Anda di halaman 1dari 10

RANGKUMAN MATA KULIAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Disusun oleh
Muhammad Khairus Sholihin

MAGISTER AKUNTANSI
PASCASARJANA UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2017
RANGKUMAN MATA KULIAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Oleh Muhammad Khairus Sholihin

A. Konsep Anggaran Sektor Publik


1. Proses Akuntansi Manajemen di Sektor Publik
Antara sektor swasta dan sektor publik sama-sama memiliki tujuan yang
hendak dicapai, sektor swasta misalkan memiliki tujuan untuk mendapat
keuntungan atau profit oriented sedangkan sektor publik memiliki tujuan untuk
pelayanan kepada masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan. Kedua sektor
tersebut juga sama-sama memiliki keterbatasan sumber daya sehingga sama-sama
menerapkan manajemen keuangan dan akuntansi untuk mengelola sumber daya
yang ada. Walaupun sama-sama memiliki manajemen, namun indikator
keberhasilan berbeda antara sektor swasta dan sektor publik, pada sektor swasta
keuntungan adalah indikator kinerja sedangkan pada sektor swasta yang menjadi
indikator kinerja adalah efektivitas tujuan dari pemberian dan penggunaan dana
yang diberikan tersebut.
Proses akuntansi manajemen merupakan intergrasi yang tidak terpisahkan
antara perencanaan dan pengendalian, oleh karena itu terdapat dua jenis aktivitas
perencanaan, yaitu
a. Perencanaan strategis
Perencanaan strategis merupakan perencaan yang sangat penting artinya
karena dalam perencaan ini ditentukan tujuan dan sasaran yang sifatnya
mendasar.
b. Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional menerupakan perencanaan pengimplementasian
tindakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditentukan pada perencaan
strategis.
Terdapat lima tahap penting dalam proses perencanaan dan pengendalian,
yaitu:
a. Perencanaan strategis
b. Perencanaan operasional
c. Proses penganggaran
d. Pengendalian dan pengukuran
e. Pelaporan, analisis dan umpan balik.
Peran penting anggaran di sektor publik berasal dari kegunaanya dalam
menentukan estimasi pendapatan atau jumlah tagihan atas jasa yang diberikan.
Namun peran anggaran dalam siklus perencanaan dan pengendalian manajemen
lebih dari sekedar du ahal tersebut karena anggaran memiliki keterikatan antara
perencanaan dan pengendalian.
2. Anggaran Sektor Publik
Anggaran adalah paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran
yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang (Indra
Bastian dalam Deddi Nordiawan dan Ayuningtyas Hertianti, 2014: 69). Sedangkan
penganggaran merupakan proses pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk
memenuhi kebutuhan yang sifatnya terbatas (Deddi Nordiawan dan Ayuningtyas
Hertianti, 2014: 69). Selain itu anggaran juga dikatakan sebagai pernyataan
mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu dalam
ukuran financial.
Berangkat dari definis di atas maka dapat dijelaskan fungsi anggaran dalam
manejemen organisasi sektor publik sebagai berikut:
a. Anggaran sebagai alat perencanaan
b. Anggaran sebagai alat pengendalian
c. Anggaran sebagai alat kebijakan
d. Anggaran sebagai alat politik
e. Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi
f. Anggaran sebagai alat penilaian kinerja
g. Anggaran sebagai alat motivasi
3. Jenis Anggaran Sektor Publik
Secara garis umum, anggaran terklasifikasi menjadi 5 bagian, yaitu:
a. Anggaran operasional dan anggaran modal
Anggaran operasional merupakan anggaran untuk kepentingan sehari-
hari dalam kurun waktu satu tahun. Anggaran operasional bersifat rutin dan
jumlahnya kecil sehingga tidak menambah fungsi aset. Anggaran modal
menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aset tetap.
Anggaran modal merupakan pengeluaran yang manfaatnya lebih dari satu tahun
karena menambah jumlah aset atau kekayaan
b. Anggaran berdasarkan pengesahan
Berdasarkan pengesahan, anggaran sektor publik dibagi menjadi 2 yaitu
anggaran tentatif dan anggaran enacted. Anggaran tentatif merupakan anggaran
yang tidak perlu mendapat persetujuan dari legislatif karen munculnya dipicu
oleh hal-hal yang tidak direncanakan sebelumnya. Sedangkan anggaran enacted
merupakan anggaran yang direncanakan, dibahas dan disetujui oleh legislatif.
c. Anggaran dana umum dan dana khusus
Anggaran dana umum digunakan untuk pembayaran kegaitan yang
bersifat umum dan sehari-hari, sedangkan anggaran dana khusus merupakan
anggaran yang dialokasikan untuk tujuan tertentu seperti pembayaran utang.
d. Anggaran tetap dan anggaran fleksibel
Anggaran tetap merupakan anggaran yang ditetapkan pada awal tahun
dimana pada pelaksanaannya tidak boleh melampaui anggaran yang telah
ditetapkan walaupun ada penambahan jumlah kegiatan. Sedangkan anggaran
fleksibel merupakan anggaran yang ditetapkan berdasarkan harga barang / jasa
per unit sehingga anggaran secara keseluruhan akan berfluktuasi bergantung
pada banyaknya kegaitan yang dilakukan.
e. Anggaran eksekutif dan anggaran legislatif
Anggaran eksekutif merupakan anggaran yang disusun oleh pemerintah.
Sedangkan anggaran legislatif merupakan anggaran yang disusun oleh lembaga
legislatif tanpa melibatkan eksekutif (pemerintah). Selain itu terdapat juga
anggaran bersama (joint budget) merupakan anggaran yang disusun secara
bersama-sama antara eksekutif dan legislatif. Sedangkan anggaran yang
disususn oleh suatu komite khusus disebut anggaran komite
4. Siklus Anggaran Sektor Publik

