Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI

Pati adalah polisakarida alami dengan bobot molekul tinggi yang terdiri
dari unit-unit glukosa. Umumnya pati mengandung dua tipe polimer glukosa,
yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa bersifat tidak larut dalam air dingin
tetapi menyerap sejumlah besar air dan mengembang. Amilopektin memiliki
daya ikat yang baik, yang bisa memperlambat disolusi zat aktif (Lukman et al.,
2013).
Penetapan kadar amilosa dilakukan dengan spektrofotometri. Prinsip
pengujiannya ialah berdasarkan reaksi antara amilosa dengan senyawa iod yang
menghasilkan warna biru. Intensitas warna biru yang terbentuk diukur dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 620 nm. Dalam spektofotometri
sebelumnya dilakukan pembuatan kurva standar amilosa yang menunjukkan
hubungan antara nilai penyerapan cahaya dengan penyerapan amilosa. Umumnya
kurva standar ini menggunakan amilosa kentang. Kadar amilosa dihitung
berdasarkan persamaan kurva standar Amilosa (Aliawati, 2003).
Selain amilosa, jenis karbohidrat yang lain adalah laktosa yang umumnya
terdapat pada susu. Laktosa merupakan disakarida yang dihasilkan oleh manusia,
sapi, dan hampir seluruh mamalia lainnya. Laktosa yang terdapat pada susu, perlu
dihidrolisa menjadi glukosa dan galaktosa terlebih dahulu supaya bisa diserap
oleh dinding usus dan memasuki peredaran darah (Ingram et al. 2009).. Kadar
laktosa dalam susu sangat bervariasi. Kadar tertinggi laktosa terdapat pada ASI
sebesar 7% dan dalam susu sapi hanya 4,9 % (Medina, 2014). Laktosa memiliki
gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa. Laktosa disusun oleh
satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa bertanggung jawab
langsung terhadap rasa manis susu. Laktosa dalam filtrat (gr/100 ml filtrat) di
hitung dengan rumus:
A= (Tb Tc) x N x 0,171 x 100/5)
Keterangan
A = gram laktosa / 100 ml filtrat
Tb = titrasi blanko
Tc = titrasi contoh
N = normalitas Na2S2O3