Anda di halaman 1dari 9

XI.

ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
keperawatan
1. DS : Pasien mengatakan nyeri Fraktur femur Nyeri
P : Nyeri saat melakukan tertutup
aktivitas.
Terputusnya
DO : Nyeri seperti kontinuitas
dipukul-pukul jaringan/fragmen
Skala 7 tulang
Ekspresi wajah
tampak meringis Merangsang
jika melakukan hipotalamus
aktivitas. mengeluarkan

Ekspresi wajah mediator kimia

tampak tegang (prostaglandin)

Hanya terbaring di
tempat tidur.
Luka insisi 20 cm Nyeri
Pasien tidak dapat
berjalan
TD : 110/70 mmHg
N : 88 x/menit

2. DS : Pasien mengatakan bekas Fraktur femur Resti infeksi


luka operasi agak sedikit tertutup
basah
DO : 1. Luka operasi sepanjang 20
cm Tindakan operatif
2. Luka tampak agak basah Pemasangan plate
tidak ada PUS dan darah.
S : 360C
N : 88 x/menit Luka insisi
3. Leukosit : 8.000 H/mm3 sedikit basah

Resti infeksi

3. DS : Pasien mengatakan dalam Fraktur femur Hambatan mobilitas


beraktivitas pasien tidak bisa fisik
mandiri dan membutuhkan Terputusnya
bantuan orang lain dan alat hubungan tulang

Ketidakmampuan
melakukan
pergerakan kaki

Immobilisasi

4. DS: Klien jarang mandi, mandi fraktur femur Defisit perawatan


jika hanya dibantu keluarga. diri
DO: Klien tampak lusuh. Rambut
Kelemahan fisik
berantakan, baju tidak ganti
ekstrimitas kiri
bawah

Defisit perawatan
diri

XII. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri b/d fraktur (terputusnya kontinuitas jaringan/fragmen tulang) d/d os mengeluh nyeri

pada paha bagian kiri, adanya fraktur pada tulang femur, nyeri tumpul yang hilang timbul,

pasien terlihat gelisah, meringis.


2. Resiko infeksi b/d fraktur tertutup post pemasangan orif/plate, luka insisi agak sedikit

basah d/d terdapat luka insisi pada paha sebelah kiri, insisi sekitar 20 cm, luka agak sedikit

basah.

3. Hambatan mobilitas fisik b/d fraktur femur (pergeseran fragmen tulang, kerusakan

neuromuskular d/d sakitnya sangat menganggu aktivitas pasien sehingga tidak dapat

beraktivitas seperti biasa, lebih banyak di tempat tidur pasin tidak dapat berjalan.

4. Defisit perawatan diri b/d kelemahan fisik ekstremitas kiri bawah d/d klien jarang mandi,

mandi jika hanya dibantu keluarga, klien tampak lusuh, rambut agak berantakan, baju jarang

diganti

XIII Intervensi

Dx Keperawatan 1

Nyeri b/d fraktur (terputusnya kontinuitas jaringan/fragmen tulang)

Tujuan :

Dalam waktu 2x24 jam nyeri berkurang atau teradaptasi

Kriteria Hasil :

Pasien menyatakan nyeri berkurang

Skala nyeri 0-1 (0-5)

Dapat mengidentifikasikan aktifitas yang dapat menurunkan nyeri

Pasien tidak gelisah

Intervensi Rasional

Mandiri Nyeri merupakan respons subyektif yang

Kaji nyeri dengan skala (1-10) dapat dikaji dengan menggunakan skala

nyeri. Klien melaporkan nyeri biasanya di


atas tingkat cedera

Lakukan manajemen nyeri keperawatan Immobilisasi yang adekuat dapat mengurangi

1. atur posisi immobilisasi pada paha pergerakan fragmen tulang yang menjadi

unsur utama penyebab nyeri pada paha.

2. manajemen lingkungan : lingkungan Lingkungan tenang akan menurunkan

tenang, batasi pengunjung, dan istirahatkan stimulus nyeri eksternal dan pembatasan

klien pengunjung akan membantu meningkatkan

kondisi o2 ruangan

3. Ajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam Meningkatkan asupan O2 sehingga akan

ketika nyeri muncul. menurunkan nyeri sekunder akibat iskemia

4. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri Distraksi (pengalihan perhatian) dapat

menurunkan stimulus internal dengan

mekanisme peningkatan produksi endorfin

dan enkefalin yang dapat memblok reseptor

nyeri agar tidak dikirimkan ke korteks serebri

sehingga menurunkan presepsi nyeri

5. Lakukan manajemen sentuhan Manajemen sentuhan pa. da saat nyeri berupa

sentuhan dukungan psikologis dapat

membantu menurunkan nyeri. Masase ringan

dapat meningkatkan aliran darah dan

membantu suplai darah dan oksigen ke area

nyeri.

6. Berikan kesempatan waktu istirahat jika Istirahat akan merelaksasikan semua jaringan

terasa nyeri dan berikan posisi yang nyaman, sehingga meningkatkan kenyamanan

misalnya waktu tidur, bagian belakangnya


dipasang bantal kecil

Kolaborasi

pemberian analgetik Analgesik memblok lintasan nyeri sehingga

nyeri akan berkurang

pemasngan traksi tulang Traksi yang efektif akan memberikan

dampak pada penurunan pergeseran fragmen

tulang dan memberikan posisi yang baik

untuk penyatuan tulang

Operasi untuk pemasangan fiksasi interna Fiksasi interna dapat membantu imobilisasi

fraktur femur sehingga pergerakan fragmen

berkurang.

