Anda di halaman 1dari 41

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

KUMALA SIWI
Jl. Raya Pecangaan Telp. (0291) 755184 Pecangaan Jepar

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KUMALA SIWI JEPARA
NOMOR : 3/SK/RSIA/I/2016

TENTANG

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KUMALA SIWI JEPARA

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KUMALA SIWI JEPARA

MENIMBANG : a. bahwa untuk menunjang kelancaran tugas-tugas secara


profesional dan proporsional serta sesuai dengan
ketentuan yang berlaku, dipandang perlu untuk menyusun
struktur organisasi.
b. bahwa penyusunan struktur organisasi dimaksud untuk
memberi pedoman bagi pelaksanaan tugas pada Rumah
Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi Jepara, sehingga
diharapkan akan tercapai tertib administrasi yang baik.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a. dan huruf b. perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur.

MENGINGAT : 1. Undang-undang Nomor 13. tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan.
2. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.

1
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/MENKES/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
512/MENKES/PER/IV/2007 tentang Izin Praktik dan
Pelaksanaan Praktik Kedokteran;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah
Sakit ;
7. Keputusan Kepala Badan Penanaman Modal Dan
Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Jepara Nomor :
004/445/OPT-RS/11.25/2012 tentang Pemberian Izin
8. Operasional Tetap Rumah Sakit Akta Yayasan kumala
Siwi Jepara Nomor 28 tanggal 20 November 1998 yang
diperbaharui dengan Akta perubahan Yayasan Kumala Siwi
Nomor 48 tanggal 16 Januari 2006;
9. Surat Keputusan Ketua Yayasan Kumala Siwi Nomor
1/YKS/I/2016 tentang penunjukan pejabat Direktur Rumah
Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi Jepara.

MEMPERHATIKAN : Hasil rapat koordinasi antara Ketua Yayasan Kumala Siwi


Jepara dan Manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak Kumala
Siwi Jepara pada tanggal 14 Januari 2011

MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN : STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT


IBU DAN ANAK KUMALA SIWI JEPARA.

BAB I
Pasal 1
Ketentuan Umum

2
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Ketua Yayasan.
Adalah Ketua Yayasan Kumala Siwi yang berkedudukan di Jepara.
2. Direktur Rumah Sakit
Adalah Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi Jepara yang diangkat dan
diberhentikan oleh Ketua Yayasan Kumala Siwi.
3. Rumah Sakit
Adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi yang berkedudukan di Jepara.
4. Karyawan
Adalah tenaga kerja yang diterima dan dipekerjakan di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Kumala Siwi Jepara berdasarkan SK Pengangkatan oleh Direktur sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

Pasal 2
Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan disusunnya Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah
Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi adalah untuk memberikan pedoman kerja bagi para
pejabat struktural, fungsional, dan staf serta karyawan di lingkungan Rumah Sakit Ibu
dan Anak Kumala Siwi.

BAB II
Pasal 3
Tugas Dan Wewenang Direktur

Nama Jabatan : DIREKTUR


Diangkat oleh : Ketua Yayasan Kumala Siwi
Bertanggung Jawab kepada : Ketua Yayasan Kumala Siwi
Membawahi : 1. Kepala Seksie Penunjang Medis
2. Kepala Seksie Pelayanan Medis
3. Kepala Seksie Keperawatan
4. Kepala Seksie Umum dan Humas

3
Pasal 4
Persyaratan Jabatan

1. Dokter S1
2. Pengalaman di bidangnya.
3. Berkepribadian dan berakhlak baik.
4. Mampu memimpin.
5. Berperilaku sehat

Pasal 5
Tugas Pokok
1. Melaksanakan tugas pengelolaan Rumah Sakit sesuai dengan kebijakan yang
digariskan Yayasan Kumala Siwi.
2. Menetapkan, mengarahkan, mengkoordinir serta mengawasi pelaksanaan
pelayanan di Rumah Sakit guna mencapai tujuan yang ditetapkan.
3. Merencanakan pengembangan operasional pelayanan kesehatan, kesiapan
sumber daya manusia strategi pemasaran, kesiapan bidang umum, administrasi,
dan keuangan rumah sakit sesuai dengan peraturan yang berlaku serta sejalan
dengan kebijakan Ketua Yayasan Kumala Siwi.
4. Merencanakan pengembangan rumah sakit serta mengajukan rencana program
kepada Ketua Yayasan Kumala
5. Memberikan perencanaan operasional medik, Administrasi dan Keuangan rumah
sakit tiap akhir tahun sebelumnya, serta mempresentasikannya kepada Ketua
Yayasan Kumala Siwi.

Pasal 6
Uraian Tugas
1. Mengarahkan, menetapkan program kerja rumah sakit jangka panjang, jangka
menengah, dan jangka pendek.
2. Menyusun, mengajukan rencana anggaran pendapatan belanja tahunan rumah
sakit kepada Ketua Yayasan Kumala Siwi.

