Anda di halaman 1dari 9

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA

Nomor 6 Tahun 2014

SALINAN
WALIKOTA SAMARINDA
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA


NOMOR 6 TAHUN 2014

TENTANG

PEMEKARAN KELURAHAN
DALAM WILAYAH KOTA SAMARINDA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA SAMARINDA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah,


dan sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada
masyarakat, diperlukan pemerataan dalam pembinaan
masyarakat, pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan
yang menjangkau semua lapisan masyarakat ;
b. bahwa sebagai langkah percepatan terwujudnya kesejahteraan
masyarakat melalui pertumbuhan kehidupan berdemokrasi,
percepatan pelaksanaan pembangunan dan perekonomian,
pengelolaan potensi, penataan administrasi pemerintahan,
peningkatan partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat serta
peningkatan keamanan, ketertiban masyarakat dipandang
perlu membentuk kelurahan baru ;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan b perlu untuk membentuk Peraturan
Daerah Kota Samarinda, tentang pemekaran Kelurahan dalam
Wilayah Kota Samarinda.

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik


Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 Tentang Penetapan
Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 Tentang
Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Sebagai
Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun
2

1959 Nomor 72, Tambahan lembaran Negara Republik


Indonesia Nomor 1820) ;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Neg4ara Republik Indonesia Nomor 4844);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438)
;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1987 Tentang
Penetapan Batas Wilayah Kotamadya Dati II Samarinda,
Kotamadya Dati II Balikpapan, Kabupaten Dati II Kutai,
Kabupaten Dati II Pasir (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1987 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3364) ;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1996 Tentang
Pembentukan 13 (Tiga Belas) Kecamatan di Wilayah
Kabupaten Dati II, Berau, Bulungan, Pasir, kotamadya Dati II
Samarinda dan Balikpapan dalam Wilayah Propinsi Dati I
Kalimantan timur (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1996 Nomor 56) ;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000 Tentang
Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran,
Penghapusan, dan Penggabungan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 233) ;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi,
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (LN Tahun 2007 Nomor
82; TLN Nomor 4737)
8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007
Nomor 89; Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 Tentang
Kelurahan ;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 105; Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4593) ;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Tentang
Kecamatan ;
3

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006


tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006
tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006
tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah;
15. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 13 Tahun 2007
Tentang Pembentukan Susunan Organisasi Kecamatan Dalam
Wilayah Kota Samarinda;
16. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 14 Tahun 2007
Tentang Pembentukan Susunan Organisasi Kelurahan Dalam
Wilayah Kota Samarinda.

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SAMARINDA

dan

WALIKOTA SAMARINDA

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA TENTANG PEMEKARAN


KELURAHAN DALAM WILAYAH KOTA SAMARINDA.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan ;


1. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh Pemerintah Kota Samarinda dan DPRD Kota
Samarinda menurut asas otonom dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia 1945 ;
2. Pemerintah Daerah adalah Walikota Samarinda dan Perangkat
Daerah Kota Samarinda sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan daerah ;
3. Walikota adalah Walikota Samarinda ;
4. Wakil Walikota adalah Wakil Walikota Samarinda ;
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut
DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Kota
Samarinda sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah ;
4

6. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah


otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan ;
7. Daerah Otonom selanjutnya disebut Daerah adalah Kota
Samarinda yang merupakan kesatuan masyarakat hukum yang
mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
;
8. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah
kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia ;
9. Perangkat Daerah adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah
Daerah Kota Samarinda yang bertanggung jawab kepada
Kepala Daerah melalui Sekretariat Daerah dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari Sekretariat
Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis
Daerah, Kecamatan dan Kelurahan sebagai unsur
penyelenggara Pemerintah Kota Samarinda sesuai kewenangan
dan tanggung jawab berdasarkan tupoksi masing-masing ;
10. Sekretaris Daerah selanjutnya disebut SEKDA adalah
Sekretaris Daerah Kota Samarinda yang karena kedudukannya
sebagai pembina Pegawai Negeri Sipil di Daerah mempunyai
tugas dan kewajiban membantu Kepala Daerah dalam
penyusunan kebijakan dan mengkoordinasikan Dinas Daerah
dan Lembaga Teknis Daerah ;
11. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat
Daerah Kota Samarinda ;
12. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat
daerah Kota Samarinda dalam wilayah kerja Kecamatan.
13. Pemekaran kelurahan adalah pemberian status atau
pemecahan wilayah kelurahan lebih dari satu dengan
membentuk kelurahan baru

BAB II
PEMEKARAN
Pasal 2
(1) Kelurahan yang dimekarkan dalam wilayah Kota Samarinda
adalah pemecahan dari Kelurahan induk yaitu Kelurahan
Mesjid, Kelurahan Sungai Keledang, Kelurahan Sempaja
Selatan, dan Kelurahan Sungai Siring ;
(2) Kelurahan yang dibentuk adalah sebagai berikut :
a. Kelurahan Mesjid (Kelurahan Induk)
Dengan batas : Utara = Kelurahan Tenun
wilayah
Timur = Sungai Mahakam
5

Selatan = Kelurahan
Mangkupalas
Barat = Kelurahan
Mangkupalas
Jumlah : 6.800 Jiwa
Penduduk
Jumlah Kepala : 1.751 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 22 RT
Tetangga

b. Kelurahan Mangkupalas (Kelurahan Baru)


Dengan batas : Utara = Kelurahan Mesjid
wilayah
Timur = Sungai Mahakam
Selatan = Kelurahan
Simpang Pasir
Barat = Kelurahan Rapak
Dalam
Jumlah : 7.200 Jiwa
Penduduk
Jumlah Kepala : 1.864 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 18 RT
Tetangga

c. Kelurahan Tenun Samarinda (Kelurahan Baru)


