (13:20)x4=2,60 Tdk


13
Tuntas
3. Dst

........................2015
Guru Mata Pelajaran

LAMPIRAN .....:
INSTRUMEN PENILAIAN KI-2 (SIKAP SOSIAL)
LEMBAR PENILAIAN DIRI

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Penilaian Diri.
2. Instrumen ini diisi oleh PESERTA DIDIK untuk menilai dirinya sendiri.

B. Petunjuk Pengisian
1. Berdasarkan perilaku kalian selama dua minggu terakhir, nilailah sikap diri kalian sendiri
dengan memberi tanda centang () pada kolom skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Penilaian Diri
dengan ketentuan sebagai berikut:
4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang dinyatakan
3 = apabila SERING melakukan perilaku yang dinyatakan
2 = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku dinyatakan
1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang dinyatakan

2. Kolom SKOR AKHIR dan KETUNTASAN diisi OLEH GURU.

C. Lembar Penilaian Diri


LEMBAR PENILAIAN DIRI
Nama Siswa : ...
Kelas/Nomor Urut :
Semester : ...
TahunPelajaran :
Hari/Tanggal Pengisian :
Butr Nilai : Menunjukkan perilaku aktf dalam proses pembelajaran
Indikator Sikap :

1. Mengikut pembelajaran dengan penuh perhatan


2. Mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
3. Mengajukan pertanyaan jika ada yang tdak dipahami
4. Membuat catatan
5. Aktf dalam diskusi kelompok
6. Menyerahkan tugas tepat waktu

Skor Perolehan Skor Tuntas/


No. Pernyataan 1 2 3 4 Skor Akhir Nilai Tidak
Tuntas
1. Mengikut pembelajaran dengan
penuh perhatan

2. Mengerjakan tugas yang diberikan


guru tepat waktu

Mengajukan pertanyaan jika ada


yang tdak dipahami
3.

Membuat catatan
4.

Aktf dalam diskusi kelompok


5.
Menyerahkan tugas tepat waktu
6.

---------------------------2015
Peserta didik,

___________________

Lampiran....: Penilaian Sikap dalam Proses Diskusi

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap Aktf ini berupa lembar penilaian setap proses diskusi
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU yang mengajar peserta didik yang dinilai.

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah sikap aktf peserta didik Anda dengan memberi skor 4, 3,
2, atau 1 pada form dibawah ini dengan ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamat


3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamat
2 =apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamat
1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamat

Nama Siswa :
Mata Pelajaran :
Kls / Semester :
Tahun Ajaran :

No. Nama Siswa Aktivitas dan Sikap Siswa dlm Diskusi Keterangan
Kelompok
1 2 3 4
1
2
3
Dst

Keterangan:
1.Tidak Aktf
2.Kurang Aktf
3.Aktf
4.Sangat Aktf
----------------------2015
Guru Mata Pelajaran
...................................

Lampiran......: Penilaian Sikap dalam Proses Presentasi Siswa secara Individual

Nama Siswa :
Nama Sekolah :
Mata Pelajaran :
Topik :
Kls / Semester :
Tahun Ajaran :
No. Aktivitas Siswa Skor Keterangan

Positif Negatif

1 Mengajukan pertanyaan

2 Memberi komentar yang relevan

3 Mengemukakan bukt-bukt untuk


mendukung informasi faktual

4 Mengajak peserta yang pasif untuk


berdiskusi
5 Mengetahui adanya komentar yang
kontradiktf di antara peserta diskusi
6 Dapat membuat suatu analogi

7
Mengemukakam pertanyaan untuk
mengklarifikasi pernyataan yang
kurang jelas
8 Tidak memusatkan perhatan

9 Membingungkan peserta diskusi lain

10 Melakukan interupsi

11 Memberikan komentar yang tdak


relevan

12 Memonopoli diskusi

13 Menyerang peserta lain

Keterangan:
Positf = 3 sampai 4 ---------------2015
Negatf = 0 sampai 2
Guru Mata Pelajaran

---------------------------

Lampiran .......: Penilaian Antarteman ( Observasi )

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian antarteman ini berupa lembar yang merupakan penilaian yang
dilakukan antar siswa, idealnya setap siswa menilai semuat temannya didalam kelas
dalam bentuk observasi (pengamatan) tetapi jika tdak memungkinkan, seorang siswa
dinilai oleh lebih dari dua orang atau minimal tga orang untuk menjaga validitasnya,
guru memfasilitasi sehingga tdak terjadi kemungkinan berbenturan dalam penilaian
nantnya. Penilaian ini dilakukan aktvitas siswa baik di di dalam maupun di luar kelas.
2. Penilaian ini dalam bentuk Observasi/pengamatan, makanya dilakukan dengan jangka
waktu tertentu.
3. Instrumen ini diisi OLEH PESERTA DIDIK untuk SKOR AKHIR dan KETUNTASAN diisi OLEH
GURU.

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah teman anda sesuai dan apa adanya menurut saudara
yang berkaitan dengan sikap dan perilakau peserta teman Anda dengan memberi skor 4, 3, 2,
atau 1 pada Penilaian Antarteman dengan ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila SANGAT BAIK


3 = apabila BAIK
2 =apabila SEDANG
1= apabila KURANG

Mata Pelajaran :
Kelas :
Semester :
Tahun Pelajaran :
Periode Pengamatan : Tanggal s.d. ...

No. Nama Indikator yang dinilai


teman Peduli Disiplin Kebersihan Kejujuran Total Rerata
yang Nilai skor
dinilai
1.
2.

----------------2015

Nama siswa yang menilai


___________________

Lampiran....: Penilaian Hasil Tes Ranah Pengetahuan

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian hasil tes ranah pengetahuan adalah hasil yang diperoleh siswa
setelah dilakukan ujian tulis.
2. Pengisin ini dengan menggunakan nilai yang telah dikonversi sesuai dengan
Permendikbud No. 81.A tahun 2013
3. Instrumen ini diisi diisi OLEH GURU.
No. Nama Siswa Skor Predikat
1
2
3 Dst........

-----------------2015
Guru Mata Pelajaran

----------------------------

Lampiran....: Lembar Penilaian Jurnal (Observasi)

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian Jurnal ini berupa lembar yang merupakan catatan pendidik di dalam dan di
luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta
didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang
berkesinambungan dari hasil observasi.
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU yang mengajar peserta didik yang dinilai.
3. Tangal Pengisian Jurnal dilaksanakan dari tgl....s/d tgl.......
B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah kekuatan dan kelemahan siswa yang berkaitan dengan
sikap dan perilakau peserta didik Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Jurnal
dengan ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila SANGAT BAIK


3 = apabila BAIK
2 =apabila SEDANG
1= apabila KURANG

No. Nama Siswa Catatan Pengamatan Tindak lanjut


1
2
3 Dst....

----------------------2015

Guru Mata pelajaran

-------------------------------

Lampiran .......: Penugasan

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian penugasan ini berupa lembar yang merupakan penilaian yang
dilakukan oleh guru terhadap siswa yang berkaitan dengan penugasan, baik bersifat
individu maupun kelompok.
2. Instrumen ini diisi OLEH GURU.

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah tugas penugasan yang diberikan kepada siswa baik secara
individu/ keolmpok, sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan dengan memberi skor 4, 3, 2,
atau 1 pada Penilaian Penugasan dengan ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila SANGAT BAIK


3 = apabila BAIK
2 =apabila SEDANG
1= apabila KURANG

Nama Siswa/kelompok :
Mata Pelajaran :
Kelas :
Semester :
Tahun Pelajaran :
Bentuk Penugasan :
Topik Penugasan :

Indikator Penilaian dan kelengkapan dokumen


1. Sistematka Penulisan
a) Pemilihan huruf
b) Besarnya huruf
c) Spasi
2. Gambar
a) Gambar bewarna
b) Gambar hitam Puth
c) Sumber Gambar
3. Deskripsi Gambar
a) Jenis
b) Fungsi
c) Makna
d) Ukuran
e) Dll..

