Anda di halaman 1dari 11

PETA KEDUDUKAN MATERI

Himpunan bil. Asli dan bil. cacah

Bilangan bulat
Arti bil. bulat positif & negatif
dan lambangnya

Bilangan bulat

Hub. Lebih dari atau kurang dari

Sifat penjumlahan pada bilangan cacah

Penjumlahan bil. Bulat dgn mistar sederhana


penjumlah
an
Menjumlahkan dua bil. Bulat tanpa alat bantu

Invers jumlah atau lawan dari suatu bilangan

BILANGAN
Sifat penjumlahan pada himp. Bilangan bulat
BULAT

Pengurangan pd himpunan bil. cacah

pengurang
Pengurangan bil. Bulat dgn mistar sederhana
an

Pengurangan sbg penjumlah dgn lawan pengurang

Menyelesaikan soal dlm kehidupan sehari-hari

Arti perkalian dua bilangan cacah


perkalian
Arti perkalian pd himp. Bil. Bulat melalui daftar
perkalian

Sifat-sifat perkalian pada himpunan bil. bulat

Pembagian sbg operasi kebalikan dr perkalian


pembagian

Pembagian pada himpunan bilangan bulat


BILANGAN BULAT

A. Bilangan Bulat dan Lambangnya

1.Himpunan Bilangan Asli dan Himpunan Bilangan Cacah

Pada bab sebelumnya kita telah mengenal himpunan bilangan asli,yaitu A = {


1,2,3,4,},da himpunan bilangan cacah,yaitu C = { 0,1,2,3,4,}.Jika kita kita meakukan
pengurangan dua biangan (cacah atau asli) maka hasilnya tidak selalu bilangan cacah maupun
bilangan asli.Misalnya,hasil dari 3-2 =1 tetapi hasil dari 2-3 = -1.Oleh karena itu,kita akan
bahas himpunan bilangan yang lebih luas,yaitu himpuanan bilangan bulat.

2. Arti Bilangan Bulat Negatif

Bilangan negative dapat kita temukan dikolam renang.Dikolam renang biasanya


terdapat papan loncat.Misalnya tinggi papan loncat adalah 3 meter,artinya papan loncat
tersebut 3 meter diatas permukaan air.Untuk menyatakan kedalaman kolalm diperlukan tanda
negative,misalnya untu menyatakan kdalaman 1 meter ditulis -1m dan kedalaman 2 meter
ditulis -2m.

Pada garis bilangan,bilangan bulat negative dapat disajikan sebagai berikut.

1.Dengan garis bilangan vertikal 2.Dengan garis bilangan horizontal

2 -3 -2 -1 0 1 2 3

-1

-2
Dari garis bilangan diatas,bilangan-bilangan 1,2,3, disebut bilangan bulat
positif,sedangkan bilangan -1,-2,-3, disebut bilangan bulat negative.

3.Bilangan Bulat

Dengan memperhatikan kedua garis bilangan diatas,trdapat 3 macam bilangan,yaitu


bilangan bulat negative,nol,dan bilangan bulat positif.Himpunn bilangan yang merupakan
gabungan dari ketiga macam bilangan itu disebut himpunan bilangan bulat,dinotasikan B
= {,-3,-2,-1,0,1,2,3,}.

4. Hubungan Lebih Dari atau Kurang Dari antara Dua Bilangan Bulat

Dari garis bilangan diperoleh bahwa semakin kekanan (keatas) bilangannya semakin
besar.sebaliknya semakin kekiri (kebawah) bilangannya semakin kecil.Oleh karena itu,
bilangan yang berada disebelah kiri (bawah) kurang dari bilangan yang berada dikanan
(atas).Demikian pula sebaliknya,bilangan yang berada disebelah kanan (atas) lebih dari
bilangan yang berada dikiri (bawah).Kurang dari dinyatakan lambang " < " da lebih dari
dinyatakan dengan lambang " > ".

Contoh :

Karena 2 terletak disebelah kiri 5 maka ditulis 2 < 5,sedangkan -2 terletak dikanan -4 maka
ditulis -2 > -4.

B. Penjumlahan

1. Sifat Penjumlahan dan Perkalian pada Bilangan Cacah

Pada bab II telah dibahas sifat-sifat penjumlahan dan perkalian bilangan-bilangan


cacah,yaitu

a. Komutatif,artinya untuk a,b C maka a + b = b + a dan a x b = b x a.

b. Asosiatif,artinya untuk a,b C maka (a + b) + c = a + (b + c) dan (a xb) x c = a x (b x c)

c. Mempunyai unsure identitas,yaitu 0 sebagai unsure identitas erhadap penjumlahan dan

1 sebagai unsur identitas trhadap perkalian atau

1) jika a C maka a + 0 = 0 + a
2) ) jika a C maka a x 1 = 1 x a = a

2.Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Mistar Hitung Sederhana dan Garis Bilangan

a.Dengan Mistar Hitung Sederhana

Untuk menghitung hasil penjumlahan dari dua bilangan bulat apat digunakan mistar
hitung sederhana sebagai alat bantunya.Buatlah dua buah mistar hitung dari karton seperti
gambar berikut dan impitkan angka-angka yang bersesuaian.

