Anda di halaman 1dari 15

Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan

Usaha Di PKBM Permata Harapan

PELATIHAN KETERAMPILAN HANTARAN DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI DAN


MEMBENTUK WIRAUSAHA PADA KEAKSARAAN USAHA DI PKBM PERMATA HARAPAN
DESA KADEMANGAN KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG

Sri Wahyuni
(Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya)

Email: yuni031194@gmail.com

Prof. Dr. Yatim Riyanto, M. Pd

(Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya)

Abstrak
Keterampilan hantaran merupakan segala sesuatu berupa benda yang dibentuk, ditata,
dikemas, dihias, dalam bentuk bingkisan atau kado yang akan diberikan pada orang lain.
ketrampilan hantaran dapat ditingkatkan dalam kegiatan pelatihan. Pelatihan saat ini
sering digunakan sebagai cara melatih masyarakat atau sekelompok masyarakat untuk
mengurangi kemiskinan karena output dari pelatihan adalah peserta pelatihan yang
sudah mendapatkan skill tersebut diharapkan dapat membuka usaha mandiri atau dapat
bekerja di suatu instansi yang sesuai. Peserta pelatihan yang ada di PKBM Permata
Harapan merupakan ibu-ibu yang mengalami buta aksara dan telah menyelesaikan
pembelajaran keaksaraan dasar. Mereka memiliki motivasi dari dalam maupun motivasi
dari luar yang sangat rendah untuk dapat membentuk wirausaha.
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) hasil pelatihan
keterampilan hantaran dalam menumbuhkan motivasi pada keaksaraan usaha mandiri
(2) dampak pelatihan keterampilan hantaran dalam membentuk wirausaha pada
keaksaraan usaha mandiri (3) faktor penghambat pelatihan keterampilan hantaran dalam
menumbuhkan motivasi dan membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri dan
(4) faktor pendukung pelatihan keterampilan hantaran dalam menumbuhkan motivasi
dan membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berasal dari lima
peserta pelatihan, dua tutor pelatihan dan penyelenggara sekaligus pengelolah. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara mendalam, observasi
partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan yakni
reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa
pelatihan keterampilan hantaran kurang mampu meningkatkan motivasi berwirausaha
namun belum dapat membentuk wirausaha warga belajar di PKBM Permata Harapan.
Hasil analisis data semua warga belajar mempunyai keinginan untuk berwirausaha
sedangkan hanya 2 dari 5 warga belajar yang telah membentuk wirausaha.
Kata kunci : Pelatihan, Motivasi, Membentuk Wirausaha.
Abstract
Dowry making skills is everything in the form of objects that are shaped, arranged,
packaged, decorated, in the form of gifts or gifts that will be given to others. Dowry
making skills can be improved in training activities. Current training is often used as a
way of training a community or community to reduce poverty because the output of the
training is that the trainee who has obtained the skill is expected to open an independent
business or be able to work in an appropriate agency. The training participants in PKBM
Permata Harapan are mothers who are illiterate and have completed basic literacy
learning. They have the motivation from within and the motivation from the outside is
very low to be able to form entrepreneurship
The purpose of this study is to discribe and analysis of (1) the results of dowry making
skills in developing motivation in independent business literacy (2) the impact of dowry
making skills training in establishing entrepreneurship in independent business literacy
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

(3) inhibiting factors of dowry making skills training in motivation and entrepreneurship
Self-employment literacy and (4) supporting factors of dowry making skills training in
motivating and forming entrepreneurship in independent business literacy.
The research method is descriptive qualitative. The subjects were from five trainees, two
training tutors and organizers as well as managers. Data collection methods used were
through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data were
analyzed descriptively through the stages of data reduction, data display, and data
verification. The result of the research shows that the training of dowry making skills has
been able to increase entrepreneurship motivation but not yet able to form the
entrepreneur of the studying community in PKBM Permata Harapan. Result of data
analysis all citizen learn have desire to entrepreneurship whereas only 2 of 5 study citizen
who have formed entrepreneurship.
Keywords : Training, Motivation, Forming Entrepreneurship.
Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003, pasal 26
PENDAHULUAN ayat 1 dijelaskan bahwa Pendidikan
Pendidikan adalah sebuah aktivitas Nonformal diselenggarakan bagi warga
yang mencangkup target, metode dan sarana masyarakat yang memerlukan layanan
dalam membentuk manusia-manusia yang pendidikan yang berfungsi sebagai
mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan pengganti, penambah, dan pelengkap
lingkunganya, baik internal maupun pendidikan formal dalam rangka
eksternal demi terwujudnya kemajuan yang mendukung pendididkan sepanjang hayat.
lebih baik. Dalam UUD 1945 menegaskan Salah satu bentuk pendidikan
jaminan atas hak warga negara dalam nonformal yang ada di masyarakat pada saat
kaitanya dengan pendidikan dan pekerjaan. ini adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Hal ini terdapat dalam pasal 28 C ayat (1) (PKBM). Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa (PKBM) merupakan prakarsa pembelajaran
Setiap warga negara berhak masyarakat yang didirikan dari, oleh dan
mengembangkan diri melalui pemenuhan untuk masyarakat. Ruang lingkup kegiatan
kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pembelajaran yang ada di PKBM yaitu
pendidikan dan memperoleh manfaat dari Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan
ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan Kesetaraan (Paket A, B, dan C), PAUD,
budaya, demi meningkatkan kualitas hidup Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak,
dan untuk kesejahteraan umat manusia. satuan PAUD sejenis, Kursus, Pendidikan
Dengan demikian pendidikan memiliki Perempuan, Pendidikan Kecakapan
peran yang sangat penting bagi seseorang Keorangtuaan, Taman Baca Masyarakat.
untuk menyejahterakan hidupnya serta dapat (Standar dan Prosedur Penyelenggaraan
menjadi suatu nilai pembangunan bangsa. PKBM,2012)
Pendidikan tentunya tidak akan terlepas dari Jumlah penyandang buta aksara di
pembelajaran. Pembelajaran merupakan Jawa Timur pada tahun 2010 yaitu 1.900.403
proses interaksi peserta didik dengan sumber jiwa dengan pembagian jumlah buta aksara
belajar pada suatu lingkungan belajar. perempuan sebanyak 1.217.619 jiwa atau
Undang Undang Sisdiknas No. 20 sekitar 64 persen sedangkan laki laki
tahun 2003, pasal 13 ayat 1 menyatakan sebanyak 682.784 jiwa atau sekitar 36 persen.
bahwa jalur pendidikan terdiri atas jalur Namun di Kabupaten Jombang tingkat buta
pendidikan formal, nonformal dan informal aksara tahun 2011 mencapai 6,07% menurun
yang dapat saling melengkapi dan 1,41% di banding tahun 2010 sebesar 7,48%
memperkaya. Upaya meningkatkan kualitas dengan jumlah 26.570 jiwa(Data BPS
sumber daya manusia, dapat dilakukan Kabupaten Jombang).
melalui jalur pendidikan non formal. Pada data penyandang buta aksara di
Kebijakan ini juga didukung dengan Undang atas dapat disimpulkan bahwa banyak
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