Indikator Penilaian
Sistematika Gambar Deskripsi Total Nilai Rerata Predikat
Penulisan Gambar

................2015
Guru Mata pelajaran

Lampiran....... : Rekap Penilaian ( DIISI OLEH GURU )

A. Petunjuk Umum

1. Instrumen rekap penilaian keseluruhan ini berupa lembar yang merupakan penilaian yang
dilakukan oleh guru terhadap siswa yang berkaitan dengan Hasil tes Tulis, Produk/Karya,
Penugasan, Observasi, Penilaian diri, Penilaian antarteman dan Jurnal.
2. Instrumen ini diisi OLEH GURU.
Rerat Skala
Sumber Penilaian a Perdika
Skor t
No Nam Tes Produ Penugasa Observa Penilai Penilaia Jurna
. a Tuli k n si an Diri n l
Sisw s Antarte
a man
1.
2.
3. Dst..

....................2015
Guru Mata pelajaran

---------------------------

TABEL KONVERSI NILAI

Konvensi Nilai Akhir


Predikat SIKAP
Skala 100 Skala 4 Pengetahuan dan Keterampilan
86 -100 4 A SB
81- 85 3.66 A-
76 -80 3.33 B+ B
71-75 3.00 B
66-70* 2.66* B-*
61-65 2.33 C+ C
56-60 2 C
51-55 1.66 C-
46-50 1.33 D+ K
0-45 1 D
* Catatan: 66 70 / 2,66 / B- adalah KETUNTASAN MINIMAL

Predikat Nilai Kompetensi


Pengetahuan Keterampilan Sikap
A 4 4 SB
A- 3.66 3.66
B+ 3.33 3.33 B
B 3 3
B-* 2,66* 2,66*
C+ 2.33 2.33 C
C 2 2
C- 1.66 1.66
D+ 1.33 1.33 K
D 1 1
* Catatan: 66 70 / 2,66 / B- adalah KETUNTASAN MINIMAL

LAMPIRAN 3

PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR KI-1 & KI-2


(Sikap Spiritual, Sosial, Penilaian, Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman dan Jurnal)

1. Rumus Penghitungan Skor Akhir

Skor Akhir =

Skor Maksimal = Banyaknya Indikator x 4

2. Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 81A Tahun 2013 yaitu:

Sangat Baik (SB) : apabila memperoleh Skor Akhir: 3,33 < Skor Akhir 4,00
Baik (B) : apabila memperoleh Skor Akhir: 2,33 < Skor Akhir 3,33
Cukup (C) : apabila memperoleh Skor Akhir: 1,33 < Skor Akhir 2,33
Kurang (K) : apabila memperoleh Skor Akhir: Skor Akhir 1,33

Lampiran : Materi ajar

1. Pengertian Menggambar

Gambar merupakan bahasa yang universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal
tulisan. Gambar sudah dikenal masyarakat sejak zaman purba. Pada saat itu, gambar sering
dihubungkan dengan aktvitas manusia dan roh leluhur yang dianggap memberi keberkahan dan
perlindungan. Bagi manusia purba, gambar tdak sekadar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur
saja. Gambar dapat juga memberikan kekuatan dan motvasi untuk dapat bertahan hidup.
Menggambar merupakan aktvitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan,
pada media dua dan tga dimensi. Dengan menggunakan imajinasi dan perasaan melalui alat gambar,
sepert pensil, bolpoin, krayon, dan alat lain yang dapat digunakan untuk menulis. Menggambar
dapat juga diartkan sebagai bentuk kegiatan seni rupa yang melibatkan gagasan dan imajinasi media
dua dan tga dimensi dengan memperhatkan proporsi, komposisi,keseimbangan, dan gelap terang.

Gambar 1..Gambar perburuan pada dinding gua

2. Konsep Umum

Pembelajaran seni di tngkat pendidikan menengah bertujuan untuk mengembangkan kesadaran


seni dan keindahan dalam art umum, baik dalam domain konsepsi, apresiasi, kreasi, penyajian,
maupun tujuan psikologis edukatf untuk pengembangan kepribadian peserta didik secara positf.
Pendidikan Senirupa di sekolah tdak semata-mata dimaksudkan untuk membentuk peserta didik
menjadi pelaku seni atau seniman namun lebih menitkberatkan pada sikap dan perilaku kreatf, ets
dan estets. Pendidikan Senirupa secara konseptual bersifat :
(1) multilingual, yakni pengembangan kemampuan peserta didik mengekspresikan diri secara
kreatf dengan berbagai cara dan media, dengan pemanfaatan bahasa rupa atau visual. Kemampuan
mengekspresikan diri memerlukan pemahaman tentang konsep seni, teori ekspresi seni, proses
kreasi seni, teknik artsitk, dan nilai kreatvitas.
(2) multidimensional, yakni pengembangan beragam kompetensi peserta didik tentang
konsep seni, termasuk pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan kreasi dengan
cara memadukan secara harmonis unsur estetka, logika, dan etka.
(3) multikultural, yakni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan peserta didik
mengapresiasi beragam budaya nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan
sikap demokrats yang memungkinkan peserta didik hidup secara beradab dan toleran terhadap
perbedaan nilai dalam kehidupan masyarakat yang pluralistk. Sikap ini diperlukan untuk membentuk
kesadaran peserta didik akan beragamnya nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
(4) multikecerdasan, yakni peran seni membentuk pribadi yang harmonis sesuai dengan
perkembangan psikologis peserta didik, termasuk kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual-
spasial, verbal-linguistk, matematk-logik, jasmani-kinestets, dan lain sebagainya.

3. Objek Menggambar

Menggambar tdak terpaku pada satu macam objek saja tetapi bisa mengambil dan
menyusun objek gambar sesuai dengan imajinasi dan perasaan. Objek gambar bisa diambil
dari alam sepert flora (tumbuhan), fauna (hewan), dan bentuk-bentuk alam benda yang
dibuat manusia atau benda yang sudah ada sebelumnya di alam sepert batu, air, dan awan.
4. Unsur-Unsur Gambar
A. Garis

Unsur yang paling elemener didalam seni rupa adalah garis, dengan hanya meletakkan posisi
mata pensil diatas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan
garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah ttk atau
kumpulan berjuta-juta ttk yang menuju kesatu arah.

Dalam karya seni gambar garis dapat dengan mudah ditangkap oleh mata, oleh karena garis
dalam gambar bersifat nyata. Garis juga dapat terjadi karena adanya perbedaan intensitas warna.
Didalam senilukis patung mungkin saja tdak ditemukan garis karena bersifat maya atau kesan saja.

Jenis-jenis garis antara lain garis lurus, lengkung, zig zag. Posisinya dapat vertkal, horizontal dan
diagonal.

Contoh Berbagai Arah Gerak Garis

B. Raut

Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis
yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga dapat berart
perwujudan atau perawakan dari suatu objek dalam hal ini raut berart bangun. Dalam pengertan
yang lain raut sering dipahami sebagai bidang atau bentuk. Penampilan raut dapat berwujud sebagai
Raut Geometris sepert segi tga, persegi atau lingkaran.
Raut organis atau biomorfis yakni raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas.
Raut bersudut yakni raut yang terbentuk dengan banyak sudut dan berkontur garis zig-zag.
Raut tak beraturan adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan sepert tumpahan atau
semburan cat, sapuan kuas secara sepontan atau gumpalan tanah liat yang kering yang terbentuk
secara alamiah.

Contoh Bentuk / Raut

Penampilan raut dalam gambar bisa jadi tmbul dari kesan perbedaan gelap terang, penampilan
objek satu dengan objek yang lainnya. Dalam seni lukis raut dapat dirasakan kesannya dari
perbedaan blok-blok warna atau objek-objek yang ditampilkan (amat gambar dan lukisan yang Anda
miliki). Raut pada seni patung dapat ditangkap dari bagian-bagian yang membentuk patung secara
keseluruhan. Sebagai satu kesatuan misalnya pada patung kepala, ada bagian mata, hidung, pipi dan
rambut, yang masing-masing bagian ini memiliki raut sendiri-sendiri.

