Anda di halaman 1dari 4

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Nama : Ny Y Ruangan : 23 empati RM No. : 06634 _

NO Tanggal
Dx & Jam IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI

1 25/09/17 DS: S:
09:00 wib - Keluarga mengatakan 1 hari sebelum - Klien mengatakan merasa tenang
masuk rumah sakit, klien mengamuk karena sudah sedikit bisa
dan membanting barang-barang mengontrol perilaku kekerasan
- Keluarga mengatakan klien pernah dengan fisik nafas dalam, memukul
mengalami gangguan jiwa dengan bantal dan minum obat serta dengan
gejala marah-marah dan memukul cara verbal.
ayahnya - Klien mengatakan belum bisa
- Klien mengetahui bahwa dirinya sepenuhnya mengontrol tindakan
sedang di rumah sakit akibat sering perilaku kekerasan, sehingga klien
marah dan membanting barang mau belajar cara mengontrol dengan
DO: cara Spiritual.
- Kesadaran klien secara kualitatif
- Keluarga mengatakan tenang karena
berubah, klien dalam interaksi dengan
sudah mampu mengajarkan cara
perawat sering melotot dan intonasi
mengontrol perilaku kekerasan
suara tinggi
pasien dengan fisik, minum obat,
- Klien berbicara keras dan nada yang
verbal, dan spiritual.
tinggi saat membicarakan teman dekat
- Keluarga mengatakan belum
laki-lakinya
sepenuhnya dapat mengetahui
- Ekspresi yang tampak pada klien
mengenai tindak lanjut dan rujukan
adalah marah terutama saat bercerita
klien sehingga mau mendengarkan
tentang kegagalannya menjadi polisi
penjelasan perawat tentang cara
wanita dan ditinggalkan oleh pacarnya
mengenali tanda dan gejala
- Klien mudah tersinggung saat interaksi
kekambuhan,follow up ke PKM dan
selama wawancara, klien tampak
melakukan rujukan.
tegang, mata melotot setiap kali
O:
menceritakan pacarnya dan sesekali - Klien mampu mengingat cara
memukul keluarga yang mengontrol marah dengan fisik,
mendampinginya minum obat dan dengan cara verbal.
- TD 120/80 mmHg - Klien mampu mempraktikkan cara
mengontrol marah dengan spriritual
seperti berwudu, membaca istighfar,
sholat dan membaca al-quran.
DIAGNOSA KEPERAWATAN: - keluarga mampu mengajarkan cara
Resiko Perilaku Kekerasan
mengontrol perilaku kekerasan
TINDAKAN KEPERAWATAN: pasien dengan fisik 1,2 ,mengetahui
Klien:
fungsi dan cara 6 benar minum obat,
SP 4 RPK pada pasien :
secara verbal dan melakukan
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik 1
kegiatan spiritual.
dan 2, obat dan verbal,. Beri
- keluarga mau mendengarkan
pujian.
penjelasan perawat tentang cara
2. Latih cara mengontrol PK secara
mengenali tanda dan gejala
spiritual (2 kegiatan, misalnya
kekambuhan,follow up ke PKM dan
ibadah dan mengikuti kegiatan
melakukan rujukan.
keagamaan).
- A:
3. Masukkan pada jadwal kegiatan
- KOGNITIF:
untuk latihan fisik, minum obat,
- secara kognitif klien mampu
verbal, dan spiritual.
mengontrol marah secara fisik 1,2,
Keluarga:
dengan meminum obat dan secara
1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam
verbal meskipun belum maksimal
merawat/ melatih pasien, latihan
- secara kognitif pengetahuan
fisik 1, 2 dan memberikan obat,
keluarga tentang mengontrol perilaku
verbal dan spiritual. Beri pujian.
kekerasan pasien baik, karena sudah
2. Jelaskan follow up ke PKM, tanda
mampu mengajarkan mengontrol
kambuh, rujukan.
perilaku kekerasan secara fisik 1,2,
3. Anjurkan membantu pasien sesuai
meminum obat dengan 6 benar,
jadual dan member pujian
secara verbal dan spiritual.
4. Jelaskan bila terdapat
- AFEKTIF:
kekambuhan, ingatkan keluarga
- secara afektif klien mulai sedikit
mengenai 4 cara di atas untuk
tenang, tetapi belum sepenuhnya
mengontrol PK.
klien dapat mengontrol amarahnya
saat akan melakukan perilaku
kekerasan dengan cara spiritual.
- secara afektif keluarga mulai
berkurang ketegangannya karena
mampu melatih klien secara spiritual.
- PSIKOMOTOR:
- secara psikomotor klien masih
terlihat banyak bergerak namun
sudah mulai menatap perawat
dengan tenang.
- secara psikomotor keluarga tampak
tenang dalam berkomunikasi dengan
perawat
- Upaya untuk mengontrol PK
dilakukan secara fisik 1,2 yaitu nafas
dalam dan memukul bantal ketika
marah. Dilanjutkan dengan
meminum obat sesuai 6 benar obat.
Lalu mengungkapkan secara verbal
jika mulai marah yaitu
mengungkapkan, meminta, dan
menolak dengan benar, serta
melakukan kegiatan spiritual seperti
membaca istighfar, berwudhu, sholat
dan membaca al-quran.