4
3. Menetapkan kebijaksanaan pelayanan bidang medis, non medis dan penunjang
medis, serta administrasi dan keuangan.
4. Melaksanakan rencana kerja dan anggaran yang telah disetujui oleh Ketua
Yayasan Kumala Siwi.
5. Menetapkan pengangkatan, mutasi, kenaikan gaji, atau pengangkatan pegawai
serta memberhentikan pegawai.
6. Menetapkan penerimaan dokter tamu/visiting, serta dokter praktek.
7. Membina pegawai serta mengusahakan hubungan kerja yang harmonis antar unit
kerja.
8. Mengawasi pelaksanaan pelayananan medis, pemasukan dan pengeluaran
keuangan serta pelaksanaan pelayanan penunjang lainnya.
9. Memimpin dan melakukan penilaian/evaluasi pelaksanaan operasional rumah sakit
terhadap target yang telah dicanangkan serta melaporkan hasil evaluasi/penailaian
kepada Ketua Yayasan Kumala Siwi.
10. Bertanggung jawab atas terlaksananya visi dan misi rumah sakit.
11. Bertanggung jawab atas kontinuitas serta pengembangan operasional rumah sakit
yang sejalan dengan kebijakan yang telah disepakati oleh Ketua Yayasan Kumala
Siwi dan Direktur Rumah Sakit Kumala Siwi.
12. Memberikan laporan operasional rumah sakit triwulan, semester, dan tahunan
kepada Ketua Yayasan Kumala Siwi secara rutin atas semua hasil kerja rumah
sakit.

Pasal 7
Fungsi
1. Pelaksanaan kebijakan pengembangan Rumah Sakit.
2. Penetapan kebijakan operasional Rumah Sakit.
3. Penetapan rencana jangka panjang dan jangka pendek baik program maupun
anggaran.
4. Pengangkatan dan pemberhentian karyawan sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
5. Koordinasi pelaksanaan tugas kesekretariatan, teknologi informasi, marketing dan
humas, pelayanan kesehatan, pengelolaan sarana dan prasarana umum dan
pengelolaan administrasi dan keuangan.
6. Penetapan struktur organisasi, tata kerja serta uraian tugas dari Yayasan.

5
7. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dengan upaya penyembuhan, pemulihan,
peningkatan, pencegahan, pelayanan rujukan dan menyelenggarakan
pengembangan SDM pada Rumah Sakit.

Pasal 8
Wewenang
1. Menetapkan kebijakan jangka panjang, menengah dan pendek.
2. Menetapkan peraturan pelaksanaan sebagai dasar pelaksanaan tugas.
3. Melakukan pengawasan penilaian dan pengendalian seluruh jajaran organisasi
rumah sakit.
4. Mengambil keputusan dan tindakan untuk kepentingan rumah sakit.

Pasal 9
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian Pelayanan Rumah Sakit dengan visi dan misi rumah sakit.
2. Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing.
3. Ketepatan kegiatan pengabdian masyarakat pada sasaran yang diharapkan
masyarakat.
4. Kejelasan sistem rujukan kesehatan, rujukan medik dan rujukan non medik dengan
instansi terkait.
5. Ketepatan sistem informasi yang tersedia.

Pasal 10
Wewenang
1. Meminta informasi dan petunjuk dari Ketua Yayasan Kumala Siwi.
2. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Ketua Yayasan Kumala Siwi.
3. Memberi tugas dan perintah kepada seluruh staf Rumah Sakit.
4. Mengadakan pemantauan penggunaan sarana prasarana Rumah Sakit.
5. Menandatangani dan menjalankan dokumen serta kebijakan tertulis yang
ditetapkan Rumah Sakit.
6. Memberikan penilaian kerja kepada seluruh staf Rumah Sakit.
7. Memberikan teguran dan penghargaan kepada seluruh staf Rumah Sakit.

6
BAB III
Pasal 11
Tugas dan Wewenang
Kepala Seksie Umum dan Humas

Nama Jabatan : KEPALA SEKSIE UMUM DAN HUMAS


Diangkat oleh : Direktur Rumah Sakit
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
Membawahi : Staf Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan dan
Marketing

Pasal 12
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana/DIII
2. Pengalaman di bidangnya.
3. Berkepribadian dan berakhlak baik.
4. Mampu memimpin.
5. Berperilaku sehat.

Pasal 13
Tugas Pokok
1. Membantu Direktur Rumah Sakit dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan teknis
di bagian Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan dan Marketing
2. Menentukan peraturan pelaksanaan di bagian Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan
dan Marketing.
3. Membuat perencanaan dan target operasional pelayanan dan pengembangan
bagian Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan dan Marketing.
4. Merencanakan dan mempersiapkan sarana pendukung operasional bagian
Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan dan Marketing baik kualitas maupun kuantitas
untuk diajukan kepada Direktur Rumah Sakit.

7
Pasal 14
Uraian Tugas
1. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pada bagian Cleaning Servis, Sarpras,
Keuangan dan Marketing.
2. Merencanakan dan mempersiapkan sistem pelaporan keuangan untuk menjamin
pelaporan operasional Rumah Sakit tepat waktu kepada Direktur Rumah Sakit,
baik triwulan, semester, maupun tahunan.
3. Menyiapkan Laporan Keuangan periodik dan tahunan beserta penjelasan dan
analisanya
4. Bertanggung jawab atas kelancaran penyusunan laporan keuangan perusahaan
baik secara periodik maupun tahunan.
5. Menyiapkan usulan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja triwulan dan
tahunan perusahaan beserta penjelasannya.
6. Melakukan pengawasan dalam menjalankan Anggaran Pendapatan Belanja
perusahaan.
7. Menyiapkan dan menganalisa laporan anggaran bulanan dan tahunan dan
penjelasannya.
8. Mengkomunikasikan, memelihara dan mengendalikan pelaksanaan anggaran yang
telah ditetapkan semua tingkat manajemen.
9. Mengajukan usulan perbaikan, penggantian, atau penambahan (investasi) di
unitnya kepada Direktur.
10. Menyetujui dokumen transaksi keuangan yang akan diproses dalam pembukuan.
11. Menyampaikan usul-usul perbaikan di bidang akuntansi dan laporan keuangan
kepada Direktur.
12. Melakukan evaluasi kerja, penilaian prestasi kerja dan pengarahan kepada para
bawahan langsung yang berada dalam lingkup bagian keuangan rumah sakit.
13. Bertanggung jawab atas kontinuitas dan pengembangan operasional bagian Tata
Usaha dan pelayanan keuangan di rumah sakit.
14. Bertanggung jawab atas kesiapan sumber daya manusia, baik dalam rekrutmen,
manajemen dan pengembangannya dalam mendukung semua strategi operasional
rumah sakit.
15. Bertanggung jawab dalam pengawasan semua aktivitas di Gudang Medis.
16. Bertanggung jawab atas kontinuitas serta pengembangan kerja dan kinerja
operasional bagian Tata Usaha dan Keuangan.