Dalam seni gambar dan seni lukis dikenal adanya raut positf dan negatf. Raut positf adalah raut
objek yang digambar atau dilukis, sementara raut negatf adalah bagian atau ruang yang ditempat
raut.

Dalam gambar siluet hal ini amat jelas. Objek yang diblok warna hitam adalah raut positf sementara
laar belakangnya adalah raut negatf.

C. Warna

Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nuasnsa bagi terciptanya karya seni.
Dengan warna dapat ditmpilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan, contoh kongkret
saja karya foto atau tayangan televisi hitam puth menjadi tdak menarik dibandingkan dengan karya
foto atau tayangan televisi berwarna. Dengan warna seseoang dapat merasakan kualitas dari satu
objek. Garis atau raut yang sama dapat memiliki kualitas yang berbeda jika pada objek tersebut
memiliki warna yang berbeda. Garis lurus hitamakan berbeda kalitasnya dengan tarikan garis
berwarna merah, kuning atau biru.
Dalam bidang teknologi warna dikenal adanya warna cahaya yang disebut warna Aditf dan
warna bahan yang disebut warna Substraktf. Warna cahaya adalah bersumber dari benda yang
memancarkan cahaya, misalnya sinar lampu.

Sedangkan warna bahan disebut juga warna pigmen yang bersumber dan yang melekat pada benda
sepert tanah, batu, tumbuh-tumbuhan atau cat.

Menurut jenisnya warna dapat diklasifikasikan menajdi warna primer, sekunder dan terter.
Warna primer adalah warna pokok yang tdak diperoleh dari pencampuran warna lain (merah, biru,
kuning)

Warna sekunder adalah pencampuran antara kedua warna primer ( Merah + biru = violet,
biru + kuning = hijau, kuning + merah = orange). Sedangkan warna Terter alah pencampuran dua
warna sekunder

Lingkaran Warna

Puth dan hitam dalam teori warna cahaya tdak digolongkan kedalam warna, oleh karena
puth terjadi dari kondisi yang terang sekali atau sebagai akibat persilangan berbagai warna, dan
hitam terjadi dari kondisi yang gelap atau tdak ada cahaya sama sekali. Namun dalam penggunaanya
dapat dijumpai warna puth dan hitam. Sehingga dengan tambahan warna puth dan hitam serta tga
warna primer dapat dihasilkan berbagai warna untuk kepentngan berbagai karya seni rupa.

D. Tekstur
Contoh Penggunaan Tekstur pada karya Senirupa 2 dimensi

Tekstur adalah nilai raba suatu permukaan benda, sepert halus, kasar, licin, berkerut dan
lainnya. Dalam karya seni rupa dua dan tga dimensi tekstur juga merupakan unsur yang mempunyai
peranan sebagai penentu atau pembeda dari raut.

Raut yang sama (persegi atau bulat) akan berbeda kualitasnya, yang satu licin dan yang lainnya
berkerut.

Jika kita menikmat suatu karya hanya dengan menggunakan mata akan mendapatkan kesan
mungkin objek itu memiliki sifat halus atau kasar yang disebut sebagai tekstur visual.

Akan tetapi jika kita menikmat suatu karya tersebut dengan menggunakan mata dan sekaligus
perabaan, maka kita akan menemukan tekstur taktil. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang
ditangkap oleh mata tersebut kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Dalam tekstur
taktl disamping kita dapat menentukan halus atau kasarnya permukaan juga dapat merasakan
kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca, batu. Berkaitan dengan tdak selamanya ada kesesuaian
kualitas bahan dengan yang ditangkap dengan rabaan dan mata, maka sering kali dibedakan atas
tekstur semu dan nyata. Pada tekstur semu atau ilusi, kesan yang diperoleh mata tdak sama dengan
kesan yang ditangkap perabaan.

Tekstur nyata atau aktual adalah kesan kualitas yang ditangkap oleh mata adalah sama dengan yang
diperoleh dengan perabaan.

E. Ruang

Unsur ruang tampaknya lebih berurusan dengan bangun yang tga dimensi. Dalam
pengertan sehari-hari ruang diartkan sebagai hal yang melingkupi sesuatu atau rongga yang
berbatas atau terlingkung oleh bidang, misalnya kamar yang kita tempat ditentukan oleh empat
bidang dinding. Dalam pengertan yang kedua ruang adalah rongga yang tdak terbatas, tempat
segala yang ada. Alam semesata adalah termasuk pengertan yang kedua.

Dibidang seni rupa ruang adalah unsur yag menunjukkan kesan keleluasan, kedalaman,
cekungan, jauh atau dekat. Dua bidang yang sama jenis, misalnya lingkaran, akan memberikan kesan
yang berbeda jika ukuran kedua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi kesan luas dan
lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika kedua lingkaran itu berimpit akan memberikan kesan
dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberikan kesan ruang yang jauh.
Penggunaan unsur ruang secara nyata adalah dalam karya seni patung. Dengan ciri yang tga
dimensi inilah patung itu terbangun dari ruang-ruang luas atau sempit , jauh atau dekat, cekung atau
tmbul, padat atau berongga. Ruang dalam patung tampil secara nyata. Tidak demikian hlnya dalam
seni gambar dan lukis. Ruang dalam gambar dan lukisan lebih bersifat ilusi atau maya. Luas atau
sempit atau jauh atau dekat dalam gambar atau lukisan dicapai melalui tpuan penggunaan garis atau
warna. Objek yang tampaknya jauh pada kertas atau kanvas akan sama saja posisi jaraknya dengan
mata kita. Cara-cara menampilkan ilusi ruang khususnya dalam menampilkan karya-karya yang
representatf adalah apa yang disebut sebagai perspektf atau gambar perspektf.

Dengan gambar perspsektf ini ditemukan cara-cara untuk menampilkan jauh dekatnya benda sesuai
dengan pengamatan mata yang lazim disebut perspektf garis. Sedangkan untuk menampilkan kesan
jauh dekatnya benda dengan pengamatan mata, yang disebut dengan perspektf warna. Sementara
itu dalam gambar kesan jauh dekat atas ruang itu dapat juga ditmbulkan dengan gelap terang terang
atau bayang-bayang.

F. Gelap Terang

Contoh Gelap Terang


Gambar Penggunaan unsur gelap
terang memberi kesan volume pada obyek
gambar

Gelap terang adalah berkaitan dengan cahaya, artnya bidang gelap berart tdak terkena
cahaya dan yang terang adalah bidang yang terkena cahaya. Kualitas goresan pensil yang keras dan
tebal akan memberikan kesan gelap sementara yang ringan-ringan saja akan memberikan kesan yang
lebih terang (lihat contoh gambar bentuk). Warna kuning akan memberikan kesan terang sementara
warna coklat akan memberikan kesan yang lebih gelap, dan sebagainya. Oleh karena itu unsur gelap
terang dapat ditmbulkan oleh nada garis atau warna yang digunakan.

Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui upaya teknik arsir, yaitu teknik mengatur
jarak atau tngkat kerapatan suatu garis atau ttk. Semakin rapat akan menghasilkan kesan gelap dan
semakin berjarak akan semakin terang. Dalam seni lukis penggunaan gelap terang ini disebabkan
oleh penggunaan berbagai warna. Ada warna yang berkecenderungan gelap dan warna yang
bernada terang, Di bidang seni lukis ini khususnya, dikenal adanya teknik chiaroscuro untuk
menampilkan teknik gelap terang yang bergradasi halus sebagaimana yang dilakukan oleh Rembrant.

Pada seni patung gelap terang lebih disebabkan oleh permainan raut ruang sehingga
menampilkan gelap terang. Oleh karena itu pada seni patung dapat diperoleh kesan gelap terang
yang secara nyata dipengaruhi oleh sumber cahaya . Di samping pada seni patung itu, gelap
terangnya juga dapat ditmbulkan oleh warna yang digunakan.

