Anda di halaman 1dari 7

E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol.

3(3)

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN


DIARE PADA ANAK BALITA DI RUANG RAWAT INAP ANAK
RSU BETHESDA GMIM TOMOHON

RELATIONSHIP DIET AND INFECTIOUS DISEASE OCCURRENCE OF DIARRHEA


IN CHILDREN WITH CHILDREN IN THE HOSPITAL CHILD
RSU BETHESDA GMIM TOMOHON

Marleni Higinik* , Julianus Ake **, Joksan Huragana**

*Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia


Tomohon
**Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

ABSTRAK

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena
merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak diberbagai negara
termasuk Indonesia. Diperkirakan 1,3 miliar serangan dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita
disebabkan oleh diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pola makan dan
penyakit infeksi dengan kejadian diare pada anak balita. Penelitian ini merupakan penelitian survey
analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dalam hal ini dilakukan dengan
pengamatan dan pengisian kuesioner teknik pengambilan sampel dengan menggunakan
Pusposive Sampling Sampel dari penelitian ini berjumlah 28 orang pasien diare, penelitian ini
dilakukan pada bulan februari maret 2016 di ruang rawat inap anak RSU Bethesda GMIM
Tomohon. Hasil penelitian menunjukan 25 orang (89,3%) memiliki pola makan baik, kemudian 22
orang (78,6%) tidak memiliki penyakit infeksi, dan 15 orang (53,5%) mengalami kejadian diare
sedang. Hasil analisis bivariat pada hubungan pola makan dengan kejadian diare dengan
koefisien korelasi(r)=0,298 yang termasuk pada nilai signifikan () = 0,123 > 0,05. Dan hubungan
penyakit infeksi dengan kejadian diare dengan koefisien korelasi(r)=0,441 signifikan() =0,019
<0,05. Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian diare. Dan
ada hubungan penyakit infeksi dengan kejadian diare. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat
disimpulkan bahwa pola makan tidak berhubungan dengan kejadian diare, dan penyakit infeksi
berhubungan dengan kejadian diare.

Kata Kunci : Pola Makan, Penyakit Infeksi dan Kejadian Diare

ABSTRACT

Diarrheal disease remains one of the important public health problem because it is a major
contributor third child morbidity and mortality in many countries, including Indonesia. An estimated
1.3 billion attacks and 3.2 million deaths per year in children under five are caused by diarrhea.
This study aims to determine the relationship diet and infection with the incidence of diarrhea in
children under five. This research is analytic survey, using cross sectional study in this regard is
done by observation and questionnaires sampling technique using pusposive Sampling Samples
from this study amounted to 28 people with diarrhea patients This research was conducted in
February - March 2016 in the inpatient unit RSU child Bethesda GMIM Tomohon. The results
showed 25 (89.3%) had a good diet, and 22 (78.6%) did not have an infectious disease, and 15
(53.5%) experienced a moderate incidence of diarrhea. The results of the bivariate analysis on the
relationship with the incidence of diarrhea diet with correlation coefficients (r) = 0.298 which
included the significant value () = 0.123> 0.05. And the relationship with the incidence of
diarrhea of infectious diseases with a correlation coefficient (r) = 0.441 a significant () = 0.019
<0.05. Statistical test results showed no correlation with the incidence of diarrhea diet. And there is
a correlation with the incidence of diarrhea of infectious diseases. Based on the research results
can be concluded that the diet was not associated with the incidence of diarrhea and infectious
diseases associated with the incidence of diarrhea.