8
17. Bertanggung jawab atas segala fasilitas dan sarana pendukung di bagian Tata
Usaha dan Keuangan.
18. Bertanggung jawab atas kesiapan sumber daya manusia, baik dalam rekruitmen
dan pengembangan dalam mendukung semua strategi operasional pengembangan
Rumah Sakit.

19. Membina terlaksananya kegiatan bagian Tata Usaha dan Keuangan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

Pasal 15
Fungsi

Koordinasi pelaksanaan, pembinaan, administrasi Cleaning Servis, Sarpras, Keuangan


dan Marketing

Pasal 16
Wewenang
1. Melakukan tindakan perbaikan terhadap indikasi di lingkungan bidang umum.
2. Atas nama Direktur memberi peringatan dan tindakan terhadap pegawai yang
melanggar disiplin.
3. Mengusulkan kepada Direktur untuk memberikan penghargaan kepada karyawan
yang berprestasi.

Pasal 17
Tanggung Jawab
Terlaksananya kegiatan, ketertiban administrasi, ketelitian dan kejelasan proses
kepegawaian dan perlengkapan dengan semua bidang yang ada, kelancaran dan
keamanan pelaksanaan tugas tata usaha.

BAB IV
Pasal 18

9
Tugas Dan Wewenang
Kepala Seksie Pelayanan Dan Penunjang Medis

Nama Jabatan : KEPALA SEKSIE PELAYANAN MEDIS


Diangkat oleh : Direktur Rumah Sakit
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
Membawahi : Instalasi Rumah Sakit

Pasal 19
Persyaratan Jabatan
1. Dokter
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 20
Tugas Pokok
1. Membantu Direktur Rumah Sakit dalam pengawasan kebijakan teknis Instalasi.
2. Menyusun peraturan pelaksanaan di instalasi.
3. Membuat perencanaan dan target operasional pelayanan dan pengembangan
Instalasi.
4. Merencanakan dan mempersiapkan sarana pendukung operasional instalasi.

Pasal 21
Uraian Tugas
1. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan di instalasi.
2. Melakukan evaluasi kerja, penilaian prestasi kerja dan pengarahan kepada Kepala
instalasi.
3. Bertanggung jawab atas kontinuitas operasional instalasi.
4. Bertanggung jawab atas segala fasilitas dan sarana pendukung di lingkungan
instalasi.
5. Bertanggung jawab atas kesiapan sumber daya manusia mulai rekrutmen dan
pengembangannya dalam mendukung semua strategi operasional pengembangan
lingkungan instalasi.

10
6. Membina terlaksananya kegiatan di instalasi.

Pasal 22
Fungsi
1. Pengarahan, pengawasan, penilaian dan pembinaan karyawan dalam
pelaksanaan tugas di instalasi. Perencanaan dan pemantauan pengadaan,
penggunaan dan pemeliharaan perlengkapan di instalasi.
2. Pelaksanaan kebijakan-kebijakan di instalasi agar kegiatan pelayanan berjalan
lancar.
3. Pengendalian dan evaluasi seluruh kegiatan di instalasi.
4. Mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas di instalasi agar kegiatan pelayanan
berjalan lancar.

Pasal 23
Wewenang
1. Merencanakan dan mengusulkan program kerja dan anggaran dari instalasi.
2. Memberi tugas, petunjuk, arahan serta menilai kinerja bawahan.
3. Membimbing dan menegur bawahan.
4. Membagi tugas kepada bawahan sesuai kompetensinya.
5. Meminta data dan laporan dari bawahannya.
6. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Bidang Pelayanan yang tidak
lengkap.

Pasal 24
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian rencana kegiatan dan pelaksanaan Bidang Pelayanan secara berkala.
2. Menyusun pelaporan kegiatan Rumah Sakit secara berkala.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan
4. Kejelasan dalam membimbing dan mengarahkan bawahan sesuai pedoman yang
berlaku.

11
BAB V
Pasal 25
Tugas dan Wewenang
Kepala Seksie Keperawatan

Nama Jabatan : KEPALA BIDANG KEPERAWATAN


Diangkat oleh : Direktur Rumah Sakit
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
Membawahi : 1. Instalasi Rawat Jalan
2. Instalasi Rawat Inap
3. IGD

Pasal 26
Persyaratan Jabatan
1. SI Keperawatan
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 27
Tugas Pokok
1. Memimpin dan mengkoordinasi pelaksanaan dan kegiatan teknis Bidang
Keperawatan.
2. Membuat perencanaan dan kegiatan teknis Bidang Keperawatan.
3. Membuat perencanaan dan target pelayanan kesehatan pada instalasi-instalasi
yang dibawahinya.
4. Merencanakan sumber daya manusia mulai rekrutmen dan pengembangannya
serta fasilitas dan sarana pendukung pada Bidang Keperawatan.