perempuan yang mengalami buta aksara. mandiri (KUM). Adanya layanan kegiatan
Mengingat banyaknya perempuan yang tidak pendidikan keaksaraan baik keaksaraan
mampu untuk melanjutkan sekolah ke dasar yang merupakan kegiatan
jenjang yang lebih tinggi. Perempuan selama pemberantasan buta aksara maupun
ini hanya di pandang suatu pelengkap karena keaksaraan usaha mandiri atau keaksaraan
cenderung lemah lembut, keibuan, halus, lainnya yang merupakan kegiatan
cantik, lebih cocok untuk bekerja di dalam memeliharan dan peningkatan kemampuan
rumah tangga (mengurus anak, memasak keaksaraan, maka akan memudahkan
dan membersihkan rumah), sehingga perempuan dalam belajar.
keterlibatan peran perempuan sangatlah Namun penyampaian materi
kurang. Berbagai hasil penelitian tentang pendidikan tidak cukup hanya melalui
perempuan indonesia banyak dijumpai ceramah dan teori, tetapi akan lebih menarik
masalah. Padahal perempuan adalah tiang jika melalui latihan dan pembuatan
negara bila perempuan baik maka baiklah keterampilan. Dalam mengembangkan
negara dan bila perempuan rusak maka sumber daya manusia sebagai faktor
rusaklah negara (Djamal Zoeraini : 31). produksi maka produktifitas manusia harus
Pendidikan adalah salah satu jalan di tingkatkan melalui keterampilan-
menjadikan perempuan sebagai agen keterampilan. Hal ini dilakukan karena
perubahan, dan menjadi salah satu faktor terdapat kecenderungan warga masyarakat
yang memungkinkan perempuan memiliki yang mengalami keaksaraan fungsional akan
kecakapan hidup yang dibutuhkan. kembali tuna aksara apabila kemampuan
Pemerataan dan perluasan akses di bidang keaksaraannya tidak dipergunakan secara
pendidikan nonformal perlu ditingkatkan, fungsional dan berkelanjutan. Adapun
dengan dilaksanakan melalui pelaksanaan keaksaraan yang berjalan
penyelenggaraan berbagai program yang diharapkan mampu memandirikan warga
mengarah pada pembekalan peserta didik belajar.
tentang pengetahuan, ketrampilan sikap Dan Program pendidikan keaksaraan usaha
kepribadian profesional yang berbasis pada mandiri merupakan pendidikan keaksaraan
pendidikan kecakapan hidup untuk yang menekankan pada peningkatan
memenuhi kebutuhan masyarakat baik pada keaksaraan dan pengenalan kemampuan
spektrum pedesaan, perkotaan, dan nasional. berusaha. Kemampuan atau ketrampilan
Peraturan Pemerintah Republik yang dilatihkan kepada warga belajar lebih
Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang diarahkan pada pembelajaran keterampilan
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang bermata pencaharian yang dapat
Nomor 6 Tahun 2014 menyatakan bahwa meningkatkan keaksaraan dan penghasilan
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum peserta didik (profil direktorat pembinaan
yang memiliki batas wilayah yang pendidikan keaksaraan dan kesetaraan,2016)
berwenang untuk mengatur dan mengurus Program Keaksaraan Usaha Mandiri
urusan pemerintahan, kepentingan (KUM) diberikan kepada warga belajar
masyarakat setempat berdasarkan prakarsa melalui pelatihan. pelatihan merupakan
masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak proses pembelajaran dalam rangka
tradisional yang diakui dan dihormati dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
sistem pemerintahan Negara Kesatuan dan sikap individu sebagai anggota
Republik Indonesia. Desa kademangan masyarakat dalam pekerjaan dan kehidupan
memiliki beberapa cara dalam sehari-hari. Tujuan kegiatan pelatihan untuk
mengupayakan warga masyarakatnya untuk meningkatkan pengetahuan dan
tetap belajar, adapun program pendidikan keterampilan dalam memahami dan
diantaranya pendidikan keaksaraan usaha melaksanakan suatu pekerjaan dengan efektif
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