G. Proporsi

Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan
bagian lainnya.Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda
antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan
proporsi.
Dengan menggunakan proporsi yang tepat,maka gambar benda yang dihasilkan akan
tampakwajar. Jika gambar yang dibuat tdak sesuai denganproporsi maka akan terkesan janggal.
Perbandingan antar benda

5. Komposisi
Penempatan objek gambar sebenarnya dapat disusun sesuai dengan keinginan dan
kreatvitas yang peserta didik miliki. Sebelum objek gambar dibuat, sebaiknya peserta didik
harusmenentukanjenis benda yang akan digambar. Benda yang lebih besar tdak boleh menutupi
benda yang lebih kecil.
Komposisi dalam menggambar dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu: simetris dan
asimetris. Komposisi simetris apabila objek yang akan digambar memiliki proporsi dan keseimbangan
bentuk yang sama juga disusun sama. Komposisi asimetris jika objek gambar memiliki proporsi
bentuk yang sama, tetapi keseimbangan berbeda, namun tetap memperhatkan keseimbangan dan
keindahan.

6. Teknik Menggambar
Proses menggambar sebenarnya dapat peserta didik mulai dengan cara yang sangat
sederhana dan mudah dilakukan. Biasakan sebelum menggambar buatlah sketsa terlebih
dahulu agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang baik. Beberapa
tahapan yang harus dilakukan pada saat menggambar sebagai berikut.
1 mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar,
2. mengetahui bagian-bagian dari objek gambar,
3. menyusun atau menyambung bagian per bagian menjadi
gambar yang utuh,
4. memberikan dimensi gelap terang baik hitam puth atau
berwarna.
5.Memberi kesan untuk latar belakang

7. Teknik Menggambar Flora (Tumbuhan)


Flora (tumbuhan) memiliki banyak bentuk dan jenisnya. Setap bagian dapat digunakan
sebagai objek gambar sepert bentuk daun, bunga, dan buah. Bagian flora sepert daun, bunga, dan
buah dapat juga digambar terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian. Menggambar flora dapat
memberikan pemahaman tentang keanekaragaman bentuk dan jenis flora yang ada di sekitarmu
sehingga peserta didik bisa menjaga sekaligus melestarikannya.

Contoh menggambar bunga mawar

1. Gambarlah objek secara garis besar


2. Tentukan ttk pusat bunga dan tempat batang yang bertemu dengan kelopak, Ini akan
membantu menemukan
posisi pusat bunga.
3. Gambarlah kelopak dengan cermat sesuai dengan arah melingkar bunga
4. Berilah arsiran atau warna agar lipatan dan tekstur gambar lebih berkesan hidup.

Contoh menggambar bunga kamboja Jepang


8. Teknik Menggambar Fauna
Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada yang berkaki empat, sepert sapi,
kambing, berkaki dua sepert ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat. Hewan juga
ada yang bersifat galak dan jinak. Setap hewan memiliki bentuk badan yang berbeda-beda. Peserta
didik bisa menggambar
hewan mulai dari badannya, kemudian berlanjut kepala, kaki atau cakarnya. Bentuk-bentuk
geometris akan membantu dalam membuat gambar hewan agar lebih mudah dan tentunya diawali
dengan sketsa.

Contoh menggambar itk

9. Menggambar Alam Benda

Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas
benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam. Alam benda buatan manusia
dapat berupa kendi, piring, mangkuk, gelas, dan beraneka ragam bentuk lainnya. Alam benda yang
terdapat di alam sepert batu, batang kayu, air, dan juga awan. Pada saat menggambar bentuk,
sebaiknya peserta didik mem-perhatkan beberapa hal berikut:
1. proporsi bentuk benda yang akan digambar,
2. komposisi dalam meletakkan benda,
3. cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan,
4. penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tga dimensi,
5. penggunaan latar belakang (background).

Contoh menggambar piring dan gelas.


10. Alat dan Media Gambar

Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya.
Kamu bisa menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Setap alat
dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda. Beberapa macam alat dan media gambar
sebagai berikut.

1. Pensil
Pensil dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, jenis pensil dengan tanda H memiliki tngkat
kehitaman yang tpis. Kedua, jenis pensil dengan tanda B memiliki tngkat kehitaman
yang tebal. Setap jenis pensil memiliki nomor tertentu yang menandakan tngkat ketebalan.
Makin besar nomor pensil makin tpis atau tebal kehitamannya.

(Sumber: Dok. Kemdikbud)


Gambar 11. Pensil

2. Pensil Warna
Pensil warna memiliki variasi warna yang cukup banyak. Pensil warna dapat menghasilkan
warna yang lembut. Kamu bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara
gradasi, yaitu pemberian warna dari arah yang gelap berlanjut ke arah yang lebih terang atau
sebaliknya.

(Sumber: Dok. Kemdikbud)


Gambar 12. Pensil warna

3. Krayon
Bentuk krayon ada dua jenis yaitu dalam bentuk pensil dan batangan. Kedua jenis bentuk
krayon ada yang berbahan lunak dan keras. Krayon dengan bahan lunak tdak banyak mengandung
minyak sehingga dapat dibaurkan dengan menggunakan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari
kedua jenis krayon ini dapat menimbulkan kesan lembut maupun cerah.

(Sumber: Dok. Kemdikbud)


Gambar 13. Krayon

4. Bolpoin
Selain digunakan untuk menulis bolpoin juga dapat digunakan untuk menggambar. Gambar
yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat dan umumnya berupa arsiran.

Sumber: Dok. Kemdikbud)


Gambar 14. Bollpoin

5. Kertas Gambar
Menggambar sebenarnya tdak membutuhkan kertas khusus. Pada umumnya, kertas yang
digunakan berwarna puth meskipun ada juga yang menggunakan kertas berwarna cokelat dan
hitam. Kertas gambar juga memiliki tekstur yang berbeda. Ada kertas yang bertekstur halus dan
kasar. Selain menggunakan kertas, menggambar juga dapat dilakukan dengan bahan tekstl sepert
kain sutra, kain blacu, dan kain mori.

(Sumber: Dok. Kemdikbud)


Contoh Kertas gambar
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sekolah : SMP/MTs .....
Matapelajaran : SENI RUPA
Kelas/Semester : VII/ ......
Materi Pokok : Menggambar Flora di lingkungan sekolah
Alokasi Waktu : .................

A.Kompetensi Inti (KI)

1. Menghayat dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktf) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektf dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitf dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertndak
secara efektf dan kreatf, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


4.1. Menggambar Flora, Fauna dan 4.1.1. Proporsi
Alam Benda 4.1.2. Garis
4.1.3. Gelap Terang
4.1.4. Warna ( jika media cat air )

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran ini, siswa mampu:


4.1.1. Menerapkan Proporsi dalam Menggambar Flora yang ada dilingkungan sekolah
4.1.2. Menggunakan Garis dalam Menggambar Flora yang ada dilingkungan sekolah
4.1.3. Menerapkan Gelap Terang dama Menggambar Flora yang ada dilingkungan sekolah
4.1.4. Mengkorelasikan warna dalam karya gambar dengan objek Flora yang ada
dilingkungan sekolah
D. Materi Pembelajaran
1. Proporsi
2. Garis
3. Gelap Terang
4. Warnad
Bena
E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Saintfik dengan langkah-langkah, Mengamati,
Menanyakan, Menegumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan.
Model Pembelajaran yang digunakan adalah Model Pembelajaran Mandiri ( independent
learning ) dimana peserta didik belajar atas dasar kemauan sendiri dengan
mempertmbangkan kemampuan yang dimiliki dengan memfokuskan dan merefleksi
keinginan.Teknik dapat diterapkan antara lain apresiasi,-tanggapan, asumsi presumsi,
visualisasi, hingga cakap memperlakukan alat,bahan dan media berdasarkan tugas yang
diberikan. Model Cooperative Learning atau tutor teman sejawat sebagai sumber belajar juga
akan membantu siswa.

