Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian laporan kerja praktik ini, maka dapat diambil
kesimpulan yaitu :
1. Aktivitas penambangan di Muara Tiga Besar Utara (MTBU) pada saat
bulan agustus dilakukan pengangkutan tanah penutup dengan alat gali
Komatsu PC 2000 dan PC 1250 dengan HD 785 untuk pengangkutan
overburden sejauh 0.3 km, lalu dilanjutkan dengan penggalian dan
pengangkutan batubara menggunakan backhoe Komatsu PC 400 serta
dibantu bulldozer Komatsu 375 A yang dilengkapi dengan ripper untuk
ripping dan alat angkut dump truck Hino 500 yang mengangkut
batubara sejauh 1,0 km ke dump umpan BWE, sedangkan ke
Temporary Stockfile sejauh 3,3 km.
2. Batubara dari front penambangan diangkut dan di dumping ke dump
hopper yang kemudian dilanjutkan dan di tempatkan pada belt
conveyor menuju stockpile sehingga dapat menghemat biaya.
3. Faktor yang mempengaruhi aktivitas penambangan di pit Muara Tiga
Besar Utara adalah kondisi front penambangan, jenis material, kondisi
jalan yang sangat berdebu dan kurang lebar, adanya penyebaran batu
pack yang tidak merata serta jalan yang sangat menanjak sehingga alat
angkut sulit untuk melalui nya.
4. Tingkat air asam tambang pada penambangan Muara Tiga Besar Utara
(MTBU) memiliki PH asam berkisar 6 6,8 yang disalurkan ke kolam
pengendap lumpur (KPL) sebanyak 6 kolam dengan treatment
mengunakan pengapuran sebelum dialirkan ke sungai.
5. Pada target produksi batubara untuk bulan agustus sebesar 150.000 ton
dan target produksi overburden untuk bulan agustus sebesar 600,000
bcm.

62
4.2 Saran
Berdasarkan pengamatan secara langsung dilapangan, maka ada
beberapa saran yang akan disampaikan, antara lain :
1. Kondisi jalan dan area manuver yang sempit pada front penambangan
menghambat pergerakan alat angkut, sehingga perlu adanya pelebaran
jalan dan perluasan area manuver karena sering ditemukan salah satu
alat angkut harus berhenti dahulu ketika berpapasan dengan alat angkut
lain.
2. Sebaiknya pengisian bahan bakar tidak dilakukan saat jam kerja alat
beroperasi tetapi saat pergantian shift kerja, sehingga tidak mengurangi
laju produksi dari alat gali muat.
3. Dalam pengoptimalan hasil produksi, diperlukan pengawasan yang
lebih ketat terhadap waktu kerja yang telah ditetapkan guna mencegah
waktu hambatan yang terjadi selama bekerja, karena waktu kerja
efektif akan mempengaruhi kemampuan produksi alat mekanis yang
dioperasikan.

63