Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh
dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni
dan bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak
bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan
sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk
memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak
kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus
dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa
oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun
demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif,
di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Kehadiran TIK dalam pendidikan bisa dimaknai dalam tiga paradigma, yaitu
(1) TIK sebagai alat atau berupa produk teknologi yang bisa digunakan dalam
pendidikan, (2) TIK sebagai konten atau sebagai bagian dari materi yang bisa
dijadikan isi dalam pendidikan, dan (3) TIK sebagai program aplikasi atau alat
bantu untuk manajemen pendidikan yang efektif dan efisien. Ketiga paradigma
tersebut disinergikan dalam sebuah kerangka sumberdaya TIK yang secara khusus
diposisikan dan diarahkan untuk mencapai visi dan misi pendidikan di Indonesia.
Di era globalisasi pendidikan, disadari ataupun tidak, tantangan dunia
pendidikan ke depan akan lebih berat. Oleh karena itu, optimalisasi TIK menjadi
salah satu alternatif solusi dalam menopang dan menggerakkan dunia pendidikan
di kancah persaingan global. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada beberapa
alasan problematik yang melatarbelakangi pentingnya pemanfaatan TIK, terutama
dalam (1) meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang, (2) mengatasi
kesenjangan layanan pendidikan akibat kondisi geografis yang mana jika diabaikan
akan menimbulkan disparitas mutu layanan, dan (3) perubahan sosio-budaya
masyarakat yang bergerak dinamis, dan (4) memupuk rasa nasionalisme untuk
menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

1
1.2. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang penulis angkat, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
terhadap aktivitas pendidikan?
2. Bagaimana cara mengatasi perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi terhadap aktivitas pendidikan?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Aplikasi
Komputer dan untuk meningkatkatkan pengetahuan penulis dalam memahami
dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap aktivitas pendidikan.

1.4. Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan
wawasan penyusun khususnya dan umumnya kepada para pembaca.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli


Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu
teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia
pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan
galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi,yaitu teknologi
sederhana.
Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai
penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan
menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan
Technology is the art of utilizing scientific knowledge.
Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan
lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca
indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak
jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih
makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada
teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah teknologi berasal
dari techne atau cara dan logos atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi
dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya
adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan
bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau
membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Sedangkan
menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi
dalam setiap bidang kegiatan manusia

3
2.2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Di era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk
mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa dimanfaatkan.
Kontribusi TIK tidak terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta
pendidikan dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan
disebarkan agar masyarakat mendapatkan informasi penting dengan benar secara
efektif dan efisien. TIK pada hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai
tambah dalam menghasilkan suatu informasi yang cepat, lengkap, akurat, transfaran
dan mutakhir. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK
adalah teknologi internet. Internet sebagai media informasi telah memberikan
peluang bagi setiap orang.
Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat
membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan
perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK. Melalui perangkat Teknologi
Informasi dan Komunikasi, kita bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan
saling tukar informasi secara efisien dan efektif. TIK akan memudahkan kita,
mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai
kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif dan
kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan
mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan
optimal, termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal
yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi Komunikasi merupakan segala hal
yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer
data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan
Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang
mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar
media.

4
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi
adalah:
1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi
dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi
perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas
kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3. Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi
Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan
berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses
pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih
terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan
terbiasa bekerjasama.
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif,
dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari
hari.

2.3. Implementasi TIK (ICT) dalam dunia pendidikan


Tidak bisa dipungkiri, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan
barang mewah, Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk
dalam dunia pendidikan. Saat ini jumlah guru yang ada adalah 2.692.217, dari
jumlah trsebut yang memenuhi syarat sertifikasi 727.381 orang atau sekitar 27%,
sehingga diperlukan sekitar 1.964.836 atau 73% guru yang harus itingkatkan
kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan yang juga menjadi masalah
adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah (Digital Divide) ICT dapat
menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar, diantaranya
(1).Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan efisiensi, (3) Meningkatkan
kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas mengajar, (5) Memfasilitasi
pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan,

5
(7) Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, (8) Mengurangi
kesenjangan digital. Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara
khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah
modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut
yaitu:
1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu
pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan
inti (core content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya
pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran
besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang
didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan perpustakaan digital, jutaan
artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
2. ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat
ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas
dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti
multimedia dan media pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster,
grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan
CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning
termasuk pada bagian ini.
3. ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang
melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama
fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer,
peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara,
studio musik, studio produksi video dan editing.
4. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang
kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.
Selain peran TIK diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan TIK dalam
pendidikan yaitu :
1. TIK sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi :
Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan
keahlian menggunakan TIK untuk pendidikan.

6
Informasi merupakan bahan mentah dari pengetahuan yang harus
diolah melalui proses pendidikan.
Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya
bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi
pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu
atau manusia.
2. TIK sebagai Infrastruktur Pendidikan
Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan
model yang beragam seperti multimedia.
Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari
satu tempat ke tempat lainnya.
Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
The network is the school akan menjadi fenomena baru di dalam
dunia pendidikan.
3. TIK sebagai Sumber Bahan Belajar
Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
Pendidik yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.
Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang up-to-date
membutuhkan waktu yang lama.
4. TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan
Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks
dunia nyatanya.
Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk
mempercepat penyerapan bahan ajar.
Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap
pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.

