Anda di halaman 1dari 38

ASUHAN KEPERAWATAN

JIWA KOMUNITAS

Inisial Klien : Nn.L


Alamat : Maguwoharjo
Keluhan Utama : Takut untuk tampil didepan umum (pidato/presentasi)

I. PENGKAJIAN

A. Faktor Predisposisi

FAKTOR PREDISPOSISI
BIOLOGIS PSIKOLOGIS SOSIAL
DS : DS : DS :
a. Klien mengatakan klien mulai merasakan
a. Klien mengatakan dalam keluarganya a. Klien mengatakan dirinya adalah tipe
perasaan seperti ini terjadi setelah adanya
tidak ada yang mengalami gangguan orang yang sedikit tertutup dan jarang
peristiwa yang membuat dia merasa sangat
kecemasan seperti yang dialami olehnya. untuk bercerita tentang masalahnya
memalukan sewaktu dia masuk kelas
b. Klien mengatakan klien tidak kepada keluarga atau kepada temannya.
pertama kalinya di SMP. Dia mengatakan
mengkonsumsi obat-obatan kecemasan. b. Klien mengatakan memiliki trauma untuk
bahwa sewaktu itu, gurunya meminta dia
berbicara didepan orang banyak yang
untuk memperkenalkan diri kepada teman-
dimulai sejak SMP.
teman kelasnya di depan dan ketika dia
memperkenalkan diri di depan kelas dia
merasa sangat takut dan berbicara tidak
beraturan terus berkeringat dan merasa
sangat malu sekali. Dan ternyata teman-
temannya pun ikut menertawakan dia
ketika dia memperkenalkan nama dirinya
dengan suara yang kacau. Semenjak itu,
dia selalu merasa tegang ketika diminta
untuk berbicara di depan kelas.
B. Faktor Presipitasi

FAKTOR PRESIPITASI

SIFAT ASAL WAKTU


BIOLOGIS:
-
- -

DS : Internal Klien merasakan sejak SMP.


PSIKOLOGIS (Diri sendiri)
Klien mengatakan semenjak ia tidak berani untuk presentasi, klien
berpikir bahwa ia sudah gagal untuk menjadi siswa yang baik.

DS :
SOSIAL Eksternal
Klien merasakan sejak SMP.
1. Klien mengatakan Dia seringkali Takut untuk tampil didepan (dari luar diri)
umum (berbicara/pidato/presentasi dll) dan jika dipaksakan
untuk tampil pasti gugup, gemeteran dan tidak PD.
2. Klien mengatakan semakin cemas saat klien melakukan
kesalahan yang membuat teman-teman kelasnya
mentertawakan atau menyorakinya.
C. Respon Terhadap Stresor

STRESOR RESPON TERHADAP STRESOR DIAGNOSA


KEPERAWATAN
KOGNITIF AFEKTIF FISIOLOGIS PERILAKU SOSIAL
Tampil di depan DS : DS : DS : DS : DS : Ansietas (00146)
umum (presentasi) Klien mengatakan Klien Klien a. Klien mengatakan Klien menagatakan b.d Stressor
jika tampil didepan mengatakan ia mengatakan saat klien akan merasa jika stressor datang ditandai dengan
umum ia merasa merasa cemas. tampil didepan salah tingkah, tidak klien lebih memilih kontak mata yang
malu dan takut umun detak percaya diri dan untuk tidak buruk, dan
sehingga klien jantungnya akan akan berperilaku bersosialisasi, gugup.
menjadi tidak fokus. meningkat, seperti orang panik, menghindar dan
denyut nadi terkadang mondar- menarik diri .
meningkat, mandir dan sering
suaranya akan menunduk, gugup
bergetar dan klien dan grogi.
marasakan dingin b. Klien mengatakan
pada saat ia takut
ekstermitasnya bertatapan mata
demam dengan orang lain.
panggung,
gemetaran,
berkeringat
banyak karena
merasa badannya
panas.

