Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAMPANG PRAPATAN

DINAS KESEHATAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAMPANG PRAPATAN

NOMOR :

TENTANG

KEBIJAKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAMPANG PRAPATAN

DENGAN RAHMAT TUHA YANG MAHA ESA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAMPANG PRAPATAN

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,


dibutuhkan tindakan yang komprehensif dan responsif terhadap
kejadian tidak diinginkan di fasilitas. pelayanan kesehatan agar
kejadian serupa tidak terulang kembali.

b. bahwa untuk mengurangi risiko yang nyata serta menyediakan


fasilitas fisik yang aman bagi pasien, keluarga, staf dan
pengunjung.

c. bahwa untuk tersedianya fasilitas fisik yang aman dan mendukung


keselamatan pasien, staf dan pengunjung, dibutuhkan manajemen
yang efektif, meliputi perencanaan, pendidikan dan pemantauan ;

d. bahwa untuk terselenggaranya keamanan dan keselamatan yang


efektif perlu mengeluarkan Keputusan Direktur tentang Kebijakan
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di Rumah Sakit Umum
Daerah Mampang Prapatan;

Mengingat : 1. Undang-Undang RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.


2. Peraturan Pemerintah RI No.50 tahun 2012 tentang Sistem
Manajemen K3
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 11/MENKES/PER/II/2017
tentang Keselamatan Pasien.
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 432/MENKES/SK/IV/2007
tentang Pedoman Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Rumah Sakit.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD MAMPANG PRAPATAN TENTANG
KEBIJAKAN MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN DI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAMPANG PRAPATAN
KEDUA : Kebijakan Keamanan dan Keselamatan pada Diktum Kesatu, sebagai
acuan dalam melaksanakan pengelolaan fasilitas yang aman dan
efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan, dengan
ketentuan sebagai berikut :
1. Rumah Sakit merencanakan dan melaksanakan program untuk
memberikan keselamatan dan keamanan lingkungan fisik.
2. Rumah Sakit melakukan pemeriksaan seluruh gedung
pelayanan pasien dan mempunyai rencana untuk mengurangi
risiko yang nyata serta menyediakan fasilitas fisik aman bagi
pasien, keluarga, staf dan pengunjung.
3. Untuk menjamin keamanan, semua staf, pengunjung, vendor,
pedagang dan lainnya di rumah sakit di identifikasi dan diberi
tanda pengenal (badge) yang sementara atau tetap atau
langkah identifikasi lain, juga seluruh area yang seharusnya
aman, seperti ruang perawatan bayi baru lahir, yang aman dan
dipantau.
4. Rumah Sakit merencanakan dan menganggarkan untuk
meningkatkan atau mengganti sistem, bangunan atau
komponen berdasarkan hasil inspeksi terhadap fasilitas dan
tetap mematuhi peraturan perundangan.
5. Rumah Sakit menganalisa situasi, dengan melihat sumber daya
yang kita miliki,sumber dana yang tersedia dan bahan potensial
apa yang mengancam keselamatan dan keamanan bekerja di
rumah sakit.
6. Memonitor, mengendalikan, mengevaluasi dan merencanakan
pengembangan K3 Rumah Sakit dilaksanakan oleh kepanitiaan
yang disebut panitia keselamatan dan kesehatan kerja Rumah
Sakit (PK3RS).
7. Melaksanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan kerja
kepada seluruh karyawan dalam bentuk pelatihan, leaflet,
poster, penyuluhan dan lain - lain.
8. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi
ketentuan dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), serta selalu
mengacu pada pencegahan dan pengendalian infeksi.
9. Seluruh staf RS harus bekerja sesuai dengan standar
profesi, pedoman2 panduandan standar prosedur opersional
yang berlaku, serta sesuai dengan etika profesi dan etika RS
yang berlaku.
KETIGA : Kebijakan Keamanan dan Keselamatan dilaksanakan untuk
terlaksananya pengelolaan fasilitas yang aman dalam rangka
mendukung keselamatan pasien di rumah sakit, dengan tujuan :
1. Sebagai implementasi program manajemen risiko terutama
fungsi pengawasan (monitoring) dan pemantauan kondisi
keamanan dan keselamatan bagi pasien, pengunjung, maupun
karyawan.
2. Mendeteksi dan mengidentifikasi dini adanya kondisi berisiko
dan berbahaya.
3. Melakukan koordinasi antar unit kerja dalam upaya menerapkan
pengendalian risiko.
4. Memberikan rekomendasi keamanan dan keselamatan fasilitas,
pekerjaan, dan lingkungan kepada direksi berdasarkan hasil
pengendalian dan penilaian risiko.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal :
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH MAMPANG PRAPATAN,

DEWI SRI RACHMAWATI


NIP. 196005261984102001

Lampiran : Keputusan Direktur RSUD Mampang Prapatan


Nomor :
Tanggal :

PENETAPAN TIM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELATAMAN


RSUD MAMPANG PRAPATAN

No. Nama Jabatan


1. Badreina Alfi Ketua
2. Indra Gunawan Sekretaris
3. Husnul Chotimah Anggota
4. Agus Sur
5.