dan efesien. Pelatihan disini dimaksudkan perempuan. Namun pada keadaan


agar kreatifitas yang telah diberikan bisa sebenarnya jasa dalam pembuatan hantaran
mereka kembangkan dan dipraktekan baik ini belum ada, oleh karena itu pelatihan
untuk dirinya sendiri maupun dijual agar keterampilan hantaran ini dilaksanakan guna
mereka dapat menjadi wirausahawan yang untuk menumbuhkan motivasi dan
mandiri dan tentunya dapat membantu membentuk wirausaha.
ekonomi keluarga. Karena dengan life skill Berdasarkan latar belakang tersebut,
yang telah mereka miliki, meraka bisa maka perlu dilakukan penelitian dengan
meningkatkan dan mengembangkan skill judul Pelatihan Keterampilan Hantaran
yang telah dikuasai dengan jalan membuka Dalam Menumbuhkan Motivasi dan
usaha mandiri. Sehingga kehidupan para ibu Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
rumah tangga lebih meningkat dan tidak Usaha Mandiri di PKBM Permata Harapan
keterbelakang. Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung
PKBM Permata Harapan merupakan Kabupaten Jombang.
salah satu PKBM yang terletak di Desa Berdasarkan dengan latar belakang masalah
Kademangan Kecamatan Mojoagung di atas, maka fokus penelitian sebagai berikut
Kabupaten Jombang. Adapun yang saat ini : Bagaimana hasil pelatihan keterampilan
melangsungkan pelaksanaan program hantaran dalam menumbuhkan motivasi
Keaksaraan Usaha Mandiri sebagai bentuk pada keaksaraan usaha mandiri, Bagiamana
lanjutan dari adanya Keaksaraan Dasar yang dampak pelatihan keterampilan hantaran
sebelumnya. Diantaranya program yang dalam membentuk wirausaha pada
berlangsung untuk Keaksaraan Usaha keaksaraan usaha mandiri, Apa faktor
Mandiri yakni pelatihan keterampilan penghambat pelatihan keterampilan hantaran
hantaran. dalam menumbuhkan motivasi dan
Pelatihan keterampilan hantaran membentuk wirausaha pada keaksaraan
merupakan keahlian seseorang untuk usaha mandiri, Apa faktor pendukung
mengelolah segala sesuatu berupa benda pelatihan keterampilan hantaran dalam
yang dibentuk, ditata, dikemas, dihias, dalam menumbuhkan motivasi dan membentuk
bentuk bingkisan atau kado yang akan wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri.
diberikan kepada orang lain. Pelatihan ini Berdasarkan dengan latar belakang masalah
bertujuan untuk memberikan pengetahuan, dan fokus penelitian diatas maka tujuan
keterampilan, dan sikap untuk bekerja penelitian ini sebagai berikut : Untuk
maupun berwirausaha sehingga dapat mendiskripsikan dan menganalisis hasil
meningkatkan kesejahteraan dalam pelatihan keterampilan hantaran dalam
kehidupan ekonominya. Dalam pelatihan menumbuhkan motivasi pada keaksaraan
keterampilan hantaran di desa kademangan usaha mandiri, Untuk mendiskripsikan dan
ini memiliki 40 warga belajar perempuan dan mengetahui dampak pelatihan keterampilan
4 tutor. Di desa kademangan ini banyak hantaran dalam membentuk wirausaha pada
warga masyarakatnya yang mengunakan keaksaraan usaha mandiri, Untuk
hantaran dalam setiap acara seperti : mendiskripsikan dan menganalisis faktor
pernikahan, lamaran, hari raya idul fitri, penghambat pelatihan keterampilan hantaran
kelahiran. Namun yang lebih dominan dalam menumbuhkan motivasi dan
hantaran di desa kademangan ini digunakan membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha
untuk acara pernikahan dan lamaran. mandiri, Untuk mendiskripsikan dan
Hantaran/seserahan dalam pernikahan menganalisis faktor pendukung pelatihan
merupakan simbolik dari pihak pria sebagai keterampilan hantaran dalam menumbuhkan
bentuk tanggung jawab ke pihak keluarga, motivasi dan membentuk wirausaha pada
terutama orang tua calon pengantin keaksaraan usaha mandiri.
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

Dalam penelitian ini menggunakan sesuai dengan sifat dan karakteristik


pendekatan Deskriptif kualitatif. Penelitian penelitian yang dilakukan. Teknik
ini dilaksanakan pada pelatihan keterampilan pengumpulan data dalam penelitian ini
hantaran pada keaksaraan usaha mandiri di menggunakan teknik wawancara, observasi
PKBM Permata Harapan Desa Kademangan dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam
Kabupaten Jombang. Dengan diangkatnya penelitian ini menggunakan koleksi data,
judul Pelatihan Keterampilan Hantaran reduksi data, penyajian data dan verifikasi
Dalam Menumbuhkan Motivasi dan data.Kriteria keabsahan data dalam penelitian
Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan ini menggunakan Kredibilitas,
Usaha Mandiri Di PKBM Permata Harapan Transferabilitas, Dependabilitas dan
Desa Kademangan Kabupaten Jombang, Konfirmabilitas.
maka peneliti dapat meneliti lebih mendalam HASIL DAN PEMBAHASAN
tentang hasil pelaksanaan pelatihan Analisis data merupakan proses analisis data
keterampilan hantaran apakah mampu untuk yang didapatkan dari hasil wawancara,
menumbuhkan motivasi dan membentuk observasi dan dokumentasi. Pengolahan data
wirausaha peserta didik di Desa dalam penelitian ini menganalisis apa yang
Kademangan Kabupaten Jombang. telah dibahas dalam temuan penelitian
Menurut Arikunto (2002:18) Subjek penelitian mengenai hasil pelatihan dalam
merupakan subjek yang menjadi sasaran menumbuhkan motivasi, membentuk
penelitian yang dapat dijadikan sebagai wirausaha, faktor penghambat dan faktor
sumber data. Adapun yang menjadi subyek pendukung.
penelitian antara lain: 1. Hasil Pelatihan dalam Menumbuhkan
1. Warga perempuan sebagai pelaku yang Motivasi dan Membentuk Wirausaha di
mengikuti program pelatihan Desa Kademangan Kabupaten Jombang.
ketrampilan hantaran di daerah sekitar Pelatihan keterampilan hantaran
desa Kademangan. Dengan Jumlah 40 melalui program keaksaraan usaha
orang warga belajar namun dalam mandiri dalam menumbuhkan motivasi
penelitian ini peneliti mengambil 5 dan membentuk wirausaha sangatlah
orang warga belajar sebagai informan, berguna bagi perempuan di Desa
alasan peneliti mengambil informan 5 Kademangan Kabupaten Jombang
orang sebab sesuai dengan dusunnya karena perempuan disana disamping
masing-masing. masih banyak yang buta huruf juga
2. Ketua dan pengurus penyelenggara masih kurangnya pengetahuan dan
PKBM Permata Harapan selaku keterampilan. Sehingga pelaksanaan
penggerak program pelatihan pelatihan sangat memberikan manfaat
ketrampilan hantaran. tersendiri bagi peserta pelatihan, yakni 2
3. 2 Tutor dalam pelatihan keterampilan orang atau 40% warga belajar telah
hantaran program keaksaraan usaha di dipercaya warga sekitar untuk
PKBM Permata Harapan. menerima pesanan membuat hasil jadi
hantaran. Adapun 3 orang atau 60%
Agar tujuan penelitian dapat dipercaya untuk warga belajar yang menggunakan
itu dibutuhkan suatu teknik atau metode skillnya untuk kebutuhan hidupnya atau
pengumpulan data yang tepat. Dalam suatu di lingkungan masyarakat. Hal tersebut
penelitian selalu terjadi proses pengumpulan muncul karena masyarakat sebelumnya
data. Dalam proses pengumpulan data tidak memiliki keterampilan kini
tersebut akan menggunakan beberapa metode. memiliki keterampilan hantaran.
Jenis metode yang dipilih dan digunakan Perempuan-perempuan yang
dalam pengumpulan data, tentunya harus telah mengikuti pelatihan keterampilan
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

