Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PENANGANAN AGENT KEMOTERAPEUTIK

SECARA AMAN
RSU SARI
MUTIARA MEDAN
No. Dokumen No.Revisi Halaman
13/08/25 I 1/2
Tanggal Terbit Ditetapkan
SPO Direktur
1 Juli 2015

dr.Tahim Solin, MMR


I. Pengertian Seluruh petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan tentang prosedur
penanganan agent kemoterapeutik secara aman. hal ini penting bagi seluruh
petugas kesehatan untuk memahami potensial karsinogenik dan bahaya yang
ditimbulkan dari obat tersebut. Individu yang beresiko tinggi (mis. Penderita
Immunodefisiensi atau wanita hamil) harus secara khusus di pertimbangkan
kemungkinan konsekuensi dari penanganan (penyiapan hingga pemberian) agen
kemoterapeutik dan pilihan untuk menghindari paparan.
II. Tujuan Untuk memahami potensial karsinogenik dan bahaya yang ditimbulkan dari
agent obat kemoterapi.
III. Kebijakan SK Direktur No. 945/XII.1/RSU-SM/VI/2015 Tentang Kebijakan Pelayanan
Pasien Resiko Tinggi di RSU Sari Mutiara Medan.
IV. Prosedur 1. Tindakan Awal Pada Pemberian Kemoterapi
1.1 Cek kembali intruksi pemberian obat
1.1.1 Intruksi Pemberian Obat meliputi rute pemberian obat, dosis
kecepatan tetes infus, durasi pemberian obat.
1.1.2 Verifikasi kembali tinggi badan klien, berat badan, dan perhitungan
dosis.
1.1.3 Pemberian obat kemoterapi harus di verifikasi oleh dua orang
perawat
1.2 Penjelasan kepada keluarga:
2.2.1 Rasional tindakan kemoterapi
2.2.2 Efek samping yang mungkin muncul
2.2.3 Tindakan untuk mencegah atau mengurangi komplikasi
2.2.4 Jadwal pemberian
1.3 Monitoring hasil lab yang penting yang berhubungan atau sesuai dengan
jenis pemberian obat kemoterapi. Laporkan hasil lab yang tidak normal
kepada dokter atau perawat utama.
1.4 Atur atau siapkan peralatan suction, oksigen dengan flowmeter, dan
nasal kanul di ruang pasien. Obat-obatan emergensi harus tersedia di laci
emergensi untuk jaga-jaga.
1.5 Berikan obat-obatan pre-kemoterapi sesuai indikasi dokter. Obat-obatan
pre-kemoterapi diberikan awal untuk mengurangi efek samping dari
kemoterapi atau efek yang tidak diinginkan.
1.6 Pastikan pasien telah menerima hidrasi Intravena yang sesuai, jika

1
PROSEDUR PENANGANAN AGENT
KEMOTERAPEUTIK SECARA AMAN
RSU. SARI
MUTIARA
MEDAN

SPO No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur

dr. Tahim Solin, MMR


1.7 diindikasikan dokter. Beberapa obat kemoterapi membutuhkan
pemberian cairan dahulu sebelum pemberian.
1.8 Cek label pada alat suntik, botol obat kemoterapi sesuai yg
diresepkan dokter. Perawat harus mencek kembali (di samping tempat
tidur):
1.7.1 Nama pasien
1.7.2 Obat kemoterapi
1.7.3 Dosis
1.7.4 Rute
1.7.5 Cairan Intra Vena
1.7.6 Kecepatan infuse
1.7.7 Tanggal pemasangan infus
1.7.8 Kadaluarsa obat
2. Pemberian Kemoterapi
2.1 Cuci tangan
2.2.1 Gunakan sarung Tangan nitrile rangkap dua. Gunakan, google
khusus, masker, pelindung wajah, dll) sebelum membuka obat kemoterapi
obat harus dilakukan didalam ruang khusus seperti fume hood atau biosafety
2.2.2 Sarung tangan nitrile telah di tes aman digunakan saat melakukan tin
obat anti neoplastik
2.2.3 Buang Alat Pelindung Diri sekali pakai di tempat pembuangan samp
khusus untuk kemoterapi
2.2 Verifikasi kembali rute pemberian obat kemoterapi (apakah melalui
line)
2.3 Pasang obat, dan gantungkan obat, lalu atur tetes obat sesuai intruksi dokter
kemoterapi yang diberikan harus melalui jalur infus yang berbeda untuk masing-m
jika di intruksikan dokter
2.4 Observasi kondisi klien sesuai intruksi dokter. Monitoring efek samping kem
keefektifan obat pre kemoterapi, hidrasi pasien,dan keamanan pasien
2.5 Bila pemberian obat telah selesai buang kantong/botol obat, selang infuse ke

2
PROSEDUR PENANGANAN AGENT
KEMOTERAPEUTIK SECARA AMAN

RSU SARI MUTIARA


MEDAN
No. Dokumen No.Revisi Halaman
12/08/25 I 1/1
Tanggal Terbit Ditetapkan
SPO Direktur Utama
1 Juli 2015

dr.Tahim Solin, MMR


Selang infus di buang ke tempat pembuangan sampah khusus
kemotrapi.
2.6 Beritahukan segera kepada dokter jika klien mengalami:
2.6.1 Kegelisahan
2.6.2 Nafas pendek
2.6.3 Nyeri dada
2.6.4 Mati rasa
2.6.5 Dan efek samping pontesial yang mungkin muncul dari
pemberian obat kemoterapis.
V. Kebijakan 1. Unit kemoterapi
2. IRNA
3. IRJA
4. IGD
5. Instalasi Farmasi