12
Pasal 28
Uraian Tugas
1. Menyusun program perencanaan, dan penyelenggaraan kegiatan keperawatan
untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien dan keluarga pasien.
2. Menyusun pedoman asuhan keperawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan kode etik keperawatan beserta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya
3. Mensosialisasikan kebijakan keperawatan secara baik dan komprehensip kepada
seluruh tenaga keperawatan.
4. Memberikan pembinaan dan bimbingan serta pengawasan terhadap pelaksanaan
asuhan keperawatan secara rutin dan berkesinambungan.
5. Melakukan penelitian dan kajian tentang proses asuhan keperawatan yang
diberikan kepada pasien rumah sakit berdasarkan standar asuhan keperawatan
professional.
6. Mengkoordinasi seluruh pelaksanaan kegiatan keperawatan, antara lain mengatur
pembagian tugas dan tanggung jawab serta kerja sama di dalam keperawatan
maupun dengan bidang lain yang terkait dalam tugas pokok keperawatan.
7. Mengawasi pelaksanaan peraturan atau ketentuan yang berlaku dan kegiatan
keperawatan secara terus menerus.
8. Memimpin pelaksanaan teknis penyusunan program kerja bagian keperawatan.
9. Membuat perencanaan dan pelaksanaan rekrutmen tenaga keperawatan.
10. Melakukan evaluasi dan penilaian atas prestasi kerja keperawatan secara harian
maupun periodik untuk menilai kemajuan keperawatan, menemukan masalah yang
ada dan usaha-usaha penanggulannya.
11. Bertanggung jawab atas kontinuitas dan pengembangan pelayanan keperawatan di
instalasi-instalasi yang sesuai dengan asuhan keperawatan.
12. Bertanggung jawab atas fasilitas dan sarana pendukung pelayanan keperawatan
13. Mengkoordinasikan kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan
mutu pelayanan dan profesionalisme bidang keperawatan.

Pasal 29
Fungsi
1. Penyiapan rencana dan penyusunan tata laksana pelayanan keperawatan sesuai
dengan kebijakan Rumah Sakit.
2. Perencanaan jumlah dan jenis peralatan keperawatan.

13
3. Pemberian bimbingan kepada tenaga keperawatan untuk melaksanakan program
kesehatan terpadu di Rumah Sakit.
4. Pengumpulan, pengolahan serta penganalisisan data prosedur asuhan
keperawatan, ketenagaan dan peralatan untuk bahan informasi bagi
pengembangan pelayanan keperawatan.
5. Perencanaan pembinaan pengembangan mutu keperawatan.
6. Pembinaan etika keperawatan.

Pasal 30
Wewenang
1. Mengawasi, mengevaluasi dan mengarahkan aktivitas keperawatan dengan tolak
ukur asuhan keperawatan yang berlaku.
2. Memperlancar hubungan kerja dengan unit-unit kerja lainnya di lingkungan Rumah
Sakit.
3. Melakukan pembinaan, bimbingan dan pengarahan secara teknis pelayanan
keperawatan professional kepada tenaga keperawatan.
4. Melakukan koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang
keperawatan
5. Meminta dan mengoreksi laporan kegiatan pelayanan keperawatan dari staf di
bawahannya.
6. Mengusulkan dan membuat laporan pelayanan keperawatan secara rutin kepada
atasan.

BAB VI
Pasal 31
Tugas dan Wewenang
Kepala Seksie Penunjang Medis

Nama Jabatan : KEPALA SEKSIE PENUNJANG MEDIS


Diangkat oleh : Direktur Rumah Sakit
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
Membawahi : Instalasi Penunjang Medis

Pasal 32

14
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 33
Tugas Pokok
1. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan dan kegiatan teknis administrasi
dalam bidang Penunjang Medis.
2. Membuat perencanaan dan target pelayanan pemasaran pada staf dibawahnya.
3. Merencanakan dan mempersiapkan SDM baik dalam rekruitmen dan
pengembangannya serta fasilitas dan sarana pendukung pada staf di bawahnya.
4. Bertanggung jawab dalam pengajuan proposal anggaran untuk kegiatan dan
operasional Penunjang Medis.

Pasal 34
Uraian Tugas
1. Menyusun program pelaksanaan, perencanaan, dan penyelenggaraan kegiatan
marketing dan humas untuk meningkatkan kinerja rumah sakit yang optimal kepada
pasien, keluarga pasien dan masyarakat.
2. Membantu pelaksanaan rekruitmen tenaga marketing.
3. Mengawasi, mengevaluasi dan menggerakkan marketing activity serta penilaian
atas prestasi kerja staf dan administrasi.
4. Bertanggung jawab atas kelanjutan dan pengembangan pelayanan marketing di
rumah sakit.
5. Menjalin hubungan yang baik kepada corporate customers rumah sakit.
6. Bertanggung jawab dalam kejelasan dan keakuratan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
setiap corporate customers rumah sakit.
7. Menyiapkan kegiatan penyebarluasan informasi, edukasi dan program kemitraan
baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.

Pasal 35
Fungsi

15
1. Perencanaan program marketing internal dan eksternal Rumah Sakit.
2. Perencanaan program penanganan keluhan pelanggan
3. Perencanaan program kehumasan Rumah Sakit.
4. Pelaksanaan program marketing dan humas Rumah Sakit.
5. Pemantauan dan pengawasan kegiatan penyebarluasan pelayanan
Rumah Sakit serta urusan keluhan pelanggan.
6. Pelaksanaan kerjasama dengan lembaga atau instansi pemerintah
maupun swasta di bidang marketing.
7. Pelaporan kegiatan kepada Direktur Rumah Sakit.