F. Media, dan Alat.


1. Media :Flora yang ada di Lingkungan sekolah
2. Alat/Bahan : mistar, pensil dengan berbagai seri, pensil bewarna,penghapus
Kertas Gambar

G. Sumber Belajar

1.KEMENDIKBUD, Buku Guru Seni Budaya, 2015, Pusat kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Jakarta

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajar


a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)

1.Berdoa
2.Melakukan Apersepsi dan Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
3.Guru memfasilitasi siswa membentuk formasi kelompok dlm menggambar

b. Kegiatan Inti (...menit)

Tahapan Pembelajaran Kegiatan


Mengamati Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengamat objek flora
yang ada dilingkungan sekolah yang dijadikan objek gambar,
pada masing-masing kelompok tentang proporsi, garis, gelap
terang dan warnanya

Menanya Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang
proporsi, garis, gelap terang dan warna Flora yang dijadikan
objek menggambar

Mengumpulkan informasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengumpulkan


Informasi tentang proporsi, garis, gelap terang dan warna
Flora yang dijadikan objek menggambar sesama kelompok

Mengasosiasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mencoba membuat


beberapa sketsa dengan mempertmbangkan, Proporsi
,Garis sesuai dengan objek gambar.
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk memilih salah satu
sketsa-sketsa yang paling proporsional dan mendekat objek
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menerapkan
pemberian unsur gelap terang sesuai dengan pencahayaan.
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengkorelasikan
warna pada gambar dengan objek gambar.
Mengkomunikasikan Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menampilkan hasil
karya gambar siswa yang terbaik pada setap kelompok
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengevaluasi dan
menganalisis kelebihan dan kekurangan karya gambar siswa
yang dijadikan sampel disetap kelompok

c. Penutup (menit)

1. Guru memberikan penguatan dari hasi presentasi siswa


2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk minggu selanjutnya
3. Guru menutup proses pembelajaran dan mengakhiri dengan berdoa yang
dipimpin ketua kelas
I. Penilaian

Setap Proses pembelajaran untuk KI -4 aspek Keterampilan siswa dinilai dengan Form-Form
penilaian ( lihat lampiran ), sedangkan untuk penilaian sikap, bisa dilihat Contoh contoh
Instrumen Pada KI-3 KD.3.1 diatas.

Kepala Sekolah, SMP/ MTsn...... Guru Mata Pelajaran

............................................ .........................................
NIP: NIP:

Lampiran.....: Penilaian Produk/Karya


A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian Produk/ karya ini berupa lembar yang Merupakan catatan yang berisi
informasi tentang hasil karya siswa dalam menggambar Flora.
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah Produk/karya siswa yang berkaitan dengan Phasil
keterampilan sisiwa dalam Menggambar Flora, sesuai indikator yang telah ditetapkan dengan
memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Penilaian Produk/karya dengan ketentuan sebagai
berikut:

4 = apabila SANGAT BAIK


3 = apabila BAIK
2 =apabila SEDANG
1= apabila KURANG

No. Nama Proporsi Garis Gelap Warna Jml Rerata


Siswa Terang Skor Skor
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2

-------------------2015
Guru Mata Pelajaran

-------------------------------------

Lampiran.....: Penilaian Proses dalam Menggambar


A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian Proses ini berupa lembar yang Merupakan catatan yang berisi informasi
tentang proses berkarya siswa dalam menggambar Flora.
2. Instrumen ini DIISI OLEH GURU.

B. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda nilailah Proses siswa yang berkaitan dalam aktvitas
Menggambar Flora . Anda memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Penilaian Proses dengan
ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila SANGAT BAIK


3 = apabila BAIK
2 =apabila SEDANG
1= apabila KURANG

No. Nama Siswa Kelengkapan Prosedur Tekhnik Finishing Jml Rerata


Peralatan Menggambar Mengambar Skor Skor
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2

-------------------2015
Guru Mata Pelajaran

-------------------------

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah : SMA/ MAN ...........
Matapelajaran : SENI RUPA
Kelas/Semester :X/I
Materi Pokok : Memahami bahan, media dan tekhnik dalam proses berkarya seni rupa dua
dimensi
Alokasi Waktu : ( sesuaikan dengan sekolah )
Pertemuan : .....

A. Kompetensi Int (KI)

1. Menghayat dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktf) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektf dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitf dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertndak
secara efektf dan kreatf, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


3.1. Memahami bahan, media dan tekhnik 3.1.1. Pengertan karya senirupa dua
dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi
dimensi 3.1.2. Jenis jenis karya senirupa dua
dimensi.
3.1.3. Unsur unsur karya senirupa dua
dimensi
3.1.4. Objek objek karya senirupa dua
dimensi.
3.1.5. Medium karya senirupa dua dimensi.
3.1.6. Bahan karya senirupa dua dimensi
3.1.7. Alat-alat karya senirupa dua dimensi
3.1.8. Tekhnik-teknik berkarya senirupa dua
dimensi.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini, siswa mampu:
3.1.1. Mendeskripsikan Pengertan karya senirupa dua dimensi
3.1.2. Mendeskripsikan dan analisis jenis-jenis karya senirupa dua dimensi
3.1.3. Mendeskripsikan Unsur-unsur karya senirupa dua dimensi
3.1.4. Mendeskripsikan Objek-objek karya senirupa dua dimensi
3.1.5. Mendeskripsikan dan analisis Medium karya senirupa dua dimensi
3.1.6. Mendeskripsikan dan analisis Bahan- bahan berkarya senirupa dua
dimensi
3.1.7. Mendeskripsikan dan analisis Alat-alat yang digunakan dlm berkarya
Senirupa dua dimensi
A. 3.1.8. Mendeskripsikan dan analisis Tekhnik-teknik Berkarya senirupa dua
B. dimensi.
C.
D.Materi Pembelajaran

1. Pengertan karya senirupa dua dimensi


2. Jenis-jenis karya senirupa dua dimensi
3. Unsur-unsur karya senirupa dua dimensi
4. Objek-objek karya senirupa dua dimensi
5. Medium karya senirupa dua dimensi
6. Bahan-bahan berkarya senirupa dimensi
7. Alat-alat yang digunakan dlm berkarya senirupa dua dimensi
8. Tekhnik-tekhnik berkarya senirupa dua dimensi

E.Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran adalah Saintfik Mengamati, Menanyakan,


Menegumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan.
sedangkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan sintaks belajarnya sebagai
berikut:

