Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

System kardiovaskuler adalah suatu system yang digunakan tubuh untuk


mengedarkan darah keseluruh tubuh. System ini terdiri dari jantung, pembuluh darah dan
pembuluh limfe. Dalam setiap system pasti memiliki kelainan di dalamnya. Kelainan ini
akan timbul sebagai kelainan congenital ataupun kelainan yang terjadi karena factor
eksogen.

Salah satu yang terjadi adalah kelainan pada jantung. Banyak sekali kelainan yang
terjadi. Salah satu kelainan yang terjadi karena adanya ketidak sempurnaan
perkembangan organ.

Dalam kesempatan ini penulis akan membahas kelainan jantung congenital dalam
bentuk ventrikel septal defek dalam judul ASUHAN KEPERAWATAN VENTRIKEL
SEPTAL DEFEK.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka penulis mengambil beberapa rumusan masalah
sebagai berikut:

1. Bagaimana konsep terori pada kelainan ventrikel septal defek?


2. Bagaimana konsep teori pada asuhan keperawatan ventrikel septal defek?
1.3 Tujuan Makalah
Dari rumuasan masalah penulis membuat tujuan dalam penulisan makalah ini,
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui konsep teori ventrikel septal defek berupa definisi, etiologi,
pathofisiologi, manimfestasi klinis, penatalaksaan medis, pemeriksaan penunjang dan
komplikasi
2. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan pada klien ventrikel septal defek

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Teori

2.1.1. Pengertian
VSD (VentricularSeptalDefect) atau Defek Septum Ventrikel adalah suatu
keadaan abnormal jantungberupa adanya pembukaan antara ventrikel kiri dan
ventrikel kanan.(Rita &Suriadi, 2001).
VSD adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang
memisahkan ventrikel kanan dan ventrikel kiri. (Heni et al, 2001; Webb GD et al,
2011; Prema R, 2013; AHA, 2014)
VSD adalah kelainan jantung berupa tidak sempurnanya penutupan dinding
pemisah antara kedua ventrikel sehingga darah dari ventrikel kiri ke kanan, dan
sebaliknya. Umumnya congenital dan merupakan kelainan jantung bawaan yang
paling umum ditemukan (Junadi, 1982; Prema R, 2013; AHA, 2014)
2.1.2 Etiologi
1. Faktor prenatal (faktor eksogen):

Ibu menderita penyakit infeksi : Rubela

Ibu alkoholisme

Umur ibu lebih dari 40 tahun

Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin

Ibu meminum obat-obatan penenang

2. Faktor genetik (faktor endogen)

Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB

Ayah/ibu menderita PJB

Kelainan kromosom misalnya sindrom down

Lahir dengan kelainan bawaan yang lain

Kembar identik

2
2.1.3 patofisiologi
Defek septum ventricular ditandai dengan adanya hubungan septal yang
memungkinkan darah mengalir langsung antar ventrikel, biasanya dari kiri ke
kanan.
Diameter defek ini bervariasi dari 0,5 3,0 cm. Perubahan fisiologi
yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Tekanan lebih tinggi pada ventrikel kiri dan meningklatkan aliran darah
kaya oksigen melalui defek tersebut ke ventrikel kanan.
2. Volume darah yang meningkat dipompa ke dalam paru, yang akhirnya
dipenuhi darah, dan dapat menyebabkan naiknya tahanan vascular pulmoner.
3. Jika tahanan pulmoner ini besar, tekanan ventrikel kanan meningkat,
menyebabkan piarau terbalik, mengalirkan darah miskin oksigen dari
ventrikel kanan ke kiri, menyebabkan sianosis.
Keseriusan gangguan ini tergantung pada ukuran dan derajat hipertensi
pulmoner. Jika anak asimptomatik, tidak diperlukan pengobatan; tetapi jika
timbul gagal jantung kronik atau anak beresiko mengalami perubahan vascular
paru atau menunjukkan adanya pirau yang hebat diindikasikan untuk penutupan
defek tersebut. Resiko bedah kira-kira 3% dan usia ideal untuk pembedahan
adalah 3 sampai 5 tahun. (Kapita Selekta Kedokteran, 2000; Webb GD et al,
2011; Prema R, 2013; AHA, 2014)