7
Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan
pendidik.
Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada
proses dan pemberian fasilitas.
5. TIK sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan
Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap
harinya.
Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan
pengelolaan back-office yang kuat.
Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan
seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas
dalam institusi.
Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.
6. TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan
Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing
dalam pendidikan.
Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada
berbagai bidang ilmu.
Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan
dan kualitas.
Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi
pendidikan.
Pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di
Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan
Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akan
dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
1. Tahap pertama meliputi (a) merancang sistem jaringan yang mencakup
jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data
dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi
dan informasi di sekolah, (b) merancang dan membuat aplikasi database,

8
(c) merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan
pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d) merancang dan membuat
aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif.
2. Tahap kedua meliputi (a) melakukan implementasi sistem pada sekolah-
sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan
pelatihan tenaga pelaksana dan guru dan (b) merancang dan membuat
aplikasi pembelajaran.
3. Tahap ketiga dan keempat adalah tahap memperluas implementasi sistem
di sekolah-sekolah.

2.4. Dampak TIK terhadap aktivitas pendidikan


Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada
perkembangan generasi anak bangsa. Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi
anak pelajar Indonesia saat ini antara lain :
1. Komputer
2. Handphone
3. MP4 player
4. Game Console
5. Media tontonan seperti Televisi dan Film
Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh
buruk Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari
alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak
dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi
negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan
dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
1. Pengaruh buruk lewat internet
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik
bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan
banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah
berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara
terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu

9
dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks,
tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
2. Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas
menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan
bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak
membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua
perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer.
Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai
mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat
diberikan pada hari libur. Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak
tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang
menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh
orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih
besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan
baik.
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada
akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam
mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Selain itu juga
pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar
siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke
arah yang positif. Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia
Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa
perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa
atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.

2.5. Permasalahan dan Solusi internet dalam dunia Pendidikan


Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa
diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti
perpustakaan online, jurnal online, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat

10
di-download gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa
bisa mencari apapun yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen
di kelas, untuk memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari
sesuatu yang memerlukan kejelasan dan pemahaman mendalam.
Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan
informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku
buku di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup
memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah
melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari universitas. Namun pada praktiknya,
sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak semudah yang dibayangkan dan
diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001), terbatasnya pemanfaatan
teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya
penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia,
mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga pendidik.
Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan
segala teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang
sampai ke tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa
Inggris sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia
yang Jurnal Ilmiah umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa
asing, sedangkan banyak informasi-informasi dan ilmu pengetahuan direkayasa
dalam bahasa internasional tersebut.
Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa
Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam
negeri. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih
sangat rendah dibanding di luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal pribadi
dan berharga mahal yang tidak dapat diakses oleh seluruh orang, menjadikan
pengetahuan hanya berkembang untuk diri pribadi dan komunitas tertentu saja.
Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet
di dalam negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan
telepon milik pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu
rupiah per jam sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini dapat
dipecahkan dengan menggunakan internet pada warung-warung internet dengan

11
biaya yang lebih murah antara dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun
masih saja terlalu mahal untuk seorang mahasiswa apabila harus menggunakan
dalam frekuensi tinggi (selalu mengakses).
Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih
belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat
kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah
menyarankan kepada mahasiswa memperkaya wawasan dengan fasilitas internet
akibat kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak
akan termotivasi untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan
pemanfaatan sumber ilmu non formal tersebut.
Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan penting
lembaga pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran
internet dengan membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan,
menyediakan sarana penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung
internet milik penguasaha bisnis.

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini
berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun,
bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan
dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi
elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang
pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat
cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan
tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas
ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma,
aturan, atau moral kehidupan yang bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan
moral kehidupan yang dianut masyarakat. Menyikapi keadaan ini, maka peran
pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki
dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor
dalam pengembangannya.

3.2. Saran
Diharapkan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan
teknologi informasi yang berkembang saat ini agar tidak disalahgunakan. Serta
kepada pemerintah agar lebih bisa mengawasi dan mengontrol agar perkembangan
teknologi tidak menjadi bumerang terhadap anak bangsa.

13
DAFTAR PUSTAKA

1. Gairola, C. M. (2004). Information and Communications Technology for


Development. New Delhi: Elsevier.
2. S.P.Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.
3. Yuhetty, H. (n.d.). ICT and Education in Indonesia. Retrieved 11 20, 2008,
from http://www.lib.itb.ac.id/: http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/e-
list/Indonesia-ICT-paper.pdf
4. Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi. Bandung, Penerbit:Alfabeta.
5. Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Bandung, Penerbit:Alfabeta.
6. http://www.depdiknas.go.id
7. http://www.wikipedia.org
8. http://www.google.co.id

14