Anda di halaman 1dari 15

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bakteri dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik
pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri
gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna
merah. Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada akhirnya
dapat diidentifikasi dengan mudah. Selain itu, ada endospore yang bisa diwarnai.
Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena
kurang nutrisi, yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan
sampai kondisi menjadi baik (Rudi, 2010).
Teori Salton menjelaskan bahwa ada konsentrasi lipid yang tinggi pada
dinding sel bakteri Gram negatif. Sehingga jika lipid dilarutkan dalam pemberian
alcohol, maka poripori akan membesar dan tidak mengikat pewarna. Hal ini
menyebabkan bakteri menjadi tidak berwarna. Sedangkan bakteri Gram positif
akan mengalami denaturasi selama pemberian alcohol. Hal ini akan mengecilkan
poripori sehingga menghasilkan kompleks kristal iodium. Pewarnaan Gram
terdiri atas Gram A (violet) (Kristal violet, Aalkohol, Ammonium oksalat,
Aquades), Gram B (cokelat) (Iodium, Kalium iodide, Aquades), Gram C (Aseton,
Alcohol), Gram D (merah) (Safranin, Alcohol, Aquades) (Madigan, 2003).
Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai
berikut: pewarnaan sederhana, pewarnaan differensial (pewarnaan gram dan
pewarnaan tahan asam), pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu :
pewarnaan flagel, pewarnaan spora, pewarnaan kapsul, pewarnaan khusus untuk
melihat komponen lain dan bakteri (pewarnaan Neisser (granula volutin),
pewarnaan yodium (granula glikogen) dan pewarnaan negatif (Gozali, 2009).

1 1
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan
a. Mengetahui dan memehami prosedur pewarnaan gram
dan mengelompokkan bakteri kedalam kelompok gram positif atau
bakteri gram negative serta menentukan morfologinya.
b. Terampil melakukan pewarnaan gram untuk bakteri gram positif dan
negatif.
c. Mempelajari bentuk-bentuk dan gram strukur sel bakteri dari hasil.
d. Membedakan kelompok bakteri berdasarkan reaksinya terhadap warna
sekaligus menunjukan sifat bakteri tersebut.

1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan


a. Untuk dapat mengetahui perbedaan pewarnaan gram di Laboratorium
Bakteriologi
b. Sebagai bahan tambahan ilmu pengetahuan bagi praktikan
c. Sebagai referensi kepustakaan bagi Akademi Analisi Farmasi dan Makan
Yayasan Harapan Bangsa Banda Aceh.

2
BAB II
TINJAUN KEPUSTAKAAN

2.1 Profil Perusahaan


2.1.1 Sejarah perusahaaan
Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Penelitian Kesehatan Aceh didirikan
atas dasar Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Kemenkes) RI nomor : HK.00.06.2.4.1758, tanggal 28 Juni 2005. Sebelum
penerbitan surat keputusan ini Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan
telah bekerja di Aceh selama periode kegawatdaruratan paska gempa dan tsunami
di Aceh, pekerjaan yang dilakukan adalah untuk mengantisipasi munculnya
berbagai penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) diantaranya
adalah pemeriksaan etiologi KLB. Guna memperlancar kegiatan ini dan
memberdayakan sumber daya lokal maka Badan Litbang Kemenkes RI bekerja
sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi Aceh membentuk Laboratorium
Lapangan Litbang (L-3) di Banda Aceh yang dibuat dalam suatu naskah
kerjasama nomor: KS.00.01.2.4.1234 dan nomor: KS. 01.01.547, tanggal 17
Januari 2005. Tujuan pendiriannya adalah menyikapi permasalahan kesehatan
masyarakat akibat gempa dan tsunami di Provinsi Aceh dan Sumatera, dan juga
melakukan upaya penanggulangan penyakit paska bencana serta melakukan
penelitian kesehatan yang datanya akan dijadikan evidence based dalam
perencanaan pengembangan dan penanggulangan masalah kesehatan akibat
bencana.
Pada awalnya kantor UPF Litkes Aceh berlokasi di Laboratorium
Kesehatan Daerah dengan status pinjam pakai dengan ukuran ruangan 3,5 x 14
meter. Kemudian pada awal tahun 2007 pindah ke Politeknik Kesehatan (Poltekes
Aceh) masih dengan status pinjam pakai dengan ukuran ruang 5 x 10 meter. Pada
tahun itu juga mendapatkan bantuan dari Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi
(BRR) NAD Nias berupa tanah, bangunan kantor dan laboraturium. Gedung
tersebut diserah terimakan oleh kepala BRR kepada Menteri Kesehatan RI
menjadi milik Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2008 dan resmi beroperasi.
Kemudian pada tahun 2009 diinventarisasi dan diserahterimakan kembali kepada
Kementerian Kesehatan RI, berikutnya Juni 2010 sertifikat tanah diserahkan oleh