Ketidakefektifan
Perasaan gagal
DS : DS : DS : DS : DS :
Koping (00069)
menjadi siswa yang Klien mengatakan Klien Klien Klien mengatakan Klien menagatakan
b.d kurang
baik jika tampil didepan mengatakan mengatakan saat karena klien tidak bahwa klien jarang
percaya diri
umum ia Klien merasa dia tidak mampu menceritakan bercerita tentang
dalam mengatasi
mengalami tidak mampu menyelesaikan maslahnya klien hanya masalahnya kepada
masalah ditandai
perubahan mengatasi masalahnya ia menyendiri. kleuarga ataupun
dengan akses
konsentrasi karena masalah. merasa seperti teman-temanya
dukungan sosial
cemas. dirinya sakit. karena klien
tidak adekuat,
merasa bahwa
ketidakmampuan
teman-temannya
mengatasi
tidak perduli
masalah,
dengan
ketidakmampuan
masalahnya. menghadapi
situasi dan
perubahan
konsentrasi.
D. Sumber Koping

DIAGNOSA SUMBER KOPING


KEPERAWATAN
DUKUNGAN SOSIAL ASET MATERI KEYAKINAN POSITIF
KEMAMPUAN PERSONAL
(KELUARGA
Ansietas (00146) b.d DS : DS : DS : DS :
a. Klien mengatakan untuk
Stressor ditandai dengan
a. Klien mengatakan a. Klien a. Klien mengatakan
mengurangi rasa cemasnya
kontak mata yang buruk,
orangtuanya selalu mengatakan dalam dirinya hampir
klien biasanya memegang
dan gugup.
mendukung klien untuk bahwa tidak ada keyakinan
benda yang ada di sekitarnya
bersosialisasi tetapi klien keluarganya positif klien lebih
misalnya pena atau buku.
tetap saja tidak bisa termasuk sering berpikiran
b. Klien mengatakan jika
melawan rasa malunya. dalam kelas negatif dan buruk
cemasnya tidak berkurang
menengah ke tentang dirinya
klien memilih untuk
bawah . sendiri.
menghindar.
b. Klien
mengatakan
jika sakit klien
biasanya
minum obat
warung jika
tidak kunjung
sembuh klien
baru dibawa ke
pelayanan
kesehatan
terdekat
misalnya
puskesmas.

Ketidakefektifan DS : DS : DS : DS :
Klien mengatakan untuk
Koping (00069) b.d a. Klien mengatakan setiap c. Klien a. Klien mengatakan
mengurangi rasa cemasnya
kurang percaya diri dalam klien punya masalah mengatakan dalam dirinya hampir
klien biasanya memilih untuk
mengatasi masalah klien hanya bercerita bahwa tidak ada keyakinan
menghindar.
ditandai dengan akses kepada ibunya tetapi keluarganya positif klien lebih
dukungan sosial tidak sangat jarang klien lebih termasuk sering berpikiran
adekuat, memilih memendam dalam kelas kalaupun ia
ketidakmampuan masalahnya sendiri. menengah ke menceritakan
mengatasi masalah, b. Klien juga mengatakan bawah . masalahnya tetap
ketidakmampuan bahwa teman-teman di d. Klien saja masalahnya
menghadapi situasi dan sekolahnya tidak ada mengatakan tidak akan selesai.
perubahan konsentrasi. yang dekat dengan klien, jika sakit klien
setiap kali klien mulai biasanya
cemas teman-temanya minum obat
tidak ada yang perduli. warung jika
DO : tidak kunjung DO :
a. Tampak dukungan sosial sembuh klien a. Klien Tampak
yang dimiliki klien baru dibawa ke kurang percaya diri
kurang adekuat. pelayanan untuk
kesehatan menyelesaikan
terdekat masalahnya.
misalnya
puskesmas.
II. ANALISA DATA

Inisial Klien : Nn.L


Alamat : Maguwoharjo
Keluhan Utama : Takut untuk tampil didepan umum (pidato/presentasi)

NO. DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM


1. DS : Stressor Domain :
a. Klien mengatakan ia takut bertatapan mata dengan 9 (Kopin/Toleransi Stres)
orang lain. Kelas :
b. Klien mengatakan dia seringkali takut untuk tampil 2 ( Respon Koping )
didepan umum (berbicara/pidato/presentasi dll) Kode :
karena klien selalu memiliki perasaan bahwa dirinya 00146
menjadi pusat perhatian. Diagnosa :
c. Klien mengatakan semakin cemas saat klien Ansietas
melakukan kesalahan yang membuat teman-teman
kelasnya mentertawakan atau menyorakinya.
d. Klien mengatakan klien akan merasa salah tingkah
dan akan berperilaku seperti orang panik, terkadang
mondar-mandir dan sering menunduk.
2. DS : kurang percaya diri dalam Domain :
a. Klien juga mengatakan bahwa teman-teman di mengatasi masalah
9 (Kopin/Toleransi Stres)
sekolahnya tidak ada yang dekat dengan klien, setiap
Kelas :
kali klien mulai cemas teman-temanya tidak ada
2 ( Respon Koping )
yang perduli.
Kode :
b. Klien mengatakan dalam dirinya hampir tidak ada
00069
keyakinan positif klien lebih sering berpikiran
Diagnosa :
kalaupun ia menceritakan masalahnya tetap saja
Ketidakefektifan Koping
masalahnya tidak akan selesai.
c. Klien mengatakan untuk mengurangi rasa cemasnya
klien biasanya memilih untuk menghindar.

