Anda di halaman 1dari 24

CONTOH PKM GT

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

TOURISM INTERCONNECTED RAILWAY BERBASIS TEKNOLOGI KERETA


CANGGIH SEBAGAI SOLUSI SISTEMIK PEMAKSIMALAN POTENSI
WISATA DI INDONESIA

BIDANG KEGIATAN :
PKM GT

Diusulkan oleh :
Devi Rezki Utami 170210120120 (2012)
Rio Alfajri 170210120086 (2012)
Irsyaad Suharyadi 170210120082 (2012)
Syifa Tsaniati 170210130016 (2013)
Minnati Nafsul Muthmainnah 170710130043 (2013)

UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2014
i
ii
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan .............................................................................................................. ii
Daftar Isi .................................................................................................................................. iii
Daftar Tabel ............................................................................................................................ iv
Daftar Gambar ........................................................................................................................ iv
Kata Pengantar ....................................................................................................................... v
Ringkasan ................................................................................................................................ vi
BAB I. Pendahuluan................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
B. Tujuan dan Manfaat .............................................................................................................. 2
BAB II. Gagasan...................................................................................................................... 3
A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan .......................................................................... 3
B. Solusi yang Pernah Ditawarkan atau Diterapkan sebelumnya untuk Memperbaiki
Keadaan Pencetus Gagasan ........................................................................................ 4
C. Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan dapat Diperbaiki melalui
Gagasan yang Diajukan ............................................................................................. 4
D. Pihak-pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu Mengimplementasikan
Gagasandan Uraian Peran dan Kontribusi Masing-masing ......................................... 8
E. Langkah-langkah Strategis ......................................................................................... 9
BAB III. Simpulan................................................................................................................... 9
A. Gagasan yang Diajukan ........................................................................................................ 9
B. Teknik Implementasi ............................................................................................................ 10
C. Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh ..................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA
STRUKTUR PEMBAGIAN KERJA

iii
Daftar Tabel
Tabel 1. Potensi Wisata di Sumatera ................................................................................................. 3

Daftar Gambar
Gambar 1. Jalur Kereta Tourism Interconnected Railway di Sumatera .............................................. 5
Gambar 2. Tampak Dalam Kereta Tourism Interconnected Railway yang Nyaman ........................... 6
Gambar 3. Kereta yang Dibuat Indah dan Diwarnai Nilai-Nilai Budaya ............................................ 7

iv
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan atas kehadiran Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkah dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya tulis kami sesuai dengan
rencana. Banyak tantangan yang kami hadapi, namun itu tidak menjadikan semangat kami
untuk menyelesaikan karya tulis ini dengan sebaik-baiknya. Karya tulis ini kami buat untuk
diikutsertakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di kategori Program
Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT).
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang telah
memberikan dukungan serta masukan kepada kami dalam proses penyelesaian PKM-GT
ini. Mereka adalah:
1. Pak Chandra selaku dosen pembimbing kami,
2. Orang tua kami yang selalu mendoakan serta memberi dukungan moral
kepada kami,
3. Teman-teman serta sahabat-sahabat kami,
4. Pihak lain yang juga banyak berkontribusi dalam penyelesaian PKM-GT ini.
Akhir kata kami menyadari bahwa PKM-GT yang kami buat masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kami sangat berharap masukan serta saran yang membangun
dari berbagai pihak. Kami mengharapkan karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi
semua pihak.