Keywords: Diet, Infectious Disease and Genesis Diarrhea

70
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

PENDAHULUAN

insiden yang tinggi dari penyakit diare


Penyakit diare masih menjadi salah satu
merupakan kombinasi dari sumber air yang
masalah kesehatan masyarakat yang penting
tercemar, kekurangan protein dan kalori yang
karena merupakan penyumbang utama ketiga
menyebabkan turunnya daya tahan tubuh.
angka kesakitan dan kematian anak diberbagai
negara termasuk Indonesia. Diperkirakan 1,3 Di Sulawesi Utara dari 443 kasus diare
miliar serangan dan 3,2 juta kematian per tahun yang tercatat pada tahun 2011 sejumlah 323 (
pada balita disebabkan oleh diare. Setiap anak 72, 9 %) diantaranya terjadi pada anak anak.
mengalami episode serangan diare rata-rata Walau kasus diare masih tergolong tinggi dan
3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% terjadi peningkatan kasus tetapi jumlahnya
kematian terjadi pada anak berusia kurang dari masih dapat ditolerir sehingga belum dapat
dua tahun (Widoyono, 2011). digolongkan dalam KLB diare (Sulutprov.go.id
dalam Saraung, 2014).
Diare merupakan penyakit yang lazim
ditemukan pada bayi maupun anak anak. Menurut Muhammad Hadi (2012), dalam
Menurut WHO, diare merupakan buang air Skripsi Saraung 2014, Tingginya angka
besar dalam bentuk cairan lebih adari tiga kali kesakitan dan kematian akibat diare
dalam satu hari, dan biasanya berlangsung disebabkan oleh beberapa faktor yaitu antara
selama dua hari atau lebih ( Wijaya dan putri, lain kesehatan lingkungan yang belum
2013). Secara klinis penyaebab diare dapat memadai, keadaan gizi, kependudukan,
dikelompokan dalam golongan 6 besar yaitu pendidikan, factor musim dan geografi daerah,
karena infeksi, malabsorbsi, alergi, keracunan, keadaan sosial pencegahan pemberantasan
immuno defesiensi, dan penyebab lain. penyakit diare tidak akan berhasil baik tanpa
Adapun penyebab penyebab tersebut sangat adanya kesadaran yang tinggi dari masyarakat
dipengaruhi oleh berbagai factor misalnya untuk ikut berpartisipasi di dalamnya serta
keadaan gizi, kebiasaan atau perilaku, sanitasi kurangnnya penyuluhan kesehatan atau
lingkungan dan sebagainya ( Amirudin, 2007 pendidikan kesehatan dilingkungan tersebut.
dalam saraung 2014).
Hasil survey awal di ruang rawat Inap anak
Menurut catatan badan kesehatan dunia ( (balita ) RSU Bethesda GMIM Tomohon, angka
WHO), diare membunuh 1,5 juta anak setiap kejadian diare mencapai 58 pasien dalam
tahun. Sementara angka kejadian diare selang waktu 3 bulan terakhir, diantaranya
disebagian besar wilaya Indonesia hingga saat pada bulan Oktober 19 pasien, Novetember 23
ini masih tinggi. Menurut Depertemen pasien, dan Desember 16 pasien ( data
Kesehatan RI (2003) insidensi diare di registrasi ruangan Debora). Dari data tersebut
Indonesia pada tahun 2000 adalah 301 per bahwa angka kejadian diare selang waktu 3
1000 penduduk dan semua golongan umur 1,5 bulan terakhir ini berubah ubah.
episode setiap tahunnya untuk golongan umur
balita. Dinegara yang sedang berkembang,

METODE
Penelitian ini merupkan penelitian survey efek suatu fenomena (variabel dependen)
analitik, dengan menggunakan pendekatan dihubungkan dengan penyebab (variabel
Cross Sectional Mengenai Hubungan pola independent) (Nursalam, 2008).
makan dan penyakit infeksi dengan kejadian
Untuk melakukan pengumpulan data peneliti
diare pada anak balita yang merupakan studi
menggunakan instrument sebagai pedoman
observasional dimana variabel bebas dan
pengumpulan data kuesioner untuk melihat
terikatnya di ukur dalam waktu yang bersamaan
Hubungan pola makan dan penyakit infeksi
(Notoadmojo, 2002).
dengan kejadian diare pada anak balita di
Penelitian Cross Sectional adalah jenis ruang rawat inap anak RSU Bethesda GMIM
penelitian yang menekankan pada waktu Tomohon.
pengukuran atau observasi data independen
Pengelompokan data kedalam suatu tabel
dan dependen hanya satu kali, pada satu saat.
menurut sifat-sifat yang dimiliki, dengan
Pada studi ini akan diperoleh prevarensi atau
menggunakan skala Ordinal, kemudian data di
analisa secara statistik.

71
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

HASIL PENELITIAN

1. Analisa Univariat

Gambar 1. Responden Berdasarkan Umur Di Ruang Rawat Inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon 2016.