3 3
tim likuidasi BRR NAD Nias kepada Badan Litbang Kesehatan Kementerian
Kesehatan RI untuk diserahkan kepada Kementerian Kesehatan RI.

2.1.2 Visi

Penggerak Penelitian Kesehatan Terutama Bidang Biomedis Untuk Menuju


Pembangunan Kesehatan Berbasis data melalui Kemitraan dengan Jaringan
Litbang Kesehatan Seluruh Indonesia.

2.1.3 Misi

a. Penggerak penelitian berwawasan kesehatan terutama bidang Biomedis.


b. Melakukan Penelitian Biomedis dan Mengaitkannya dengan Aspek-Aspek
Ekologis, Epidemiologis, Kebijakan Kesehatan dan Humaniora.
c. Melakukan Penelitian pada Penyakit-Penyakit yang Muncul Pada Saat
Bencana dan Pasca Bencana.
d. Bekerjasama Dengan Seluruh Jaringan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Badan Litbang Kementerian Kesehatan RI dan Juga Organisasi
Penelitian Kesehatan Non Pemerintah.
e. Meningkatkan Kualitas Tenaga Peneliti Menjadi Peneliti Yang Handal.

2.1.4 Management
Penggerakan penelitian biomedis dan mengkaitkan nya dengan aspek-
aspek ekologi,epidemiologi,kebijakan kesehatan dan juga melakukan
penelitian pada penyakit-penyakit yang muncul pada saat bencana dan
pasca bencana.

4
2.1 Dasar Teori
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram positif dan
gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini
diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram
(18531938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk
membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Bakteri
Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu
pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat
warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram
negatif tidak
a. Bakteri Gram Negatif
Bakteri gram negative adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan
mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol, sementara
bakteri gram negative tidak.
b. Bakteri Gram Positif
Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil
ungu sewaktu proses pewarnaan Gram. Bakteri jenis ini akan berwarna biru atau
ungu di bawah mikroskop, sedangkan bakteri gram negative akan berwarna merah
muda.erbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada
perbedaan struktur dinding sel bakteri (Aditya, 2010).
Menurut literatur, E. coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang
termasuk bakteri gram negatif dan berbentuk batang yang
fermentatif. E. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia, yaitu
membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen.
Akan tetapi pada strain baru dari E.coli merupakan patogen berbahaya yang
menyebabkan penyakit diare, sindrom diare lanjutan, muntaber, hemolitik uremic
(hus), infeksi usus, infeksi saluran urin, dan neonatal meningitis. Peranan yang
mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air, indikator pada
level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebab
oleh Salmonella typhi. Disamping itu,E. coli banyak digunakan dalam