Sumedang, 10 Maret 2014

Penulis

v
Ringkasan

Indonesia adalah negara yang indah dengan potensi wisata yang luar biasa. Namun,
banyak potensi wisata yang belum termaksimalkan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat
dari adanya ketimpangan wisata antara satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia,
padahal jika potensi wisata Indonesia dapat dimaksimalkan akan bermanfaat luas bagi
masyarakat.
Kurang maksimalnya potensi wisata ini terjadi di banyak daerah di Indonesia salah
satunya di Pulau Sumatera. Banyak tempat-tempat wisata menarik dan potensial di
Sumatera namun kurang dilirik oleh wisatawan. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh
akses menuju tempat wisata yang sulit dijangkau, karena sistem transportasi di Sumatera
kurang nyaman untuk melakukan tur wisata dari satu titik ke titik lainnya.
Berdasarkan hal tersebut, muncul gagasan untuk membuat sistem Tourism
Interconnected Railway yang menghubungkan satu titik wisata ke wisata lain. Adanya
Tourism Interconnected Railway memiliki satu tujuan (single objective) untuk
memaksimalan Potensi Wisata di Indonesia. Tourism Interconnected Railway akan
memberikan kenyamanan bagi para wisatawan domestik dan mancanegara saat melakukan
liburan di objek-objek wisata di Indonesia. Untuk pertama sistem ini akan dibuat di Pulau
Sumatera kemudian secara bertahap akan berlanjut ke daerah lainnya di Indonesia.
Pemaksimalan potensi wisata akan menghasilkan manfaat sistemik di berbagai
bidang termasuk ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Manfaat ekonomi menjadi hal
yang dapat dicapai apabila potensi wisata ini dapat dimaksimalkan. Lapangan pekerjaan
akan terbuka bagi warga yang berada di sekitar tempat wisata. Hal ini tentu akan
menurunkan jumlah pengangguran di Indonesia, sehingga masalah sosial seperti
kemiskinan dan kriminalitas dapat teratasi. Selain manfaat ekonomi dan sosial, manfaat
pemberdayaan dan pelestarian lingkungan juga dapat tercapai. Karena perhatian terhadap
pelestarian lingkungan akan lebih tinggi apabila di lokasi tersebut ada sesuatu yang harus
dilindungi seperti tempat wisata yang indah. Dengan adanya tourism interconnected
railway juga, kekayaan budaya Indonesia akan bisa diperkenalkan secara luas. Hal ini
berimplikasi langsung pada kelestarian kekayaan budaya Indonesia.

vi
1

Judul: Tourism Interconnected Railway berbasis Teknologi Kereta Canggih sebagai


Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang di Indonesia

BAB I. Pendahuluan

A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang indah dengan potensi wisata yang luar biasa. Berbagai
macam objek wisata ada di negara ini. Mulai dari air terjun, danau, museum, bahkan hingga
wisata religi pun ada. Sektor pariwisata Indonesia juga menjadi pemasok pendapatan yang
besar bagi Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke hingga dari Miangas sampai
Pulau Rote, wisata-wisata Indonesia tersebar indah.

Sayangnya, banyak potensi wisata yang belum termaksimalkan di Indonesia.


Wisatawan mancanegara sangat mengenal Bali, namun sedikit sekali dari mereka yang
mengetahui keindahan Danau Ranau di Lampung. Wisatawan lokal juga akan sangat
mengenal Pantai Pangandaran, tetapi asing dengan Danau Tondano di Sulawesi Utara.
Ketimpangan wisata antara satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia ini sangat
ironis, padahal jika potensi wisata Indonesia dapat dimaksimalkan semua, akan bermanfaat
luas bagi masyarakat.

Manfaat ekonomi menjadi hal yang dapat dicapai apabila potensi wisata ini dapat
dimaksimalkan. Lapangan pekerjaan akan terbuka bagi warga yang berada di sekitar tempat
wisata tersebut. Hal ini akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Selain
manfaat ekonomi, manfaat pemberdayaan dan pelestarian lingkungan juga dapat tercapai.
Suatu lokasi alam yang banyak dikunjungi akan lebih terpelihata dengan baik. Kemudian,
perhatian terhadap pelestarian lingkungan akan lebih tinggi apabila di lokasi tersebut ada
sesuatu yang harus dilindungi seperti tempat wisata yang indah.

Kurang maksimalnya potensi wisata ini terjadi di banyak daerah di Indonesia terutama
wilayah yang berada di luar Pulau Jawa. Misalnya di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan juga
Papua. Salah satu lokasi yang memiliki banyak potensi wisata adalah Pulau Sumatera. Kondisi
wisata di sana sangat menjanjikan. Untuk sekarang beberapa objek wisata sudah menjadi objek
unggulan bagi Indonesia. Di antaranya ada Danau Toba, Sungai Musi, Museum Tsunami, Way
Kambas, Danau Maninjau, dan Danau Singkarak. Namun, ada satu hal yang menjadi
kekurangan yang membuat wisatawan jarang menjadikan objek wisata
2

di Pulau Sumatera menjadi tujuan liburannya. Alasan tersebut adalah karena akses ke sana
sangat sulit.