1. Penyiapan Format
1. Dilakukan oleh lemabaga
2. Pengajuan
Persiapan independen Pemeriksaan
3. Review
2. Menjadi masukan
4. Penyetujaun

1. Pengajuan
Persetujuan 2. Pembahasan
3. Dengar Pendapat

1. Peng. Pendapatan 1. Pada akhir periode


2. Pengeluaran 2. Termasuk dalam Pelaporan
Administrasi
3. Pengadministrasian proses akuntansi
5. Sistematika Anggaran Sektor Publik
Berikut ini adalah klasifikasi yang menjadi dasar sistematika anggaran pada
sektor publik menurut GFS (General Financial Statistics).
a. Pendapatan
Adalah kenaikan kekayaan bersih akibat adanya transaksi. Dalam
pemerintahan ada empat sumber utama pedapatan yaitu pajak dan kewajiban
yang dipaksakan oleh pemerintah, property income yang muncul dari
kepemilikan aset, penjualan barang dan jasa, serta sumbangan suka rela.
b. Beban
Adalah penurunan kekayaan bersih sebagai akibat terjadinya transaksi.
Transaksi yang tergolong dalam beban adalah:
1) Refunds, artinya pemerintah menutup kelebihan pembayaran dan ketika
terjadi kesalahan (error)
2) Biaya yang muncul dalam produksi barang dan jasa yang dicatat sebagai
beban walaupun harga barang dan jasa yang terjual pada dasarnya melebihi
produksi sehingga dapat menigkatkan kekayaan pribadi.
Transaksi akuisisi aset non keuangan yang dibeli atau transaksi
akibat pertukaran dan tidak akan mempengaruhi kekayaan tidak
digolongkan sebagai beban / expense. Menurut GFS beban diklasifikasi
menjadi beberapa kategori yaitu: compensation of employees, use of goods
and service, consumption of fixed capital, subsidies, grant, sosial benefits,
dan other expense.
B. Pendekatan Penyusunan Anggaran Sektor Publik
1. Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional biaya disebut dengan object of expenditure yang
mengandung arti bahwa penentuan jenis dan jumlah biaya yang ada pada anggaran
periode tertentu didasarkan pada presentase kenaikan tertentu dari setiap jenis dan
jumlah yang sama dengan tahun aggaran sebelumnya. Cara pembuatan anggaran
dengan menggunakan metode ini adalah mengidentifikasi seluruh jenis belanja,
jenis belanja yang memiliki kesamaan atau kemiripan karakteristik dapat
dikelompokkan dalam jenis kelompok tertentu. Jenis kelompok bisa diterapkan
seperti biaya pegawai, biaya perjalanan, biaya pemeliharaan, biaya administrasi
kantor, dan lain-lain.
Berkaitan dengan pengendalian, anggaran yang dinyatakan dalam jenis
objek secara global tingkat pengendaliannya lebih rendah namun dibalik itu
manajemen memiliki kebebasan dalam realisasi anggaran selama jumlah dalam
anggaran tidak terlampaui, dan sebaliknya jika jumlah semakin detail maka tingkat
pengendalian menjadi tinggi namun disatu sisi manajemen tidak memiliki
kebebasan dalam mengalokasi sendiri anggaran tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, ciri-ciri pendekatan tradisional adalah:
a. Disusun berdsarkan daftar belanja sehingga terlihat seperti daftar pos belanja
b. Bertujuan membatasi pengeluaran atau mengendalikan belanja
c. Umumnya bersifat inkremental
Diantara kelebihan pendekatan tradisional ini adalah bentunya yang
sederhana dan mudah dipersiapkan, disamping banyak kelemahan yang menjadi
kritik banyak pihak diantaranya terpaku pada sumber daya yang telah ada
sebelumnya dan lain-lain
2. Pendekatan Kinerja
Pendekatan ini diperkenalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang
terdapat pada pendekatan sebelumnya. Pendekatna kinerja lebih menitikberatkan
pada kinerja terukur dari program kerja. Adapun karakteristik pendekatan kinerja
adalah:
a. Mengelompokkan anggaran berdasarkan program atau aktivitas
b. Setiap program atau aktivitas dilengkapi dengan indikator kinerja yang menjadi
tolak ukur keberhasilan
c. Diterapkannya unit costing untuk setiap aktivitas, dengan demikian total
anggaran untuk suatu organisasi adalah jumlah dari perkalian dari biaya standar
per unit dengan jumlah unit aktivitas yang diperkirakan pada periode
mendatang.
Kelebihan pendekatan ini adalah
a. Mengalihkan perhatian dari pengendalian anggaran ke pengendalian manajerial
b. Mendorong perencanaan yang lebih baik
c. Manajemen memiliki alat pengendalian terhadap bawahannya
d. Menitikberatkan pada aktivitas yang memakai anggaran dari pada besarnya
jumlah anggaran yang dipakai
e. Dianggap lebih sesuai dengan karakteristik sektor publik yang tidak berbasis
keuntungan.
Beberapa hal yang menjadi kelemahan anggaran kinerja adalah:
a. Tidak banyak peronel bagian anggaran atau akuntansi yang memiliki
kemampuan untuk mengidentifikasi unit pengukuran dan menganalisis biaya.
b. Terkadang terdapat kondisi yang sulit sehingga pengukuran kinerja tidak dapat
dilakukan secara langsung.
c. Kurang menghubungkan aktivitas yang dijalankan dengan visi misi yang
diusung organisasi.
Terlepas dari kelebihan dan kelemahan dalam penganggaran berbasis
kinerja ini, indikator kinerja yang tergolong baik adalah harus memenuhi kriteria
CREAM (clear, relevant, economic, adequate, and monitorable). Selain itu
indikator kinerja yang baik juga dapat diniliai dari kriteria SMART (specific,
measurable, achievable/attainable, relevance and time bound)
3. Pendekatan Sistem Perencanaan, Program, dan Anggaran Terpadu (Planning,
Programming, and Budgeting System-PPBS)
PPBS merupakan sistem yang memandang penganggaran bukan hal berdiri
sendiri akan tetapi sebuah sistem yang terintegrasi dari perencanaan, pembuatan
program, dan penganggaran, sehingga sasaran, manfaat, dan tujuan harus
diterjemahkan secara detail agar program strategis yang berorientasi pada hasil
dapat diidentifikasi.
Adapun karakteristik pendekatan PPBS adalah:
a. PPBS merupakan satu kesatuan dengan tahap perencanaan
b. Pendekatan ini dirumuskan dalam bentuk program yang diambil dari visi dan
misi
c. Indikator kinerja dikembangkan dan disusun secara terintegrasi dengan sasaran
strategis yang ada didokumen perencanaan
d. Pendekatan in memperhitungkan kebutuhan biaya dalam jangka menengah
sebagai upaya konsistensi dengan sasaran strategis.
Kelebihan pendekatan PPBS adalah:
a. Pendekatan ini menekankan pada perencanaan jangka panjang.
b. PPBS mengasumsikan bahwa semua program akan dievaluasi secara tahunan.
c. Keputusan mengenai program pada pendekatan PPBS dibuat pada tingkat
manajemen puncak untuk tjuan harmonisasi dan kesesuaian dengan rencana
strategis.
Kelemahan pendekatan PPBS adalah:
a. PPBS membutuhkan system informasi yang canggih, ketersediaan data, adanya
system pengukuran, dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi
b. Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar karena PPBS
membutuhkan teknologi yang canggih
c. PPBS bagus secara teori, namun sulit untuk diimplementasikan
d. PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulan
manusia yang kompleks