DO :
a. Klien Tampak kurang percaya diri untuk
menyelesaikan masalahnya.
b. Tampak dukungan sosial yang dimiliki klien kurang
adekuat.
PRIORITAS DIAGNOSA
1. Ansietas b.d Stressor ditandai dengan kontak mata yang buruk, dan gugup.
2. Ketidakefektifan Koping b.d kurang percaya diri dalam mengatasi masalah d.d
akses dukungan sosial tidak adekuat, ketidakmampuan mengatasi masalah,
ketidakmampuan menghadapi situasi dan perubahan konsentrasi.
III. RENCANA TINDAKAN

Nama : Nn.L
Alamat : Maguwoharjo
Keluhan : Takut tampil didepan umum (presentasi)

No. Diagnosa Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasionalisasi TTD


Keperawatan
1. Ansietas (00146) b.d I. Pencegahan Primer I. Pencegahan Primer KEL.2
Stressor ditandai a. Memberikan Pendidikan NIC :
dengan kontak mata kesehatan kepada keluarga dan Pendidikan Kesehatan
yang buruk, dan gugup. disekolah tentang kesehatan (5510)
jiwa. II. Pencegahan Sekunder
2. Ketidakefektifan NOC : NIC:
Koping (00069) b.d Pengetahuan : Promosi Pengurangan kecemasan
kurang percaya diri Kesehatan (1823) (5820)
dalam mengatasi II.Pencegahan Sekunder 1. Gunakan pendekatan 1. Untuk mempermudah
masalah ditandai dengan a. Melakukan pengurangan yang tenang dan dalam BHSP.
akses dukungan sosial kecemasan. meyakinkan 2. Agar klien merasa aman
tidak adekuat, NOC: 2. dorong keluarga untuk bila didampingi
ketidakmampuan Tingkat Kecemasan (1211) mendampingi klien keluarga.
mengatasi masalah, Setelah dilakukan tindakan dengan cara yang tepat 3. Agar klien merasa
ketidakmampuan keperawatan selama 3x24 jam tingkat 3. puji/kuatkan perilaku termotivasi.
menghadapi situasi dan kecemasan klien meningkat dari level yang baik secara tepat 4. Untuk meningkatkan
perubahan konsentrasi. 2 (cukup berat) menjadi level 3 4. ciptakan atmosfer rasa rasa percaya diri klien.
(sedang) dengan kriteria : aman untuk 5. Agar klien mau
1. Klien dapat mengontrol meningkatkan mengungkapkan
perilakunya (berjalan mondar kepercayaan perasaannya.
mandir) 5. dorong verbalilsasi 6. Agar klien dapat
2. Klien dapat menyampaikan rasa perasaan, persepsi dan mengetahui cara untuk
cemas yang dirasakan. ketakutan rileksasi (napas dalam).
3. Klien tidak mengalami serangan 6. Intruksikan klien untuk
panik lagi. menggunakan teknis
relaksasi (napas dalam)
b. Membantu untuk membuat NIC :
keputusan dalam menghadapi Peningkatan Koping
masalah. (5230)
NOC : 1. Gunakan pendekatan 1. Untuk mempermudah
Koping (1302) yang tenang dan dalam BHSP.
Setelah dilakukan tindakan memberikan jaminan. 2. Untuk mempermudah
keperawatan selama 5x24 jam tingkat 2. Bantu klien klien dalam membuat
koping klien meningkat dari skala 1 mengidentifikasi tujuan keputusan untuk tujuan
(tidak pernah menunjukkan) ke skala jangka pendek dan tujuan jangka pendek dan jangka
2 (jarang menunjukkan) dengan jangka panjang. panjang.
kriteria hasil : 3. Bantu klien dalam 3. Untuk membantu
a. Klien mampu mengidentifikasi memeriksa sumber- meningkatkan kekuatan
pola koping yang tidak efektif. sumber yang tersedia dalam memenuhi tujuan
b. Klien mampu mengidentifikasi untuk memenuhi tujuan- klien.
pola koping yang efektif. tujuannya. 4. Untuk menghindari klien
c. Klien menyatakan membutuhkan 4. Dukung keterlibatan melakukan tindakan yang
bantuan. keluarga secara tepat. membahayakan dirinya.
Klien mampu mengidentifikasi 5. Berikan penilaian dan
beberapa strategi koping yang diskusikan respon
efektif. alternative terhadap
situasi yang ada.
III. Pencegahan Tersier Restrukturisasi
a. Membantu pemulihan seperti Kognitif (4700) 1. Agar klien menyadari
terapi keluarga dan terapi 1. Bantu pasien untuk pernyataan diri yang
lingkungan (social). merubah pernyataan diri rasional.
NOC : yang tidak rasional
Lingkungan Sosial (1504) menjadi pernyataan diri
yang rasional. 2. Agak klien mengetahui
2. Tunjukan gaya dari pikiran-pikirannya yang
pikiran pasien yang tidak benar.
disfungsional (misalnya
memandang sesuatu sulit
untuk dilakukan) 3. Agar klien mampu
3. Bantu pasien untuk mengenali emosinya.
memberikan label
mengenai emosi yang
menyakitkan (misalnya;
marah, cemas dan
keputusasaan) yang
dirasakan. 4. Agar klien mampu
4. Bantu pasien mengenali stressor yang
mengidentifikasi stressor ia hadapi.
yang diterima (misalnya;
situasi, kejadian, dan
interaksi dengan orang
lain) yang berkonstribusi
pada kondisi stress. 5. Untuk mengetahui
5. Buat respon dari tingkah laku
pernyataan/menanyakan klien.
pertanyaan yang
menantang
persepsi/tingkah laku
pasien, dengan cara yang
tepat.