Berdasarkan gambar 1 di atas dapat dilihat orang ( 75,0%). Dan yang paling sedikit ialah
bahwa dari 28 responden karakteristik responden yang berumur <20 tahun yaitu 2
responden berdasarkan umur terbayak adalah orang (7,1%).
responden berumur 20 35 tahun sebanyak 21

Gambar 2. Responden Berdasarkan pendidikan di Ruang Rawat Inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon 2016

Berdasarkan gambar 2 di atas dapat adalah responden berpendidikan SMA


dilihat bahwa dari 28 responden karakteristik sebanyak 15 orang ( 53,6%).
responden berdasarkanpendidikan terbanyak

Gambar 3. Responden berdasarkan pekerjaan diruang rawat inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon

Berdasarkan gambar 3 di atas dapat pekerjaan IRT sebanyak 16 orang (57,1%).


dilihat bahwa dari 28 responden berdasarkan Dan yang paling sedikit adalah swasta 5 orang
pekerjaan terbayak adalah responden dengan (17,9%).

72
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

Gambar 4. Responden berdasarkan pola makan diruang rawat inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon

Berdasarkan gambar 4 di atas dapat polamakan Baik yaitu 25 orang (89,3%). Dan
dilihat bahwa dari 28 responden berdasarkan yang paling sedikitadalah pola makan kurang
pola makan terbayak adalah responden dengan yaitu 1 orang (3,6%).

Gambar 5. Responden berdasarkan penyakit infeksi diruang rawat inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon

Berdasarkan gambar 5 di atas dapat penyakit infeksi terbayak adalah responden


dilihat bahwa dari 28 responden berdasarkan dengan tdk infeksi yaitu 22 orang (78,6%).

Gambar 6. Responden berdasarkan kejadian diare diruang rawat inap anak


RSU Bethesda GMIM Tomohon

Berdasarkan gambar 6 di atas dapat dilihat (53,5%). Dan paling sedikit ialah responden
bahwa dari 28 responden berdasarkan kejadian dengan kejadian diare berat yaitu 5 orang
diare terbayak adalah responden dengan (17,9%).
kejadian diare sedang yaitu 15 orang

73
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

2. Analisa Bivariat

Hubungan Pola Makan dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di
Ruang Rawat Inap Anak RSU Bethesda GMIM Tomohon

Tabel 1. Tabulasi silang Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Ruang
Rawat Inap anak RSU Bethesda GMIM Tomohon 2016

Kejadian Diare
Pola Makan Berat Sedang Ringan Total
N % N % N % Jmlh %
Kurang 0 0 0 0 1 3,6 1 3,6
Cukup 0 0 1 3,6 1 3,6 2 7,1
Baik 5 17,9 14 50.0 6 21,4 25 89,3
Total 5 17,9 15 53,6 8 28,5 28 100.0

Signifikan () = 0,123
Koefisien Korelasi Sperman Rho (r) = 0.298

Berdasarkan tabel 1 di atas hubungan pola menggunakan uji statistik Spearman Rho
makan dengan kejadian diare di ruang rawat menunjukkan nilai koefisien korelasi dimana (r)
inap anak RSU Bethesda Tomohohon , terlihat = 0.298 dan signifikan (p) = 0,123 yang berarti
bahwa presentasi pola makan pasien paling nilai signifikan (p) lebih besar dari () = 0,05.
besar adalah pada kriteria Baik 14 orang Dengan demikian Ha ditolak dan Ho diterima
(50,0%), dengan kejadian diare pada kriteria atau tidak ditemukan hubungan yang bermakna
sedang 14 orang (50,0%).Dari hasil analisis antara pola makan dengan kejadian diare pada
hubungan kedua variable dengan balita di RSU Bethesda Tomohon.