Sistem transportasi di sana kurang nyaman untuk melakukan tur wisata dari satu titik
ke titik lainnya. Perjalanan dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat saja kalau ditempuh
dengan jalur darat butuh waktu 24 jam. Hal ini dikarenakan jalan di sana banyak yang rusak
dan sempit. Di sisi lain keamanan dalam perjalanan darat pun susah dijamin. Daerah
Sumatera terkenal dengan kelompok perampok bajing loncat yang mengincar mobil yang
melintas di jalan yang sepi. Sebenarnya transportasi udara di Pulau Sumatera sudah bagus,
tetapi transportasi udara hanya mengantarkan wisatawan hingga kota besar saja. Padahal
banyak daerah wisata yang berada jauh dari kota dan untuk mencapainya sangat susah. Hal
ini membuat banyak potensi wisata yang terbengkalai karena minim wisatawan. Teluk
Kiluan, Danau Ranau, Air Terjun Sipiso-piso, dan Gunung Dempo adalah potensi wisata
yang sedikit wisatawannya. Tidak heran karena untuk mencapainya perlu perjuangan yang
tidak sedikit. Akses ke sana sangat sulit karena belum ada alat transportasi khusus yang
menghubungkan wisatawan dengan daerah-daerah wisata ini.

Berdasarkan permasalahan di atas, gagasan untuk membuat sistem Tourism


Interconnected Railway sangat dibutuhkan. Penghubungan satu titik wisata ke wisata lain
akan memberikan rasa nyaman pada wisatawan yang akan berwisata. Untuk pertama sistem
ini akan dibuat di Pulau Sumatera kemudian secara bertahap akan berlanjut ke daerah
lainnya di Indonesia. Pemaksimalan potensi wisata akan menghasilkan manfaat sistemik di
berbagai bidang termasuk ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya.

B. Tujuan dan Manfaat


Tujuan

Adanya Tourism Interconnected Railway memiliki satu tujuan (single objective) untuk
memaksimalan potensi wisata di Indonesia.

Manfaat

Tourism Interconnected Railway memberikan kenyamanan bagi para turis domestik dan
mancanegara saat melakukan liburan di objek-objek wisata di Indonesia khususnya role
model kita di Pulau Sumatera. Perkembangan berikutnya, perekonomian masyarakat di
daerah wisata akan berkembang seiring berkembangnya wisata di Indonesia. Pelestarian
lingkungan juga akan berjalan lebih baik karena semakin banyak orang yang peduli
terhadap tempat-tempat wisata ini.
3

BAB II. Gagasan

A. Kondisi Kekinian

Indonesia memiliki banyak potensi-potensi wisata yang sangat potensial. Di Manado


ada Danau Tondano, di Papua ada Rajaampat, selain itu juga ada Pulau Komodo, belum
lagi destinasi wisata yang ada di Sumatera, Kalimantan, Madura, dan lainnya yang banyak
belum dimanfaatkan. Objek-objek wisata itu menjadi harta berharga bagi Indonesia dan
tersebar di seluruh Indonesia.

Di Sumatera saja, terdapat potensi yang dapat dikembangkan. Beberapa objek wisata
yang potensial untuk dikembangkan itu di antaranya:
Objek Wisata Provinsi Obyek Wisata Provinsi
Air Terjun SKCP NAD Lembah Harau Sumatera
Barat
TamanNasional Leuser NAD Kawasan Danau Maninjau Sumatera
Barat
Kawasan Danau Toba Sumatera Gunung Dempo Palembang
Utara
Brastagi Sumatera Benteng Kuto Besak Palembang
Utara
Air Terjun Aek Kepulauan Danau Ranau Palembang-
Mertua Riau Lampung
Pantai Pantai Panjang Bengkulu Taman Nasional Way Lampung
Kambas
Taman Mini Kota Jambi Wisata Teluk Kiluan Lampung
Tabel 1. Potensi Wisata di Sumatera
Sayangnya, kondisi transportasi di Indonesia termasuk Sumatera masih kurang
bagus. Berdasarkan hasil jejak pendapat dari rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari
beberapa provinsi di Sumatera, diketahui bahwa keadaan infrastruktur di Sumatera secara
keseluruhan terbilang kurang memadai. permasalahan kondisi jalan raya di antaranya
meliputi: Jalan yang berlubang, ruas jalan yang sempit, kemacetan di beberapa titik, kontur
jalan yang berbahaya, dan faktor keamanan bagi pengemudi di malam hari.
Berbagai hal tersebut berdampak pada melambatnya pergerakan orang maupun
barang di Sumatera, dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Biaya yang dikeluarkan
pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan lintas sumatera setiap tahunnya sebesar 1,2
trilliun (Tempo, 2005), angka ini terbilang cukup besar karena anggaran tersebut belum
termasuk anggaran bagi jalur arteri untuk menjangkau tempat-tempat wisata di Sumatera.
4