III. Pencegahan Tersier


NIC :
Dukungan Kelompok
(5430)
CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Nn.L
Alamat : Maguwoharjo
Keluhan : Takut tampil didepan umum (presentasi)

No. Tanggal jam Implementasi Evaluasi Nama /TTD


Dx
5 september 09.00 IV. Pencegahan Primer 1. Pencegahan Primer KEL.2
2017 NIC : NIC :
Pendidikan Kesehatan (5510) Pendidikan Kesehatan (5510)
V. PencegahanSekunder 2. PencegahanSekunder
NIC: NIC:
Pengurangan kecemasan (5820) Pengurangan kecemasan (5820)
2. Menggunakan pendekatan yang tenang S:
dan meyakinkan - klien mengatakan klien masih belum
DS: klien mengatakan klien masih bisa tenang saat bersosialisasi dan
belum bisa tenang saat bersosialisasi klien masih belum percaya dengan
dan klien masih belum percaya dengan orang lain.
orang lain. - klien mengatakan bahwa keluarganya
DO: saat diajak bicara klien tampak sekarang lebih perhatian dengan klien.
belum berani menatap ke lawan bicara - klien menagatakan untuk saat ini klien
dan klien. belum bisa percaya sepenuhnya untuk
3. Mendorong keluarga untuk menceritakan masalahnya kepada
mendampingi klien dengan cara oranglain.
pujian/kuatkan perilaku yang baik - klien mengatakan masih sering merasa
secara tepat. takut dan klien masih berperasaan
DS: klien mengatakan bahwa negatif terhadap oranglain.
keluarganya sekarang lebih perhatian - klien mengatakan setelah melakukan
dengan klien. nafas dalam klien merasa lebih
4. Menciptakan atmosfer rasa aman untuk tenang.
meningkatkan kepercayaan. O:
DS: klien menagatakan untuk saat ini - saat diajak bicara klien tampak belum
klien belum bisa percaya sepenuhnya berani menatap ke lawan bicara dan
untuk menceritakan masalahnya kepada klien.
oranglain. - mimik wajah klien tampak belum bisa
DO: mimik wajah klien tampak belum mempercayai lawan bicara.
bisa mempercayai lawan bicara. - setelah melakukan teknik nafas dalam
5. Mendorong verbalilsasi perasaan, klien tampak mulai berani berbicara.
persepsi dan ketakutan A : tujuan belum tercapai
DS: klien mengatakan masih sering P : lanjutkan intervensi
merasa takut dan klien masih 7. Gunakan pendekatan yang tenang dan
berperasaan negatif terhadap oranglain. meyakinkan
6. Mengintruksikan klien untuk 8. dorong keluarga untuk mendampingi
menggunakan teknis relaksasi (napas klien dengan cara yang tepat
dalam) 9. puji/kuatkan perilaku yang baik secara
DS: klien mengatakan setelah tepat
melakukan nafas dalam klien merasa 10. ciptakan atmosfer rasa aman untuk
lebih tenang. meningkatkan kepercayaan
DO: setelah melakukan teknik nafas 11. dorong verbalilsasi perasaan, persepsi
dalam klien tampak mulai berani dan ketakutan
berbicara. 12. Intruksikan klien untuk menggunakan
teknis relaksasi (napasdalam)

