Anda di halaman 1dari 3

Analisis ragam hias bangunan

Data:

Peraturan daerah nomor 16 tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Bali, sebuah
bangunan tidak boleh memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Hal ini merupakan sebuah
upaya yang dilakukan pemerintah untuk membatasi jumlah penduduk agar tidak melebihi
kapasitas mengingat wilayah bali yang relatif sempit dan terbatas. Selain itu, hal ini
merupakan bentuk aspirasi masyarakat Bali yang sangat peduli akan tata ruang dan
kebudayaan yang sangat melekat diantara mereka
Peraturan walikota Denpasar nomor 25 tahun 2010 tentang arsitektur di Bali harus
mencerminkan arsitektur tradisional bali baik dari fungsi, estetika dan bentuk.
Analisis arah matahari pada site yang membuat site terasa panas pada pagi hingga siang
hari.

Analisa:

Ragam hias sebagai Elemen Dekoratif Eksterior dan Interior Bangunan


Sesuai dengan fungsi utama ragam hias yaitu sebagai elemen dekoratif yang menambah
nilai estetika bangunan. Fungsi ragam hias sebagai unsur estetika bangunan dapat
ditunjukkan melalui bentuk, warna, tekstur, bahan/material penyusunnya serta unsur
seni yang terpadu dengan harmonis. Penggunaan ragam hias ini dapat
mengkomunikasikan bahasa khusus pada bangunan.
Ragam hias sebagai ornamen eksterior bangunan menyatu dengan lingkungan
sekitarnya. Pada umumnya, bangunan Bali lebih menonjolkan pengolahan eksterior
bangunan daripada interiornya untuk menunjukkan kesan keterbukaan dan status sosial
penghuninya. Sedangkan, ragam hias pada interior bangunan lebih dimaksudkan untuk
menimbulkan suasana alam Bali yang indah, tenang, damai dan sejuk.
Ragam Hias sebagai Struktur dan Konstruksi Bangunan
Cita rasa seni pada arsitektur Bali tak hanya ditampilkan pada ragam hias sebagai
elemen dekorasi semata. Tapi, cita rasa seni arsitektur Bali juga diaplikasikan pada
elemen-elemen struktural bangunan. Misalnya, pada pondasi bangunan, tiang
penyangga, bahkan pada konstruksi atapnya. Elemen-elemen bangunan tersebut
merupakan kesatuan yang padu.

Untuk mengatasi masalah tentang analisis arah matahari secondary skin lah menjadi
solusinya. Sifat kulit yang transparan akan menciptakan kualitas ruangan yang terang
saat siang namun tetap nyaman.
Selain sifatnya yang mereduksi panas siang hari, secondary skin ini tetap akan
menghantarkan sinar yang cukup dan membuat udara tetap mengalir.
Dengan begitu penghematan listrik pada siang hari dan AC. Dapat menggunakan GRC
(Glassfiber Reinforced Coment maupun material lokal dan lokal yang diolah.
Usulan:

Memadukan unsur arsitektur tradisional bali dengan arsitektur modern hingga berpadu
menghasilkan arsitektur bali modern

Menggunakan secondary skin dengan pattern patra bali sehingga mencakup ketiga
masalah diatas, mulai dari masalah peraturan daerah, analisis sinar matahari, dan juga
desain setempat.