Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ni Putu Sintha Maharani

NIM : 1613521005
Program Studi : Manajemen Sumberdaya Perairan

KEPITING HANTU ( GHOST CRABS )

Sumber : Karim M, 2009

Klasifikasi kepiting hantu menurut ( Fabricius , 1787 ) :


Kingdom : Animalia
Phylum : Anthropoda
Subphylum : Crustacea
Class : Malacostraca
Order : Decapoda
Family : Ocypodidae
Genus : Ocypode
Species : Ocypode quadrata

Ocypode yang tinggal di wilayah berpasir ini juga dapat disebut sebagai
kepiting hantu yaitu kepiting dari family Ocypodidae, kepiting pantai ini sangat
umum dan ditemukan di banyak negara. Karakteristik dari genus yang termasuk
salah satu cakar menjadi lebih besar daripada yang lain, tetapi perbedaan ini tidak
ditandai sebagai dalam kepiting fiddler laki-laki. Kepiting hantu mendominasi
pantai berpasir di daerah tropis dan subtropis, menggantikan jenis dari
sandhoppers yang mendominasi di daerah dingin. Mereka bernapas melalui
insang, secara berkala basah dengan air laut.
Kepiting yang satu ini diberi nama Ghost Crab karena punya warna
cangkang yang pucat sehingga bisa berkamuflase dengan warna pasir yang ada di
pantai. Nama Latinnya adalah Ocypode yang diambil dari Acy yang berarti
cepat dan Padas yang berarti kaki. Selain pintar menyamar, kepiting jenis ini
juga lincah dalam bergerak. Karena kemampuannya inilah, ia diibaratkan seperti
hantu yang suka bergerak cepat dan sulit terlihat.
Hewan yang sering disebut Sand Crab ini hidup di daerah beriklim tropis
dan subtropis, seperti Perairan Atlantik-Amerika, Laut Mediterania, Laut Merah,
Perairan Pasifik-Amerika, dan Perairan Indo-Pasifik. Kepiting hantu bernapas
lewat insang. Lebar tubuhnya bisa mencapai 50 mm ketika dewasa. Ia memiliki
mata hitam besar yang bisa melihat ke segala arah. Uniknya, ada tanduk melekat
di kedua ujung mata Ghost Crab jantan. Namun, matanya sensitif terhadap
perubahan cahaya (Karim M, 2009).
Pada Kepiting Hantu, pertumbuhan bersifat isometris, karena pada
Kepiting Hantu mengalami pertumbuhan secara bertahap, dari perubahan warna
kulit yang menyerupai warna pasir di pantai, dan juga cangkang pada kepiting ini
yang semakin berkembang dengan bertambahnya usia dari Kepiting Hantu
tersebut juga semacam tanduk pada kepiting hantu laki-laki.
Kepiting Hantu (Ocypoda quadrata) termasuk kepiting berumur panjang
dan dapat mencapai umur 20 tahun serta memiliki panjang maksimum yang
pernah diketahui berukuran sepanjang 5 cm. Distribusi kepiting ini di berbagai
kepulauan dunia tersebar di perairan Atlantik-Amerika, Laut Mediterania, Laut
Merah, Perairan Pasifik-Amerika, dan Perairan Indo-Pasifik. Kebanyakan kepiting
hantu memanfaatkan liang/lubang/rongga di pasir sebagai tempat berlindung dan
biasanya menetap (sedentary), dengan kedalaman lubang sekitar 4 meter ( Prianto,
2007 ).
Parameter ekologis yang cocok bagi pertumbuhan kepiting hantu yaitu
temperatur 24-31 derajat Celcius, salinitas 30-33 ppt, kandungan oksigen terlarut
> 3,5 ppm dan pH 7,8 8, perairan seperti ini, pada umumnya terdapat di perairan
tropik dan subtropik. Indeks otot pada kepiting hantu terlihat dari otot-otot yang
ada pada capit-capit kepiting hantu yang dapat membantunya berjalan dengan
sangat cepat. Sehingga kepiting ini dapat bergerak dan membantunya melarikan
diri pada saat menghadapi serangan predator.Otot-otot yang terletak pada capit
kepiting membantunya untuk melakukan berbagai aktivitas yang dinamis ( Nontji,
2002 ).