NIC : NIC :
PeningkatanKoping (5230) PeningkatanKoping (5230)
1. Mengevaluasi kemampuan pasien S:
dalam membuat keputusan. - Klien mengatakan bahwa klien akan
DS: Klien mengatakan bahwa klien mencoba untuk mengambil keputusan
akan mencoba untuk mengambil kepada siapa klien akan berbagi cerita
keputusan kepada siapa klien akan untuk mengurangi cemas.
berbagi cerita untuk mengurangi - klien mengatakan bahwa klien mulai
cemas. nyaman saat menceritakan
2. Tidak mendukung pembuatan masalahnya kepada perawat.
keputusan saat klien berada pada - Klien mengatakan mulai saatini jika
situasi stress yang berat. klien punya masalah klien akan
3. Mendukung kesabaran dalam bercerita pada ibunya.
mengembangkan suatu hubungan. - Klien mengatakan klien akan
DS: klien mengatakan bahwa klien mencoba mencari teman yang dapat ia
mulai nyaman saat menceritakan percaya.
masalahnya kepada perawat. - klien mengatakan setelah diajarkan
DO: klien tampak mulai berani teknik relaksasi nafas dalam klien
menceritakan masalahnya kepada merasa sedikit lega dan lebih berani
perawat. bercerita pada perawat.
4. Mendukung penggunaan sumber- O :
sumber spiritual jika diinginkan. - klien tampak mulai berani
DS: klien mengatakan klien akan menceritakan masalahnya kepada
mencoba mencari solusi dan perawat.
menenangkan diri dengan menemui - klien tampak bisa melakukan teknik
tokoh agama. relaksasi nafas dalam.
5. Membantu pasien untuk A : tujuan belum tercapai
mengidentifikasi strategi-strategi P : lanjutkan intervensi
positif untuk mengatasi keterbetasan 6. Gunakanpendekatan yang
dan mengelola kebutuhan gaya hidup tenangdanmemberikanjaminan.
maupun perubahan peran. 7. Bantu klien mengidentifikasi tujuan
DS : jangka pendek dan tujuan jangka
- Klien mengatakan mulai saatini panjang.
jika klien punya masalah klien 8. Bantu klien dalam memeriksa sumber-
akan bercerita pada ibunya. sumber yang tersedia untuk memenuhi
- Klien mengatakan klien akan tujuan-tujuannya.
mencoba mencari teman yang 9. Dukung keterlibatan keluarga secara
dapat ia percaya. tepat.
6. Menginstruksikan klien untuk 10. Berikan penilaian dan diskusikan
menggunakan teknik relaksasi sesuai respon alternative terhadap situasi yang
dengan kebutuhan ada.
DS: klien mengatakan setelah 3. PencegahanTersier
diajarkan teknik relaksasi nafas dalam NIC :
klien merasa sedikit lega dan lebih DukunganKelompok
berani bercerita pada perawat. (5430)
DO: klien tampak bisa melakukan
teknik relaksasi nafas dalam.