3
PATWAY

VSD

Pirau ventrikel kiri ke kanan

Volume keparu meningkat peningkatan tekanan ventrikel


kanan

Alira keparu meningkat hipertrofi otot ventrikel kanan

Fibrotic katup arteri pulmonal worklood

Darah O2 dan CO2 bercampur distensi atrium kanan

COP menurun perubahan permiabel penurunan curah jantung

Membrane alveoli

Gangguan metabolisme

Tubuh gangguan pertukaran gas

BB menurun dan sukar naik

Keterlambatan tumbuh dan berkembang

4
2.1.4 Manimfestasi Klinis
a. VSD kecil
Biasanya asimptomatik
Defek kecil 1-5 mm
Tidak ada gangguan tumbuh kembang
Bunyi jantung normal, kadang ditemukan bising peristaltic yang
menjalar ke seluruh tubuh pericardium dan berakhir pada waktu distolik
karena terjadi penutupan VSD
b. VSD sedang
Sering terjadi symptom pada bayi
Sesak napas pada waktu aktivitas terutama waktu minum, memerlukan
waktu lebih lama untuk makan dan minum, sering tidak mampu
menghabiskan makanan dan minumannya
Defek 5- 10 mm
BB sukar naik sehingga tumbuh kembang terganggu
Mudah menderita infeksi biasanya memerlukan waktu lama untuk
sembuh tetapi umumnya responsive terhadap pengobatan
Takipneu
Retraksi bentuk dada normal
c. VSD besar
Sering timbul gejala pada masa neonates
Dispneu meningkat setelah terjadi peningkatan pirau kiri ke kanan
dalam minggu pertama setelah lahir
Pada minggu ke2 atau 3 simptom mulai timbul akan tetapi gagal
jantung biasanya baru timbul setelah minggu ke 6 dan sering didahului
infeksi saluran nafas bagian bawah
Bayi tampak sesak nafas pada saat istirahat, kadang tampak sianosis
karena kekurangan oksigen akibat gangguan pernafasan
Gangguan tumbuh kembang

5
2.1.5 Penatalaksanaan Medis
VSD kecil : biasanya tidak perlu, kadang-kadang menutup spontan.
VSD sedang : kalau tidak ada gagal jantung dapat ditunggu sampai anak
berusia 2-4 tahun dengan berat badan minimal 10 kg, sekarang operasi
dapat dipertimbangkan pada umur yang lebih muda.
VSD besar dengan hipertensi pulmonal yang belum menetap: dikerjakan
operasi paliatif setelah gagal menangani gagal jantungnya (operasi tidak
langsung menutup defek, tetapi dengan operasi pengikatan Pulmonalis =
Pulmonary artery banding), setelah umur 4-6 tahun defek belum menutup,
dikerjakan koreksi total.
2.1.6 Pemeriksaan Penunjang
1. Kateterisasi jantung menunjukkan adanya hubungan abnormal antar ventrikel
2. EKG dan foto toraks menunjukkan hipertropi ventrikel kiri
3. Hitung darah lengkap adalah uji prabedah rutin
4. Uji masa protrombin ( PT ) dan masa trombboplastin parsial ( PTT ) yang
dilakukan sebelum pembedahan dapat mengungkapkan kecenderungan
perdarahan
5. Elektrokardiorafi
Pada VSD kecil gambaran EKGnya normal.
Pada VSD sedang dan besar biasanya gambaran EKGnya hipertensi
ventrikel kiri dengan hipertrofi atrium kiri atau hipertrofi biventrikular
dengan hipertrofi atrium kiri.
2.1.7 Komplikasi
a. Gagal jantung kronik
b. Endokarditis infektif
c. Terjadinya insufisiensi aorta atau stenosis pulmonary
d. Penyakit vaskular paru progresif
e. Kerusakan sistem konduksi ventrikel

6
2.2 Konsep Asuhan Keperawatan
2.2.1 Pengkajian
1. Anamnese : mengidentifikasi identitas klien yang perlu diketahui
2. Riwayat Penyakit Sekarang
a. Keluhan utama: anak akan menderita sesak nafas
b. Riwayat penyakit sekarang: pasien mengalami sesak nafas, sianosis
yang diakibatkan kekurangan O2, kelemahan dan pernafasan cepat.
c. Riwayat penyakit dahulu : berisi data apakah klien juga pernah
mengalami penyakit serupa
d. Riwayat penyakit keluarga : dalam lingkup keluarga apakah juga ada
yang menderita penyakit jantung bawaan juga.
e. Pengkajian BioPsikoSosio dan Spiritual klien
f. Pemeriksaan Fisik Review of Sistem : pemeriksaan keadaan umum
dan TTV Klien
a. B1 (Breath)

Inspeksi: gambaran bentuk dada, simetris, adanya insisi, selang di


dada atau penyimpangan lain. pengunaan otot-otot pernafasan
tambahan: gerakan cuping hidung, retraksi sub sterna dan
interkostal atau sub clavia. Ukur saturasi oksigen.

Palpasi: Pemeriksaan fokal fremitus, pergerakan retraksi dada


ada krepetasi atau tidak. Pergerakan dada simetris.

