Anda di halaman 1dari 2

.Apa Yang Dimaksud Angin Topan ?

Pernyataan Umum :
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih
sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah
yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan
dalam suatu system cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya
berpusar radius ratusan kilometer di sekitar daerah system tekana rendah yang ekstrem dengan
kecepatan sekitar 20km/jam.

-Deretan Penjelas :
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa angin adalah udara yang bergerak . Menurut Buys Ballot,
ahli ilmu cuaca dari Perancis, angin adalah massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan
maksimum ke daerah bertekanan minimum. Gerakan massa udara yang arahnya horizontal
dikenal dengan istilah angin. Anemometer mengkok adalah alat yang digunakan untuk mengukur
kecepatan angin. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan kecepatan angin adalah
km/jam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854 km/jam). Sisteman penamaan angin biasanya
di hubungkan dengan arah datangnya massa udara tersebut.

-
3.Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Bulan ?

Pernyataan Umum :
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh
bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus
yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

-Deretan Penjelas :
Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan
bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5, maka tidak setiap oposisi bulan dengan
Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan
bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana
bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi
pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi
ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti
dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan
antara Matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan
masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan
kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada
saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga,
ataupun coklat.