Anda di halaman 1dari 4

Perbedaan Antara Pendidik dengan Tenaga Kependidikan.

Perbedaan antara pendidik dengan tenaga kependidikan. Guru jelas adalah


pendidik. Di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) BAB XII, Tahun2005
Pasal 139, Pasal 1 dinyatakan bahwa pendidik mencakup guru, dosen, konselor,
pamong belajar, pamong widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, pelatih, dan
sebutan lain dari profesi yang berfungsi sebagai agen pembelajaran peserta didik.
Adapun, mengenai tenaga kependidikan dinyatakan di dalam Pasal 140 Ayat 1
(RPP, Bab XII/2005) sebagai berikut. Tenaga kependidikan mencakup pimpinan
satuan pendidikan, penilik satuan pendidikan nonformal, pengawas satuan
pendidikan formal, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi sumber
belajar, tenaga lapangan pendidikan, tenaga administrasi, psokolog, pekerja sosial,
terapis, tenaga kebersihan sekolah, dan sebutan lain untuk petugas sejenis yang
bekerja pada satuan pendidikan.

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan


proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan,
serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada
perguruan tinggi. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2))

Tenaga Kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan
kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. (UU No. 20 tahun
2003 pasal 1 (BAB 1 Ketentuan umum)

Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama
untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan
tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4)
yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Lulusan pendidikan vokasi akan
mendapatkan gelar vokasi.

Kurikulum adalah peran mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta
pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini
disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya
disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini
dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan
dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.