Anda di halaman 1dari 8

Besaran dan Satuan

Besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan


Besaran Pokok
tan
yaitu besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran
lainnya. Ada 7 macam besaran pokok beserta simbolnya, antara lain:
ya
Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contoh dari
besaran turunan dan simbolnya sebagai berikut.
-ta

Sistem Satuan dan Dimensi


ny

Sistem Satuan
Sistem satuan yang digunakan adalah Satuan Internasional atau sistem metrik. Dikenal sebagai
sistem mks singkatan dari meter, kilogram, dan sekon. Berikut merupakan satuan dari besaran
pokok, antara lain:
a.c
om

Satuan dari besaran turunan, antara lain:


Dimensi
menunjukkan cara besaran tersusun dari besaran-besaran pokok. Dimensi dari besaran pokok
diantaranya:
tan

Dimensi dari besaran turunan, diantaranya:


ya
-ta

Angka Penting
Notasi Ilmiah
ny

pengukuran dinyatakan:
a,... x 10x
Keterangan:
a = bilangan asli dari 1-9
x = pangkat yang merupakan bilangan bulat
Contoh:
a.c

250.000 ditulis 2,5 x 105


0,054 ditulis 5,4 x 10-2
Aturan Angka Penting
Aturannya sebagai berikut:
a. Semua angka nol adalah angka penting
b. Semua angka nol yang terleyak diantara bukan nol termasuk angka penting. Contoh 1005 (4
om

angka penting)
c. Semua angka nol pada angka desimal lebih dari nol dan terletak di akhir angka merupakan
angka penting. Contoh 1,250 (4 angka penting)
d. Semua angka nolpada angka desimal kurang dari nol dan terletak di kanan dan kiri koma
desimal bukan merupakan angka penting. Contoh: 0,250 (3 angka penting)
Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting
hasilnya hanya mengandung satu angka taksiran.Contoh:
11,5 m
24,62 m +
36,12 m
Perkalian dan Pembagian Angka Penting
hasil perhitungan mengikuti jumlah angka penting paling sedikit. Contoh: 2,12 m (3 angka penting) x
tan
1,2 (2 angka penting) hasilnya 2,544 m2. Berdasarkan aturan hasilnya mengikuti jumlah angka
penting paling sedikit yaitu 2 angka penting sehingga hasilnya 2,5 m2.
[adinserter block="6"]
Aturan Pembulatan
1. Angka hasil perhitungan lebih dari lima, angka dibulatkan ke atas. Contoh 3,237 dibulatkan
menjadi 3,24
2. Angka hasil perhitungan kurang dari lima, angka di bulatkan ke bawah. Contoh 4,231 dibulatkan
ya
menjadi 4,23
3. Angka hasil perhitungan tepat = 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya ganjil. Dibulatkan
ke bawah jika angka sebelumnya genap. Contoh 3,235 dibulatkan menjadi 3,24, dan 2,145
dibulatkan menjadi 2,14.

Pengukuran
-ta

Pengukuran Panjang
a. Penggaris, mengukur panjang benda dengan skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Ketelitian atau
ketidakpastian 0,5 mm atau 0,05 cm.
ny
b. Jangka Sorong, mengukur Panjang benda maksimum 10 cm. Skala terkecil 0,1 mm atau 0,01
cm. Ketelitian atau ketidakpastian jangka sorong0,05 mm atau 0,005 cm.
c. Mikrometer Sekrup, mengukur panjang benda 25 mm. Skala terkecil dari mikrometer sekrup
adalah 0,01 mm atau 0,001cm. Ketelitian atau ketidakpastian mikrometer sekrup 0,005 mm atau
0,0005 cm.
a.c

Pengukuran Massa
a. Neraca Ohaus, memiliki skala terkecil 0,1 gram.
b. Neraca lengan.
c. Neraca Dacin
Pengukuran Waktu
Alat yang digunakan salah satunya adalah stopwatch.

Besaran Skalar dan Besaran Vektor


om

Besaran skalar yaitu besran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Misalnya jarak, daya,
massa jenis, luas, tekanan, dan
volume.
Besaran vektor yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Misalnya perpindahan, kecepatan,
percepatan, dan momentum
Resultan vektor
vektor jika berada di sumbu x dan y memiliki vektor i dan j, sedangkan jika berada di sumbu x, y, dan
z memiliki vektor satuan i, j, dan k.
Jika dua vektor A dan B mengapit sudut , maka resultan vektornya sebagai berikut.
tan
Penguraian vektor
ya
Fx = F cos
Fy = F sin
Besar dan arah vektor ditentukan dengan rumus
-ta
resultan vektor jika terdapat banyak komponen pada sumbu x dan y maka dapat ditentukan melalui
rumus:

Perkalian Silang
Aturan perkalian silang untuk vektor satuan i, j, dan k sebagai berikut.
ny

ixj=k ixk=-j
jxk=i kxj=-i
kxi=j jxi=-k
Untuk hasil kali silang yang mengapit sudut dirumuskan sebagai berikut.
a.c

Contoh Soal dan Pembahasan


EBTANAS 1986

1. Vektor = 3 satuan, = 4 satuan, dan . Besar sudut api yang diapit

vektor dan adalah....