B. Solusi yang Pernah Ditawarkan atau Diterapkan sebelumnya untuk Memperbaiki


Keadaan Pencetus Gagasan

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah melakukan banyak upaya untuk


memaksimalkan potensi wisata di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah
sosialisasi dalam bentuk iklan. Bahkan tidak main-main, iklan wisata tidak hanya dilakukan
di dalam negeri, tetapi juga hingga ke luar negeri. Dengan slogan Visit Indonesia,
pemerintah mempromosikan lokasi-lokasi wisata di Indonesia.
Namun, sayangnya upaya pemerintah untuk mempromosikan ke berbagai media ini
kurang efektif. Ada dua sisi ketidakefektifan solusi yang pernah ditawarkan ini. Pertama,
adalah kurang meratanya distribusi lokasi wisata yang diiklankan. Pemerintah lebih
memilih lokasi wisata yang notabene sudah banyak dikenal oleh wisatawan, seperti Bali,
Pulau Komodo, dan Bunaken. Tempat-tempat yang di luar itu justru semakin tenggelam
karena jarang sekali dipromosikan oleh pemerintah.
Faktor kedua yang menyebabkan ketidakefektifan ini adalah promosi yang
dilakukan tidak sejalan dengan perbaikan sarana dan infrasturuktur di sana. Sarana
perhubungan di sana mengalami stagnansi pembangunan. Kenyamanan dan keamanan
wisatawan pun menjadi kurang terjamin. Hal inilah yang membuat banyak tempat wisata
tidak dilirik meskipun memiliki keindahan yang luar biasa.
Namun, di sisi lain pemerintah juga mulai menyadari bahwa sarana perhubungan di
luar Pulau Jawa masih sangat kurang. Oleh karena itu, pembangunan sarana mulai
dilakukan di berbagai daerah. Salah satu daerah itu adalah Pulau Sumatera. Pemerintah
merencanakan pembangunan rel kereta api yang menghubungkan seluruh Sumatera.
Sayangnya, hal ini tidak menjawab permasalahan kurang maksimalnya pemanfaatan potensi
wisata karena pembangunan rel tersebut masih jauh dari lokasi objek wisata yang potensial
di Sumatera. Oleh karena itu, gagasan ini bisa berkolaborasi dengan solusi yang
sebelumnya pernah ditawarkan. Sehingga ide ini akan difokuskan di Sumatera kemudian
berlanjut secara bertahap ke berbagai daerah Indonesia lainnya.

C. Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan dapat Diperbaiki melalui


Gagasan yang Diajukan

Melalui gagasan Tourism Interconnected Railway ini, potensi wisata di Indonesia


dapat dikembangkan karena akses ke daerah wisata jauh lebih mudah untuk dijangkau.
Kereta Api Tourism Interconnected Railway akan dimulai di Pulau Simatera. Jalur ini akan
5

melintasi 9 provinsi yang ada di pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, hingga
Lampung yang akan diberi nama Sumatera Tourism Interconnected Railway. Dalam proyek
ini, Provinsi Kepulauan Riau tidak menjadi wilayah yang dilintasi oleh Kereta Api
Sumatera Tourism Interconnected Railway, mengingat bentuk wilayahnya yang berupa
kepulauan-kepulauan kecil yang cukup sulit diakses dengan menggunakan kereta api.
Berikut ini merupakan gambar mengenai jalur dan tempat wisata yang dilintasi oleh
Sumatera Tourism Interconnected Railway.