Perkusi: ada suara sonor atau hipersonor saar dilakukan perkusi.

Auskutasi: gambarkan bunyi nafas, kesamaan bunyi nafas,


berkurang / tidaknya udara nafas, stidor, crakles, wheezing.

b. B2 (Blood)
Inspeksi: perhatikan denyut dan irama jantung, kaji warna kuku,
membrane mukosa bibir. Gambarkan warna bayi atau anak
(mungkin menunjukkan latar belakang masalah jantung,
pernafasan, darah). Sianosis, pucat juindice, mouting.

7
Palpasi: ada nyeri dada atau tidak saat dipalpasi, terutama pada
dekat sternum.
Perkusi: Normalnya timbul suara pekak atau sonor.
Auskultasi: Tentukan poin maksimum impuls, poin dimana bunyi
jantung terdengar paling keras. Kaji apakah ada bunyi jantung
murmur atau bunyi abnormal jantung lainnya.
c. B3 (Brain)
Inspeksi: Observasi reflek moro, sucking, Gambarkan respon
pupil pada bayi yang usia kehamilannya lebih dari 32 minggu.
Palpasi: Lakukan pemeriksaan babinski, plantar dan reflek lain
yang diharapkan. Tentukan tingkat respon, refleks patela, ada
nyeri atau tidak pada (kepala, vertebra torakalis)
Perkusi: Ada suara pekak atau sonor normalnya jika di bagian
tulang, ada suara redup pada bagian abdomen.
Auskultasi: tidak ada pemeriksaan auskultasi
d. B4 (Bladder)
Inspeksi: Observasi warna dan konsistensi urine normalnya putih
bening, ada lesi atau tidak pada abdomen.
Palpasi: Ada nyeri saat di palpasi organ ginjal. (palpasi bimanual)
Perkusi: Normalnya pekak, ada cairan atau tidak pada abdomen.
(pemeriksaan unduluting fluid wafe, atau shifting dullnes)
Auskultasi: -
e. B5 (Bowel)
Inspeksi: Tentukan adanya distensi abdomen, meningkatnya
lingkar perut, kulit yang terang, adanya eritema dinding
abdomen, tampaknya peristaltic, bentuk usus yang dapat dilihat,
status umbilicus, observasi jumlah, warna, dan konsistensi feces.
f. B6 (Bone) dan Muskuloskeletal.
Palpasi: Ada nyeri atau tidak saat ditekan pada daerah dada,
ekstremitas atas ataupun bawah. Ada suara krepetasi atau tidak
pada persendian.

8
2.2.2 diagnosa keperawatan, NOC dan NIC

NO DIAGNOSA NOC DAN KRITERIA NIC


HASIL
1. Penurunan curah NOC: NIC:
jantung b.d keefektifan pompa
Perawatan jantung
perubahan volume jantung
sekuncup 1. monitor adanya nyeri dada
setelah dilakukan
2. monitor adanya tanda penurunan
tindakan 3x24 maka
curah jantung
pasien mampu :
3. batasi aktivitas penyebab
1. tidak ada suara jantung peningkatan kerja jantung
abnormal 4. kolaborasi pemberian obat
2. tidak ada pembesaran aritmia
jantung
Terapi Oksigen:
3. tidak ada sianosis
1. monitor status pernafasan
2. monitor saturasi oksigen
3. kolaborasi pemberian terapi O2

2. Gangguan NOC: NIC:


pertukaran gas status pernafasan : Monitor Pernafasan
berhubungan pertukaran gas 1. Monitor respirasi rate
dengan perubahan 2. Monitor saturasi oksigen pada
setelah dilakukan asuhan
membrane alveolus pasien yang tersedasi
3x24 jam maka klien
3. Berikan bantuan terapi nafas
mampu :
jika perlu
1. Tidak ada dipsneu
saat aktivitas
2. Tidak ada sianosis

3. Saturasi oksigen lebih


dari 92%

9
BAB III

PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan

Ventrikel Septal Defek adalah gangguan jantung congenital yang disebabkan


adanya defek pada septal fentrikel. Akibatnya darah dari ventrikel kiri akan
bercampur dengan darah yang ada dalam ventrikel kanan. Sehingga peningkatan
tekanan ini akan mendesak dan naik pada paru paru melalui arteri pulmonal sehingga
terjadi gangguan pertukaran gas dikarenakan bercampurnya oksigen dan
karbondioksida dalam tubuh.

3.2 Saran
dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dikarenakan
ketrebatan referensi. Tetapi penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan
referensi dalam dunia keperawatan dalam pembuatan asuhan keperwatan. Semoga
kedepannya penulis dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.

10