-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

-7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Misalkan a,b B maka untuk menghitung a+b langkah-langkahnya adalah :

1.) Geserlah mistar kedua sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan a pada
mistar pertama.
2.) Angka pada mistar pertama yang berimpit dengan b pada mistar kedua merupakan hasil
dari a+b.
Contoh :

Dengan menggunakan mistar hitung,tentukan hasil penjumlahan berikut.

a. 4 + 5 b. 4 + (-5)

Jawab :

a. Untuk mnghitung 4 + 5,langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1.) Geserlah mistar kedua kekanan sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan
angka 4 pada mistar pertama.
2.) Perhatikan angka 5 pada mistar kedua berimpit dengan angka 9 pada mistar pertama.
Jadi,4 + 5 = 9.

b. Untuk menghitung 4 + (-5),langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.


1.) Geserlah mistar kedua kekanan sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan
angka 4 pada mistar pertama.
2.) Perhatikan angka -5 pada mistar kedua berimpit dengan angka -1 pada mistar pertama.
Jadi, 4 + (-5) = -1.

b. Dengan Garis Bilangan

Untuk menghitung hasil penjumlahan dua bilangan bulat dapat digunakan garis
bilangan.Bilangan yang dijumlahkan,digambarkan berupa garis berarah dengan arah sesuai
dengan bilangan tersebut.

Bilangan positif menunjuk arah kekanan sedangkan bilangan negative menunjuk arah
kekiri. Misalkan a,b B maka untuk menghitung a + b,langkah-langkahnya:

1) Mulai dari langkah 0 bergerak a satuan kekanan atau kekiri sesuai dengan tanda a.

2) Dari a bergerak sejauh b kekanan atau kekiri sesuai dengan tanda b.

Contoh :

Dengan menggunakan garis bilangan,tentukan hasil penjumlahan berikut.

a. 3 + 7 b.-3 + (-7)

Jawab :

a.Untuk menghitung 3 + 7,langkah-langkahnya :

1.) Dari angka 0 bergerak 3 satuan kekanan sampai pada angka 3.

2.) Dari angka 3 bergerak 7 satuan kekanan.

Jadi, 3 + 7 = 10.

b. Untuk menghitung -3 + (-7),langkah-langkahnya:

1.) Dari 0 bergerak 3 satuan kekiri sampai pada angka -3.

2.) Dari angka -3 bergerak 7 satuan kekiri.

Jadi, -3 + (-7) = -10


3. Menjumlahkan Dua Bilangan Bulat tanpa Alat Bantu

Cara-cara menjumlahkan kedua bilangan tanpa menggunakan alat bantu :

a. Jika kedua bilangan bertanda sama,jumlahkan kedua bilangan tersebut dan hasilnya
berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan tersebut.

Contoh :

1.) 30 + 15 = 45

2.) -24 + (-16) = - (24 + 16) = - 40

b. Jika kedua bilangan berlawanan tanda,tanpa memperhatikan tandanya kurangkan


bilangan yang besar dengan bilangan yang kecil.Kemudian,berikan tanda sama dengan
bilangan yang lebih besar.Jika kedua bilangan itu sama besar maka hasilnyaadalah nol.

Contoh :

1.) 47 + (-54) = -(54 47) = -7

2.) 35 + (-22) = (35 22) = 13

3.) -78 + 78 = 0

4. Invers Jumlah atau Lawan dari Suatu Bilangan

Dikatakan bahwa invers jumlah suatu bilangan adalah suatu bilangan yang jika
dijumlahkan dengan bilangan tersebut hasilnya sama dengan nol.

Contoh :

1. Invers dari 31 adalah -31 karena 31 + (-31) = 0

2. Invers dari -56 adalah 56 karena -56 + 56 = 0

5. Sifat Penjumlahan pada Himpunan Bilangan Bulat

Pada himpunan bilangan bulat juga berlaku sifat-sifat berikut :

1.) Untuk setiap a,b anggota himpunan bilangan bulat berlaku a + b = b + a.

2.) Untuk setiap a,b,c anggota himpunan bilangan bulat berlaku (a + b) + c = a + (b + c).
3.) Untuk setiap a anggota himpunan bilangan bulat berlaku a + 0 = 0 + a = a

C. Pengurangan

1. Pengurangan pada Himpunan bilangan Cacah

Perhatikan bahwa 5 2 = 3,angka 3 merupakan bilangan cacah.Perhatikan pula bahwa


2 5 = -3,angka -3 bukan bilangan cacah.Dari dua contoh tersebut jelaslah bahwa operasi
pengurangan pada himpunan bilangan cacah bersifat tidak tertutup.

