Anda di halaman 1dari 7

KEPADATAN PENDUDUK

(Population Density)

Kepadatan penduduk atau population density adalah jumlah penduduk yang mendiami
suatu wilayah atau daerah tertentu dengan satuan per kilometer persegi. Menurut
Badan Pusat Statistik (1995), kepadatan penduduk secara umum dibagi menjadi tiga
macam, sebagai berikut:

Kepadatan Penduduk (rmol.co)

1. Kepadatan Aritmatik / Kepadatan Penduduk Kasar (KPK)


Kepadatan aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata per kilometer persegi daerah
tanpa memperhitungkan kualitas daerah maupun kualitas penduduk. Jenis kepadatan
ini merupakan kepadatan tradisional, paling mudah perhitungannya. Rumus untuk
mencari kepadatan tersebut sebagai berikut:

KPK = Jumlah Penduduk / Luas Wilayah

2. Kepadatan Penduduk Fisiologis (KPF)


Kepadatan fisiologis adalah jumlah penduduk setiap kesatuan wilayah luas dari tanah
produktif suatu daerah, yang dimaksud tanah produktif dalam hal ini adalah tanah
yang digarap. Rumus untuk mencari kepadatan tersebut sebagai berikut:

KPF = Jumlah Penduduk / Luas Lahan Pertanian

3. Kepadatan Penduduk Agraris (KPA)


Kepadatan agraris adalah jumlah penduduk yang bertani dari setiap kesatuan tanah
yang dikerjakan untuk pertanian. Rumus untuk mencari kepadatan tersebut sebagai
berikut:

KPA = Jumlah Petani / Luas Lahan Pertanian


Angka kepadatan penduduk menunjukan rata-rata jumlah penduduk tiap 1 kilometer
persegi. Semakin besar angka kepadatan penduduk menunjukan bahwa semakin padat
penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Misalnya kepadatan penduduk Indonesia
tahun 2009 sebesar 124 artinya bahwa secara rata-rata tiap 1 kilometer persegi
wilayah di Indonesia didiami oleh 124 penduduk. Kegunaan dari adanya kepadatan
penduduk untuk mengetahui konsentrasi penduduk di suatu wilayah dan sebagai
acuan dalam rangka mewujudkan pemerataan dan persebaran penduduk (program
transmigrasi).

Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk

Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk adalah sebagai berikut :

1. Faktor Kelahiran
Faktor ini merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan
penduduk. Contohnya di Jawa timur, Data Badan Pusat Statistik Pada tahun 1971
jumlah penduduk jawa timur mencapai 25 juta jiwa, pada tahun 1980 meningkat
menjadi 29 juta, pada tahun 1990 meningkat menjadi 32 juta, pada tahun 1995
meningkat menjadi 33 juta, pada tahun 2000 meningkat menjadi 34 juta dan pada
tahun 2010 meningkat menjadi 37 juta jiwa. Jika ini pertambahan penduduk ini terus
terjadi, akan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk.

2. Faktor Iklim dan Tempat Strategis


Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Dengan iklim yang
nyaman dan letak tempat yang strategis membuat penduduk beramai-ramai untuk
menetap di wilayah tersebut. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka secara
perlahan akan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk.

3. Faktor Ekonomi
Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Dengan terbukanya
lapangan pekerjaan di suatu wilayah menyebabkan penduduk berbondong-bondong
untuk menetap di wilayah tersebut. Hal inilah yang menjadi penyebab kepadatan
penduduk di suatu wilayah.

4. Faktor Sosial
Faktor ini menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Penduduk akan senang
dengan suatu tempat yang wilayahnya relatif aman. Jika suatu wilayah memiliki
kondisi yang relatif tidak aman, maka wilayah tersebut hanya akan ditempati oleh
beberapa penduduk saja.

Upaya mengurangi kepadatan penduduk


Program-program tersebut adalah :
1. Transmigrasi /program memindahkan penduduk dari tempat yng padat ke tempat
yang lain yang jarang penduduknya baik itu dilakukan atas bantuan pemerintah
ataupun dari keinginan diri sendiri.
2. Pemerataan pada lapangan kerja dengan cara mengembangkan industri, perikanan,
pertanian, serta pertambangan di wilayah lain.
3. Mengendalikan jumlah kelahiran penduduk setempat dengan cara melalui
program KB serta penundaan usia kawin.

Ciri-ciri kepadatan penduduk


Kependudukan di Indonesia mempunyai ciri-ciri antara lain ialah sebagai berikut:
1. Jumlah penduduk yang semakin menambah
2. Sebagian penduduk berusia muda
3. Tidak tersebar merata pada tiap-tiap pulau
4. Sebagian besar para penduduk Indonesia bekerja pada bidang pertanian

Dampak Kepadatan Penduduk


1. Berkurangnya Ketersediaan Lahan

Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan


tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak
bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin
berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.

2. Kebutuhan Udara Bersih


Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula
manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk
kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih.
Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga
dengan baik.Dengan udara yang bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.
Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara
bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti
semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat
transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak
bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara
semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar
seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu
dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan
oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar
mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan,
pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran
udara.

3. Kerusakan Lingkungan
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan
lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70%
hutan di dunia yang alami telah ditebang atau rusak parah. Menigkatnya jumlah
penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya penggunaan sumber alam hayati.
Adanya pembukaan hutan secara liar untuk dijadikan tanah pertaniaan atau untuk
mencari hasil hutan sebagai mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem
hutan.

4. Kebutuhan Air Bersih


Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan tetapi, air yang dibutuhkan
manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk
kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. Bersih merupakan air yang
memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat
kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan
manusia. Syarat fisika yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan
tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-
kuman penyakit.

5. Kekurangan Makanan
Manusia sebagai mahkluk hidup membutuhan makanan. Dengan bertambahnya
jumlah populasi manusia atau penduduk, maka jumlah kebutuhan makanan yang
diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan
produksi pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju
pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan makanan.
Ketidakseimbangan antara bertambahnya penduduk dengan bertambahnya
produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk
dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh
seseorang terhadap suatu penyakit rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.

6. Pencemaran air
Disebabkan oleh limbah rumah tangga dan limbah industri. Air biasanya disebut
tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa
mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran
ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti
ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi
juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Danau,
sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia
dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga
mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu
kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah
untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan
dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Di negara-negara
berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air merupakan penyebab utama gangguan
kesehatan manusia/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia,
lebih dari 14.000 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan
oleh pencemaran air.

7. Pencemaran lingkungan

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak


buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan
kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian,
maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan
sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan
berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas
seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan
kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat
mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat
melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya
dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya
menjadi tidak terjamin.
Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali
sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya
timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga
jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara
dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya
berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

KLIPING
KEPADATAN PENDUDUK
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Geografi

Disusun Oleh :
Nama : Suminta
Kelas : XI IPS 2
SMA NEGERI 15 PANDEGLANG
Tahun Ajaran 2017/2018