Gambar 1. Jalur Kereta Tourism Interconnected Railway di Sumatera

Selama perjalanannya, Kereta Api Sumatera Tourism Interconnected Railway akan


melewati tempat-tempat wisata terbaik di Sumatera yang menjadi icon dan daya tarik dari
masing-masing Provinsi juga tempat-tempat wisata yang sulit diakses menggunakan trasportasi
sebelumnya. Di dekat tempat-tempat wisata tersebut akan dibangun stasiun atau tempat
pemberhentian sementara kereta api, untuk memudahkan para wisatawan menjangkau tempat
wisata yang ingin dikunjunginya. Sistem transportasi ini akan mengutamakan kenyamanan
penumpangnya. Desain dalam kereta akan dibuat seperti gambar berikut.
6

Gambar 2. Tampak Dalam Kereta Tourism Interconnected Railway yang Nyaman

Sebagaimana telah dipaparkan dengan jelas dalam peraturan menteri perhubungan


nomor PM 9 tahun 2011 mengenai Standar Pelayanan Minimum untuk angkutan orang
dengan kereta api, maka dalam tulisan ini akan menambahkan pelayanan yang akan
diajukan dalam Tourism Interconnected Railway. Penambahan pelayanan yang disarankan
sesuai dengan pasal 5, bahwa masyarakat berhak memberikan saran dan masukan terhadap
standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan baik secara lisan atau tertulis kepada
Menteri dan/atau melalui Direktur Jenderal.

Maka untuk Sumatera Tourism Interconnected Railway karena merupakan kereta


api dengan jenis kereta pariwisata, bagian luar kereta akan diberi gambar yang
menampilkan keindahan pariwisata Sumatera sehingga wisatawan tertarik. Lalu untuk
jendela kereta, desain jendela kereta menggunakan kaca transparan yang fullsight agar para
wisatawan lebih leluasa memandang keindahan selama perjalanan.

Terdapat pelayanan informasi dalam suatu layar yang ditempatkan di kereta, dalam
stasiun, atau pun website. Pelayanan informasi yang dimaksud berupa, pertama informasi cuaca
di tempat tujuan para wisatawan sehingga bisa membantu perencanaan wisatawan untuk
perjalanan wisatanya. Kedua, informasi rute yang akan disinggahi, memberitahukan kepada
wisatawan akan tempat-tempat pariwisata di Sumatera yang akan dilalui. Ketiga, informasi
kepadatan wisata di stasiun KA, hal ini agar wisatawan dapat merencanakan waktu yang tepat
untuk mengunjungi tempat wisata di sumatera. Keempat, informasi menarik yang
7

belum diketahui mengenai destinasi pariwisata di Sumatera. Hal ini bisa memicu
antusiasme yang lebih wisatawan mengenai tempat wisata tujuannya. Kelima, informasi
tempat wisata yang paling banyak dikunjungi. Informasi ini dapat menjadi rekomendasi
kunjungan wisata selanjutnya bagi wisatawan, dan terakhir, dalam layar yang sama,
terdapat slide pemandangan pariwisata di Pulau Sumatera.

Gambar 3. Kereta yang Dibuat Indah dan Diwarnai Nilai-Nilai Budaya

Untuk pelayanan minimal selanjutnya, dalam setiap kereta, semua jenis, baik itu
ekonomi, bisnis dan eksekutif, terdapat hiburan berupa musik untuk mengatasi kejenuhan
dan agar perjalanan dapat lebih dinikmati. Selain itu terdapat perpustakaan beserta
pustakawannya. Perpustakaan ini menyediakan koleksi buku atau pun bahan bacaan,
terutama buku-buku yang bertemakan destinasi pariwisata. Adanya perpustakaan ini dapat
memberikan hiburan alternatif bagi para penumpang kereta api. Selain itu, tersedia juga air
minum gratis dalam dispenser bagi para penumpang dalam setiap blok. Hal ini membantu
bagi para wisatawan yang enggan pergi jauh ke restorasi.
Semua kenyamanan ini dilengkapi dengan kecanggihan kereta yang digunakan.
Kereta yang cepat akan menjadi nilai plus dari sistem transportasi ini. Jika dahulu untuk
menempuh perjalanan darat dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat butuh waktu 24 jam
sekarang hanya butuh 4-5 jam saja. Hal-hal di atas akan membuat jumlah wisatawan
bertambah dan potensi wisata dapat dimaksimalkan.