Tabel 2. Tabulasi silang Hubungan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di
Ruang Rawat Inap anak RSU Bethesda GMIM Tomohon 2016

Kejadian Diare
Pola Makan Berat Sedang Ringan Total
N % N % N % Jmlh %
Infeksi 0 0 2 7,1 4 14,3 6 21.4
Non Infeksi 5 17,9 13 46,4 4 14,3 22 78.6
Total 5 17,9 15 53,5 8 28,6 28 100,0

Signifikan () = 0.019
Koefisien Korelasi Sperman Rho (r) = 0,441

Berdasarkan table 2 di atas hubungan penyakit statistik Spearman Rhomenunjukkan nilai


infeksi responden dengan kejadian diare, koefisien korelasi dimana (r) = 0,441 dan
terlihat bahwa responden yang paling banyak signifikan (p) = 0,019 yang berarti nilai
persentasinya adalah pasien dengan penyakit signifikan (p) lebih kecil dari () = 0,05. Dengan
tidak infeksi yaitu 13 orang (46,4) dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak atau ada
kejadian diare kriteria sedang yaitu 13 orang Hubungan antara penyakit infeksi dengan
(46,4). Dari hasil analisis statistik hubungan kejadian diare pada balita di RSU Bethesda
kedua variable dengan menggunakan uji Tomohon.

74
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

Pembahasan

Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Ruang Rawat Inap Anak
RSU Bethesda GMIM Tomohon.

Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya banyak responden adalah pola makan baik
Hubungan antara pola makan dengan kejadian yaitu 25 orang (89,3%). Dan paling sedikit ialah
diare. Hasil nilai uji statistik Spearman Rho pola makan kurang yaitu 1 orang (3,6%). Dalam
menunjukkan nilai koefisien korelasi dimana (r) penelitian yang dilakukan oleh Ansyie Saraung
= 0,298 dan signifikan (p) = 0,123 yang berarti di wilayah kerja Puskesmas Teling atas
nilai signifikan (p) lebih besar dari () = 0,05. kecamatan Wanea 2014 dengan populasi 58
Menurut asumsi peneliti, Pengetahuan, orang dengan teknik pengambilan sampel
dengan pengetahuan yang rendah tentang menggunakan porpusive sampling sebanyak 52
diare, seorang ibu cenderung kesulitan untuk orang dan menggunakan uji korelasi sperman
melindungi dan mencegah balitanya dari rho menunjukkan ada hubungan antara tingkat
penularan diare. Pengetahuan yang rendah pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada
dapat menyebabkan masyarakat mempunyai balita.
pandangan tersendiri dan berbeda terhadap Rendahnya pengetahuan ibu mengenai
penyakit diare. Juga pengetahuan yang rendah hidup sehat merupakan faktor resiko yang
tentang ASI dan kolostrum menyebabkan ibu menyebabkan terjadinya diare pada
seringkali membuang Asi dan kolostrum karena balita.Perilaku seseorang atau masyarakat
dianggap tidak bermanfaat. tentang kesehatan ditentuka oleh pengetahuan,
Berdasarkan hasil analisa univariate sikap, kepercayaan dan tradisi sebagai faktor
menunjukan bahwa karakteristik pola makan pendukung seperti lingkungan fisik, sarana dan
responden menunjukkan bahwa yang paling prasarana (Putriska, 2006).

Hubungan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Ruang Rawat Inap
Anak RSU Bethesda GMIM Tomohon

Berdasarkan tabulasi silang Penyakit berkembang sehat dan tidak mudah terinfeksi
Infeksi responden dengan kejadian diare, oleh berbagai penyakit infeksi seperti diare.
terlihat bahwa responden yang paling banyak Mencegah penularan diare dengan menjaga
persentasinya adalah pasien dengan penyakit higiene dan sanitasi yang baik karena
tidak infeksi yaitu 13 orang (46,4) dengan penularan diare bisa melalui makanan, air
kejadian diare kriteria sedang yaitu 13 orang minum yang bercampur kuman penyebab diare.
(46,4).). Dari hasil analisis statistik hubungan Berdasarkan analisa univariat pada
kedua variable dengan menggunakan uji gambar 5 menunjukan bahwa karakteristik
statistik Spearman Rho menunjukkan nilai responden terbnyak terbayak adalah responden
koefisien korelasi dimana (r) = 0,441 dan dengan tdk infeksi yaitu 22 orang (78,6%).
signifikan (p) = 0,019 yang berarti nilai Menurut seorang pakar penyakit dalam Hadi
signifikan (p) lebih kecil dari () = 0,05. Dengan (1999) diare diakibatkan terjadinya infeksi usus
demikian menunjukan ada hubungan antara yang disebabkan oleh berbagai macam
penyakit infeksi dengan kejadian diare pada penyakit, diantaranya seperti infeksi parasit
Anak Balita di Ruang Rawat Inap Anak RSU (disentri), infeksi bakteri (kolera), dan infeksi
Bethesda GMIMTomohon virus. Tetapi bisa juga karena kurang gizi,
Menurut asumsi peneliti, keracunan makanan, serta tidak tahan
Peningkatanpemahaman status gizi, terhadap makanan tertentu seperti rasa
Kecukupan gizi akan mempengaruhi ketahanan pedas/asam.
fisik seseorang untuk dapat tumbuh dan

