Anda di halaman 1dari 4

OLAHRAGA LANSIA

No. Dokumen :

No. Revisi : -
SOP
Tanggal terbit :
Halaman : 4 dari 4
UPTD HOTMAULI MANIK, SKM
PUSKESMAS NIP. 19730611 200212 2 001
PINTU ANGN

1. Pengertian a. Sehat menurut UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.
b. Aktifitas fisik adalah aktifitas fisik yang terencana, terstruktur dan
melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dengan tujuan meningkatkan
kebugaran jasmani.
c. Olahraga untuk kesehatan adalah olahraga untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan kebugaran jasmani yang dilakukan dengan baik, benar,
terukur dan teratur. Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk
melakukan aktifitas sehari-hari tanpa kelelahan fisik dan mental yang
berlebihan.
d. Setiap orang mempunyai kapasitas yang berbeda dalam melakukan olahraga
sehingga untuk melakukan olahraga perlu diketahui program latihan sesuai
dengan kondisinya, terutama pada usia lanjut dengan keluhan atau kelainan
fisik yang disebabkan oleh proses degeneratif, penyakit dll.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah dalam pelaksanaan kegiatan olahraga


lansia.

3. Kebijakan a. UU No. 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan


b. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 19
c. UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 14
d. SK Kepala Puskesmas Nomor tentang Pelaksanaan
Kegiatan Posyandu Lansia
4. Referensi http//www.posyandu.org
Pedoman Puskesmas Santun Lansia bagi Petugas Kesehatan Depkes RI
Dirjen Binkesmas Direktorat Kesehatan Keluarga Tahun 2004
Pedoman pembinaan kesehatan usia lanjut bagi petugas kesehatan, Depkes
RI Tahun 2005
OLAHRAGA LANSIA

No. Dokumen :

No. Revisi : -
SOP
Tanggal terbit :
Halaman : 4 dari 4
UPTD HOTMAULI MANIK, SKM
PUSKESMAS NIP. 19730611 200212 2 001
PINTU ANGN

5. Alat dan Bahan


Laptop
Daftar hadir
Plasdisk senam Lansia
Kursi
Meja
Speaker
6. Mekanisme 1. Pemanasan Peregangan
Kegiatan Gerakan ini dilakukan secara sederhana dan ringan serta memerlukan waktu
yang lebih lama.
2. Latihan inti
Latihan inti untuk usia lanjut yang aman antara lain : jalan kaki, jogging,
bersepeda, berenang, senam aerobik, dll.
3. Pendinginan
Gerakan pendinginan dapat dilakukan bersama-sama dengan peregangan
untuk mengembalikan tubuh ke kondisi semula. Pada usia lanjut pemanasan
memerlukan waktu lebih lama untuk menghindari terkumpulnya darah di
kaki.

7. Bagan Alir

Instruktur

Penjelasan Kaidah Olahraga


OLAHRAGA LANSIA

No. Dokumen :

No. Revisi : -
SOP
Tanggal terbit :
Halaman : 4 dari 4
UPTD HOTMAULI MANIK, SKM
PUSKESMAS NIP. 19730611 200212 2 001
PINTU ANGN

Pemanasan dan peregangan

Latihan inti

Pendinginan

Selesai

8. Hal hal yang 1. Konsultasi ke dokter, bila :


perlu Usia lanjut pemula yang baru pertama kali mengikuti senam
diperhatikan Berat badan berlebih (obesitas)
Memiliki keluhan : sering pusing, nyeri dada, sesak dll.
Memiliki riwayat penyakit : jantung, rematik, asma, diabetes mellitus, dll
Memiliki keluhan sewaktu/setelah melakukan senam
2. Istirahat cukup
3. Makan sebelum olahraga, dilakukan selambat-lambatnya 2 jam sebelum
olahraga
4. Minum dapat dilakukan sebelum/selama/setelah melakukan olahraga
5. Pakaian yang dikenakan terbuat dari bahan yang ringan, mudah menyerap
OLAHRAGA LANSIA

No. Dokumen :

No. Revisi : -
SOP
Tanggal terbit :
Halaman : 4 dari 4
UPTD HOTMAULI MANIK, SKM
PUSKESMAS NIP. 19730611 200212 2 001
PINTU ANGN

keringat, dan tidak terganggu untuk bergerak


6. Bila senam dilakukan di luar ruangan, sebaiknya dilakukan pagi atau sore
hari.
7. Senam harus segera dihentikan, bila terjadi cedera senam.
9. Unit Terkait Posyandu Lansia, Kantor Desa/Kelurahan, Kantor Kecamatan.

10. Dokumen Laporan Bulanan Posyandu Lansia


Terkait
11. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
Historis
Perubahan