Pasal 36
Wewenang
1. Memberi petunjuk, arahan serta menilai kinerja bawahan.
2. Membimbing dan menegur bawahan.
3. Memberi tugas kepada bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
4. Meminta data dan laporan dari bawahan.
5. Menolak berkas ususlan yang berkaitan dengan Bidang Marketing dan Humas
yang tidak lengkap.

Pasal 37
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian rencana kegiatan dan pelaksanaan Bidang Marketing dan Humas
secara berkala.
2. Menyusun laporan kegiatan Rumah Sakit secara berkala.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.
4. Kejelasan dalam membimbing dan mengarahkan bawahan sesuai dengan
pedoman yang berlaku.

BAB VII
Pasal 38
Tugas Dan Wewenang
Ketua Komite Medik

Nama Jabatan : KETUA KOMITE MEDIK

16
Diangkat oleh : Direktur Rumah Sakit
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
Membawahi : Sub Komite.

Pasal 39
Persyaratan Jabatan
1. Dokter
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 40
Tugas Pokok
1. Mengkoordinir komite medik dalam penegakan profesionalisme staf medis yang
bekerja di rumah sakit.
2. Memberikan rekomendasi kepada Direktur dalam pemberian izin untuk
melakukan pelayanan medis.
3. Memelihara kompetensi dan perilaku para staf medis yang telah memperoleh ijin.
4. Memberikan rekomendasi kepada direktur tentang panangguhan kewenangan
klinis tertentu hingga pencabutan izin melakukan pelayanan medis di rumah sakit.
5. Memberi masukan kepada Direktur Rumah Sakit mengenai standar pelayanan
medis.
6. Mengkoordinasi program pelayanan medis, pendidikan dan pelatihan serta
penelitian dan pengembangan dalam bidang medis Rumah Sakit.

Pasal 41
Uraian Tugas
1. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi semua kegiatan SMF yang ada di
Rumah Sakit.
2. Memberikan usulan/masukan rencana kebutuhan tenaga medis kepada Direktur
Rumah Sakit.
3. Melaporkan rencana program kerja Komite Medik dan hasil kerja Komite Medik
dan sub Komite Medik kepada Direktur Rumah Sakit.

17
4. Memberi rekomendasi kepada Direktur terhadap pengelolaan tenaga medis di
RSIA Kumala Siwi agar dapat dimanfaatkan secara wajar dan efisien untuk
penyelenggaraan pelayanan kesehatan komprehensif yang bermutu dan
profesional.
5. Merumuskan hak dan kewenangan profesi tenaga medis.
6. Merumuskan aktivitas profesi tenaga medis.
7. Memberi rekomendasi kepada direktur terhadap upaya peingkatan mutu
pelayanan profesi medis dan pelasanaan etika medis.
8. Mengkoordinir rencana strategi di unit kerja komite medis meliputi :
a. Rencana pengembangan pelayanan medis oleh tenaga medis.
b. Rencana pendidikan berkesinambungan bagi tenaga medis.
c.Rencana pendidikan dan penelitian medis.
9. Menyusun dan menetapkan rencana kebijakan strategi yang diberlakukan di sub
komite medis di bawah tanggung jawabnya.
10. Membimbing dan mengkordinir kegiatan sub komite yang berada di bawah
tanggung jawabnya agar dapat berjalan lancar dan tertib.
11. Melakukan seleksi tenaga medis yang akan bekerja di RS. dan menilai
kemampuan Dokter / SMF dengan menugaskan Panitia Kredensial dan
melaporkan hasil seleksi kepada Direktur Rumah Sakit.
12. Memberikan masukan kepada Direktur Rumah Sakit mengenai rencana
pemeliharaan/pengadaan peralatan dan penggunaan alat-alat kesehatan
setelah mendengarkan pertimbangan dari Anggota Komite Medik.
13. Melaksanakan pembinaan etika profesi serta mengatur kewenangan profesi
anggota staf medis fungsional dan menyampaikan kepada Direktur Rumah
Sakit.
14. Memimpin rapat Komite Medik.
15. Melaksanakan tugas-tugas lainnya di bidang medis yang ditetapkan oleh Direktur
Rumah Sakit.

Pasal 42
Fungsi
1. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan rencana kerja Komite Medik
2. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan tata kerja Komite Medik.
3. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Komite Medik.

18
4. Penanggung jawab Keobyektifan dan kebenaran menilai dan mengendalikan
tugas staf Medis dilingkungan Komite Medik.
5. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan Komite Medik.
6. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Komite Medik
7. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Komite Medik .

Pasal 43
Wewenang
1. Memberikan pertimbangan tentang rencana pemeliharaan / pengadaan peralatan
dan penggunaan alat kesehatan serta pengembangan pelayanan medis
2. Monitoring dan evaluasi penggunaan obat di rumah sakit.
3. Melaksanakan pembinaan etika profesi serta mengatur kewenangan profesi
anggota Staf Medis Fungsional.
4. Memberikan rekomendasi tentang kerjasama antara rumah sakit dan fakultas
kedokteran / kedokteran gigi / institusi pendidikan lain.

Pasal 44
Tanggung Jawab
Bertanggung jawab terkait dengan mutu pelayanan medis, pembinaan etik kedokteran,
dan pengembangan profesi

BAB VIII
Instalasi Pelayanan Medik
Pasal 45
Koordinator Instalasi Pelayanan Rawat Jalan

Nama Jabatan : Koordinator Instalasi Pelayanan Rawat Jalan


Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Rawat Jalan.

19
Tanggung Jawab : 1. Kepala Seksie Pelayanan dan Penunjang
Medik
2. Kepala Seksie Keperawatan

Pasal 46
Persyaratan Jabatan
1. Sarjan/DIII
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 47
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di instalasi
rawat jalan.
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan instalasi rawat jalan yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum.

