Anda di halaman 1dari 2

JBI Critical Appraisal Checklist for Analytical Cross Sectional Studies

Reviewer : Ns. Arif Munandar, S.Kep


Ns. Ardhian Indra Darmawan, S.Kep
Date : 5 September 2017
Title : Factors Affecting Marriage in Schizophrenia : A Cross sectional study
Author : Vikas Deshmukh, Aparna Bhagat1, Nilesh
Year : 2017
Record Number : 202.6741.11

No Question Yes No Unclear NA


1 Were the criteria for inclusion in the sample clearly defined? V
2 Were the study subjects and the setting described in detail? V
3 Was the exposure measured in a valid and reliable way? V
4 Were objective, standard criteria used for measurement of the V
condition?
5 Were confounding factors identified? V
6 Were strategies to deal with confounding factors stated? V
7 Were the outcomes measured in a valid and reliable way? V
8 Was appropriate statistical analysis used? V

Latar belakang :
a. Efek dari perkawinan pada penyakit kejiwaan telah ditunjukkan dalam literatur memiliki
efek protektif dan melemahkan dalam perjalanan penyakit kejiwaan.
b. Skizofrenia adalah gangguan psikologis kritis. faktor peran /dukungan lingkungan social
dan keluarga mempunyai dasar penting dalam proses penyembuhan dan mempertahankan
kondisi terbaik bagi penderita skizofrenia. Beberapa penelitian bahkan melaporkan bahwa
pernikahan dapat meningkatkan kualitas hidup dan melindungi terhadap ide bunuh diri dan
upaya skizofrenia. Berdasarkan hal diatas maka masalah yang diteliti adalah menjelaskan
faktor - faktor yang mempengaruhi pernikahan dan keberlanjutan pernikahan pada
penderita skizofrenia.
Critical Appraisal Menggunakan PICO
1. Populasi /population : setiap pasien yang terdiagnosa skizofrenia (akut maupun kronik)
yang hadir di poli rawat jalan selama periode waktu 3 bulan. Sampel
dari penelitian ini adalah 101 pasien
2. Intervensi : mengkaji factor faktor yang mempengaruhi pernikahan dan
keberlanjutan pernikahan.
3. Comparison : membandingkan antara kelompok yang sudah menikah dengan yang
belum menikah.
4. Outcome
a. Pasien yang belum menikah dapat teredukasi dengan signifikan (P= 0,026)
b. Usia rata-rata onset penyakitnya adalah dibawah usia 25 tahun (P= 0,002) yang mana
menjadi faktor signifikan bagi mereka yang belum menikah
c. Setelah menikah, tercatat pasien laki-laki lebih memiliki kondisi pernikahan yang stabil,
meskipun secara statistik tidak siginifikan. Disisi lain, usia onset penyakit merupakan
faktor signifikan dalam menghasilkan pernikahan yang buruk (t= 2,96, df= 68, P=
0,0021)