NIC(4700)
RESTRUKTURISASI KOGNITIF
NIC(4700)
6. Memantu pasien untuk merubah
RESTRUKTURISASI KOGNITIF
pernyataan diri yang tidak rasional S:
- Klien mengatakan sulit untuk
menjadi pernyataan diri yang
mengubah pikiran negatif menjadi
rasional.
positif.
DS: Klien mengatakan sulit untuk
- Klien mengatakan masih sering
mengubah pikiran negatif menjadi
menghindar saat diajak
positif.
bersosialisasi.
DO: Klien masih berbicara negatif
- Klien mengatakan masih sering
tentang dirinya ketika ditanyakan.
menghindar saat diajak
7. menunjukan gaya dari pikiran
bersosialisasi.
pasien yang disfungsional
- Klien mengatakan sering cemas
(misalnya memandang sesuatu sulit
ketika bersosialisasi.
untuk dilakukan)
- Klien mengatakan merasa cemas
DS: Klien mengatakan masih
ketika berinteraksi dan tampil
sering menghindar saat diajak
didepan umum.
bersosialisasi.
O:
DO: Klien tampak masih
- Klien masih berbicara negatif
menghindar saat diminta untuk
tentang dirinya ketika ditanyakan.
bersosialisasi.
- Klien tampak masih menghindar
8. membantu pasien untuk
saat diminta untuk bersosialisasi.
memberikan label mengenai emosi
- Mimik wajah klien terlihat tidak
yang menyakitkan (misalnya;
tenang, tegang saat bersosialisasi
marah, cemas dan keputusasaan ) - Mimik wajah klien terlihat tidak
yang dirasakan. tenang, dan tegang saat berinteraksi.
DS: Klien mengatakan sering - Klien belum bisa menerima semua
cemas ketika bersosialisasi. masukan yang diberikan
DO: Mimik wajah klien terlihat A: tujuan belum tercapai
P: lanjutkan intervensi no:
tidak tenang, tegang saat
1. Bantu pasien untuk merubah
bersosialisasi
pernyataan diri yang tidak rasional
9. membantu pasien mengidentifikasi
menjadi pernyataan diri yang
stressor yang diterima (misalnya;
rasional.
situasi, kejadian, dan interaksi
2. Tunjukan gaya dari pikiran pasien
dengan orang lain) yang
yang disfungsional (misalnya
berkonstribusi pada kondisi stress.
memandang sesuatu sulit untuk
DS: Klien mengatakan merasa
dilakukan)
cemas ketika berinteraksi dan
3. Bantu pasien untuk memberikan
tampil didepan umum.
label mengenai emosi yang
DO: Mimik wajah klien terlihat
menyakitkan (misalnya; marah,
tidak tenang, dan tegang saat
cemas dan keputusasaan ) yang
berinteraksi.
dirasakan.
10. membuat pernyataan/menanyakan
4. Bantu pasien mengidentifikasi
pertanyaan yang menantang
stressor yang diterima (misalnya;
persepsi/tingkah laku pasien,
situasi, kejadian, dan interaksi
dengan cara yang tepat. dengan orang lain) yang
DS: berkonstribusi pada kondisi stress.
DO: Klien belum bisa menerima 5. Buat pernyataan/menanyakan
semua masukan yang diberikan pertanyaan yang menantang
persepsi/tingkah laku pasien, dengan
VI. PencegahanTersier cara yang tepat.
NIC :
(5430)
CATATAN PERKEMBANGAN 2

Nama : Nn.L
Alamat : Maguwoharjo
Keluhan : Takut tampil didepan umum (presentasi)

No Tanggal Jam Implementasi Evaluasi Nama/TTD


Dx
1. 06 September 09.00 4. Pencegahan Primer 6. Pencegahan Primer
2017 NIC : NIC :
Pendidikan Kesehatan (5510) Pendidikan Kesehatan (5510)
5. PencegahanSekunder 7. PencegahanSekunder
NIC: NIC:
Pengurangan kecemasan (5820) Pengurangan kecemasan (5820)
1. pendekatan yang tenang dan S:
meyakinkan - klien mengatakan klien masih
DS: klien mengatakan klien belum bisa tenang saat
masih belum bisa tenang saat bersosialisasi dan klien masih
bersosialisasi dan klien masih belum percaya dengan orang lain.
belum percaya dengan orang - klien mengatakan bahwa
lain. keluarganya semakin perhatian.
DO: saat diajak bicara klien - klien menagatakan saat ini pun klien
masih tampak belum berani belum bisa percaya sepenuhnya
menatap ke lawan bicara dan untuk menceritakan masalahnya
klien. kepada oranglain.
2. Mendorong keluarga untuk - klien mengatakan masih tetap
mendampingi klien dengan cara merasa takut dan klien masih
pujian/kuatkan perilaku yang berperasaan negatif terhadap
baik secara tepat. oranglain.
DS: klien mengatakan bahwa - klien mengatakan setelah
keluarganya semakin perhatian. melakukan nafas dalam klien
3. Menciptakan atmosfer rasa merasa semakin bisa tenang.
aman untuk meningkatkan O:
kepercayaan. - saat diajak bicara klien masih
DS: klien menagatakan saat ini tampak belum berani menatap ke
pun klien belum bisa percaya lawan bicara dan klien.
sepenuhnya untuk menceritakan - mimik wajah klien masih tampak
masalahnya kepada oranglain. belum bisa mempercayai lawan
DO: mimik wajah klien masih bicara.
tampak belum bisa mempercayai - klien tampak melakukan teknik
lawan bicara. nafas dalam ketika ingin berbicara.
4. Mendorong verbalilsasi A: tujuan belum tercapai
perasaan, persepsi dan P: lanjutkan intervensi no
ketakutan 1. Gunakan pendekatan yang
DS: klien mengatakan masih tenang dan meyakinkan
tetap merasa takut dan klien 2.
masih berperasaan negatif 3. puji/kuatkan perilaku yang
terhadap oranglain. baik secara tepat
5. Mengintruksikan klien untuk 4. ciptakan atmosfer rasa
menggunakan teknis relaksasi aman untuk meningkatkan
(napas dalam) kepercayaan
DS: klien mengatakan setelah 5. dorong verbalilsasi
melakukan nafas dalam klien perasaan, persepsi dan
merasa semakin bisa tenang. ketakutan
DO: klien tampak melakukan 6. Intruksikan klien untuk
teknik nafas dalam ketika menggunakan teknis
ingin berbicara. relaksasi (napasdalam)