hantaran diharapkan untuk membuka motivasi bukan hanya diberikan


usaha hantaran sebab di Desa oleh tutor saja, motivasi bisa
Kademangan belum ada usaha diberikan oleh warga belajar
mengenai hantaran sesuai dengan lainnya atau keluarga. Hal
pendapat Thomas W Zimmer (1996) tersebut sama halnya dengan
yang menyatakan bahwa pernyataan yang diuraikan Sigian
Kewirausahaan adalah hasil dari suatu (1995) dalam Sutrisno (2009:117)
yang disiplin serta proses sistematis bahwa motivasi adalah keadaan
penerapan kreativitas dan inovasi dalam kejiwaan yang mendorong
memenuhi kebutuhan dan peluang di mengaktifkan, atau menggerakan
pasar. Sehingga para perempuan dari dan motif itulah yang
masing-masing individu nantinya akan mengarahkan dan menyalurkan
berusaha untuk membentuk wirausaha perilaku, sikap, dan tindak tanduk
kemudian mampu menciptakan seseorang yang selalu dikaitkan
perubahan setelah mengikuti pelatihan dengan pencapaian tujuan, baik
keterampilan hantaran dengan berbagai tujuan organisasi maupun tujuan
cara pemasaran yang nantinya akan pribadi masing-masing anggota
berkembang suatu peningkatan organisasi. Dengan demikian
penghasilan dari masing-masing dapat dikatakan bahwa
keluarga hingga desa. Disamping itu perempuan Desa Kademangan
peneliti juga meneliti bagaimana telah memiliki berbagai cita-
kesesuaian dengan indikator cita/impian yang ingin dicapai
menumbuhkan motivasi. indikator dengan skill yang telah dimiliki.
menumbuhkan motivasi yang 2. Minat
digunakan peneliti adalah sebagai Minat merupakan
berikut penerimaan akan suatu hubungan
1. Cita-cita/impian antara diri sendiri dengan suatu
Suatu impian yang ingin diluar diri. Berdasarkan hasil
diwujudkan dimasa mendatang pengamatan peneliti bahwa
dimana impian tersebut selalu banyak warga belajar mengikuti
bernilai positif bagi dirinya dan pelatihan keterampilan hantaran
lingkungannya. Dari hasil sampai selesai, hal ini sudah
pengamatan peneliti, dalam mampu membuktikan bahwa
pelaksanaan pelatihan warga belajar memiliki minat
keterampilan hantaran, warga untuk mengikuti pelatihan karena
belajar dalam mengikuti pelatihan kebutuhan yang mereka miliki.
memiliki berbagai cita- Hal ini sesuai dengan pernyataan
cita/impian yang akan Murshal (dalam
diwujudkan. Hal ini sesuai Sudirman,2006:74) bahwa minat
dengan pendapat Sudirman merupakan kesadaran seseorang
(2005:85) yang menyatakan bahwa bahwa suatu objek, seseorang
instensitas motivasi seseorang suatu hal atau suatu situasi
akan sangat menentukan tingkat mengandung sangkut paut pada
pencapaian suatu prestasi atau dirinya. Secara sederhana, minat
tujuan lain yang akan dicapai, berarti kecenderungan dan
dalam hal ini termasuk cita-cita. kegairahan yang tinggi atau
Motivasi diberikan setiap keinginan yang besar terhadap
pembelajar berlangsung namun sesuatu.
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

Dengan adanya kegiataan yaitu skill yang dimiliki


pelatihan keterampilan hantaran digunakan untuk bersosialisasi di
ini maka warga belajar diajak masyarakat, kebutuhan harga diri
untuk mengembangankan minat yaitu warga belajar merasa
dengan berwirausaha, namun percaya diri setelah mengikuti
terdapat warga belajar yang pelatihan karena dianggap
menggunakan keterampilan memiliki keterampilan mengenai
untuk memenuhi kebutuhan hantaran, sedangkan kebutuhan
hidupnya seperti bersosialisasi, aktualisasi diri yaitu warga belajar
membantu sanak saudara atau yang mengikuti pelatihan
untuk kehidupannya sendiri. hal keterampilan hantaran karena
inis sesuai dengan peryataan merasa dirinya tidak memiliki
Robinson (1981:12) bahwa keterampilan.
pelatihan adalah pengajaran atau 4. Kompetensi/persaingan
pemberian pengalaman kepada Kompetensi/persaingan
seseorang untuk mengembangkan digunakan sebagai alat motivasi
tingkah laku untuk mendorong belajar
(pengetahuan,skill,sikap) agar seseorang. Perempuan memiliki
mencapai sesuatu yang kesempatan yang sama dalam
diinginkan. mengakses sumber daya yang
3. Kebutuhan ada. Keadaan fisik dan sikap
Kebutuhan merupakan warga belajar dalam mengikuti
suatu hal yang ingin dipenuhi pelatihan keterampilan hantaran
apabila seseorang merasa adanya beragam, hal ini dikarenakan
kekurangan dalam dirinya. Warga sebagaian dari warga belajar yang
belajar dalam mengikuti pelatihan mengikuti adalah berusia lanjut
keterampilan hantaran ini yang menjadikan kebanyakan
memiliki kebutuhan yang sama kekurangan yang dirasakan dari
yaitu keterampilan hantaran segi fisik yang mengalami
namun dalam menerapkan hasil penuntunan fungsi seperti
pelatihan warga belajar gampang lelah, gampang
menyesuaikan dengan kebutuhan bingung, dan sebagainya. Namun
biologis maupun non selama mengikuti kegiatan
boilogisnya.hal ini sesuai dengan pelatihan keterampilan hantaran
pernyataan Sardiman (2006:77) ini warga belajar mengalami
bahwa seseorang melakukan banyak perubahan yaitu yang
aktivitas itu didorong oleh adanya awalnya kurang percaya diri kini
faktor-faktor kebutuhan biologis, semakin percaya diri, yang
insting, unsur-unsur kejiwaan sebelumnya tidak telaten jadi
yang lain serta adanya pengaruh sabar dan telaten. Hal ini
perkembangan budaya manusia. dikarenakan warga belajar
Dalam kehidupan sehari-hari memiliki keinginan untuk belajar
warga belajar menggunakan skill sungguh-sungguh mengenai
yang dimiliki untuk memenuhi hantaran agar dapat dimanfaatkan
kebutuhan fisologisnya yaitu dalam kehidupannya. Kompetisi
membantu memenuhi kebutuhan atau saingan biasa digunakan
keluarga, ataupun kebutuhan untuk meningkatkan prestasi atau
dirinya sendiri, kebutuhan sosial
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