NO. FASE KEGIATAN GURU


1. Memberikan orientasi Menyajikan permasalahan, membahas tujuan
permasalahan kepada pembelajaran, meliput Pengertan karya senirupa dua
peserta didik dimensi, Jenis-jenis karya senirupa dua dimensi, Unsur-
unsur karya senirupa dua dimensi, Objek-objek karya
senirupa dua dimensi, Medium karya senirupa dua
dimensi, Bahan-bahan berkarya senirupa dimensi, Alat-
alat yang digunakan dlm berkarya senirupa dua dimensi
dan Tekhnik-tekhnik berkarya senirupa dua dimensi serta
memotvasi peserta didik untuk terlibat aktf.
2. Mengorganisasikan peserta Membantu / memfasilitasi peserta didik dalam
didik untuk penyelidikan mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar /
penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan:
Pengertan karya senirupa dua dimensi, Jenis-jenis karya
senirupa dua dimensi, Unsur-unsur karya senirupa dua
dimensi, Objek-objek karya senirupa dua dimensi,
Medium karya senirupa dua dimensi, Bahan-bahan
berkarya senirupa dimensi, Alat-alat yang digunakan dlm
berkarya senirupa dua dimensi dan Tekhnik-tekhnik
berkarya senirupa dua dimensi
3. Pelaksanaan investgasi Mendorong peserta didik untuk memperoleh informasi
yang tepat, melaksanakan penyelidikan, dan mencari
penjelasan solusi tentang Pengertan karya senirupa dua
dimensi, Jenis-jenis karya senirupa dua dimensi, Unsur-
unsur karya senirupa dua dimensi, Objek-objek karya
senirupa dua dimensi, Medium karya senirupa dua
dimensi, Bahan-bahan berkarya senirupa dimensi, Alat-
alat yang digunakan dlm berkarya senirupa dua dimensi
dan Tekhnik-tekhnik berkarya senirupa dua dimensi
4. Mengembangkan dan Membantu peserta didik merencanakan produk yang
menyajikan hasil tepat dan relevan, sepert laporan, rekaman video, dan
sebagainya untuk keperluan penyampaian hasil diskusi
tentang Pengertan karya senirupa dua dimensi, Jenis-
jenis karya senirupa dua dimensi, Unsur-unsur karya
senirupa dua dimensi, Objek-objek karya senirupa dua
dimensi, Medium karya senirupa dua dimensi, Bahan-
bahan berkarya senirupa dimensi, Alat-alat yang
digunakan dlm berkarya senirupa dua dimensi dan
Tekhnik-tekhnik berkarya senirupa dua dimensi
5. Menganalisis dan Membantu/memfasilitasi peserta didik melakukan
mengevaluasi proses refleksi terhadap penyelididkn dan proses yang mereka
penyelidikan lakukan sesuai dengan permasalahan yang meliput
Pengertan karya senirupa dua dimensi, Jenis-jenis karya
senirupa dua dimensi, Unsur-unsur karya senirupa dua
dimensi, Objek-objek karya senirupa dua dimensi,
Medium karya senirupa dua dimensi, Bahan-bahan
berkarya senirupa dimensi, Alat-alat yang digunakan dlm
berkarya senirupa dua dimensi dan Tekhnik-tekhnik
berkarya senirupa dua dimensi

F. Media, dan Alat.


1. Media Gambar/ Lingkungan sekolah
2. Alat/Bahan : LCD, Papan Tulis
G. Sumber Belajar

1. KEMENDIKBUD, Buku Guru Seni Budaya, 2015, Pusat kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Jakarta.
2. Sumber lainya....................
3. www//unimed.ac.id

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

a. PENDAHULUAN /Kegiatan Awal (menit)

1.Berdoa
2.Melakukan Apersepsi dan Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
3.Guru memfasilitasi siswa membentuk formasi kelompok.

b. KEGIATAN INTI (...menit)


Tahapan Pembelajaran Kegiatan
Mengamati Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk melihat karya-karya
gambar melalui ( melalui Media Kongkrit, Buku, Poster,
Tayangan Video, Internet , Pameran, dsb )
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk melihat dan
mengamat Jenis-jenis,Unsur-unsur, Objek-objek
medium,bahan, dan alat-alat dan teknik-teknik dalam
berkarya senirupa dua dimensi
Dalam kegiatan mengamat ini guru dapat menggunakan
berbagai media pembelajaran sepert media benda konkrit,
foto, gambar maupun media elektronik lainnya.
Menanya Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang
Jenis-jenis,Unsur-unsur, Objek-objek medium,bahan, dan
alat-alat dan teknik-teknik dalam berkarya senirupa dua
dimensi

Mengumpulkan informasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengumpulkan


Informasi tentang Jenis-jenis,Unsur-unsur, Objek-objek
medium,bahan, dan alat-alat dan teknik-teknik dalam
berkarya senirupa dua dimensi
Mengasosiasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk membandingkan
tentang Jenis-jenis,Unsur-unsur, Objek-objek
medium,bahan, dan alat-alat dan teknik-teknik dalam
berkarya senirupa dua dimensi yang terkandung di dalam
berbagai karya senirupa dua dimensi.
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menghubungkan data
data yang diperoleh berkaitan dengan Jenis-jenis,Unsur-
unsur, Objek-objek medium,bahan, dan alat-alat dan teknik-
teknik yang terkandung di dalam berbagai karya senirupa
dua dimensi.
Mengkomunikasikan Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk menyampaikan hasil
pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
berkaitan dengan Jenis-jenis,Unsur-unsur, Objek-objek
medium,bahan, dan alat-alat dan teknik-teknik dalam
berkarya senirupa dua dimensi yang terkandung di dalam
berbagai karya senirupa dua dimensi.
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mempertanggung
jawabkannya secara lisan atau tulisan tentang Jenis-
jenis,Unsur-unsur, Objek-objek medium,bahan, dan alat-alat
dan teknik-teknik dalam berkarya senirupa dua dimensi.

c. Penutup (menit)
1. Guru memberikan penguatan dari hasi presentasi siswa
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk minggu selanjutnya
3. Guru menutup proses pembelajaran dan mengakhiri dengan berdoa yang
dipimpin ketua kelas
I. Penilaian
Untuk mengukur kompetensi siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran dilakukan dalam
bentuk tes tulis dalam bentuk essai.
Petunjuk Mengerjakan soal
1. Sebelum Menjawab pertanyaan, bacalah soal-soal dengan telit dan cermat.
2. Jawablah soal yang saudara anggap paling mudah terlebih dahulu
3. Tuliskan Jawaban saudara secara ringkas, tepat dan benar dengan tulisan yang jelas.
Soal:
1. Tuliskan Pengertan karya senirupa dua dimensi
2. Tuliskan Jenis-jenis karya senirupa dua dimensi
3. Tuliskan Unsur-unsur karya senirupa dua dimensi
4. Tuliskan Objek-objek karya senirupa dua dimensi
5. Tuliskan Medium karya senirupa dua dimensi
6. Tuliskan Bahan-bahan berkarya senirupa dimensi
7. Tuliskan Alat-alat yang digunakan dlm berkarya senirupa dua dimensi
8. Tuliskan Tekhnik-tekhnik berkarya senirupa dua dimensi

Kunci Jawaban
1...............
2...............
3...............
4...............
5..............
6..............
7..............
8..............
Setap Proses pembelajaran untuk KI -3 aspek Pengetahuan siswa dinilai dengan Form-Form
penilaian yang meliput Form penilaian Sikap Spiritual.Sosial, Pengetahuaan dan Proses dalam
pembelajaran .

Kepala Sekolah, SMA/ MAN...... Guru Mata Pelajaran

............................................ .........................................
NIP: NIP:

Lampiran : Materi Ajar

Konsep Umum Senirupa


Pembelajaran seni di tngkat pendidikan menengah bertujuan untuk mengembangkan
kesadaran seni dan keindahan dalam art umum, baik dalam domain konsepsi, apresiasi, kreasi,
penyajian, maupun tujuan psikologis edukatf untuk pengembangan kepribadian peserta didik secara
positf. Pendidikan Senirupa di sekolah tdak semata-mata dimaksudkan untuk membentuk peserta
didik menjadi pelaku seni atau seniman namun lebih menitkberatkan pada sikap dan perilaku kreatf,
ets dan estets. Pendidikan Senirupa secara konseptual bersifat :
(1) multilingual, yakni pengembangan kemampuan peserta didik mengekspresikan diri secara
kreatf dengan berbagai cara dan media, dengan pemanfaatan bahasa rupa atau visual. Kemampuan
mengekspresikan diri memerlukan pemahaman tentang konsep seni, teori ekspresi seni, proses
kreasi seni, teknik artsitk, dan nilai kreatvitas.
(2) multidimensional, yakni pengembangan beragam kompetensi peserta didik tentang
konsep seni, termasuk pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan kreasi dengan
cara memadukan secara harmonis unsur estetka, logika, dan etka.
(3) multikultural, yakni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan peserta didik
mengapresiasi beragam budaya nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan
sikap demokrats yang memungkinkan peserta didik hidup secara beradab dan toleran terhadap
perbedaan nilai dalam kehidupan masyarakat yang pluralistk. Sikap ini diperlukan untuk membentuk
kesadaran peserta didik akan beragamnya nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
(4) multikecerdasan, yakni peran seni membentuk pribadi yang harmonis sesuai dengan
perkembangan psikologis peserta didik, termasuk kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual-
spasial, verbal-linguistk, matematk-logik, jasmani-kinestets, dan lain sebagainya.

