Anda di halaman 1dari 3

II.

landasan teori
asam adalah suatu zat yang bersifat asam,bersifat korosif,dalam air bisa terioniasasi meng
hasilkan hidrogen (H) dan ion negative sisa asam,juga asamdapat memerahkan kertas lakmus
biru.
basa adalah suatu zat yan bersifat pahit,licin,dalam air dapat terionisasi meng hasilkan ion
hidroksida (OH) adan dapat membirukan kertas lakmus merah.
sifat asam dan basa suatu zat dapat diidentifikasidenan indikator alami . kunyit dapat
digunakan sebagai indikaor alami , karena warna kunyit yang berbeda jika di celupkan dalam
larutan asam dan basa. dalam larutan asam warna kunyit akan menjadi cerah sedangkan
dalam larutan basa warna kunyit akan menjadi gelap.
didalam kimia tinkat keasaman suatu zat dinyatakan dengaan derajat keasaman pH. untuk
mempe kirakan pH dapat digunakan indikator universal. yaitu dengan cara membandingkan
warna indikator universal yang sudah dicelupkan kedalam larutan dengan warna setandar.

VI. Pembahasan
a) untuk mengidentifikasi larutan asam dan basa.
jika kertas lakmus merah dicelupkan kedalam semua larutan dan warnanya berubah menjadi
biru maka larutan tersebut bersifat basa. jika kertas lakmus biru dicelupkan kedalam semua
larutan dan warnanya berubah menjadi merah maka larutan tersebut bersifat asam.

b) Untuk meng identifikasi larutan asam dan basa dengan indikator alami.
Dengan mengidentifikasi menggunakan indikator alami maka akan diketahui sifat larutan
dengan mengetahui perubahan warnanya.
jika semua larutan dicampur dengan indikotur alami (kunyit) warnanya berubah menjadi
gelap maka sifat larutan tersebut adalah basa, sebaliknya jika warna larutan berwarna kuning
cerah maka sifat larutan tersebut adalah asam.
c) Untuk memperkirakan nilai pH dengan indikator universal
untuk mengetahui nilai pH ambil kertas universal lalu celupkan satu per satu kedalam setiap
larutan, kemudian dicocokkan warna yang sesuai dengan keterangan pH pada kertas
universal

I. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari akan ditemukan senyawa dalam tiga keadaan
yaitu asam, basa, dan netral. Ketika mencicipi rasa jeruk maka akan terasa
asam karena jeruk mengandung asam. Sedangkan ketika mencicipi sampo maka
akan terasa pahit karena sampo mengandung basa. Namun sangat tidak baik
apabila untuk mengenali sifat asam atau basa dengan mencicipinya karena
mungkin saja zat tersebut mengandung racun atau zat yang berbahaya.
Sifat asam dan basa suatu zat dapat diketahui menggunakan sebuah
indikator. Indikator yang sering digunakan antara lain kertas lakmus,
fenolftalein, metil merah dan brom timol biru. Indikator tersebut akan
memberikan perubahan warna jika ditambahkan larutan asam atau basa.
Indikator ini biasanya dikenal sebagai indikator sintetis. Dalam pembelajaran
kimia khususnya materi asam dan basa indikator derajat keasaman diperlukan
untuk mengetahui pH suatu larutan. Karena itu setiap sekolah seharusnya
menyediakan indikator sintetis untuk percobaan tersebut. Tetapi pada
kenyataannya, tidak semua sekolah mampu menyediakan indikator sintetis. Oleh
karena itu diperlukan alternatif lain sehingga proses pembelajaran tetap berjalan
lancar indikator pH sintetis dapat diganti dengan alternatif lain berupa
indikator pH dari bahan-bahan alam atau tanaman.
Dengan didasari pemikiran bahwa zat warna pada tanaman merupakan
senyawa organik berwarna seperti dimiliki oleh indikator sintetis, selain itu
mudah dibuat juga murah karena bahan-bahannya mudah didapat serta
menambah pengetahuan tentang manfaat bunga tapakdara, jengger ayam dan
tembelekan. Karakteristik bunga yang baik digunakan sebagai indikator pH yaitu
bunga yang masih segar berwarna tua digunakan hanya mahkota bunga
sedangkan benang sari dan putik tidak digunakan. Pada pembuatan indikator
cair bunga dicuci dengan air mengalir agar bersih juga dimaksudkan agar pigmen
warna bunga tidak ikut larut dalam air. Bunga yang sudah dicuci kemudian
dipotong kecil-kecil untuk memperluas permukaan bunga sehingga proses
pelarutan bunga lebih efektif. Semakin luas permukaan bunga maka semakin
banyak pigmen warna bunga yang larut pada proses pelarutan.
Cara penggunaan indikator cair yaitu meneteskan indikator tersebut pada
larutan yang akan diuji pHnya. Larutan akan memberikan perubahan warna yang
kemudian perubahan warna tersebut dicocokkan dengan warna pada trayek pH
indikator tersebut. Masing-masing warna pada trayek pH memiliki pH yang
berbeda setiap warnanya. Warna larutan yang sama dengan warna pada trayek
pH menunjukkan bahwa pH larutan sama dengan pH pada trayek pH indikator
tersebut.

Kelopak bunga tumbuhan memiliki pigmen sehingga ketika diekstrak menghasilkan berbagai
warna. Zat warna tumbuhan menunjukan warna yang berbeda dalam kondisi pH yang
berbeda-beda.

Hasil pengujian warna terhadap larutan baku yang memiliki pH tertentu, menunjukan pH
dimana indikator alami tersebut bekerja. Warna ini dapat digunakan sebagai standar dalam
pengukuran pH dari larutan yang belum diketahui pH-nya.

Asam kuat dan basa kuat akan terurai sempurna dalam air dan pada titik ekivalen memiliki pH
sama dengan 7. Indikator alami dapat dipakai sebagai penentuan konsentrasi dalam titrasi
asam basa.
Di samping menggunakan indikator buatan, seperti lakmus, fenolftalen,metil merah dan brom
timol biru, kita juga dapat mengenali senyawaasam atau basa dengan menggunakan indikator
alami, seperti bungasepatu, bunga hidrangea, kol merah, kunyit dan beberapa jenis tumbuhan
lainnya. Indikator asam-basa yang baik adalah zat warna yang memberi warna berbeda dalam
larutan asam dan larutan basa.
Indikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asam akan memberikan warna merah,
di dalam larutan basa akan memberikanwarna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.

Indikator asam-basa dari bunga Hidrangea akan memberikan warna biruketika didalam larutan asam
, di dalam larutan basa akan memberikanwarna merah jambu dan pada larutan netral tidak
berwarna.

Indikator asam-basa dari kol merah akan berubah warna menjadi merahmuda bila dicelupkan ke
dalam larutan asam, menjadi hijau dalam larutan basa, dan tidak berwarna pada larutan netral.

Indikator asam-basa dari kunyit, akan memberikan warna kuning tuaketika dilarutkan dalam larutan
asam, memberikan warna jingga di dalam larutan basa dan memberikan warna kuning terang pada
larutan netral.

hydrangea =

Kunyit = basa

Kol ungu =

Bunga sepatu =