kinerja. Hal itulah yang dikatakan keterampilan hantaran yaitu


oleh Sardiman (2005:93). untuk kewirausahaan. Namun
5. Pujian dalam penerapannya terdapar
Pujian merupakan suatu beberapa warga belajar yang telah
penghargaan positif yang membuka usaha mandiri baik itu
dilakukan oleh seseorang menjual lewat online atau pun
terhadap orang yang lain yang lewat pesanan. Hal ini sesuai
tujuannya untuk meningkatkan dengan pernyataan Uno (2006:28)
semangat kerja dan juga untuk bahwa seseorang akan tertarik
menguatkan kepercayaan diri. untuk belajar sesuatu, jika yang
Berdasarkan hasil penelitian dipelajari itu sedikitnya sudah
bahwa tutor selalu memberikan dapat diketahui atau dinikmati
pujian dalam setiap praktek manfaatnya. Jadi, seseorang akan
pembelajaran yang dilakukan termotivasi apabila dalam suatu
warga belajar. Pujian ini diberikan pembelajaran itu terdapat suatu
agar warga belajara merasa tujuan yang jelas.
senang dan giat dalam melakukan 2. Dampak Pelatihan dalam Membentuk
praktek pembelajaran. Hal ini Wirausaha Di Desa Kademangan
sesuai dengan pernyataan Kabupaten Jombang
Sardiman (2005:94) bahwa pujian Pelatihan keterampilan hantaran
yang tepat akan memupuk melalui program keaksaraan usaha
suasana yang menyenangkan dan mandiri dalam menumbuhkan motivasi
mempertinggi gairah belajar serta dan membentuk usaha membuat
sekaligus akan membangkitkan pelatihan menjadikan salah satu
harga diri. pertimbangan yang signifikan dalam
Dalam kegiatan proses kewirausahaan. Pelatihan
pembelajaran warga belajar merupakan penentuan dalam menjamin
diberikan pujian agar dapat efektivitas dan strategi untuk
meningkatkan rasa percaya meningkatkan kualitas, keahlian (skill)
dirinya dan dengan rasa percaya dan akhirnya akan mendorong kearah
diri tersebut warga belajar dapat perubahan perilaku yang lebih baik dari
menerapkan keterampilan yang yang kurang efektif menjadi efektif.
dimiliki untuk kebutuhan Sesuai dengan pendapat Thomas W
hidupnya. Pujian juga tidak hanya Zimmerer (2005) yang menyatakan
diberikan tutor dalam pelatihan bahwa terdapat beberapa manfaat
tetapi pujian itu juga dapat kewirausahaan dalam kehidupan seperti
diperoleh dari peserta pelatihan memberikan peluang dan kebebasan
ataupun keluarga. untuk mengendalikan nasib sendiri,
6. Tujuan yang jelas/diakui melakukan perubahan, mencapai
Dalam setiap hal yang akan potensi diri, meraih keuntungan
dilakukan seseorang akan seoptimal mungkin, berperan aktif
memiliki tujuan yang ingin dalam masyarakat, dan melakukan
dicapai. Berdasarkan pengamatan kegiatan yang disukai. Sehingga warga
peneliti setelah mengikuti belajar akan mendapatkan beberapa
pelatihan ini warga belajar manfaat dalam usaha hantaran yang di
diharapkan untuk dapat jalankkan. Manfaat yang didapatkan
membuka usaha mandiri, hal itu akan memberikan perubahan dalam
sesuai dengan tujuan pelatihan kehidupannya yang sebelumnya tidak
mempunyai penghasilan sekarang
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