e. PPBS merupakan teknik anggaran yang statistically oriented. Penggunaan
statistic terkadang kurang tajam untuk mengukur efektivitas program. Statistik
hanya tepat untuk mengukur beberapa program saja
f. Pengaplikasian PPBS menghadapi masalah teknis sehingga menyulitkan dalam
melakukan alokasi biaya
4. Pendekatan Zero Based
Konsep ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem
anggaran tradisional. Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ini dapat
menghilangkan incrementalism dan line-item karena anggaran diasumsikan mulai
dari nol (zero-base). Proses Implementasi ZBB Terdiri dari 3 tahap, yaitu:
a. Identifikasi unit-unit keputusan
Struktur organisasi pada dasarnya terdiri dari pusat-pusat
pertanggungjawaban. Setiap pusat pertanggungjawaban merupakan unit
pembuat keputusan yang salah satu fungsinya adalah untuk menyiapkan
anggaran. ZBB merupakan system anggaran yang berbasis pusat
pertanggungjawaban sebagai dasar perencanan dan pengendalian anggaran.
b. Penentuan paket-paket keputusan
Tahap selanjutnya adalah menyiapkan dokumen yang berisi tujuan unit
keputusan dan tindakan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dokumen inilah yang disebut paket keputusan. Paket keputusan merupakan
gambaran komprehensif mengenai bagian dari aktivitas organisasi atau fungsi
yang dapat dievaluasi secara individual. Ada 2 jenis paket keputusan yaitu
Paket keputusan mutually-exclusive (paket keputusan yang memiliki fungsi
yang sama) dan Paket keputusan incremental (merefleksikan level usaha
berbeda dalam melakukan kegiatan tertentu).
c. Meranking dan mengevaluasi paket keputusan
Tahap berikutnya adalah meranking semua paket berdasarkan
manfaatnya terhadap organisasi. Tahap ini merupakan jembatan menuju proses
alokasi sumber daya di antara berbagai kegiatan yang beberapa diantaranya
sudah ada dan yang lainnya baru sama sekali.
Keunggulan pendekatan ZBB adalah:
a. Jika ZBB dilaksanakan dengan baik maka dapat menghasilkan alokasi sumber
daya secara lebih efisien
b. ZBB berfokus pada value for money
c. Memudahkan untuk mengidentifikasi terjadinya inefisiensi dan ketidakefektifan
biaya
d. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi staf dan manajer
e. Meningktkan partisipasi manajemen level bawah dalam proses penyusunan
anggaran
f. Merupakan cara yang sistematik untuk menggeser status quo dan mendorong
organisasi untuk selalu menguji alternatif aktivitas dan pola perilaku biaya serta
tingkat pengeluaran
Kelemahan pendekatan ZBB adalah:
a. Prosesnya memakan waktu, terlalu teoritis dan tidak praktis, membutuhkan
biaya yang besar, serta menghasilkan kertas kerja yang menumpuk karena
pembuatan paket keputusan
b. ZBB cenderung menekankan manfaat jangka pendek
c. Implementasi ZBB membutuhakan teknologi yang maju
d. Masalah besar yang dihadapi ZBB adalah proses meranking dan mereview paket
keputusan. Mereview ribuan paket keputusan merupakan pekerjaan yang
melelahkan dan membosankan, sehingga dapat mempengaruhi keputusan.
e. Untuk melakukan perankingan paket keputusan dibutuhkan staf yang memiliki
keahlian yang mungkin tidak dimiliki organisasi. Selain itu dalam perankingan
muncul pertimbangan subjektif/ mungkin terdapat tekanan politik sehingga tidak
objektif lagi.
f. Memungkinkan munculnya kesan yang keliru bahwa semua paket keputusan
harus dalam anggaran
g. Implementasi ZBB menimbulkan masalah keperilakuan dalam organisasi