NIC : NIC :
PeningkatanKoping (5230) PeningkatanKoping (5230)
1. Mengevaluasi kemampuan S:
pasien dalam membuat - Klien mengatakan bahwa klien
keputusan. sudah mengambil keputusan untuk
DS: Klien mengatakan bahwa bercerita denagn ibunya.
klien sudah mengambil - klien mengatakan bahwa klien
keputusan untuk bercerita mulai nyaman saat menceritakan
denagn ibunya. masalahnya kepada perawat dan
2. Tidak mendukung pembuatan kepada ibunya.
keputusan saat klien berada - klien mengatakan masih belum
pada situasi stress yang berat. mencoba untuk menemui tokoh
3. Mendukung kesabaran dalam agama.
mengembangkan suatu - Klien mengatakan sekarang jika
hubungan. klien punya masalah klien bercerita
DS: klien mengatakan bahwa pada ibunya.
klien mulai nyaman saat - Klien mengatakan masih belum
menceritakan masalahnya menemukan teman yang bisa
kepada perawat dan kepada dipercaya.
ibunya. - klien mengatakan sekarang klien
DO: klien tampak lebih berani lebih sering menggunakan teknik
menceritakan masalahnya nafas dalam sebelum bersosialisasi.
kepada perawat. O:
4. Mendukung penggunaan - klien tampak lebih berani
sumber-sumber spiritual jika menceritakan masalahnya kepada
diinginkan. perawat.
DS: klien mengatakan masih - klien tampak melakukan teknik
belum mencoba untuk menemui nafas dalam ketika mulai bercerita.
tokoh agama. A: tujuan belum tercapai
5. Membantu pasien untuk P: lanjutkan intervensi no
mengidentifikasi strategi- 1. Gunakan pendekatan yang tenang
strategi positif untuk mengatasi dan memberikan jaminan.
keterbetasan dan mengelola 2. Bantu klien mengidentifikasi
kebutuhan gaya hidup maupun tujuan jangka pendek dan tujuan
perubahan peran. jangka panjang.
DS : 3. Bantu klien dalam memeriksa
- Klien mengatakan sekarang sumber-sumber yang tersedia
jika klien punya masalah untuk memenuhi tujuan-tujuannya.
klien bercerita pada ibunya. 4. Dukung keterlibatan keluarga
- Klien mengatakan masih secara tepat.
belum menemukan teman 5. Berikan penilaian dan diskusikan
yang bisa dipercaya. respon alternative terhadap situasi
6. Menginstruksikan klien untuk yang ada.
menggunakan teknik relaksasi
sesuai dengan kebutuhan NIC(4700)
DS: klien mengatakan RESTRUKTURISASI KOGNITIF
sekarang klien lebih sering S:
menggunakan teknik nafas - Klien mengatakan masih sulit
dalam sebelum bersosialisasi. berfikir posistif tentang dirinya dan
DO: klien tampak melakukan orang lain.
teknik nafas dalam ketika - Klien mengatakan sudah mulai
mulai bercerita. mencoba untuk bersosialisasi
11. Memantu pasien untuk dengan orang lain.
merubah pernyataan diri - Klien mengatakan sebelum
yang tidak rasional menjadi bersosialisasi klien melakukan
pernyataan diri yang teknik napas dalam untuk
rasional. mengurangi cemasnya.
DS: Klien mengatakan sulit - Klien tampak masih tegang saat
untuk mengubah pikiran berinteraksi
negatif menjadi positif. O:
DO: Klien masih berbicara - Klien masih berbicara negatif
negatif tentang dirinya tentang diri ya dan orang lain.
ketika ditanyakan. - Klien tampak sudah mulai ikut
12. menunjukan gaya dari berkumpul dengan teman-temannya
pikiran pasien yang tetapi masih sedikit untuk berbicara.
disfungsional (misalnya - Klien tampak merasa tenang setelah
memandang sesuatu sulit melakukan teknik napas dalam.
untuk dilakukan) - Klien tampak masih tegang saat
DS: Klien mengatakan berinteraksi
masih sering menghindar - Klien tampak sudah mulai
saat diajak bersosialisasi. menerapkan masukan yang
DO: Klien tampak masih diberikan
menghindar saat diminta A: tujuan belum tercapai
untuk bersosialisasi. P: lanjutkan intervensi no:
13. membantu pasien untuk 1. Bantu pasien untuk merubah
memberikan label mengenai pernyataan diri yang tidak rasional
emosi yang menyakitkan menjadi pernyataan diri yang
(misalnya; marah, cemas rasional.
dan keputusasaan ) yang 2.
dirasakan. 3.
DS: Klien mengatakan 4. Bantu pasien mengidentifikasi
sering cemas ketika stressor yang diterima (misalnya;
bersosialisasi. situasi, kejadian, dan interaksi
DO: Mimik wajah klien dengan orang lain) yang
terlihat tidak tenang, tegang berkonstribusi pada kondisi stress.
saat bersosialisasi
14. membantu pasien
mengidentifikasi stressor
yang diterima (misalnya;
situasi, kejadian, dan
interaksi dengan orang lain)
yang berkonstribusi pada
kondisi stress.
DS: Klien mengatakan
merasa cemas ketika
berinteraksi dan tampil
didepan umum.
DO: Mimik wajah klien
terlihat tidak tenang, dan
tegang saat berinteraksi.
15. membuat
pernyataan/menanyakan
pertanyaan yang menantang
persepsi/tingkah laku
pasien, dengan cara yang
tepat.
DS:
DO: Klien belum bisa
menerima semua masukan
yang diberikan
NIC(4700)
RESTRUKTURISASI
KOGNITIF
1. Memantu pasien untuk
merubah pernyataan diri
yang tidak rasional menjadi
pernyataan diri yang
rasional.
DS: Klien mengatakan
masih sulit berfikir posistif
tentang dirinya dan orang
lain.
DO: Klien masih berbicara
negatif tentang diri ya dan
orang lain.

