Anda di halaman 1dari 2

Senin (9/5/2016) adalah ujian pertama ujian nasional (UN) tingkat SMP

untuk seluruh siswa, siswi Indonesia. Pada hai pertama dilaksanakannya UN ada
beberapa hambatan yang menghalangi kesuksesan UN tersebut, salah satu hambatan
tersebut ialah salahnya soal karena ada jawaban yang sama, dan itu terjadi disalah satu
sekolah dibandung, yang padahal UN sudah berbasis compute. Pada akhirnya solusi dari
kesalahan tersebut diserahkan kepada panitia UN, yang berharap tidak merugikan siswa
dengan salahnya soal UN.

Sementara itu, Dinas Provinsi Jawa Barat menargetkan


penyelenggaraUNBK tingkat SMP ditambah 300 sekolah pada tahun depan dijawa barat
itu sendiri, karena dari hasil UNBK tingkat SMA/SMK yang memuaskan tutur kepala
Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman. Dikarenakan hanya ada 47 SMP dari 7,714
dijawa barat yang melakukan UNB. Sementara jumlah siswa yang mengikuti UN pada
tahun ini untuk wilayah jawa barat sebanyak 798.901 untuk peserta UN berbasis kertas
dan pensil serta 6.950 peserta UNBK. minimnya SMP yang menyelenggarakan UNBK
karena kesiapan Pendidikan dalam ketersediaan sarana prasarana disekolahnya tutur
Firman Adam ( kepala bidang pendidikan dasar Jawa Barat ). Serta pendapat Bupati
barat mengklaim bahwa pelaksanaan UN SMP dikabupaten Bandung berjalan dengan
lancar. Meski diklaim lancar banyak siswa yang khawatir akan garis pembatas lingkaran
pada lembar jawaban yang mereka terima warnanya pudar
Senin, 9-5-2016 sebagai peristiwa yang sangat tragis bagi keluarga JO
dan BA ( samara) pasalnya ketika suami istri tersebut sedang berjalan, dihadanglah oleh 5
orang pemuda tak dikenal yang mereka semua pengangguran serta seusai melakukan
pesta miras.

Pemuda pengangguran tersebut menghadang pasangan suami istri itu


lalu merampas barang-barang milik mereka serta membawa sang perempuan kedalam
ruko kosong sampai mereka berbuat asusila disana. Setelah puas ditinggalah perempuan
tersebut yang masih berbaring lemas sendirian, kejadian ini terjadi di Karawang.
Akibatnya 5 orang pemuda tadi dibekuk jajaran unit perempuan dan anak satun reserse
dan kriminal kepolisian resor Karawang, dan dinyatakan pelaku tersebut akan dijerat
dengan pasal berlapis kekerasan dan pemerkosaan paling lama 12 tahun penjara.

Sementara itu, kasus pemerkosaan dan pelecehan seks dari warga telah
mencapai 18 kasus, yang rata-rata seluruh korbannya didominasi oleh anak dibawah
umur dengan orang terdekat P2TP2A ( pusat pelayanan terpadu pemberdayaan
perempuan dan anak ).