Dengan batas : Utara = Sungai Mahakam
wilayah
Timur = Sungai Mahakam
Selatan = Kelurahan Mesjid
Barat = Kelurahan Rapak
Dalam
Jumlah : 3.200 Jiwa
Penduduk
Jumlah Kepala : 824 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 13 RT
Tetangga

d. Kelurahan Sungai Keledang (Kelurahan Induk)


Dengan batas : Utara = Kelurahan Baqa
wilayah
Timur = Kelurahan Rapak
Dalam
Selatan = Kelurahan Gunung
Panjang
6

Barat = Sungai Mahakam


Jumlah : 13.465 Jiwa
Penduduk
Jumlah Kepala : 2.293 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 29 RT
Tetangga
e. Kelurahan Gunung Panjang (Kelurahan Baru)
Dengan batas : Utara = Kelurahan Sungai
wilayah Keledang
Timur = Kelurahan Rapak
Dalam
Selatan = Kelurahan Harapan
Baru
Barat = Kelurahan Sungai
Mahakam

Jumlah : 4.827 Jiwa


Penduduk
Jumlah Kepala : 1.178 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 10 RT
Tetangga
f. Kelurahan Sempaja Selatan (Kelurahan Induk)
Dengan batas : Utara = Kelurahan Sempaja
wilayah Utara
Timur = Sungai Karang
Mumus
Selatan = Kelurahan Sempaja
Timur
Barat = Sungai Sempaja Utara

Jumlah : 13.976 Jiwa


Penduduk
Jumlah Kepala : 3.972 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 44 RT
Tetangga
g. Kelurahan Sempaja Barat (Kelurahan Baru)
Dengan batas : Utara = Kelurahan Sempaja
wilayah Utara
Timur = Kelurahan Sempaja
Timur
Selatan = Kelurahan Gunung
Kelua
Barat = Kelurahan Gunung
Kelua
7

Jumlah : 9.539 Jiwa


Penduduk
Jumlah Kepala : 2.196 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 13 RT
Tetangga
h. Kelurahan Sempaja Timur (Kelurahan Baru)
Dengan batas : Utara = Kelurahan Sempaja
wilayah Selatan
Timur = Sungai Karang
Mumus
Selatan = Sungai Karang
Mumus
Barat = Kelurahan Sempaja
Barat

Jumlah : 14.302 Jiwa


Penduduk
Jumlah Kepala : 2.356 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 13 RT
Tetangga

i. Kelurahan Sungai Siring (Kelurahan Induk)


Dengan batas : Utara = Kelurahan Lempake
wilayah
Timur = Kab. Kutai Kartanegara
Selatan = Kelurahan Sambutan
Barat = Kelurahan Mugirejo

Jumlah : 3.423 Jiwa


Penduduk
Jumlah Kepala : 783 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 12 RT
Tetangga

j. Kelurahan Budaya Pampang (Kelurahan Baru)


Dengan batas : Utara = Kab. Kutai
wilayah Kartenegara
Timur = Sungai Karang
Mumus
Selatan = Sungai Karang
Mumus
Barat = Kelurahan Lempake
dan Kelurahan Utara

Jumlah : 1.921 Jiwa


8

Penduduk
Jumlah Kepala : 450 KK
Keluarga
Jumlah Rukun : 6 RT
Tetangga

Pasal 3

(1) Batas wilayah kelurahan pada masing-masing kelurahan


merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan
Peraturan Daerah ini ;
(2) Perubahan dan penetapan batas wilayah kecamatan yang
lama dan yang baru berdasarkan peraturan daerah ini
ditetapkan dengan Peraturan dan atau Keputusan Walikota;
(3) Setiap batas wilayah kelurahan dipasang patok batas sesuai
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 146 : 335 tanggal 23
Juni 1985 tentang Pedoman Pelaksanaan Penetapan /
Pemasangan Tanda Batas, Pengukuran dan Pemetaan
Wilayah Desa / Kelurahandengan jumlah patok sesuai
kebutuhan setiap kelurahan.

BAB III
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 4

(1) Pengadaan tanah, pembangunan kantor, pengadaan


meubelair dan peralatan penunjang lainnya dianggarkan dan
dibebankan pada APBD Kota Samarinda ;
(2) Masalah yang menyangkut perubahan administrasi
kependudukan, administrasi pertanahan dan surat-surat
yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat diatur dan
ditetapkan melalui peraturan dan atau Keputusan Walikota ;
(3) Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah diundangkan
peraturan daerah ini, akan diterbitkan Peraturan Walikota
tentang peresmian dan operasional kelurahan yang ditandai
dengan acara peresmian berdirinya Kelurahan Baru;

BAB IV
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 5

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini semua Peraturan yang


mengatur mengenai pemekaran kelurahan dan batas wilayah
kelurahan dalam wilayah Kota Samarinda yang bertentangan
dengan peraturan daerah ini dinyatakan tidak berlaku.
9

Pasal 6

Ketentuan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan


Daerah ini diatur lebih lanjut oleh Walikota Samarinda
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB V
PENUTUP
Pasal 7

(1) Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal


diundangkan.
(2) Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
perundangan peraturan daerah ini dengan menempatkan
dalam Lembaran Daerah.

Ditetapkan di Samarinda
pada tanggal 12 Agustus 2014
WALIKOTA SAMARINDA,

ttd

H. SYAHARIE JAANG
Diundangkan di Samarinda
pada tanggal 12 Agustus 2014
SEKRETARIS DAERAH KOTA SAMARINDA,

ttd
H. ZULFAKAR NOOR

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2014 NOMOR 6.

NOREG PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA,PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: 2/2014.


6.4-1/2014.