8
D. Pihak-pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu Mengimplementasikan
Gagasan dan Uraian Peran dan Kontribusi Masing-masing

Dalam mewujudkan gagasan pembuatan sistem Tourism Interconnected Railway yang


akan dimulai dengan pembangunan Sumatran Tourism Interconnected Railway diperlukan
kolaborasi beberapa pihak. Pihak-pihak tersebut yaitu:
1. Pemerintah Pusat dan Daerah
Pemerintah Pusat bertanggung jawab dalam penganggaran dana dan pengawasan
pembangunan Sumatera Tourism Interconnected Railway secara keseluruhan.
Sementara itu, Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam penganggaran dana dan
pengawasan pembangunan Sumatera Tourism Interconnection Railway di Provinsi
masing-masing
2. PT. KAI
PT. KAI bertugas dan bertanggung jawab dalam menjalankan program kereta Tourism
Interconnected, termasuk dalam memberikan fasilitas dan pelayan yang terbaik bagi
para wisatawan
3. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertanggung jawab dalam menyediakan
fasilitas yang baik di tempat-tempat wisata yang dilewati oleh Tourism Interconnected
Railway.
4. Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Pekerjaan Umum bertugas dan bertanggung jawab dalam eksekusi dan
penyelesaian pembangunan jalur Tourism Interconnected Railway, termasuk
berkoordinasi dengan pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
5. Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan bertugas dan bertanggung jawab dalam sinkronisasi dan
koordinasi jalur perhubungan antarprovinsi di Sumatera (awalnya) yang digunakan
sebagai jalur Tourism Interconnected Railway
6. Pihak Swasta
Pihak swasta yang dimaksud dapat berupa perusahaan non-pemerintah atau investor
yang ikut terlibat dalam pembangunan Sumatera Tourism Interconnection Railway.
9
E. Langkah-langkah Strategis

Untuk merealisasikan gagasan Tourism Interconnected Railway di berbagai wilayah


Indonesia yang dimulai dari integrasi Pulau Sumatera memerlukan langkah-langkah strategis
yang jelas. Oleh karena itu, penulis merumuskan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

1. Memasukkan gagasan ke berbagai pihak yang terlibat di tingkat nasional. Hal ini
diperlukan agar pihak pemerintah pusat dapat melakukan riset mendalam di berbagai
bidang termasuk alokasi dana.

2. Setelah riset mendalam dilakukan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan


pemerintah daerah termasuk DPRD-nya untuk melakukan penyamaan persepsi serta
menyusun langkah yang lebih teknis.

3. Pembangunan mulai dilakukan secara bertahap. Proses ini dipimpin oleh Dinas
Pekerjaan Umum dan diawasi langsung oleh pemerintah pusat juga pemerintah daerah.

4. Saat pembangunan berlangsung PT. KAI akan menyiapkan segala macam keperluan
untuk kereta api termasuk armada yang secara kuantitas dan kualitas baik.

5. Di sisi lain Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mengembangkan potensi
wisata yang akan dilalui oleh Tourism Interconnected Railway dengan meningkatkan
fasilitas di lokasi wisata. Serta akan melakukan promosi wisata secara gencar.

BAB III. Simpulan

A. Gagasan yang Diajukan

Belum maksimalnya potensi wisata di Indonesia menjadi masalah yang mendasari


lahirnya gagasan yang akan menjadi solusi sistemik ini. Hal yang menjadikan sebuah potensi
wisata diminati salah satunya adalah kemudahan akses transportasinya. Gagasan yang lahir
untuk memudahkan akses ke tempat wisata ini adalah pembangunan sistem transportasi tourism
interconnected railway. Sistem transportasi yang berbentuk kereta api canggih ini akan
menghubungkan satu daerah wisata dengan daerah wisata lain dengan kereta canggih.
Pembangunan sistem transportasi akan dimulai pertama di Pulau Sumatera kemudian berlanjut
ke pulau lainnya di Indonesia. Kereta akan dibuat dengan prinsip kereta canggih yang nyaman.
Penumpang sudah akan mulai berwisata sejak berada di dalam kereta karena kereta akan
bernuansa budaya daerah yang berbeda tiap gerbongnya. Untuk masalah
10

kecepatan, kereta wisata ini tidak perlu diragukan lagi karena yang digunakan adalah kereta
canggih.

