Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KESEHATAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS GONDANGLEGI


Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Maternitas

Nama Kelompok:
Kadek Esidiana Uttari 135070201111011
Luluk Wulandari 135070201111017
Yanisa Solikha 135070201111021
Wahyu Nur Indahsah 135070201111027

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
PENINGKATAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL

A. LATAR BELAKANG
Masa kehamilan adalah masa yang sangat rentan. Seorang ibu harus hati-
hati dalam menjaga kehamilan ini, baik dalam mengkonsumsi makanan atau
beraktivitas. Sebab, kesalahan konsumsi makanan bisa mengakibatkan bayi
yang lahir tidak sehat, bahkan menyebabkan keguguran. Demikian juga halnya
dengan aktivitas seorang ibu yang sedang hamil. Ada batasan-batasan tertentu
dalam menekuni aktivitas keseharian selama masa kehamilan, seperti bekerja,
berolahraga, atau bepergian.
Semua aktivitas tersebut memiliki resiko yang dapat membahayakan bagi ibu
dan juga calon buah hati dalam kandungan. Dengan demikian memahami hal-
hal yang tidak boleh dilakukan selama kehamilan sangatlah penting. Selain
dapat memperlancar proses kehamilan, ibu juga dapat menghindari resiko-
resiko yang tidak diinginkan seperti keguguran atau gangguan saat proses
kehamilan. Calon ibu sebaiknya mengetahui aktivitas keseharian yang boleh dan
aman dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan selama hamil.
Kesalahan dalam beraktivitas tentu sangat fatal dan berdampak bagi
keselamatan bayi dalam kandungan. Pada saat hamil, ibu hamil akan merasa
letih pada minggu-minggu awal kehamilan atau beberapa minggu terakhir
dimana ibu hamil menanggung beban berat yang bertambah, hal ini dapat
memicu ibu hamil untuk bermalas-malasan dan menurunkan aktifitasnya. Jadi
ibu hamil harus mengetahui aktivitas-aktivitas yang harus dihindari demi
keselamatan bayi.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan ibu hamil, diharapkan
ibu hamil dapat meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku dalam
menjaga kesehatan selama kehamilan.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilaksanakan penyuluhan kesehatan kehamilan, ibu hamil dapat:
a. Mengetahui tentang jenis pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil.
b. Mengetahui jadwal kunjungan pemeriksaan pada ibu hamil.
c. Mengetahui aktivitas fisik yang dianjurkan pada ibu hamil.
d. Mengetahui aktivitas fisik yang harus dihindari oleh ibu hamil.

C. RENCANA KEGIATAN
1. Metode:
Ceramah dan tanya jawab
2. Media dan Alat Bantu
Leaflet
3. Waktu dan Tempat
Tanggal : Jumat-Minggu (28-30 Juli 2017)
Pukul : 07.00 WIB - Selesai
Tempat : Puskesmas Gondanglegi
4. Materi
Peningkatan Kesehatan pada Ibu Hamil
5. Pemateri
Mahasiswa profesi Ners PSIK FKUB di Puskesmas Gondanglegi
6. Peserta
Ibu hamil yang berkunjung di KIA Puskesmas Gondanglegi
KEGIATAN PENYULUHAN
Aktivitas Pengajar Waktu Aktivitas Audience Media
Pendahuluan 2 a. Memperhatikan -
a. Mengucap salam pengajar
b. Memperkenalkan diri b. Menjawab salam
c. Menjelaskan kontrak
waktu
Penyajian 10 a. Mendengarkan Leaflet
Menjelaskan materi materi
penyuluhan yang meliputi: b. Memberikan
a. Mengetahui tentang jenis umpan balik
pemeriksaan kesehatan
pada ibu hamil.
b. Mengetahui jadwal
kunjungan pemeriksaan
kehamilan.
c. Mengetahui aktivitas fisik
yang dianjurkan pada ibu
hamil.
d. Mengetahui aktivitas fisik
yang harus dihindari oleh
ibu hamil.
Penutup 3 a. Menanyakan hal -
a. Menyimpulkan materi yang belum
dan melakukan dipahami
evaluasi dengan b. Menjawab
pertanyaan lisan pertanyaan
b. Salam dan penutup
D. EVALUASI
1. Struktur
a. Adanya persiapan membuat media pembelajaran berupa leaflet
penyusunan SAP
b. Adanya persiapan pemantapan materi oleh pemberi materi (mahasiswa
profesi ners PSIK FKUB)
2. Proses
a. Semua ibu hamil mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir
b. Ibu hamil antusias dan aktif saat mengikuti penyuluhan kesehatan
c. Ibu hamil memberikan umpan balik atau respon berupa pertanyaan
3. Hasil
a. Ibu hamil yang dilakukan penyuluhan berjumlah 10 ibu hamil dalam waktu
yang sudah ditentukan (100%)
b. 90% ibu hamil mendapat nilai post test lebih tinggi dari pre test tentang
materi penyuluhan
LAMPIRAN 1
Pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil.
Sejak ibu mengetahui dirinya hamil, segera periksakan diri secara rutin,
minimal 4x selama kehamilan (1 kali di trimester I, 1 kali di trimester II, dan 2 kali di
trimester III) Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, untuk
deteksi dini kelainan dan mengetahui keadaan kesehatan dan status gizi ibu dan
janin.
Pelayanan kesehatan untuk Ibu Hamil, yaitu:
Ukur Tinggi Badan: Tinggi Badan diperiksa hanya pada K1 untuk mengetahui
adanya faktor resiko pada ibuhamil. Bila < 145cm: faktor resiko untuk panggul
sempit.
Timbang Berat Badan: Berat badan ibu hamil harus diperiksa pada tiap kali
kunjungan. Sejak bulan ke-4, pertambahan BB min 1 kg/bulan dan maksimal
2 kg/bulan.
Ukur Lingkar Lengan Atas (LiLA): Lingkar Lengan Atas (LiLA) diukur hanya
pada saat K1. Pengukuran ini untuk menentukan status gizi ibu hamil. LiLA
23,5 cm menunjukkan bahwa ibu Kurang Energi kronis
Ukur Tekanan Darah: Pengukuran dilakukan pada tiap kali kunjungan. Bila
TD Sistole >140 mmHg atau Diastole > 90 mmHg, maka faktor risiko untuk
hipertensi dalam kehamilan
Ukur Tinggi Fundus Uteri: Tinggi fundus uteri harus diukur tiap kali kunjungan
sejak kehamilan berusia 4 bulan; pertambahan tinggi fundus harus sesuai
dengan usia kehamilan.
Tentukan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ): Presentasi Janin
ditentukan mulai trimester ketiga untuk mengetahui adanya kelainan letak
janin. Penilaian DJJ dilakukan setiap kali kunjungan mulai akhir trimester I.
DJJ kurang dari 120kali/menit atau DJJ lebih dari 160kali/menit menunjukkan
gawat janin.
Aktivitas fisik yang dianjurkan pada ibu hamil.
1. Makan makanan yang sehat.
Makanan pokok (nasi, jagung, sagu, singkong, ubi, dsb)
sayur dan buah.
Lauk pauk (protein hewani atau nabati) seperti: tempe, tahu,
kacangkacangan,
telur, daging, ikan basah, susu.
Minum lebih banyak.
2. Istirahat cukup
Tidur malam sedikitnya 6-7 jam, pada siang hari mengusahakan
tidur/berbaring sedikitnya1-2 jam dengan kaki lebih tinggi dari perut.
Serta tidak dianjurkan memakai anti nyamuk (bakar atau semprot).
3. Melakukan stimulasi
Stimulasi suara : berbicara dengan janin sejak hamil usia muda dengan
kata-kata yang lemah lembut dan positif.
Stimulasi raba : lakukan sentuhan dengan cara mengusap perut ibu hamil
sesering mungkin.
4. Memeriksakan kehamilan secara teratur ke bidan/ dokter, sebaiknya setiap
bulan.
5. Beraktivitas fisik dengan berjalan kaki selama 30-60 menit setiap hari atau
berolahraga ringan seperti senam hamil dilakukan dengan hati-hati dan
seksama
6. Menjaga kebersihan diri
Mandi, termasuk membersihkan payudara dan daerah kemaluan, sikat
gigi dan ganti pakaian setiap hari.
Cuci rambut teratur minimal 2-3 hari sekali.
Cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir sebelum
makan, setelah BAK/ BAB, setiap setelah memegang uang dan sarana
umum.
Berpakaian longgar yang menyerap keringat. Memakai kutang yang
dapat menahan payudara yang membesar serta memakai alas kaki
bertumit rendah.
Kegiatan yang harus dihindari selama kehamilan.
Kerja berat
Merokok dan terpapar asap rokok selama kehamilan, karena akan
mengganggu pertumbuhan janin
Mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, alkohol dan lain-lain
Tidur terlentang pada hamil tua
Mengkonsumsi obat tanpa resep dokter apabila ada keluhan

Sumber: Kementrerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Peningkatan


Kesehatan Ibu dan Anak: Bagi Bidan dan Perawat. Jakarta: Pusat Promosi
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.