5
teknologi rekayasa genetika dan biasa digunakan sebagai vektor untuk
menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan karena
bakteri ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mudah dalam
penanganannya (Fajriana, 2008).
Pewarnaan gram, bakteri yang telah difiksasi dengan panas sehingga
membentuk noda pada kaca objek diwarnai dengan pewarna basa yaitu crystal
violet. Karena warna ungu mewarnai seluruh sel, maka pewarna ini disebut
pewarna primer. Selanjutnya noda dicuci dan pada noda spesimen ditetesi iodin
yang merupakan mordant. Setelah iodin dicuci, baik bakteri Gram Positif maupun
Gram Negatif tampak berwarna ungu. Selanjutnya noda spesimen dicuci dengan
alkohol yang merupakan decolorizing agent (senyawa peluntur warna) yang pada
spesies bakteri tertentu dapat menghilangkan warna ungu dari sel. Setelah alkohol
dicuci, noda spesimen diwarnai kembali dengan safranin yang merupakan
pewarna basa berwarna merah. Bakteri yang tetap berwarna ungu digolongkan ke
dalam Gram Positif, sedangkan bakteri yang berwarna merahdigoongkan ke
dalam Gram Negatif (Suriawiria, 1999).
Ada tiga macam prosedur pewarnaan, yaitu pewarnaan sederhana (simple
stain), pewarnaan diferensial (differential strain), dan pewarnaan khusus (special
strain) (Pratiwi, 2008). Pada pewarnaan sederhana hanya digunakan satu macam
zat warna untuk meningkatkan kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya.
Prosedur Pewarnaan sederhana mudah dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering
digunakan untuk melihat bentuk ukuran dan penataan pada mikoorganisme bakteri
pada bakteri dikenal bentu yang bulat (coccus), batang (basil), dan spiral (Lay,
1994).
Pewarnaan bakteri bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan
mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar
dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan sifat-
sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna, serta
meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya. Teknik pewarnaan
warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu pengecatan
sederhana, pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Pemberian warna
pada bakteri atau jasad- jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal

6
suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan
pewarnaan sederhana. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di
antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba disebut teknik pewarnaan
diferensial (Pelczar & Chan, 2007).

7
BAB III
METEDOLOGI PENGUJIAN

3.1 Metode Pengujian


Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah mengunakan metode
tehnik pewarnaan gram bakteri positif dan pewarnaan gram bakteri negatif.

3.2 Waktu dan Tempat Pengujian


Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium kementerian kesehatan
R.I Loka penelitian dan pengembangan biomedis aceh, pada tanggal 03 Maret
2016

3.3 Alat dan Bahan


Alat-alat yang di gunakan pada percobaan ini adalah mikroskop, gelas
benda, gelas penutup, pipet, bunsen, tissue.
Bahan-bahan yang di gunakan pada percobaan ini adalah bakteri sampel A
1 tetes, bakteri sampel B 1 tetes, alkohol 96% 2 tetes, air mengalir, larutan
kristal violet 2 tetes, safranin 1 tetes, larutan iodin.

3.4 Prosedur Kerja


a. Di siapkan dua gelas benda dan penutupnya,
b. Bakteri sampel A dan B di teteskan satu tetes pada masing-masing
gelas benda,
c. Sampel di panaskan diatas api bunsen sehingga terfiksasi, jangan
sampai pecah,
d. 1 tetes kristal violet di teteskan di atas gelas benda tersebut kemudian
di diamkan selama 30 detik. Setelah itu, gelas benda di bilas dengan
aquadest hingga warnanya hilang,
e. 1 tetes iodine di teteskan di atas gelas benda tersebut kemudian
didiamkan selama1 menit. Setelah itu, gelas benda aquadest hingga
hilang.

8
8
f. 1 tetes etanol 96% di teteskan di atas gelas benda tersebut kemudian di
diamkan selama 30 detik. Setelah itu, gelas benda di bilas dengan
aquadest hingga warnanya hilang,
g. 1 tetes safranin di teteskan di atas gelas benda tersebut kemudian
didiamkan selama1 menit. Setelah itu, gelas benda dibilas dengan
aquadest hingga warnanya hilang.
h. Setelah pembilasan terakhir, gelas benda di keringkan dan diamati di
bawah mikroskop. Jika terbentuk warna ungu maka termasuk golongan
bakteri gram positif, dan jika terbentuk warna merah atau merah muda
maka termasuk golongan bakteri gram negatif.