Dx Keperawatan 2

Resiko infeksi b/d fraktur tertutup post pemasangan orif/plate, luka insisi agak sedikit basah

Tujuan :

Dalam waktu 12x24 jam terjadi perbaikan pada intregitas jaringan lunak dan tidak terjadi

infeksi

Kriteria hasil :

Pada hari ke-12 tidak ada tanda-tanda infeksi dan peradangan pada area luka pembedahan.

Leukosit dalam batas normal

TTV dalam batas normal

Intervensi Rasional

Mandiri Faktor port de entree fraktur femur adalah

Kaji faktor-faktor yang memungkinkan luka tertutup dari fraktur, luka pasca-bedah,

terjadinya infeksi yang masuk ke port de sisi luka dari traksi tualng, setiap sisi besi
entree pada fiksasi eksterna. Faktor-faktor ini ini

harus dipantau oleh perawat dan dilakukan

perawatan luka steril

Lakukan perawatan luka secara steril Teknik perawatan luka secara steril dapat

mengurangi kontaminasi kuman

Pantau/ batasi kunjungan Mengurangi resiko kontak infeksi dari orang

lain

Tingkatkan asupan nutrisi tinggi kalori dan Meningkatkan imunitas tubuh secara umum

protein dan membantu menurunkan resiko infeksi

Bantu perawatan diri dan keterbatasan Menunjukkan kemampuan secara umum dan

aktivitas sesuai toleransi. Bantu program kekuatan otot dan meransang pengembalian

latihan sistem imun

Kolaborasi Satu atau beberapa agens diberikan yang

Beri antibiotik sesuai indikasi bergantung pada sifat patogen dan infeksi

yang terjadi.

Dx Keperawatan 3

Hambatan mobilitas fisik b/d fraktur femur (pergeseran fragmen tulang, kerusakan

neuromuskular

Tujuan :

Dalam 2 x 24 jam pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal meski degan bantuan.

Kriteria hasil :

penampilan yang seimbang.melakukan pergerakkan dan perpindahan.

mempertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik :

0 = mandiri penuh
1 = memerlukan alat Bantu.

2 = memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran.

3 = membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu.

4 = ketergantungan; tidak berpartisipasi dalam aktivitas.

Intervensi Rasional

Mandiri Mengetahui tingkat kemampuan klien dalam

Kaji mobilitas yang ada dan observasi melakukan aktivitas

peningkatan kerusakan . kaji secara teraur

fungsi motorik

Atur posisi imobilisasi pada paha Imobilisasi yang adekuat dapat mengurangi

pergerakan fragmen tulang yang menjadi

unsur utama penyebab nyeri pada paha

Ajarkan klien untuk melakukan latihan gerak Gerakan aktif memberikan massa, tonus, dan

aktif pada ekstremitas yang tidak sakit kekuatan otot serta memperbaiki fungsi

jantung dan pernapasan

Bantu klien melakukan latihan rom, Untuk memelihara fleksibilitas sendi sesuai

perawatan diri sesuai toleransi kemampuan

Kolaborasi Peningkatan kemampuan dalam mobilisasi

Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk ekstremitas dapat dicapai dengan latihan fisik

latihan fisik klien dari tim ahli fisioterapi

Dx Keperawatn 4

Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan kelemahan fisik ekstremitas kiri bawah

Tujuan :
Dalam waktu 2x24 jam, klien dapat menunjukkan perubahan gaya hidup untuk kebutuhan

merawat diri

Kriteria hasil :

klien mampu melakukan aktifitas perawatan diri sesuai dengan tingkat kemampuan,

mengidentifikasi personel yang dapat membantu

Intervensi Rasional

Mandiri Membantu dalam mengantipasi dan

Kaji kemampuan dan tingkat penurunan merencanakan pertemuan kebutuhan

dalam melakukan ADL individual

Hindari apa yang tidak bisa dilakukan klien Klien dalam keadaan cemas dan bergantung,

dan bantu jika perlu hal ini dilakukan untuk mencegah frustasi

dan meningkatkan harga diri klien

Dekatkan alat dan sarana yang dibutuhkan Memudahkan klien dan meningkatkan

klien kemandirian klien

Pertahankan dukungan pola pikir, izinkan Meningkatkan harga diri klien,

klien melakukan tugas , beri umpan balik memandirikan klien, dan menganjurkan klien

positif untuk usahanya terus mencoba

Identifikasi kebiasaan defekasi , anjurkan Meningkatkan latihan dan menolong

minum dan tingkatkan aktifitas mencegah konstipasi

D. Evaluasi

Pasien yang sudah diberikan tindakan, latihan ambulasi dini merasa sangat diperhatikan dan

lebih aktif ketika melaksanakan tindakan keperawatan yang lainnya. Pasien merasa senang

dan puas dengan pelayanan. Setelah evaluasi pasien mengatakan sudah siap menghadapi
pemulangan dan berniat untuk kembali melakukan ambulasi dini yang diajarkan perawat

setelah berada dirumah. Perawat mengevaluasi pengetahuan pasien dan keluarga dalam

memahami ambulasi dini, memberikan pertanyaan tentang mamfaat latihan yang sudah

dilakukan kepada pasien. Pasien dan keluarga dapat merespon dengan baik pertanyaan dan

antusias untuk kembali melakukannya dirumah.