mendapatkan penghasil dari setiap memberikan pelayanan yang lebih


pesanan. Disamping itu peneliti juga baik atau memperoleh
meneliti bagaimana kesesuaian dengan keuntungan yang lebih besar.
indikator membentuk wirausaha. 2. Pengambilan resiko
Indikator membentuk wirausaha yang Kemauan dan kemampuan
digunakan peneliti adalah sebagai untuk mengambil resiko
berikut : merupakan salah satu nilai utama
1. Kepemimpinan dalam kewirausahaan.
Seorang pengusaha harus Pengambilan resiko hal utama
memiliki jiwa kepemimpinan. dalam membentuk usaha, jika
Kepemimpinan disini, seorang warga belajar berani mengambil
pengusaha harus memiliki resiko dalam menjalankan
keberanian, mampu bertindak bisnisnya maka bisnis yang
untuk usahanya, berjiwa besar, dijalankan akan berjalan dengan
dan berani mengambil resiko. lancar. Dalam pembelajaran
Berdasarkan pengamatan peneliti pelatihan warga belajar telah
setelah mengikuti pelatihan ini diberikan beberapa hal mengenai
terdapat 2 warga belajar yang kewirausahaan, resiko dalam
memiliki jiwa kepemimpinan berwirausaha, sikap-sikap dalam
sedangkan 3 warga belajar yang menghadapi resiko dalam
tidak memiliki jiwa usahanya. Hal tersebut dapat
kepemimpinan. Warga belajar menjadi pendukung warga belajar
yang memiliki jiwa dalam menjalani resiko dalam
kepemimpinan mampu untuk usahanya. Jika wirausaha yang
membentuk usaha setelah tidak mau mengambil risiko akan
mengikuti pelatihan keterampilan sukar memulai atau berinisiatif.
hantaran. Warga belajar yang Hal tersebut sesuai dengan
mempunyai keberanian untuk pernyataan Wirasasmita (1992:3)
membentuk usaha hantaran, bahwa sesorang wirausaha yang
berani mengambil resiko yang berani menanggung risiko adalah
akan terjadi sekalipun akan rugi. orang yang selalu menjadi
Warga belajar yang telah pemenang dan memenangkan
membuka usaha hantaran ini dengan cara yang baik.
menjual hantaranya lewat online Dengan adanya usaha
ataupun pesanan. hantaran yang di bentuk oleh
Hal ini sesuai dengan warga belajar maka warga belajar
pernyataan Intruksi Presiden RI akan dapat mengetahui beberapa
No. 4 tahun 1995 yang resiko yang akan dihadapi.
menyatakan bahwa Namun dalam menuju suatu
kewirausahaan adalah semangat, keinginan untuk dapat membantu
sikap, perilaku, dan kemampuan keuangan keluarga maka resiko
seseorang dalam menanggani apapun akan dapat dilalui warga
usaha atau kegiatan yang belajar, asalkan dengan niat yang
mengarah pada upaya mencari, kuat.
menciptakan, menerapkan cara 3. Modal
kerja, teknologi, dan dan produk Dalam membentuk suatu
baru dengan meningkatkan usaha modal merupakan hal
efisiensi dalam rangka utama yang dibutuhkan.
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

Berdasarkan hasil pengamatan menciptakan usaha baru harus


peneliti warga belajar yang akan memiliki pengetahuan tentang
membentuk usaha mengalami usaha yang akan dijalani. Seorang
kendala dalam modal, sedangkan wiraushawan haruslah prespektif,
yang sudah memulai usaha modal mempunyai visi kedepan, apa
yang didapat itu adalah modal yang akan dilakukan dan apa
bersama. Dibutuhkan beberapa yang akan dicapai. Sebab usaha
modal dalam membentuk usaha yang akan dijalankan bukan
hantaran sedangkan ekonomi untuk sementara namun untuk
warga belajar tidak mencukupi selamanya. Warga belajar yang
untuk membuka usaha hantaran. sudah mengikuti pelatihan
Sesuai dengan pernyataan tentunya dapat memahami apa
Zimmerer dan Scarbourgh (1998) yang akan dilakukan dalam
mengenai pendorong menciptakan wirausaha baru yang
kewirausahaan yaitu faktor akan dijalankan.
ekonomi atau kependudukan Hal ini sesuai dengan
bahwa pada masa kini dan masa pernyataan David E. Rye (1996)
mendatang tidak ada batasan menyatakan bahwa ada 8 profil
dalam berusaha, tidak perduli wirausaha agar dapat berhasil
jenis kelamin, umur, ras status seperti : seorang yang berprestasi
social, siapapun dapat sukses tinggi, pengambil resiko, pemecah
apabila mereka mampu berusaha masalah, pencari status, memiliki
dan sukses dengan baik memiliki tingkat cadangan energi yang
usaha. tinggi, memiliki rasa percaya diri
Dapat disimpulkan jika diri yang tinggi, menghindari
warga belajar yang tidak memiliki ikatan emosi, dan memerlukan
modal jangan berhenti untuk kepuasan pribadi.
berwirausaha sebab dalam 5. Percaya diri
berwirausaha hal yang paling Kepercayaan diri cenderung
dibutuhkan adalah keberusahaan memiliki keyakinan akan
dalam membentuk usaha sampai kemampuannya untuk mencapai
sukses. keberhasilan. Warga belajar yang
4. Berorientasi ke masa depan telah mengikuti pelatihan
Seorang wirausahawan harus keterampilan hantaran telah
selalu berorientasi ke masa depan, memiliki kepercayaan diri dalam
berfikir positif dan memiliki keterampilan yang dimiliki
pengetahuan yang cukup dalam walaupun dalam pembelajaran
bidang usaha yang dijalani. mereka merasa kurang percaya
Berdasarkan hasil penelitian diri karena keadaan fisik yang
warga belajar yang telah nantinya akan membuat mereka
mengikuti pelatihan keterampilan terkedala dalam pembelajaran.
hantaran mendapatkan Adapun warga belajar yang telah
pengetahuan dan wawasan mengikuti pelatihan keterampilan
dibidang hantaran. jadi semua hantaran mencoba untuk
warga belajar memiliki memasarkan hasil hantarannya di
pengetahuan tentang hantaran online atau menerima pesanan
dan dapat bekerja dibidang hantaran. hal tersebut sudah
hantaran. warga belajar yangg dapat membuktikan bahwa warga
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

