Anda di halaman 1dari 4

A.

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan


Pada bab sebelumnya, Anda dapat membayangkan suatu tembok
yang tersusun atas ratusan batu bata merah untuk mempelajari sel. Batu
bata merah tersebut disusun sedemikian rupa hingga dapat membentuk
tembok atau dinding rumah. Batu bata merah tersebut dapat
diumpamakan sebagai sel. Adapun tembok atau dinding yang tersusun
atas batu bata merah tersebut, dapat diumpamakan sebagai jaringan.
Pada organisme tingkat tinggi, misalnya manusia, tubuhnya tersusun
atas triliunan sel. Sel-sel penyusun tubuh manusia tersebut, ada yang
memiliki struktur dan fungsi yang sama, serta ada pula yang berbeda.
Kumpulan sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi sama akan membentuk
jaringan. Misalnya, jaringan parenkim tersusun atas sel-sel parenkim dan
jaringan meristem tersusun atas sel-sel meristem.
1. Jaringan pada Tumbuhan
Tumbuhan dapat tumbuh dengan tinggi karena adanya aktivitas
jaringan yang sel-selnya terus membelah. Oleh karena itu, jaringan pada
tumbuhan dibedakan menjadi dua berdasarkan aktivitas pembelahannya.
Jaringan tersebut adalah jaringan meristem (embrionik) atau jaringan
muda dan jaringan dewasa. Apakah perbedaan di antara kedua jaringan
tersebut?
a. Jaringan Meristem
Sel-sel pada jaringan muda selalu aktif membelah. Hal inilah yang
menyebabkan bahwa tumbuhan dapat tumbuh dengan tinggi dan besar.
Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dibagi menjadi dua, yaitu
meristem primer dan meristem sekunder.
1) Meristem primer
Meristem primer adalah jaringan yang sel-selnya berkembang secara
langsung dari sel-sel embrionik. Meristem primer terdapat di daerah ujung
tumbuhan, misalnya ujung akar (meristem akar) dan ujung batang
(meristem pucuk), perhatikan Gambar 2.1. Meristem akar dan meristem
pucuk menyebabkan tumbuhan semakin panjang, baik ke atas maupun
ke bawah. Aktivitas meristem primer menghasilkan pertumbuhan primer.
2) Meristem sekunder
Meristem sekunder adalah jaringan yang sel-selnya berkembang dari
jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi. Meristem sekunder
sering disebut sebagai meristem lateral karena letaknya di samping dari
organ tumbuhan. Aktivitas meristem sekunder menyebabkan batang dan
akar tumbuh membesar ke arah samping. Contoh meristem sekunder
adalah kambium dan kambium gabus (Gambar 2.2). Aktivitas meristem
sekunder menghasilkan pertumbuhan sekunder.
Gambar a meristem akar

Gambar b meristem pucuk

Gambar c meristem sekunder pada batang

b. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang berasal dari pembelahan dan
diferensiasi meristem primer dan meristem sekunder. Jaringan dewasa
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Tidak memiliki aktivitas untuk membelah diri atau memperbanyak
diri
b. Memiliki rongga yang besar (ruang antarsel)
c. Dinding selnya telah mengalami penebalan
d. Berukuran lebih besar daripada sel-sel meristem
Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dibagi menjadi jaringan
pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.
1) Jaringan pelindung
Jaringan yang termasuk ke dalam jaringan pelindung adalah jaringan
epidermis. Jaringan epidermis merupakan lapisan sel yang berada di
bagian paling luar. Jaringan ini biasa ditemukan pada permukaan organorgan
tumbuhan, seperti akar, daun, batang, dan bunga. Sesuai dengan
namanya, jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam
tumbuhan dari faktor luar. Oleh karena itu, jaringan ini tersusun atas
sel-sel yang rapat.

Jaringan epidermis tersusun atas


Sumber: Botany, 1995
Gambar sel-sel yang rapat pada tanaman karet.

Sel-sel pada jaringan epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat


tambahan lain yang berbeda bentuk dan fungsi. Contoh bentuk lain dari
epidermis, yaitu mulut daun (stomata) dan trikoma. Stomata (tunggal:
stoma) adalah tempat pertukaran gas antara jaringan dan lingkungan.
Stomata terdiri atas sepasang sel penjaga dan penutup. Sel-sel tersebut
dapat membesar dan memipih sebagai akibat perubahan kandungan air
di dalamnya. Adapun trikoma adalah tempat mengurangi penguapan
(pada daun) dan penyerapan air dan garam mineral (pada akar).

2) Jaringan dasar
Jaringan yang termasuk ke dalam jaringan dasar adalah jaringan parenkim. Sel-sel
parenkim memiliki dinding yang tipis dengan ruang antarsel yang besar. Parenkim
disebut jaringan dasar karena hampir terdapat di setiap bagian tumbuhan. Jaringan
parenkim dapat ditemukan, di antaranya pada batang, akar, dan daun. Jaringan
parenkim terletak di antara epidermis dan pembuluh angkut, serta terletak di
empulur batang. Pada daun, jaringan parenkim berada pada mesofil daun. Jaringan
ini dapat berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Oleh
karena itu, jaringan parenkim memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis. Selain itu, jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat penyimpanan
makanan cadangan pada buah dan biji.