Pasal 48
Uraian Tugas
1. Melakukan sosialisasi peraturan dan kebijakan rumah sakit kepada staf
dibawahnya dengan baik dan benar.
2. Membuat pedoman pelaksanaan dan pedoman teknis di instalasi.
3. Melakukan koordinasi baik dengan staf di bawahnya maupun dengan pejabat
struktural terkait.
4. Melakukan pengawasan dan pengendalian tugas-tugas staf di bawahnya serta
penggunaan fasilitas dan sarana di instalasi rawat jalan.
5. Mengkoordinir seluruh kegiatan di bagian rawat jalan

20
6. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Rawat Jalan yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
7. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Rawat Jalan.
8. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi Rawat
Jalan.
9. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Rawat Jalan.
10. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Rawat Jalan.
11. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Rawat Jalan sesuai dengan perkembangan tehnologi.
12. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Rawat Jalan dan ditindaklanjuti
dengan perbaikan-perbaikan.
13. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Rawat Jalan.
14. Memberikan masukan / informasi-informasi yang diperlukan bagi kemajuan di
Instalasi Rawat Jalan.
15. Melakukan supervisi di Instalasi Rawat Jalan.
16. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Rawat Jalan.
17. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Rawat Jalan.
18. Bekerjasama dengan Bagian lain yang terkait.
19. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 49
Fungsi
1. Penaggung jawab kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan penggunaan
serta pemeliharaan fasilitas Instalasi Rawat Jalan.
2. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan khusus
Instalasi Rawat Jalan.
3. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi Rawat Jalan.
4. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi Rawat Jalan.
5. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi Rawat Jalan.

21
Pasal 50
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Rawat Jalan.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana unit rawat jalan.
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Rawat Jalan yang tidak
lengkap.

Pasal 51
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 52
Koordinator Instalasi Pelayanan Rawat Inap
Nama Jabatan : Koordinator Instalasi Pelayanan Rawat Inap
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Rawat Inap.
Tanggung Jawab : 1. Kepala Seksie Pelayanan dan Penunjang
Medik.
2. Kepala Seksie Keperawatan

Pasal 53
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana/DIII
2. Pengalaman di bidangnya

22
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 54
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di instalasi
rawat inap.
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan instalasi rawat inap yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum.

Pasal 55
Uraian Tugas
1. Menyusun rencana kerja instalasi Rawat Inap, dengan menganalisis usulan dari
koordinator unit terkait di lingkungan instalasi Rawat Inap. Serta berdasarkan
hasil kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, arahan dan
petunjuk pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di instalasi Rawat Inap dapat
dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
2. Menyusun tata kerja dilingkungan instalasi Rawat Inap yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
3. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di instalasi Rawat Inap.
4. Memberikan masukan / informasi-informasi yang diperlukan bagi kemajuan di
instalasi Rawat Inap secara berkala.
5. Melakukan supervisi di instalasi Rawat Inap.
6. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas istalasi Rawat Inap.
7. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan instalasi Rawat Inap.
8. Bekerjasama dengan Bagian lain yang terkait.
9. Memegang teguh rahasia jabatan
10. Mengkoordinir seluruh kegiatan dalam bagian rawat inap.

Pasal 56
Fungsi

23
1. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas instalasi rawat inap.
2. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus instalasi rawat inap.
3. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu instalasi rawat inap.
4. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas instalasi rawat inap.
5. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas instalasi rawat inap.

Pasal 57
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
instalasi Rawat Inap.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana instalasi rawat inap
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan instalasi Rawat Inap yang tidak
lengkap.

Pasal 58
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 59
Koordinator Instalasi Pelayanan Gawat Darurat
Nama Jabatan : Kepala Instalasi Gawat Darurat

24
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Gawat Darurat.
Tanggung Jawab : 1. Kepala Seksie Pelayanan dan Penunjang
Medik
2. Kepala Seksie Keperawatan.

Pasal 60
Persyaratan Jabatan
1. Dokter
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 61
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi
Gawat Darurat
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi Gawat Darurat yang baik, bermutu dan
dapat dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum.

Pasal 62
Uraian Tugas
1. Menyusun rencana kerja Instalasi Gawat Darurat, dengan menganalisis usulan
dari unit terkait di lingkungan Instalasi Gawat Darurat. Serta berdasarkan hasil
kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, arahan dan
petunjuk pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi Gawat Darurat dapat
dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

25
2. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Gawat Darurat yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
3. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Gawat Darurat.
4. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi
Gawat Darurat.
5. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Gawat Darurat.
6. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Gawat Darurat
7. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Gawat Darurat sesuai dengan perkembangan tehnologi.
8. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Gawat Darurat dan
ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan.
9. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Gawat Darurat.
10. Melakukan supervisi di Instalasi Gawat Darurat.
11. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Gawat
Darurat.
12. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Gawat Darurat.
13. Bekerjasama dengan Bagian lain yang terkait.
14. Melaporkan hasil evaluasi & monitoring kegiatan di IGD
15. Melakukan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat.
16. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 63
Fungsi
1. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi Gawat Darurat
2. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi Gawat Darurat.
3. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi Gawat Darurat
4. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi Gawat Darurat
5. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi Gawat Darurat

26
Pasal 64
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Gawat Darurat.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Gawat Darurat
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Gawat Darurat yang
tidak lengkap.