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Adapun data hasil pengamatan dari praktikum pewarnaan gram seperti pada
tabel 4.1 berikut :

Tabel 4.1 Hasil Pengamatan

Pengamatan
No Sampel Warna Bentuk Hasil
1 Bakteri Sampel A Ungu Basil Bakteri Gram
Negatif
2 Bakteri Sampel B Merah Muda Coccus Bakteri Gram
Positif

4.2 Pembahasan
Pewarnaan Gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan
paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, karena merupakan
tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan ini didasarkan pada
tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya
lapisan lemak pada membran sel bakteri. Pewarnaan gram menggunakan 4 macam
zat pewarna yaitu meliputi Kristal Violet sebagai pewarna primer, Iodium sebagai
pewarna sekunder, Alkohol sebagai larutan pemucat, Safranin sebagai pewarna
pembanding. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu
gram positif dan gram negatif. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang
tebal dan membran sel selapis. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding
sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel.
Bakteri gram negative adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan
mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol, sementara
bakteri gram negative tidak. Bakteri gram positif adalah bakteri yang
mempertahankan zat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan gram.

10
10
kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada perbedaan struktur
dinding sel bakteri.
Pada praktikum kali ini dilakukan teknik pewarnaan yaitu pewarnaan pada
bakteri. Diawali dengan mengoleskan sampel bakteri E. Coli, Lalu dilakukan
fiksasi untuk melekatkan mikroorganisme di kaca preparat. Sedangkan pemberian
Iodium bertujuan untuk memperkuat warna pada bakteri. Alkohol 96% berfungsi
sebagai pemucat atau peluntur warna pada bakteri. Dan tahap terakhir yaitu
pemberian safranin yang berfungsi untuk memberi warna kembali pada bakteri
yang telah kehilangan warna pada proses pemucatan dengan menggunakan
alkohol. Pada bakteri di preparat menunjukkan warna ungu. Hal ini membuktikan
bahwa bakteri di preparat merupakan bakteri gram positif dikarenakan pada
bakteri ini mengandung banyak peptidogligan sehingga mudah berikatan dengan
kristal ungu. Jika berwarna merah muda menunjukan bakteri gram negatif
dikarenakan pada bakteri tersebut mengandung banyak lipid sehingga mudah
berikatan dengan safranin.
E. coli merupakan salah satu bakteri golongan gram negatif yang memiliki
dinding sel yang lebih kompleks, dimana gram negatif berbentuk batang yang
berwarna merah muda. Berdasarkan hasil pengamatan, terlihat preparat E. Coli
berbentuk batang dan coccus dengan warna merah muda dan ungu pada
pembesaran 40x.
Pada pengamatan pertama (perlakuan pertama) yang dilakukan oleh
asisten Laboratorium Bakteriologi yang bertempat di Loka Litbang Biomedis
Aceh yang menunjukkan hasil gram negatif, sel yang tampak berbentuk batang
berwarna merah muda. Sedangkan pada perlakuan ke2 yang dilakukan oleh
mahasiswa AKAFARMA yang menghasilkan gram positif berbentuk coccus
berwarna ungu. Kemungkinan pada gram positif mengalami terkontaminasi
melalui udara, tangan, kelalaian pada saat melakukan praktikum. Bisa juga bisa
disebabkan pada pemberian zat warna yang berlebihan sehingga sel bakteri tidak
nampak.