belajar telah memiliki pita jepang sehingga warga belajar harus


kepercayaan untuk membuka ke Mojokerto. Hal ini sesuai dengan
usaha hantaran di Desa pendapat Mustofa Kamil (2010: 144)
Kademangan yang nantinya akan bahwa hambatan biasanya timbul dari
dapat membantu meningkatkan peserta didik maupun sumber belajar
ekonomi keluarganya. Hal atau dari sarana dan prasarana yang
tersebut sesuai dengan penyataan tidak memadai.
Soeparman (1997:12) dan Berdasarkan hasil penelitian, warga
Wirasasmita (1994:2) bahwa kunci belajar yang mengikuti pelatihan diajak
keberhasilan dalam bisnis adalah untuk berpartisipasi dalam setiap
memahami diri sendiri, oleh sebab kegiatan agar berdaya guna dan berhasil
itu wirausaha yang sukses adalah guna. Adanya interaksi aktif tutor
wirausaha yang mandiri dan dengan warga belajar memudahkan
percaya diri. Kepercayaan diri warga belajar untuk meningkatkan hasil
merupakan landasan yang kuat yang sudah mereka buat kemudian
untuk meningkatkan karsa dan dapat dijual dengan membentuk usaha
karya warga belajar. Dengan mandiri walaupun dilingkungan sekitar.
adanya usaha hantaran yang Agar dari pengetahuan dan
dibentuk warga belajar dapat keterampilan yang mereka dapat dari
memenuhi kebutuhan pribadinya mengikuti pelatihan keterampilan
seperti membeli bedak, minyak, hantaran dalam program KUM ini dapat
shampo dan sebagaianya sehingga disimpulkan dalam kehidupan sehari-
disamping membantu hari tanpa menghilangkan budaya baca
perekonomian keluarga warga tulis. Sehingga dapat ditarik kesimpulan
belajr juga mampu mencukupi bahwa program pelatihan keterampilan
kebutuhan pribadinya. hantaran bertujuan untuk memberikan
3. Faktor Penghambat Pelatihan bekal keterampilan kepada warga
Keterampilan Hantaran melalui belajar agar nantinya mereka mampu
Program Keaksaraan Usaha Mandiri membentuk usaha mandiri agar dapat
(KUM) di PKBM Permata Harapan Desa meningkatkan taraf ekonomi
Kademangan Kabupaten Jombang. keluarganya.
Faktor penghambat dalam 4. Faktor Pendukung Pelatihan
pelaksanaan pelatihan adalah berasala Keterampilan Hantaran melalui
dari peserta didik, maupun lingkungan Program Keaksaraan Usaha Mandiri
belajarnya. Faktor penghambat yang (KUM) di PKBM Permata Harapan Desa
berasal dari peserta didik adalah warga Kademangan Kabupaten Jombang.
belajar yang usia lanjut sedikit kesulitan Pelaksanaan pelatihan keterampilan
dalam mengejar warga belajar lain hantaran melalui program KUM
dikarenakan minimnya menghafalkan tentunya ada faktor pendukung dan
desain dan keterbatasan pandangan faktor penghambat. Pelatihan
yang mengharuskan menggunakan keterampilan hantaran melalui program
kacamata dalam proses keterampilan KUM ini yang menjadi faktor
hantaran. Sedangkan faktor penghambat pendukungnya adalah partisipasi
dari lingkungan belajar yaitu kurangnya aktifdari warga belajar di Desa
jangkauan untuk membeli bahan utama Kademangan sebagai peserta pelatihan,
dalam hantaran hal ini dikarenakan di karena antusisme warag adalah faktor
Kabupaten Jombang jarang yang yang paling utama disamping itu
menjual pita argandi, kertas krab,dan manfaat diselenggarakannya pelatihan
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

ini sendiri. Hal ini sesuai dengan Anwar, 2006. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life
pendapat Mustofa Kamil (2010:165) yang Skill Education). Bandung.
menyatakan bahwa salah satu faktor Alfabeta
pendukung yang mempengaruhi Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Peneltian
dampak pelatihan adalah tingkat Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
kesadaran dalam satu kelompok. Hal PT. Rineka Cipta
lain yang nantinya menjadi faktor Depdikbud 2016. Petunjuk Teknis Program
pendukung adalah proses kegiatan yang Pendidikan Keaksaraan Usaha
tetap melestarikan budaya melek aksara Mandiri. Jakarta: Depdikbud
warga belajar sehingga sangat Depdikbud. 2003. Undang-undang Sistem
memungkinkan agar tidak kembali buta Pendidikan Nasional No.20 Tahun
aksara, disamping itu juga kesadaran 2003. Jakarta: Depdikbud
warga belajar tentang pentingnya belajar Direktorat Pembinaan Pendidikan
serta menciptakan keinginan untuk Masyarakat. 2012. Standar Dan
membuka usaha dengan demikian hasil Prosedur Penyelenggaraan Pusat
yang telah dipelajari oleh warga belajar Kegiatan Belajar Masyarakat.
diharapkan mampu untuk Jakarta: Kemendikbud
dikemabngakn lagi ke usaha mandiri Direktorat Pembinaan Kursus Dan Pelatihan.
warga belajar yang nantinya juga 2011. Standart Kompetensi Lulusan
sebagai upaya kewirausahaan dengan Hantaran. Jakarta: Kemendiknas
memiliki pendidikan keterampilan yang Djamal, Zoeraini. 2009. Besarnya Eksploitasi
nantinya membuahkan hasil untuk Perempuan dan Lingkungan
keluarganya baik itu kebutuhan diIndonesia. Jakarta: PT Alex Media
ekonomi atau manfaat pribadi. Komputindo
DAFTAR PUSTAKA Hasibuan, S, P, Malayu. 2005. Organisasi &
Motivas. Jakarta: PT Bumi Aksara
UCAPAN TERIMA KASIH
Skripsi ini tidak akan selesai tanpa adanya 6. Heryanto Susilo, S.Pd., M.Pd selaku
bimbingan, dukungan, serta motivasi dari penguji kedua proposal Skripsi ini.
berbagai pihak, baik secara langsung maupun 7. PKBM Permata Harapan yang telah
tidak langsung. Berkaitan dengan hal tersebut, mengizinkan, dan memberikan informasi
penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang selengkap-lengkapnya kepada
kepada : penulis dalam proses penyusunan Skripsi
1. Prof. Dr. Warsono, M. S, selaku Rektor ini
Universitas Negeri Surabaya 8. Teman-temanku angakatan 2013 yang
2. Drs. Sujarwanto, M.Pd. selaku Dekan selalu memberikan semangat dan
Fakultas Ilmu Pendidikan. dukungan.
3. Heryanto Susilo, S.Pd, M.Pd. selaku PENUTUP
Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Simpulan
UNESA. 1. Pelatihan keterampilan hantaran
4. selaku Prof. Dr. Yatim Riyanto, M. Pd melalui kekasaran usaha mandiri (KUM)
Dosen Pembimbing skripsi yang terbukti kurang mampu menumbuhkan
berkenan meluangkan waktu, pikiran, motivasi sedangkan dalam membentuk
dan tenaga dengan sabar membimbing wirausaha di Desa Kademangan terlalu
dan mengarahkan penulis dalan sedikit yang menjalankannya. hal ini
menyusun skripsi ditengan terbukti dengan tercapainya indikator
kesibukannya. menumbuhkan motivasi menumbuhkan
5. Dr. Suhanadji, M. Si selaku penguji motivasi yakni setiap warga belajar
pertama Skripsi ini. memiliki cita-cita/impian dalam
Pelatihan Keterampilan Hantaran Dalam Menumbuhkan Motivasi Dan Membentuk Wirausaha Pada Keaksaraan
Usaha Di PKBM Permata Harapan