Pasal 65
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 66
Kepala Instalasi Farmasi
Nama Jabatan : Kepala Instalasi Farmasi
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Farmasi.
Tanggung Jawab : Kepala Seksie Pelayanan Dan Penunjang Medik

Pasal 67
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana Farmasi
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik

27
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat
Pasal 68
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi
Farmasi
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi Farmasi yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum

Pasal 69
Uraian Tugas
1. Mempelajari kebijakan Direktur, rencana kerja di lingkungan Instalasi Farmasi,
literatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Instalasi Farmasi
sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Menyusun rencana kerja Instalasi Farmasi, dengan menganalisis usulan dari Kepala
Instalasi terkait di lingkungan Instalasi Farmasi. Serta berdasarkan hasil kerja
tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, arahan dan petunjuk
pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi Farmasi dapat dilaksanakan
dengan efektif dan efisien.
3. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Farmasi yang meliputi cara pelaksanaan
tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan serta
pengendalian pelaksanaannya.
4. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Farmasi.
5. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi
Farmasi.
6. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Farmasi
7. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Farmasi
8. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Farmasi sesuai dengan perkembangan tehnologi.
9. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Farmasi dan ditindaklanjuti
dengan perbaikan-perbaikan.
10. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Farmasi.

28
11. Memberikan masukan / informasi-informasi yang diperlukan bagi kemajuan di
Instalasi Farmasi.
12. Melakukan supervisi di Instalasi Farmasi.
13. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Farmasi.
14. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Farmasi.
15. Bekerjasama dengan Bagian lain yang terkait.
16. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 70
Fungsi
1. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi Farmasi
2. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi Farmasi
3. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi Farmasi
4. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi Farmasi
5. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi Farmasi

Pasal 71
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Farmasi.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Farmasi i
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Farmasi yang tidak
lengkap.

29
Pasal 72
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 73
Kepala Instalasi Laboratorium
Nama Jabatan : Kepala Instalasi Laboratorium
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Laboratorium.
Tanggung Jawab : Kepala Seksie Pelayanan dan Penunjang Medik

Pasal 74
Persyaratan Jabatan
1. Dokter/DIII
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 75
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi
laboratorium.
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi laboratorium yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum.

30
Pasal 76
Uraian Tugas
1. Mempelajari kebijakan Direktur, rencana kerja di lingkungan Instalasi
Laboratorium, literatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi
Instalasi Laboratorium sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Menyusun rencana kerja Instalasi Laboratorium, dengan menganalisis usulan
dari Kepala Instalasi terkait di lingkungan Instalasi Laboratorium. Serta
berdasarkan hasil kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang,
arahan dan petunjuk pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi
Laboratorium dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
3. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Laboratorium yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
4. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Laboratorium.
5. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi
Laboratorium.
6. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Laboratorium
7. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Laboratorium
8. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Laboratorium sesuai dengan perkembangan tehnologi.
9. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Laboratorium dan
ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan.
10. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Laboratorium.
11. Melakukan supervisi di Instalasi Laboratorium.
12. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi
Laboratorium.
13. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Laboratorium.
14. Bekerjasama dengan bagian lain yang terkait.
15. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 77
Fungsi

31
1. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi laboratorium
2. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi laboratorium
3. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi laboratorium
4. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi laboratorium
5. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi laboratorium

Pasal 78
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Laboratorium.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Laboratorium
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Laboratorium yang tidak
lengkap.

Pasal 79
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 80
Kepala Instalasi Radiologi
Nama Jabatan : Kepala Instalasi Radiologi

32
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di Instalasi
Radiologi
Tanggung Jawab : Kepala Seksie Pelayanan melalui Kepala Sub
Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik

Pasal 81
Persyaratan Jabatan
1. Dokter/DIII
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 82
Tugas Pokok

1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi


radiologi
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi radiologi yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum

Pasal 83
Uraian Tugas
1. Mempelajari kebijakan Direktur, rencana kerja di lingkungan Instalasi Radiologi,
literatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Instalasi
Radiologi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Menyusun rencana kerja Instalasi Radiologi, dengan menganalisis usulan dari
Kepala Instalasi terkait di lingkungan Instalasi Radiologi. Serta berdasarkan hasil
kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, arahan dan

33
petunjuk pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi Radiologi dapat
dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
3. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Radiologi yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
4. Mengkoordinasi pelaksanaan teknis pekerjaan pada bagian Radiologi
5. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Radiologi.
6. Melakukan supervisi di Instalasi Radiologi.
7. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Radiologi.
8. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Radiologi.
9. Bekerjasama dengan bagian lain yang terkait.
10. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 84
Fungsi

1. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan


penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi radiologi
2. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi radiologi
3. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi radiologi
4. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi radiologi
5. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi radiologi

Pasal 85
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Radiologi.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Radiologi
5. Membimbing dan menegur bawahan.

34
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Radiologi yang tidak
lengkap.

Pasal 86
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 87
Kepala Instalasi Gizi
Nama Jabatan : Kepala Instalasi Gizi
Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan pelaksanaan
tugas baik teknis maupun administratif di
Instalasi Gizi.
Tanggung Jawab : Kepala Seksie Pelayanan dan Penunjang Medik

Pasal 88
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana/DIII di bidang Gizi
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat

Pasal 89
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi
gizi
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.