11
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil data yang di peroleh di biomedis aceh maka dapat di simpulkan
:
a. Pewarnaan gram menghasilkan dua kelompok bakteri yaitu gram
positif dan gram negatif.
b. Zat warna yang di gunakan dalam pewarnaan gram yaitu Alkohol,
Krista Violet, Safrani dan Ioedin.
c. Preparat E. Coli yang di gunakan dalam pewarnaan gram pada
pengamatan pertama (perlakuan pertama) dengan pembesaran 40 x
tampak sel bentuk batang bewarna merah muda yang menunjukan
bahwa preparat adalah gram negatif, pada perlakuan yang ke dua
menghasilkan bentuk sel batang bewarna merah dan bentuk coccus
bewarna ungu.
d. Dari hasil pengamatan menunjukan bahwa preparat E. Coli sudah
terkontaminasi oleh bakteri gram positif.
5.2 Saran
a. Sebaiknya laboratorium biomedis aceh tersebut lebih banyak
menjelaskan tentang bagaimana pewarnaan gram dan lebih banyak
memberikan sampel uji coba kepada mahasiswa dengan satu
sampel permahasiswa sehingga masiswa lebih mengerti dengan
pewarnaan gram tersebut.
b. Sebaiknya saat di berikan penjelasan di bagikan beberapa
kelompok agar mahasiswa mengetahui semuanya yang di jelaskan
dari laboratorium bomedis aceh.

12 12
DAFTAR PUSTAKA

Aditya, Mushoffa. 2010. Teknik Pewarnaan Bakteri. http : // mushoffaditya.


blogspot. com/2010/01/teknik-pewarnaan-bakteri.html. 2 Juni 2014.
Fajriana, Rizki. 2008. Mikrobiologi Umum Pewarnaan Gram. http //pewarnaan
bakteri\Mikroum Pewarnaan Gram RIZQI FAJRIANA BLOGS.htm/. 11
November 2010.
Gozali, Amir. 2009, Pewarnaan Gram, http://www.gozali.blogspot.com/ gram/
pewarnaan.
Lay, B.W, 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, PT Raja Grafindo
Persada : Jakarta.
Madigan, M. T. 2004, Brock Biology of Microotganism, pearson Education :
inc. United. State of America
Pelezar chan. 2007 Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press: Jakarta
Rudi, 2010. Bakteri Gram dan Pewarnaannya. http: // rudyregobiz.
wordpress.com/ bakteri-gram-dan-pewarnaannya-2/. 11 November 2010.
Suriawiria, U. 1999. Mikrobiologi. Jakarta : Universitas Terbuka.

13
LAMPIRAN

1. Skema Kerja

Bakteri E. Coli

Di siapkan dua gelas benda dan penutupnya,


sampel A dan B di teteskan satu tetes pada masing- masing
gelas benda,
Sampel di panaskan diatas api bunsen sehingga terfiksasi,
jangan sampai pecah,
1 tetes kristal violet di teteskan di atas gelas benda tersebut
kemudian di diamkan selama 30 detik. Setelah itu, gelas
benda di bilas dengan aquadest hingga warnanya hilang,
1 tetes iodine di teteskan di atas gelas benda tersebut
kemudian didiamkan selama1 menit. Setelah itu, gelas
benda aquadest hingga hilang.
1 tetes etanol 96% di teteskan di atas gelas benda tersebut
kemudian di diamkan selama 30 detik. Setelah itu, gelas
benda di bilas dengan aquadest hingga warnanya hilang,
1 tetes safranin di teteskan di atas gelas benda tersebut
kemudian didiamkan selama1 menit. Setelah itu, gelas
benda dibilas dengan aquadest hingga warnanya hilang.
Setelah pembilasan terakhir, gelas benda di keringkan dan
diamati di bawah mikroskop. Jika terbentuk warna ungu
maka termasuk golongan bakteri gram positif, dan jika
terbentuk warna merah atau merah muda maka termasuk
golongan bakteri gram negatif.

hasil

14
2. Hasil Gram Positif dan Negatif

1.1 Gram Positif

1.2 Gram Negatif

15