2. menunjukan gaya dari


pikiran pasien yang
disfungsional (misalnya
memandang sesuatu sulit
untuk dilakukan)
DS: Klien mengatakan
sudah mulai mencoba untuk
bersosialisasi dengan orang
lain.
DO: Klien tampak sudah
mulai ikut berkumpul
dengan teman-
temannya tetapi masih
sedikit untuk
berbicara.

3. membantu pasien untuk


memberikan label mengenai
emosi yang menyakitkan
(misalnya; marah, cemas
dan keputusasaan ) yang
dirasakan.
DS: Klien mengatakan
sebelum bersosialisasi klien
melakukan teknik napas
dalam untuk mengurangi
cemasnya.
DO: Klien tampak merasa
tenang setelah melakukan
teknik napas dalam.

4. membantu pasien
mengidentifikasi stressor
yang diterima (misalnya;
situasi, kejadian, dan
interaksi dengan orang lain)
yang berkonstribusi pada
kondisi stress.
DS: Klien mengatakan
masih merasa cemas
ketika berinteraksi dan
tampil didepan umum.
DO: Klien tampak masih
tegang saat berinteraksi

5. membuat
pernyataan/menanyakan
pertanyaan yang menantang
persepsi/tingkah laku
pasien, dengan cara yang
tepat.
DS:
DO: Klien tampak sudah
mulai menerapkan masukan
yang diberikan

VII. PencegahanTersier
NIC :
(5430)