B. Teknik Implementasi

Implementasi gagasan ini akan dimulai dengan pembangunan kognisi pada


masyarakat tentang pentingnya pemaksimalan potensi wisata agar political will dari
pemerintah juga timbul. Setelah itu tahap riset, termasuk hal ekonomis, dilakukan. Barulah
setelahnya pembangunan dilakukan. Saat pembangunan dilakukan PT. KAI menyiapkan
armada canggihnya dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membangun potensi-
potensi wisata.

C. Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh

Setelah Tourism Interconnected Railway ini selesai dan dapat digunakan dengan baik,
potensi-potensi wisata di Indonesia bisa dimaksimalkan. Banyak turis, baik asing maupun lokal,
yang akan mengunjungi daerah wisata di Indonesia. Dengan ini, perekonomian masyarakat
sekitar akan meningkat dengan terbukanya pasar untuk berwirausaha dan bekerja bagi
masyarakat. Selain itu, keinginan untuk pelestarian alam juga akan tumbuh seiring banyaknya
wisatawan yang datang ke daerah wisata di seluruh bagian Indonesia ini.
Daftar Pustaka

Konsulat Jenderal Republik Indonesia. 2014. Bali, Sumatera dan Lombok Menjadi Tujuan
Wisata Favorit Indonesia bagi Wisatawan Jerman. Berita dapat diakses di
http://www.kjrihamburg.de/id/berita/kegiatan-kjri/350-bali-sumatera-dan-lombok-
menjadi-tujuan-wisata-favorit-indonesia-bagi-wisatawan-jerman.html pada 12
Maret 2014, pukul 02.50. p.m.
Khairunisa. 2005. Rp 1,2 Triliun untuk Perbaikan Lintas Sumatera. Diakses di
http://www.tempo.co/read/news/2005/05/17/05661135/Rp-12-Triliun-untuk-
Perbaikan-Lintas-Sumatera pada 12 Maret 2014 pukul 03.15. p.m.
Lampiran
Biodata Ketua
A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Devi Rezki Utami


2 Jenis Kelamin L/P
3 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
4 NIM 170210120120
5 Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 20 Juli 1994
6 E-mail devirezkiutami@gmail.com
7 Nomor Telepon / HP 085767675377

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SD Muhammadiyah 30 MTsN 2 Medan MAN 1 Medan
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk - Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, institute, atau asosiasi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institut Pemberi Penghargaan Tahun


1 Beasiswa Siswa Berprestasi Pemkab. Deli Serdang 2005
2 Beasiswa Siswa Berprestasi Pemkab. Deli Serdang 2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT Tourism Interconnected Railway berbasis
Teknologi Kereta Canggih sebagai Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang
Sulit Diakses di Indonesia

Sumedang, 17 Maret 2014


Pengusul

( Devi Rezki Utami)


Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Rio Alfajri
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
4 NPM 170210120086
5 Tempat dan Tanggal Lahir Palembang 2 September 1994
6 E-mail rio.alfajri@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 0896-3650-2457

B.Riwayat Pendidikan
NAMA INSTANSI TEMPAT TAHUN JURUSAN
TK Pertiwi Padang 1998-1999 -
SDN Percobaan 3 Sleman, DIY 1999-2006
-
SDN Ibu Jenab I Cianjur, Jawa Barat
SMPN 1 Cianjur, Jawa Barat 2006-2009
SMPN 11 Medan, Sumatera Utara -
SMA Xaverius 4 Palembang, Sumatera 2009-2012 IPA
Selatan

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1 AEON Asia Eco-Leader 2013 Eco-Friendly Product: Jakarta, 2013
Solution for Waste
Management in Indonesia
2 Pekan Lingkungan Unpad One Day, One Human, Sumedang, 2013
One Trash