Karya Senirupa dua dimensi


Secara umum kita dapat membedakan karya seni rupa berdasarkan bentuk (dimensi)
maupun fungsinya. Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa dua
dimensi yang mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tga dimensi yang mempunyai tga
ukuranatau memiliki ruang.

Perbedaan karya senirupa 2D dan 3D ( Dok : Kemendikbud)

Berdasarkan fungsi atau orientasinya, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertmbangan
utama untuk memenuhi fungsi prakts yang biasadisebut seni rupa terapan (applied art). Pembuatan
karya seni (rupa) terapanini umumnya melalui proses perancangan (desain). Pertmbangan
aspekaspekkerupaan dalam karya seni terapan berfungsi untuk memperindah bentuk dan tampilan
sebuah benda serta meningkatkan kenyamanan penggunaanya. Sebaliknya ada karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan untuk dinikmat keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertmbangkan
fungsi praktsnya. Karya seni rupa dengan kategori ini disebut karya seni rupa murni yang umumnya
digunakan sebagai elemen estets untukmemperindah ruangan atau tempat tertentu.

Pengkategorian dalam karya seni rupa ini tdak bersifat mutlak, karena memungkinkan
dibuatnya atau hadirnya karya-karya seni rupa dengan kategori campuran. Sebagai contoh ada karya
seni rupa yang dikategorikan sebagai karya seni rupa terapan tetapi pada prakteknya karya tersebut
digunakan sebagai hiasan atau elemen estets saja. Perkembangan seni rupa pascamodern
menunjukkan gejala penggunaan benda-benda kebutuhan sehari-hari sebagai bagian dari sebuah
karya seni. Benda-benda kebutuhan sehari-hari yang dikategorikan karya seni rupa terapan tersebut
tdak dihadirkan karena kebutuhan praktsnya, tetapi bersifat simbolik mewakili ekspresi senimannya.
Pengkategorian karya digunakan untukmemudahkan (terutama) dalam mempelajarinya.

Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya seni rupa jugadigolongkan
berdasarkan karakteristk bahan media, atau tekniknya. Berdasarkan karakteristk ini kita mengenal
berbagai jenis karya seni rupa sepert seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya dan sebagainya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mempengaruhi perubahan atau memperkaya
kategorisasi karya seni rupa ini. Karena sifatnya yang sangat terbuka dalam hal bahan, medium dan
teknik, makapengkategorian berdasarkan dimensi dan orientasi pembuatannya ini di pilih untuk
memudahkan kita dalam mempelajarinya. Perkembangan seni rupa pascamodern yang lebih dikenal
dengan sebutan gerakan Seni Rupa Kontemporer bahkan cenderung menghilangkan pengkotak-
kotakan dalam seni sehingga pengkategorian berdasarkan dimensi dan fungsi lebih sering digunakan
sebagai langkah awal mempelajari dan memahaminya.

Karya seni rupa 2 dimensi yang paling populer dan paling banyak dikenali adalah karya seni
lukis dan gambar (drawing). Dalam pembelajaran seni rupa di sekolah kedua jenis karya seni rupa 2
dimensi ini kerap dijadikan contoh oleh guru. Untuk meningkatkan wawasan peserta didik, guru
diharapkan dapat memberikan contoh karya seni rupa dua dimensi selain gambar dan lukisan. Karya-
karya seni rupa 2 dimensi yang dikategorikan karya seni rupa terapan sepert poster, cover buku,
kartu nama dll. dapat juga di jadikan contoh selain karya-karya seni kriya sepert kriya batk, kriya
kayu,kriya keramik atau kriya anyam.

Untuk memahami karya seni rupa diperlukan pengetahuan tentang unsurunsur serta obyek
yang terdapat didalamnya. Dalam karya seni rupa dikenali dua jenis unsur yaitu unsur fisik dan non
fisik. Unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba sedangkan unsur non fisik adalah
prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam
sebuah karya seni. Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliput semua
unsur visual yang terdapat pada sebuah benda sepert garis, raut (bidang dan bentuk), ruang, tekstur,
warna dangelap terang.

a. Garis (Line)
Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan pentng dalam mewujudkan sebuah karya seni
rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus sepert:
pendek, panjang, vertkal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya.

Contoh Macam-macam bentuk Garis ( Dok: Kemendikbud )


Contoh Garis Maya dan Nyata ( Dok: Kemendikbud )

Garis dapat juga digunakan untuk mengkomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri.
Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tpis
melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang
berbeda akanmenghasilkan karakter yang berbeda pula.

b. Raut (Bidang Dan Bentuk)

Unsur rupa lainnya adalah raut yang merupakan tampak, potongan atau wujud dari suatu
objek. Istlah bidang umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih
atau datar sedangkan bangun atau bentuk lebih menunjukkan kepada wujud benda yang
memiliki volume(mass). Perhatkan gambar di samping dan di bawah ini.

Contoh Bidang dan Bentuk atau Bangunan ( Dok: Kemendikbud )

c. Ruang

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek
yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Unsur ruang pada karya seni rupa dua dimensi hanya
menunjukan ukuran (dimensi) panjang dan lebar sedangkan ruang pada karya seni rupa tga dimensi
terbentuk karena adanya volume yang menunjukkan kedalaman. Pada karya dua dimensi kesan
ruang (kedalaman) dapat dihadirkan dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya sepert
perbedaan intensitas warna, teranggelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektf untuk
menciptakan ruang semu (khayal). Berbeda dengan pematung, arsitektur atau desainer interior,
ruang tga dimensi pada karya-karya mereka adalah ruang yang sebenarnya. Kesan tga dimensional
ini secara visual terlihat secara manipulatf bahwa objek yang dekat dengan mata pengamat
berukuran lebihbesar dari objek sejenis yang letaknya lebih jauh. Pada beberapa karya seni rupa dua
dimensi usaha untuk menampilkan kesan ruang seringkali ditunjukkan pula dengan penumpukan
objek atau penempatan objek yang dekat dengan pengamat di bagian bawah dan objek yang lebih
jauh pada bagian atas.

Contoh Karya seni rupa dua


dimensi dengan visualisasi yang menunjukkan kesan ruang
( Dok: Kemendikbud )

d. Tekstur
Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktl dari suatu permukaan
atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya,
tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan
ketnggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan
permukaan objek yang tmbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang,
terang-gelap dsb.

e. Gelap Terang

Gelap terang adalah berkaitan dengan cahaya, artnya bidang gelap berart tdak terkena
cahaya dan yang terang adalah bidang yang terkena cahaya. Kualitas goresan pensil yang keras dan
tebal akan memberikan kesan gelap sementara yang ringan-ringan saja akan memberikan kesan yang
lebih terang (lihat contoh gambar bentuk). Warna kuning akan memberikan kesan terang sementara
warna coklat akan memberikan kesan yang lebih gelap, dan sebagainya. Oleh karena itu unsur gelap
terang dapat ditmbulkan oleh nada garis atau warna yang digunakan.

Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui upaya teknik arsir, yaitu teknik mengatur
jarak atau tngkat kerapatan suatu garis atau ttk. Semakin rapat akan menghasilkan kesan gelap dan
semakin berjarak akan semakin terang. Dalam seni lukis penggunaan gelap terang ini disebabkan
oleh penggunaan berbagai warna. Ada warna yang berkecenderungan gelap dan warna yang
bernada terang, Di bidang seni lukis ini khususnya, dikenal adanya teknik chiaroscuro untuk
menampilkan teknik gelap terang yang bergradasi halus sebagaimana yang dilakukan oleh Rembrant.

