Anda di halaman 1dari 1

I.

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang berada di sisi utara
Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di
provinsi DIY dengan potensi kegiatan pertanian yang cukup tinggi. Dibuktikan
dengan padatnya penduduk diwilayah tersebut dan hampir seluruh kegiatan penduduk
terpusat di sebagian besar wilayah sleman.
Walaupun potensi pertanian di Kabupaten Sleman tinggi , namun secara makro
kondisi peternak dan petani belum sesuai harapan. Hal ini mendorong masyarakat
untuk membentuk sebuah lembaga yang bertujuan agar peternak dan petani lebih
sejahtera. Salah satu lembaga ini adalah kelompok tani ternak, yaitu kelompok yang
berfungsi sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi, wahana kerja sama, serta
kegiatan usaha.
Mekanisme terbentuknya kelompok tani ternak adalah melalui interaksi antara
para peternak dan penyuluh peternakan, yang mendapat dukungan dari tokoh formal
maupun informal masyarakat. Dalam proses terbentuknya kelompok tani ternak,
peranan penyuluh dan ketua kelompok sangat penting, karena minat untuk bergabung
dalam kelompok tani ternak tergantung dari kepemimpinan dan contoh dari ketua
kelompok dan penyuluh tersebut.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Pertanian
dengan dosen pengampu Bapak Agus Dwinugroho, S.P., M.Sc.. Makalah ini juga
ditulis untuk mengetahui bagaimana struktur organisasi dan kerjasama kelompok
ternak. Makalah ini didukung dengan hasil wawancara dengan Bapak Sukir selaku
ketua kelompok ternak di Kelompok Ternak Sapi Perah SIDO MUKTI
Sarangwetan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada hari Senin, 5 Juni
2017 pada pukul 14.00.