o
om

A. 90
B. 45o
C. 60o
D. 120o
E. 180o (EBTANAS 1986)
PEMBAHASAN
Menggunakan rumusan:
25 = 9 + 16 +24 cos
24 cos = 0
tan
cos = 0
= 90o
Jawaban A
2. Kuat medan listrik pada sebuah titik mempunyai satuan....
A. meter/volt
B. Newton.Coulomb
C. volt.meter
ya
D. Newton/Coulomb
E. Coulomb/Newton (PPI 1979)
PEMBAHASAN

Kuat medan listrik yaitu E. Kuat medan listrik memiliki rumusan . Dimana satuan gaya (F)
-ta
yaitu coulomb dan satuan muatan (q) yaitu Coulomb
Jawaban D
3. Hasil pengukuran plat seng dengan panjang 1,5 m dan lebar 1,20 m. Luas plat seng menurut
penulisan angka penting adalah....
A. 1,8012 m2
ny

B. 1,801 m2
C. 1,800 m2
D. 1,80 m2
E. 1,8 m2 (EBTANAS 1989)
PEMBAHASAN
a.c

1,5 (2 angka penting) sedangkan 1,20 (3 angka penting). Menentukan luas yaitu mengalikan panjang
dengan lebar. Hasil perkalian mengikuti jumlah angka penting yang lebih sedikit yaitu 2 angka
penting. Sehingga jawaban yang paling tepat yaitu 1,8 m2
Jawaban E
4. Hasil pengukuran kapasitas panas C suatu zat padat sebagai fungsi temperatur T dinyatakan oleh
persamaan C = T + 3. Satuan untuk dan yang mungkin adalah....
om

A. J untuk dan JK-2untuk


B. JK2 untuk dan J untuk
C. JK untuk dan JK3untuk
D. JK-2untuk dan JK-4 untuk
E. J untuk dan J untuk2 (SNMPTN 2009)
PEMBAHASAN
Satuan C yaitu J/K, jika C = T, maka = C/T sehingga satuannya = J/K 2 atau JK-2, dan jika C =
3T maka = C/T3, sehingga satuan = J/K4 atau JK-4
Jawaban D
tan
5. Di antara kelompok besaran di bawah ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja adalah....
A. kuat arus, massa, gaya
B. suhu, massa, volume
C. waktu, momentum, percepatan
D. usaha, momentum, percepatan
E. kecepatan, suhu, jumlah zat (EBTANAS 1994)
PEMBAHASAN
ya
Besaran pokok diantaranya panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan jumlah
zat. Selain itu berarti besaran turunan. Jawabannya yaitu usaha, momentum dan percepatan
Jawaban D
6. Besaran yang dimensinya ML-1T-2 adalah....
-ta
A. gaya
B. tekanan
C. energi
D. momentum
E. percepatan (SNMPTN 2009)
PEMBAHASAN
ny

Gaya satuannya kgms-2 jadi dimensinya MLT-2


Tekanan satuannya kg/ms-2 jadi dimensinya ML-1T-2
Energi satuannya kgm2s-2 jadi dimensinya ML-1T-2
Momentum satuannya kgms-1 jadi dimensinya MLT-1
Percepatan satuannya ms-2 jadi dimensinya LT-2
a.c

Jawaban B
7. Pada gambar Fy = komponen gaya P pada sumbu Y. Jika Fy = 2 N, komponen gaya pada sumbu X
adalah....
om

A. 4 N

B.
C.
D. 2 N
E. 1 N (EBTANAS 1998)
PEMBAHASAN
Fy = F sin
2 = F sin 30o
tan
F = 4N

Fx = F cos 30o=
Jawaban B
8. Sebuah benda ketebalannya diukur dengan mikrometer sekrup seperti gambar. Hasil pengukuran
ketebalan benda adalah....
ya
-ta
A. 2,97 mm
B. 2,47 mm
C. 2,03 mm
D. 1,97 mm
E. 1,47 mm (EBTANAS 1998)
ny
PEMBAHASAN
Skala utama = 2 mm
Skala noniusnya = 47 x 0,01 mm = 0,47 mm. Jadi pengukuran ketebalan benda = 2 + 0,47 = 2,47 mm
Jawaban B
9. Satuan energi dapat dinyatakan dalam
a.c

(1) kilowatt jam


(2) Joule
(3) daya kuda-detik
(4) elektron volt (SKALU 1978)
PEMBAHASAN
Energi dapat dikaitkan dengan daya dikalikan waktu sehingga satuannya watt sekon, kilowatt jam,
om

atau daya kuda detik. Kemudian energi juga memiliki satuan Joule. Energi juga memiliki satuan
elektron volt. JAdi yang paling tepat adalah (1), (2), (3), dan (4)
Jawaban E
10. Dua buah gaya yang masing-masing besarnya 5 Newton bila dipadukan dapat memberikan resultan
sebesar 5 N.
SEBAB
Besar gaya paduan dari dua buah gaya ditentukan oleh sudut yang diapit kedua gaya
itu. (SKALU 1978)
PEMBAHASAN
Pernyataan I : besar resultan : Benar

Pernyataan II : Benar
besar gaya paduan dua gaya tersebut dipengaruhi oleh sudut apit.
tan
Keduanya berhubungan
Jawaban A
ya
-ta
ny
a.c
om