Pada seni patung gelap terang lebih disebabkan oleh permainan raut ruang sehingga
menampilkan gelap terang. Oleh karena itu pada seni patung dapat diperoleh kesan gelap terang
yang secara nyata dipengaruhi oleh sumber cahaya . Di samping pada seni patung itu, gelap
terangnya juga dapat ditmbulkan oleh warna yang digunakan.
Gambar Penggunaan unsur gelap
terang memberi kesan volume pada obyek
gambar

f. Warna

Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nuasnsa bagi terciptanya karya seni.
Dengan warna dapat ditmpilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan, contoh kongkret
saja karya foto atau tayangan televisi hitam puth menjadi tdak menarik dibandingkan dengan karya
foto atau tayangan televisi berwarna. Dengan warna seseoang dapat merasakan kualitas dari satu
objek. Garis atau raut yang sama dapat memiliki kualitas yang berbeda jika pada objek tersebut
memiliki warna yang berbeda. Garis lurus hitamakan berbeda kalitasnya dengan tarikan garis
berwarna merah, kuning atau biru.

Dalam bidang teknologi warna dikenal adanya warna cahaya yang disebut warna Aditf dan
warna bahan yang disebut warna Substraktf. Warna cahaya adalah bersumber dari benda yang
memancarkan cahaya, misalnya sinar lampu.

Sedangkan warna bahan disebut juga warna pigmen yang bersumber dan yang melekat pada benda
sepert tanah, batu, tumbuh-tumbuhan atau cat.

Menurut jenisnya warna dapat diklasifikasikan menajdi warna primer, sekunder dan terter.
Warna primer adalah warna pokok yang tdak diperoleh dari pencampuran warna lain (merah, biru,
kuning)

Warna sekunder adalah pencampuran antara kedua warna primer ( Merah + biru = violet,
biru + kuning = hijau, kuning + merah = orange). Sedangkan warna Terter alah pencampuran dua
warna sekunder
Lingkaran Warna

Puth dan hitam dalam teori warna cahaya tdak digolongkan kedalam warna, oleh karena
puth terjadi dari kondisi yang terang sekali atau sebagai akibat persilangan berbagai warna, dan
hitam terjadi dari kondisi yang gelap atau tdak ada cahaya sama sekali. Namun dalam penggunaanya
dapat dijumpai warna puth dan hitam. Sehingga dengan tambahan warna puth dan hitam serta tga
warna primer dapat dihasilkan berbagai warna untuk kepentngan berbagai karya seni rupa.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah : SMA/ MAN ...........
Matapelajaran : SENI RUPA
Kelas/Semester :X/I
Materi Pokok : Membuat Karya Senirupa dua dimensi berdasarkan model
Alokasi Waktu : ( sesuaikan dengan sekolah )
Pertemuan : .....
A.Kompetensi Inti (KI)

1. Menghayat dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktf) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektf dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitf dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertndak
secara efektf dan kreatf, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


4.1.Membuat Karya Senirupa dua dimensi 4.1.1.Kesesuaian objek gambar dengan
berdasarkan model model
4.1.2. Proporsi
4.1.3. Garis
4.1.4. Gelap Terang
4.1.5. Warna ( jika media cat air )
4.1.6. Komposisi
4.1.7. Kesesuaian teknik dengan alat dan
bahan yang digunakan

C.Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini, siswa mampu:
4.1.1.Mampu menirukan objek gambar dengan model yang digunakan
4.1.2. Mampu menerapkan proporsi
4.1.3. Mampu menerapkan garis-garis dalam menggambar
4. Mampu menerapkan gelap terang
4.1.5. Mampu mewarnai objek gambar sesuai dengan model ( jika menggunakan cat
air )
4.1.6. Mampu menyusun komposisi gambar di bidang kertas
4.1.7. Mampu menggunakan tekhnik-tekhnik menggambar sesuai dengan alat dan
bahan yangdigunakan
D.Materi Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini siswa mampu :
1. Kesesuaian objek gambar dengan model yang digunakan
2. Proporsi
3. Garis
4. Gelap terang
5. Warna
6. Komposisi
7. Tekhnik-tekhnik menggambar, alat dan bahan yang digunakan.

E.Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)


Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Saintfik Mengamati, Menanyakan,
Menegumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan.
Model Pembelajaran yang digunakan adalah Model Pembelajaran Mandiri Kooperatf (
Independent Learning ) dimana peserta didik belajar atas dasar kemauan sendiri dengan
mempertmbangkan kemampuan yang dimiliki, memfokuskan dan merefleksi keinginan serta
memamfaatkan teman sejawat sebagai sumber belajar . Teknik-teknik yang dapat diterapkan
antara lain apresiasi,-tanggapan, asumsi presumsi, visualisasi, hingga cakap memperlakukan
alat,bahan dan media berdasarkan tugas yang diberikan. Model Cooperative Learning atau
tutor teman sejawat sebagai sumber belajar juga akan membantu siswa.

F. Media, dan Alat.


1. Media :Flora yang ada di Lingkungan sekolah
2. Alat/Bahan : mistar, pensil dengan berbagai seri, pensil bewarna,penghapus
Kertas Gambar

G. Sumber Belajar

1.KEMENDIKBUD, Buku Guru Seni Budaya, 2015, Pusat kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Jakarta

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajar

b. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)

1.Berdoa
2.Melakukan Apersepsi dan Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
3.Guru memfasilitasi siswa membentuk formasi kelompok dlm menggambar

b. Kegiatan Inti (...menit)

Tahapan Pembelajaran Kegiatan


Mengamati Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk melihat karya
senirupa dua dimensi melalui sumber media pembelajaran
cetak maupun elektronik
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengamat :
kesesuaian objek dengan model,proporsi, garis, gelap
terang, warna , komposisi, kesesuain teknik dengan alat yang
digunakan dalam pembuatan karya senirupa dua dimensi
melalui berbagai sumber media pembelajaran cetak maupun
elektronik
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengamat proses
kesesuaian objek dengan model,proporsi, garis, gelap
terang, warna , komposisi, kesesuain teknik dengan alat yang
digunakan dalam pembuatan karya senirupa dua dimensi
melalui berbagai sumber media pembelajaran cetak maupun
elektronik
Menanya Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang
kesesuaian objek dengan model,proporsi, garis, gelap
terang, warna , komposisi, kesesuain teknik dengan alat yang
digunakan dalam pembuatan karya senirupa dua dimensi
yang digunakan dalam menggambar karya senirupa dua
dimensi.
Mengumpulkan informasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mengumpulkan
Informasi tentang kesesuaian objek dengan model,proporsi,
garis, gelap terang, warna , komposisi, kesesuain teknik
dengan alat yang digunakan dalam pembuatan karya
senirupa dua dimensi.
Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk bereksperimen
dengan memilih kesesuaian objek dengan model, garis,
gelap terang, warna , komposisi, medium, bahan, alat-alat
dan tekhnik yang digunakan dalam menggambar karya
senirupa dua dimensi.
Mengasosiasi Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk memilih kesesuaian
objek dengan model,proporsi, garis, gelap terang, warna ,
komposisi, kesesuain teknik dengan alat yang digunakan
dalam pembuatan karya senirupa dua dimensi hasil
eksperimen.
Mengkomunikasikan Siswa dimotvasi dan difasilitasi untuk mempertanggung
jawabkan hasil karya gambar dua dimensi berdasarkan
kesesuaian objek dengan model,proporsi, garis, gelap
terang, warna , komposisi, kesesuain teknik dengan alat yang
digunakan dalam pembuatan karya senirupa dua dimensi ,
baik secara lisan / tulisan mengenai karya senirupa dua
dimensi yang dibuat,

c. Penutup (menit)

1. Guru memberikan penguatan dari hasil karya gambar siswa


2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk minggu selanjutnya
3.Guru menutup proses pembelajaran dan mengakhiri dengan berdoa yang dipimpin
ketua kelas

I. Penilaian
Untuk mengukur kompetensi siswa sesuai dengan indikator/ tujuan pembelajaran maka
digunakan format-format penilaian yang telah dipersiapkan ( lihat contoh)

Kepala Sekolah, SMA/ MAN...... Guru Mata Pelajaran

............................................ .........................................
NIP: NIP: