Anda di halaman 1dari 4

Terdapat tujuh tulang servikal vertebra (tulang belakang) yang mendukung

kepala dan menghubungkannya ke bahu. Cedera tulang belakang adalah cedera


yang mengenai cervikalis, vertebralis, dan lumbalis akibat trauma : jatuh dari
ketinggian, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan olahraga dsb.
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan
oleh ruda paksa (Mansjoer, 2000)
Fraktur adalah kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang
dating lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Fraktur patologis terjadi
tanpa trauma pada tulang yang lemah karena dimineralisasi yang berlebihan ( Linda
Juall C, 2002 )
Secara umum fraktur dibedakan menjadi fraktur terbuka dan tertutup.
Fraktur terbuka adalah : fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit, dimana
potensial untuk menjadi infeksi lebih besar. Sedangkan fraktur tertutup adalah
fraktur yang tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Fraktur dikenal
dengan istilah patah tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik,
kekuatan, keadaan tulang dan jaringan lunak disekitar tulang akan menentukan
apakah fraktur yang terjadi tersebut lengkap atau tidak lengkap ( Silvia A. Prince,
2000).
A. Anatomi Fisiologis
1. Medulla Spinalis
Adalah bagian dari susunan saraf pusat yang seluruhnya
terletak dalam kanalis vertebralis, dikelilingi oleh tiga lapis selaput
pembungkus yang disebut meningen. Dibawah ini merupakan lapisan
lapisan dan struktur yang mengelilingi medulla spinalis dari luar
kedalam :
Dinding kanalis vertebralis ( terdiri atas vertebra dan
ligament )
Lapisan jaringan lemak (ekstradura) yang mengandung
anyaman pembuluh-pembuluh darah vena.
Durameter
Arachnoid
Ruangan subarachnoid (Cavitas subarachnoidealis) yang
berisi liquor cerebrospinalis.
Piameter, yang kaya dengan pembuluh darah dan yang
langsung membungkuspermukaan sebelah luar medulla
spinalis.
2. Columna Vertebralis
Columna vertebralis atau rangkaian tulang belakang adalah
sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh senyumlah tulang yang
disebut vertebra atau ruas tulang belakang. Diantara setiap dua ruas
tulang pada tulang belakang terdapat bantalan tulang rawan ( Arif
Muttaqin, 2005 )
Anatomi fisiologi columna vertebralis di klasifikasikan menjadi
ruas tulang belakang, bagian-bagian tulang belakang, dan lengkung
columna vertebralis yang dipaparkan sebagai berikut :
a. Ruas tulang belakang tersusun dari atas kebawah dan diantara
masing-masing ruas dihubungkan oleh tulang rawan yang disebut
cakram antar ruas sehingga tulang belakang bisa tegak dan
membungkuk. Disamping itu disebalah depan dan belakangnya
terdapat kumpulan serabut-serabut kenyal yang memperkuat
kedudukan ruas tulang belakang. Ditengah bagian dalam ruas-ruas
tulang belakang terdapat suatu saluran yang disebut saluran sum-
sum belakang ( kanalis medulla spinalis ) yang didalamnya
terdapat sum-sum tulang belakang. Fungsi ruas tulang belakang
menurut syaifuddin ( 2006) yaitu : menahan kepala dari alat-alat
tubuh yang lain, melindungi sum-sum tulang belakang, tempat
melekatnya tulang iga, dan tulang panggul serta menentukan sikap
tubuh.
b. Bagian-bagian tulang belakang, menurut syaifuddin (2006) adalah
sebagai berikut :
Vertebra servikalis (tulang leher) tujuh ruas, mempunyai
badan ruas kecil dan lubang ruas besar.
Vertebra torakalis (tulang punggung) terdiri dari dua belas
ruas.
Vertebra lumbalis (tulang pinggang) terdiri dari lima ruas.
Vertebra sakralis (tulang kelangkang) terdiri dari lima ruas
Vertebra cogsigealis (tulang ekor) terdiri dari empat ruas
c. Lengkung columna vertebralis berfungsi sebagai penopang badan
yang kokoh sekaligus bekerja sebagai penyanggah dengan
perantaraan tulang rawan cakram intervertebralis yang
lengkungnya memberi fleksibilitas untuk membengkok tanpa
patah.
B. Fraktur Lumbal
Fraktur lumbal terjadi karena akibat trauma seperti : jatuh dari
ketinggian, kecelakaan lalu lintas , kecelakaan olahraga, luka tembak, luka
tusuk, kejatuhan benda keras dan trauma karena tali pengaman (Fraktur
chance).
Terdapat beberapa mekanisme yang terjadi pada tulang yang
mengalami kondisi abnormal diantaranya : kematian lokal pada tulang,
deposisi tulang, dan resorpsi tulang. Ketika tulang yang mengalami
kelainan dan tidak mendapatkan suplai darah yang adekuat maka pada
tulang tersebut akan terjadi kematian atau avaskuler nekrosis. Namun
apabila tulang yang mengalami abnormalitas masih mendapatkan suplai
darah maka akan mengalami deposisi atau resoepsi, pada deposisi terjadi
dua proses besar yaitu : formasi osteoblastik dari matriks organik, dan
kalsifikasi dari matriks tersebut.
Menurut Arif Muttakin (2005) terdapat enam mekanisme, terjadinya
fraktur lumbal yaitu : Fleksi, kompresi Vertikal, hiperekstensi, dan fraktur
dislokasi.
Trauma yang diakibatkan oleh fleksi akan menyebabkan
kerusakan ligament posterior. Apabila terdapat kerusakan
ligament posterior fraktur tersebut bersifat tidak stabil dan dapat
terjadi subluksasi.
Trauma akibat kompresi vertikal akan menyebabkan kompresi
aksial. Pada trauma ini ligament posterior masih utuh sehingga
fraktur yang terjadi bersifat stabil
Trauma yang