Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

PELATIHAN IPCN 24
PALEMBANG 11 AGUSTUS 2017

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT


RSMS SITUBONDO
LAPORAN PELATIHAN IPCN
WISMA BIDAKARA RUMAH SAKIT HARAPAN KITA JAKARTA
TGL 11 Agustus 2017

1. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Bahwa tidak bisa kita hindari lagi tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan rumah sakit saat
ini menjadi tuntutan yang utama karena semakin lama masyarakat semakin mengetahui betapa
pentingnya mendapatkan pelayanan yang berkualitas.
Jika kita bicara kualitas maka akan muncul beberapa fariabel/indikator mutu antara lainnya adalah
keselamatan pasien, yang didalamnya ada pencegahan dan pengendalian Infeksi di fasyankes
(PPIRS/HAIs).
Pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit (PPIRS) menjadi persyaratan operasional dan
indikator yang paling mudah terlihat, sehingga dari berbagai badan akreditasi/komite mutu selalu
mempersyaratkan nilai yang baik untuk PPI. Tentu saja ini bukan hal yang mudah karena PPI harus
merubah prilaku/kebiasaan buruk mulai dari petugas terdepan sampaai ke petugas yang paling
belakang, maka kami mengharapkan dukungan sekaligus memohon izin kepada direksi, untuk aksi
perbaikan secara bertahap.

1.2. TUJUAN
1.2.1. TUJUAN UMUM
1.2.1.1. Meningkatkan Keselamatan pasien
1.2.1.2. Meningkatkan Kinerja Panitia PPIRS Rumah Sakit Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG)
1.2.1.3. Memperbaiki prilaku/kebiasaan buruk yang ada di RSPG secara terus menerus dimonitor dan
dievaluasi.
1.2.1.4. Memperbaiki mutu Pelayanan, melalui PPIRS
1.2.2. TUJUAN KHUSUS
1.2.2.1. Memiliki IPCN/Surveyor yang profesional, sehingga dapat bekerja sesuai dengan harapan, dapat
memberi masukan dalam pelaksanaaan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit
2. DASAR HUKUM
2.1. UU RI NO 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN
2.2. UU RI NO 44 TAHUN 2009
2.3. SK Menkes No 270/Menkes/SK/III/2007 ttg Pedoman Manajerial PPI di RS dan Fas Yankes Lainnya
2.4. SK Menkes No 382/Menkes/SK/III/2007 ttg Pedoman PPI di RS dan Fas. Yankes lainnya
2.5. SK Menkes No. 129/Menkes/SK/II/2008 ttg SPM RS
2.6. SK Menkes 1165.A./Menkes/SK/X/2004 ttg KARS
2.7. SK Dirjen Bina Yanmed No.HK.03.01/III/3744/08 tentang Pembentukan Komite PPIRS & Tim PPIRS
2.8. Undang-undang RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2.9. Undang-undang RI no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit

3. MATERI YANG DIDAPATKAN


3.1. Pembuatan program PPI
3.2. Kebijakan kemenkes dalam PPI
3.3. Kewaspadaan Isolasi IPCN
3.4. KLB
3.5. Komunikasi Efektif
3.6. Konsep Dasar dan program PPI
3.7. Konsep surveilans
3.8. Statistik dasar IPCN
3.9. PPI kamar bedah
3.10. Dasar-dasar penelitian
3.11. Manajemen dan kepemimpinan
3.12. Mikrobiologi dasar
3.13. Pencegahan Infeksi aliran darah primer
3.14. Penggunaan Epidemiologi dalam PPI
3.15. Peran dan Fungsi IPCN
3.16. PPI di HD
3.17. PPI di ICU
3.18. PPI dalam standar Akreditasi RS versi 2012
3.19. Risk Assesmen for Infection control
3.20. Desinfeksi dan sterilisasi
3.21. Sistim Pelaporan dalam PPI
Adapun materi-materi tersebut, kami bawa dalam bentuk soft copy

4. REKOMENDASI
4.1. Segera terbitkan SK IPCN/surveilans sehingga sesegera mungkin dapat melakukan tugasnya,
membantu memperbaiki prilaku yang buruk dalam pelayanan
4.2. Sebaiknya IPCN di kondisikan bertugas Purna waktu /fulltime
4.3. Sesuai dengan SK Kemenkes RI no 270/Menkes/SK/III/2007 Panitia PPIRS langsung dibawah
koordinasi Direktur

5. RENCANA TINDAK LANJUT


Sambil menunggu SK Penetapan IPCN
5.1. PPIRS akan melaksanakan Sosialisasi tentang pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih
intens secara bertahap kepada semua unit/petugas, baik terstruktur ataupun spontan
5.2. PPIRS akan melaksanakan refresh tentang kewaspadaan isolasi yang harus dipahamkan kepada
semua petugas
5.3. Merubah metode survei, dari hospital wide menjadi target, adapun ruangan yang menjadi target
yaitu ICU, ruangan bedah dan ruang bangsal perawatan paru
5.4. Penerapan Konsep Isolasi di semua ruangan dan semua kelas
5.5. Melakukan Audit PPI

6. PENUTUP
Demikian laporan pelatihan ini kami sampaikan untuk berbagai pertimbangan.

Situbondo 20 agustus 2017

Nur cholis.Amd.Kep
Situbondo 20 agustus 2017

Nur cholis.Amd.Kep

Disampaikan kepada Yth:


1. Direktur Utama
2. Direktur Medik dan Keperawatan
3. Direktur Administrasi umum dan Keuangan
4. Kabid Medik
5. Kabid Keperawatan
6. Kasi Diklit
7. SPI
8. Panitia PPIRS
RENCANA TINDAK LANJUT ( RTL ) HASIL PELATIHAN IPCN

Biaya dan
Sasaran Metoda Waktu Tempat sumberny Pelaksana Keterangan
No Macam Jenis Kegiatan
a

1 Melaksanakan Sosialisasi dapat Pengawasan April- Di semua RSPG / PPIRS dan Bila ada
sosialisasi ke semua unit terlaksana pada setiap saat Desember ruanga bila ada Tim Pokja PPI sosialisasi
dan petugas bulan April 2014 survey 2017 n akan terstruktur
ruangan dibuatkan maka akan
yang TOR dibuatkan
ditargetkan krangka
acuan dan
TOR
2 Refresh tentang Tersampaikannya Presentasi / Rapat Aula RSPG PPIRS dan
kewaspadaan isolasi materi penjelasan Koordinasi. pertemuan Pokja PPI
kewaspadaan Materi
isolasi kepada kewaspadaan Rapat
semua unit dan isolasi Keperawatan
petugas
3 Melaksanakan survey Terlaksananya Trial Survey April 2017 Ruang - Tim PPI dan
dengan tri l metoda survey setiap hari dengan ICU, tim pokja PPI
target dengan cara sampling Terate dan
targeted di ICU, Mawar
Terate dan
Mawar.
4 Sosialisasi Penerapan Tersosialisasi Kunjungan April 2017 Bangsal - Tim PPI dan
konsep Isolasi konsep isolasi di ke semua perawatan tim pokja PPI
semua ruangan ruangan semua
kelas dan
semua
ruangan
5 Audit PPI Terlaksananya Observasi Juni 2017 ICU, IGD, - IPCN yang
1. Hand hygiene Audit pada sasaran OK dan definitip, PPI
2. 5 moment cuci tangan individu atau ruang dan tim pokja
3. Penggunaan APD grup perawatan PP
(random
sampling)