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1 Medali Perunggu OSN X bidang Kementrian Pendidikan Nasional 2011
Ekonomi di Manado Indonesia
2 Asia Eco-Leader AEON 1% Club 2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT Tourism Interconnected Railway berbasis
Teknologi Kereta Canggih sebagai Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang
Sulit Diakses di Indonesia
Bandung, 17 Maret 2014
Pengusul,

Rio Alfajri
Biodata Anggota

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Irsyaad Suharyadi
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
4 NIM 170210120082
5 Tempat Tanggal lahir Bandung, 02 November 1994
6 Email irsyaadyadi@gmail.com
7 No. tlp/HP 085279390863

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD 1 Poncowati SMP N 1 Terbanggi SMA N 1 Terbanggi
Besar Besar
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No. Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 10 Besar Peserta I AM PRESIDENT CMG GLOBAL 2012
Regional Jawa Barat
2 Juara 1 LCT Rohis SMAN 3 Metro 2010

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT Tourism Interconnected Railway berbasis
Teknologi Kereta Canggih sebagai Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang
Sulit Diakses di Indonesia
Sumedang, 17 Maret 2014
Pengusul,

( Irsyaad Suharyadi)
Biodata Anggota

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Syifa Tsaniati


2 Jenis Kelamin P (perempuan)
3 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
4 NIM 170210130016
5 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 09 Juni 1995
6 E-mail syifatsan@gmail.com
7 Nomor Telepon / HP 089667543495

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SDN Pangalengan Mts. Al ishlah MA Negeri Ciparay
VIII majalengka
Jurusan PAI
Tahun Masuk - Lulus 2007 2010 2013

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, institute, atau asosiasi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institut Pemberi Penghargaan Tahun


1 Juara I menulis artikel UIN Bandung 2012
2 Juara II musikalisasi puisi UNIBBA 2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT Tourism Interconnected Railway berbasis
Teknologi Kereta Canggih sebagai Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang
Sulit Diakses di Indonesia

Sumedang, 17 Maret 2014


Pengusul

(Syifa Tsaniati)
Biodata Anggota

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Minnati Nafsul Muthmainnah


2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Sosiologi
4 NIM 170710130043
5 Tempat dan Tanggal Lahir Karawang, 5 April 1994
6 E-mail inna.minnati@gmail.com
7 Nomor Telepon / HP 085777001694

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SDN Karawang Kulon MTs Persis 80 SMA Negeri 5
II Sindangkasih Karawang
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk - Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, institute, atau asosiasi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institut Pemberi Penghargaan Tahun


1 - - -
2 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT Tourism Interconnected Railway berbasis
Teknologi Kereta Canggih sebagai Solusi Sistemik Pemaksimalan Potensi Wisata yang
Sulit Diakses di Indonesia
Sumedang, 17 Maret 2014
Pengusul

( Minnati Nafsul M.)


Susunan Organisasi Pembagian Tugas

No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu
(jam/minggu)
1 Devi Rezki Ilmu Sosial dan 17 Melakukan riset
Utami / Hubungan Politik mengenai pihak-pihak
170210120120 Internasional yang terlibat dalam
implementasi gagasan
dan menguraikan peran
masing-masing serta
merancang jalur
Tourism
Interconnected
Railway
2 Rio Alfajri/ Ilmu Sosial dan 17 Koordinasi dengan
170210120086 Hubungan Politik pihak administratif
Internasional eksternal terkait dan
menjabarkan mengenai
solusi yang pernah
ditawarkan.

3 Irsyaad Ilmu Sosial dan 17 Mencari data tentang


Suharyadi/ Hubungan Politik kondisi kekinian
170210120082 Internasional tentang keadan
transportasi dan
tempat-tempat wisata
di Indonesia

4 Syifa Tsaniati/ Ilmu Sosial dan 17 Menyelidiki seberapa


170210130016 Hubungan Politik jauh kondisi kekinian
Internasional dapat berubah dengan
implementasi gagasan
dan menjelaskan
tentang fasilitas dan
teknik kerja yang ada
dalam Tourism
Interconnected
Railway
5 Minnati Sosiologi Sosial dan 17 Mendesain bentuk
Nafsul Politik dalam dan luar kereta
Muthmainnah/ api Tourism
170710130043 Interconnected