2. Pengurangan Dua Bilangan Bulat dengan Mistar Hitung Sederhana atau Garis Bilangan

Langkah-langkah pengurangan dua bilangan bulat dengan mistar hitung sederhana


atau garis bilangan hampir sama dengan langkah-langkah penjumlahan,yaitu sebagai
berikut.

a. Dengan Mistar Hitung Sederhana

Misalkan a,b B maka untuk menghitung a b ,langkah-langkahnya :

1.) Geserlah mistar kedua sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan a pada
mistar pertama.

2.) Perhatikan lawan dari b,yaitu b pada mistar kedua.

3.) Anga pada mistar pertama yang berimpit dengan b pada mistar kedua merupakan
hasil dari a b.

b. Dengan Garis Bilangan

Misalkan a,b B maka untuk menghitung a b,langkah-langkahnya:

1.) Mulai dari angka 0 bergerak a satuan kekanan atau kekiri sesuai tanda dari a.

2.) Dari a bergerak sejauh lawan dari b kekanan atau kekiri sesuai dengan tandanya.

3. Pengurangan sebagai Penjumlahan dengan Lawan Pengurang

Agar lebih memahami,bandingkan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut.

42=2 4 + (-2) = 2

2 4 = -2 2 (-4) = -2
4. Menyeleaikan Soal-soal dalam Kehidupan Sehari-hari yang Berkaitan dengan Bilangan
Bulat

Contoh :

Hamzah mempunyai uang Rp 13.000,00. Ia akan membeli buku matematika.Ternyata


uang Hamzah kurang karena harga buku itu Rp 14.500,00.Kurang berapakah uang
Hamzah untuk membeli buku itu?

Jawab :

Rp 14.500,00 Rp 13.000,00 = Rp 1.500,00

Jadi,kekurangan uang Hamzah adalah Rp 1.500,00

D. Perkalian

1. Arti Perkalian Dua Bilangan Cacah

Kita telah mengetahui bahwa arti suatu perkalian adalah penjumlahan


berulang.Misalnya 3 x 4 artinya 4 + 4 + 4 = 12,sedangkan 4 x 3 artinya 3 + 3 + 3 + 3 = 12.
Meskipun 3 x 4 dan 4 x 3 hasilnya sama,namun mempunyai arti yang berbeda.

Dengan demikian,arti perkalian dapat ditulis sebagai berikut.

mxa=a+a+a++a

2. Arti Perkalian Pada Himpunan Bilangan Bulat melalui Daftar Perkalian dan
Pengamatan Pola

Jika a dan b adalah bilangan bulat maka

1.) a x (-b) = -(a x b)

2.) (-a) x b = -(a x b)

3.) (-a) x (-b) = a x b

3. Sifat-sifat Perkalian pada Himpunan Bilangan Bulat

Untuk setiap a,b,c B (bilangan bulat) maka berlaku sifat-sifat :


1. tertutup

2.komutatif a x b = b x a

3. Asosiatif (a x b) x c = a x (b x c)

4. Distributif perkalian terhadap penjumlahan : a x (b + c) = (a x b) + (a x c)

5. Distributif perkalian terhadap pengurangan : a x (b c) = (a x b) (a x c)

E. Pembagian

1. Pembagian Sebagai Operasi Kebalikan dari Perkalian

Sifat: a : b = c ekuivalen dengan b x c = a

-12 : 3 = -4 3 x (-4) = -12.Oleh karena itu,kita katakan bahwa pembagian sebagai


operasi kebalikan dari perkalian.

Jika a,b,c B (bilangan bulat) ; b 0 dan b aalah factor dari a maka a : b = c a = b x c

Contoh :

Tentukan bilangan bulat yang merupakan pengganti dari huruf-huruf berikut.

a. -18 : 3 = n

b. 24 : -3 = k

jawab :

a. Untuk mencari nilai n yang memenuhi persamaan -18 : 3 = n,ekuivalen dengan mencari
nilai n yang memenuhi 3 x n = -18.Ternyata n yang memenuhi adalah -6.Jadi, -18 : 3 = -6

b. Untuk mencari nilai k yang memenuhi persamaan 24 : (-3) = k,ekuivalen dengan


mencari nilai k yang memenuhi -3 x k = 24. Ternyata k yang memenuhi adalah -8.Jadi,
24 : (-3) = -8.

2. Pembagian pada Himpunan Bilangan Bulat

Contoh :

a. Berapakah hasil dari 3 : 2?


b. Berapakah hasil dari -4 : 3?

Dari dua pertanyaan diatas,tidak ada bilangan bulat yang dapat memenuhinya.
Jadi,pembagian pada himpunan bilangan bulat bersifat tidak tertutup.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD

MODUL : 3

BILANGAN BULAT

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 6

1. KUSMIYATUN
2. MILANIA DYAH PRATIWI 836675034
3. NURUL SURYANDARI 836676756
4. SUWADI 836675374

UPBJJ-UT SEMARANG

POKJAR DEMAK

TAHUN 2017