35
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi gizi yang baik, bermutu dan dapat
dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum

Pasal 90
Uraian Tugas
1. Mempelajari kebijakan Direktur, rencana kerja di lingkungan Instalasi Gizi,
literatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Instalasi Gizi
sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Menyusun rencana kerja Instalasi Gizi, dengan menganalisis usulan dari Kepala
Instalasi terkait di lingkungan Instalasi Gizi. Serta berdasarkan hasil kerja tahun
sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, arahan dan petunjuk pimpinan
agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi Gizi dapat dilaksanakan dengan efektif
dan efisien.
3. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Gizi yang meliputi cara pelaksanaan
tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan serta
pengendalian pelaksanaannya.
4. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Gizi.
5. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi Gizi.
6. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Gizi
7. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Gizi
8. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Gizi sesuai dengan perkembangan tehnologi.
9. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Gizi dan ditindaklanjuti dengan
perbaikan-perbaikan.
10. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Gizi.
11. Melakukan supervisi di Instalasi Gizi.
12. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Gizi.
13. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Gizi.
14. Bekerjasama dengan bagian lain yang terkait.
15. Memegang teguh rahasia jabatan
16. Bertanggung jawab atas pengelolaan ruangan yang meliputi kebersihan,
kenyamanan, ketertiban dan keamanan.
17. Bertanggung jawab atas terselenggaranya pelayanan di Laboratorium dan
menjamin kerja sama di dalam upaya mencegah konflik.

36
Pasal 91
Fungsi
1. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi gizi
2. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi gizi
3. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi gizi
4. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi gizi
5. Penanggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi gizi

Pasal 92
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Gizi.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Gizi
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Gizi yang tidak lengkap.

Pasal 93
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

Pasal 94

37
Kepala Instalasi Rekam Medik
1. Nama Jabatan : Kepala Instalasi Rekam Medik
2. Pengertian Jabatan : Seorang karyawan yang diberi tanggung jawab
dan wewenang mengkoordinasikan
pelaksanaan tugas baik teknis maupun
administratif di Unit Rekam Medik.
3. Tanggung Jawab : Secara struktural berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Bidang
Pelayanan melalui Kepala Sub Bidang
Pelayanan Medik dan Penunjang Medik

Pasal 95
Persyaratan Jabatan
1. Sarjana/DIII di bidang Rekam Medik
2. Pengalaman di bidangnya
3. Berkepribadian dan berakhlak baik
4. Mampu memimpin
5. Berperilaku sehat
Pasal 96
Tugas Pokok
1. Penanggung jawab pelaksanaan teknis fungsional dan administratif di Instalasi
rekam medik
2. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan teknis / administratif agar
tercipta iklim kerja yang kondusif dan mengikat.
3. Terselenggaranya pelayanan Instalasi rekam medik yang baik, bermutu dan
dapat dipertanggung jawabkan baik secara etik maupun hukum

Pasal 97
Uraian Tugas

1. Mempelajari kebijakan Direktur, rencana kerja di lingkungan Instalasi rekam


medik, literatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Instalasi
Rekam medik sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Menyusun rencana kerja Instalasi Rekam medik, dengan menganalisis usulan
dari Kepala Instalasi terkait di lingkungan Instalasi Rekam medik. Serta

38
berdasarkan hasil kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang,
arahan dan petunjuk pimpinan agar pelaksanaan kegiatan di Instalasi Rekam
medik dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
3. Menyusun tata kerja dilingkungan Instalasi Rekam medik yang meliputi cara
pelaksanaan tugas, pendistribusian tugas, dan penentuan target kerja bawahan
serta pengendalian pelaksanaannya.
4. Mengelola sistem manajemen di Instalasi Rekam medik.
5. Memberikan informasi yang menyangkut kepentingan pemeriksaan Instalasi
Rekam medik.
6. Melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan
Instalasi Rekam medik
7. Membina dan mengembangkan sumber daya manusia di Instalasi Rekam medik
8. Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana serta pelayanan Instalasi
Rekam medik sesuai dengan perkembangan tehnologi.
9. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan Instalasi Rekam medik dan
ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan.
10. Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di Instalasi Rekam medik.
11. Melakukan supervisi di Instalasi Rekam medik.
12. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan citra petugas Instalasi Rekam
medik.
13. Memberikan usulan / saran untuk kemajuan Instalasi Rekam medik.
14. Bekerjasama dengan bagian lain yang terkait.
15. Memegang teguh rahasia jabatan

Pasal 98
Fungsi
1. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan
penggunaan serta pemeliharaan fasilitas Instalasi Rekam Medik
2. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan
khusus Instalasi rekam medik
3. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi rekam medik
4. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi rekam medik.

39
5. Penaggung jawab Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi rekam medik

Pasal 99
Wewenang
1. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
Instalasi Rekam Medik.
2. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
3. Menjaga kerahasiaan data dan informasi.
4. Meminta kelengkapan kebutuhan sarana prasarana Instalasi Rekam Medik
5. Membimbing dan menegur bawahan.
6. Meminta data dan laporan dari bawahan.
7. Menolak berkas usulan yang berkaitan dengan Instalasi Rekam Medik yang
tidak lengkap.

Pasal 100
Tanggung Jawab
1. Kesesuaian antara pelaksanaan dan rencana kegiatan yang telah dibuat.
2. Keharmonisan hubungan kerja antar dan intern unit kerja yang ada.
3. Ketepatan dan kebenaran dalam melaksanakan pelayanan.
4. Kejelasan dalam memeberikan bimbingan dan arahan kepada bahawan.
5. Ketepatan dan kebenaran dalam membuat evaluasi dan pelaporan.

BAB XII
Bagan Struktur Organisasi
Pasal 101
Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit tercantum dalam lampiran I yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

40
BAB XIII
Ketentuan Penutup
Pasal 102
Hal hal lain yang belum diatur dalam Keputusan ini sepanjang mengenai
pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit.

Di tetapkan : Jepara
Pada tanggal : 25 Januari 2016

Menyetujui,
Ketua Yayasan Kumala Siwi Direktur RSIA Kumala Siwi

Hj. Mulastin, S.Si.T, M.Kes dr. Arief Yustiawan

41