Anda di halaman 1dari 2

INISIASI MENYUSU DINI (IMD)

No. Dokumen : SOP/LKBP/PO


SOP NED/18
No. Revisi :
Tanggal Terbit : 15/08/2015
Halaman : 1-2
UPT PUSKESMAS Dr. DADANG H.
KUTOREJO NIP. 19690517 200604 1 005

1. Pengertian Prinsip pemberian ASI adalah dimulai sedini mungkin, eksklusif selama 6
bulan diteruskan sampai 2 tahun dengan makanan pendamping ASI sejak
usia 6 bulan.
2. Tujuan 1. Meningkatkan ikatan kasih sayang (asih)
2. Memberikan nutrisi terbaik (asuh) dan
3. Melatih refleks dan motorik bayi (asah).
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Kutorejo No 800/ /416-
13.21/2015 .
Tentang Pelayanan Klinis

4. Refrensi Asuhan persalinan normal dengan inisiasi menyusu dini tahun 2010
5. Prosedur ALAT DAN BAHAN
1. Bengkok
2. Kapas
3. Waslap
4. Baskom berisi air hangat
5. Topi bayi
6. Selimut
6. Langkah-langkah PELAKSANAAN :
1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan.
2. Biarkan ibu menentukan cara melahirkan yang diinginkan, misalnya
melahirkan normal di dalam air atau dengan jongkok.
3. Seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya, kecuali kedua
tangannya. Lemak putih (vernix) yang menyamankan kulit bayi
sebaiknya dibiarkan.
4. Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat
dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dipertahankan
minimun satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Kedunya
diselimuti, jika perlu gunakan topi bayi.
5. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi
dengan sentuhan lembut tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu.
6. Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau
perilaku bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung selama
beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan
meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi kulit
bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun
ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum
menemukan puting payudara ibunya dalam waktu satu jam, biarkan
kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil
menyusu pertama.
7. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan kulit
pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi caesar.
8. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, di ukur, di cap setelah satu
jam atau menyusu awal selesai. Prosedur yang invasife, misalnya
suntikan vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda.
9. Rawat gabung ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar. Selama 24 jam
ibu bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam jangkauan ibu.
Pemberian minuman pre-laktal (cairan yang diberikan sebelum ASI
keluar) dihindarkan.
7. Bagan alir
8. Hal-hal Perhatikan kekuatan menghisap bayi
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait PONED, Pustu dan Ponkesdes
10. Dokumen KOHOR bayi
Terkait
11.Rekaman
Historis
Perubahan No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai diberlakukan