Simpulan Dan Saran

Simpulan

1. Pola makan menunjukkan bahwa yang 2. Penyakit infeksi responden yang paling
paling banyak adalah baik dengan kejadian banyak ialah responden dengan penyakit
diare sedang. tidak infeksi dengan kejadian diare sedang.

75
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

3. Kejadian diare pada anak balita yang paling ruang rawat inap anak RSU Bethesda GMIM
banyak ialah balita dengan kejadian diare Tomohon
sedang. 5. Ada hubungan antara penyakit infeksi
4. Tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diare pada anak Balita di
dengan kejadian diare pada anak Balita di ruang rawat inap anak RSU Bethesda GMIM
Tomohon.

Saran

1. Dapat digunakan sebagai bahan masukkan 4. Bagi Institusi pendidikan dan


dan informasi tentang hubungan penyakit pengembangan ilmu keperawatan, hasil
infeksi dengan kejadian diare pada anak penelitian ini dapat digunakan untuk
balita memperkaya pengetahuan yang berkaitan
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dengan kejadian diare pada anak balita
digunakan sebagai langka awal untuk serta dapat menjadi masukan untuk
penelitian selanjutnya dalam bidang penelitian selanjutnya.
keperawatan, kususnya menyangkut
kejadian diare. 5. Bagi penelti, hasil penelitian ini dapat
3. Dapat digunakan sebagai bahan masukan digunakan sebagai bahan referensi dan
bagi perawat dan petugas kesehatan dapat dikembangkan dalam penelitian lebih
lainnya dalam pelaksanaan intervensi baik lanjut di bidang keperawatan.
di rumah sakit, keluarga, lingkungan,
komunitas dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Depertemen Kesehatan Republik Indonesia Pengetahuan Anak Sekolah Dasar


(2003).Usaha Kesehatan Sekolah di tentang Pencegahan Diare
Tingkat Sekolah Dasar. DepKes RI
Jakarta Putrizka (2006). Konsep Pengetahuan. Just
another WordPrees.Com.weblog.
Diyono & mulyanti, (2012).Keperawatan edikal
Bedah sistem pencernaan.Surakarta : Suharyono, (2003) dalam Skripsi Saraung
encana Prenada Media (2014). Pengaruh Penyuluhan Terhadap
Peningkatan Pengetahuan Anak Sekolah
Hadi (1999) dalam Amin Rahmann (2012) Dasar tentang Pencegahan Diare.
Faktor faktor Yang mempengaruhi
Kejadian Diare pada Batita Di Wilaya Sulutprov.go.id dalam Saraung, (2014).
Kerja Puskemas Pengaruh Penyuluhan Kesehatan
BaranglompoKecamatan Lompo . Terhadap Peningkatan Pengetahuan
Universitas Hassanudin ; Makasar. Anak Sekolah Dasar tentang
Pencegahan Diare..
Muhammad Hadi (2012), dalam Skripsi
Saraung, (2014). Pengaruh Penyuluhan Widoyono. 2011. Penyakit Tropis, Epidemiologi,
Kesehatan Terhadap Peningkatan Penularan,Pencegahan, dan
Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Pemberantasan. Edisi II. Erlangga:
tentang Pencegahan Diare.. Semarang

Nursalam.(2008). Konsep dan penerapan Wijaya dan putri, (2013). Keperawatan Medikal
Metodologi penelitian Ilmu keperawatan: Bedah Keperawatan Dewasa. Bengkulu
PedomanSkripsi, Tesis, dan Instumen :Nuha Medika
Penelitian Keperawatan Edisi 2.:
Salemba Medika. Jakarta

Saraung (2014). Skripsi Pengaruh Penyuluhan


Kesehatan Terhadap Peningkatan

76