membentuk usaha, memiliki minat dalam krab,dan pita jepang yang harus dibeli di
mengikuti pelatihan, menerapkan hasil Kabupaten Mojokerto disamping itu
dari pelatihan untuk memenuhi karena usia warga belajar yang relatif
kebutuhan hidupnya, meningkatkan lanjut usia memungkinkan susahnya
kompetensi yang dimiliki untuk untuk menghafalkan desain yang telah
membentu usaha, meningaktkan dibuat serta mengharuskan warga belajar
semangat dalam pelatihan dengan pujian untuk memakai kaca mata dalam
yang dapat dari tutor maupun warga pembelajaran pelatihan, sempitnya
belajar lainnya, pelatihan yang diikuti ruangan dalam pembelajaran sehingga
memiliki tujuan yang sama seoperti yang membuat warga belajar tidak nyaman.
diinginkan warga belajar. Sedangkan 4. Faktor yang sangat mendukung
dalam indikator membentuk wirausaha pelaksanaan pelatihan keterampilan
yakni warga belajar memiliki hantaran melalui program keaksaraan
kepemimpinan yang dapat membuat usaha mandiri (KUM) di PKBM Permata
warga belajar berani membuka usaha Harapan Desa Kademangan Kabupaten
walaupun sekalipun akan rugi, warga Jombang adalah partisipasi yang baik
belajar siap untuk menghadapi resiko dari ibu-ibu warga belajar untuk
dalam berwirausaha, banyak warga mengikuti pelatihan keterampilan
belajar yang terkendala dalam modal hantaran melalui program keaksaraan
untuk membentuk usaha sebab modal usaha mandiri (KUM), adanya kemauan
yang dibutuhkan sangat besar, warga dari diri sendiri, ketelatenan tutor dalam
belajar sebelum membuka usaha terlebih menyampaikan materi sehingga mudah
dahulu menyusun perencanaan dan dipahami oleh warga belajar dengan
strategi mulai dari persiapan awal seperti mudah serta tutor yang masih
modal sampai ke pemasaran , warga memberikan bimbingan bagi warga
belajar memiliki rasa percaya diri untuk belajar yang telah membuka usaha
mengimplementasikan keterampilan maupun bagi warga belajar yang belum
dalam berusaha, membuka usaha hantaran.
2. Dalam pelatihan keterampilan hantaran Saran
melalui program keaksaraan usaha 1. Untuk pelatihan terbukti kurang
mandiri (KUM) untuk membentuk mampu menumbuhkan motivasi warga
wirausaha sangat berdampak bagi warga belajar namun untuk membuka usaha
belajar yang telah membentuk usaha warga belajar masih minim yang
karena dapat membantu keuangan membuka usaha, dan seharus
keluarga dan keperluan pribadinya, dan penyelenggaraagar melengkapi sarana
dengan adanya usaha yang dibentuk dan prasarana pelatihan serta membuka
bersama warga belajar menjalin sharing dengan warga belajar agar warga
hubungan baik dengan rekan usahanya belajar dapat berpartisipasi aktif, tetap
sampai hubungan tersebut seperti belajar, serta lebih mudah berkreasi.
hubungan kekeluargaan. 2. Untuk dampak pelatihan keterampilan
3. Faktor penghambat dalam pelaksanaan hantaran melalui program keaksaraan
pelatihan keterampilan hantaran melalui usaha mandiri (KUM) seharusnya warga
program keaksaraan usaha mandiri belajar yang sudah membuka usaha lebih
(KUM) di PKBM Permata Harapan Desa memajukan usahanya sehingga bisa
Kademangan Kabupaten Jombang adalah memperkerjakan warga belajar pelatihan
susahnya memperoleh bahan utama lainnya dan dapat memberikan ilmu
pembuatan pelatihan keterampilan mengenai usaha hantaran yang telah
hantaran yakni pita argandi, kertas
E-Jurnal UNESA Volume Nomor Tahun 2017,0-216

dibentuk ke warga belajar yang belum


membentuk usaha.
3. Untuk faktor penghambat pelatihan
keterampilan hantaran melalui program
keaksaraan usaha mandiri (KUM)
dipermudah dalam memperoleh bahan
dasar sehingga warga belajar tidak harus
pergi jauh-jauh untuk membeli bahan
yang tidak ada.
4. Untuk pembelajaran yang diberikan
seharusnya disesuaikan dengan usia
warga belajar sehingga warga belajar
tidak mengalamai keterbatasan dalam
memperoleh pembelajaran.
5. Untuk sarana dan prasarana seharusnya
lebih diperluas lagi ruangnya agar warga
belajar nyaman dalam belajar sehingga
pembelajarannya tidak dibagi menjadi 2
tempat pembelajaran.
6. Dalam faktor pendukung pelatihan
keterampilan hantaran melalui program
keaksaraan usaha mandiri (KUM) harus
di tingkatkan komunikasi aktif dari
instruktur dalam menjelaskan dalam
menjelaskan sehingga memudahkan
warga belajar shering dan memotivasi
warga belajar untuk tetap aktif.
7. Untuk tutornya harus tetap
membimbing bagi warga belajar yang
telah membuka usaha hantaran dan
memberikan motivasi lagi atau cara-cara
membuka usaha agar warga belajar yang
belum membuka usaha hantaran bisa
membuka usaha hantaran
15