Anda di halaman 1dari 21

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3.

SISTEM STARTER

A. Tujuan
Setelah mengikuti diklat diharap dapat :
1. Menjelaskan fungsi motor starter pada mesin mobil
2. Menyebutkan fungsi dari bagian bagian motor starter.
3. Menjelaskan cara kerja motor starter sekrup.
4. Menjelaskan macam- macam starter dorong dan sekrup elektromagnetis.
5. Menjelaskan nama bagian bagian motor starter dan cara kerjanya
6. Mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada sistem starter

B. indicator Pencapaian Kompetensi


1. Menelaah sistem starter
2. Mendiagnosis kerusakan sistem starter
3. Memperbaiki sistem starter

C. Uraian materi.
1. Sistem Starter

Karena mesin mobil tidak bisa berputar dengan sendirinya, maka dibutuhkan
tenaga dari luar untuk mengengkol / memutar dan membantunya untuk hidup.
Sistem starter sebagai penggerak mula untuk menghidupkan mesin , sekarang
pada umumnya mesin mobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan
dengan magnitig switch untuk mendorong pinion gear yang berputar kedalam
atau keluar dari /hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus .
Mesin motor starter harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar dari
sumber tenaga baterai yang terbatas. Pada waktu yang bersamaan harus ringan
dan kompak. Oleh karena itu dipergunakanlah motor serie DC ( direct current ).
Mesin tidak dapat start sebelum melakukan siklus operasionalnya berulang
ulang yaitu: langkah isap, kompresi, pembakaran dan buang. Langkah pertama
menghidupkan mesin,
Kemudian memutarkannya dan menyebabkan siklus pembakaran pendahuluan.
Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin minimal pada kecepatan

75
minimal yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal.kecepata putar
minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada
konstruksi dan kondisi operasinya tetapi pada umumnya 60 sampai dengan 90
rpm untuk mesin bensin, 80 sampai 200 untuk mesin diesel tanpa menggunakan
pemanas, 60 sampai 140 mesin diesel dengan pemanas.
Mengapa mesin tidak akan hidup sampai kecepatan putarannya mencapai
tingkat tertentu meliputi :
a. Bahan bakar tidak teratomisasi sepenuhnya pada putaran rendah. Pada mesin
bensin kecepatan udara masuk berpengaruh terhadap kerja karburator. Pada
mesin diesel kecepatan pompa injeksi yang rendah tidak memungkinkan
terjadinya atomisasi bahan bakar secara sempurna.
b. Temperatur yang terlalu rendah. Pada mesin bensin, temperatur silinder yang
rendah menghambat pengabutan bahan bakar. Pada mesin diesel, hingga
temperature udara yang dikompresikan di dalam silinder tercapai, bahan
bakar masih dapat saja gagal terbakar.
c. Karena karakter motor starter semakin rendah putarannya, akan mengambil
arus listrik yang lebih besar dari baterai, dan baterai mungkin tidak mampu
untuk memberikan tenaga listrik yang cukup ke sistem pengapian selama
pemutaran awal, karena tegangan listrik pada terminal baterai banyak turun.
Bila ini terjadi , maka kemampuan pembakaran akan menjadi turun, karena
tegangan yang masuk kekumparan primer dari coil pengapian tidak cukup,
menyebabkan tegangan sekender yang dikirim ke busi tidak cukup juga.
Berikut rangkaian sistem starter pada kendaraan ringan yang sering
dipergunakan :

Gambar 3. 1 Rangkaian Sistem Starter

76
1. Kunci kontak. 2. Roda penerus. 3. Gigi pinion. 4. Motor starter. 5.

Baterai Gambar sistem starter pada mesin

Prinsip Kerja Motor Starter

Gambar 3. 2 Garis gaya magnit

Cara Kerja :

1. Bila arus mengalir dalam suatu penghantar (conductor), medan magnet akan
bangkit pada arah yang terlihat pada ilustrasi di bawah sesuai kaidah Ampere
dari ulir kanan.
2. Bila penghantar ditempatkan diantara kutub N dan S dari sebuah magnet
yang terjadi oleh arus listrik dalam penghantar dan garis gaya magnet dari
magnet permanen saling berpotongan menyebabkan magnetic flux bertambah
dibagian bawah penghantar dan berkurang di bagian atas penghantar.

Kita dapat menganggap bahwa magnetic flux adalah sebagai sabuk karet yang
telah di tegangkan. Jadi magnetic flux, maka gaya akan cenderung menarik pada
satu garis lurus lebih kuat di bagian bawah penghantar.

Akibatnya dari hal ini bahwa penghantar akan memperoleh gaya yang cenderung
mendorongnya ke atas (kaidah tangan kiri fleming).

77
Gambar 3. 3 Kekuatan gaya Elektro magnitik

Kekuatan Gaya Elektromagnetik


Kekuatan F dari suatu gaya elektromagnetik bervariasi sebanding dengan
densitas magnetic flux B (jumlah garis gaya magnet dari gaya persatuan luas),
arus I yang mengalir pada penghantar dan panjang penghantar L yang
dinyatakan sebagai berikut :
F=B I l
Dengan kata lain, gaya elektromagnetic akan lebih besar bila medan magnetnya
kuat, bila arus listrik yang mengalir pada penghantar makin besar, atau bila
panjang penghantar yang berada pada medan magnet semakin besar.
Sebuah lilitan kawat yang diletakkan diantara kutub magnet permanen akan
mulai berputar bila diberi arus. Hal ini disebabkan arus mengalir dengan arah yang
berlawanan pada masing-masing lilitan, jadi gaya yang saling memotong dari
lilitan dengan dari magnet itu sendiri.
Akibatnya lilitan kawat akan berputar searah dengan jarum jam.

Gambar 3. 4 Arah garis-garis gaya magnit

Petunjuk
Tanda X dalam lingkaran merupakan penampang kawat, menunjukkan
bahwa arus mengalir menjauhi pembaca; titik (.) menunjukkan bahwa arus
mengalir menuju pembaca.

78
Dengan waktu yang tepat, dengan membalik arah aliran arus dengan
menggunakan komutator, maka lilitan akan terdorong berputar terus pada arah
yang sama. Gambar di bawah menunjukkan model yang paling sederhana dari
kerjanya motor.

Gambar 3. 5. Prinsip kerja motor stater.

Pada motor yang sebenarnya, beberapa set kumparan dipergunakan untuk


membatasi ketidak teraturan putaran dan menjaga kecepatan agar tetap konstan,
tetapi prinsip kerjanya sama.
Selanjutnya, motor seri DC yang dikombinasikan pada motor starter
menggunakan sejumlah kumparan yang disebut field coil yang dirangkai secara
seri dengan beberapa kumparan armature sebagai pengganti magnet kumparan.
Konstruksi Starter Listrik

79
Gambar 3. 6 Starter listrik jenis dorong dan sekrup elektro magnetik

Bagian-bagian starter dapat digolongkan dalam 3 bagian :



Bagian yang menghasilkan momen putar (motor listrik)

Bagian pinion, kopling jalan bebas dan sistem penggerak pinion

Bagian solenoid

Motor Starter
Motor starter adalah motor seri arus searah yang mengubah tenaga listrik
menjadi tenaga mekanik
Motor seri artinya kumparan medan dihubungkan seri dengan Anker
Tenaga mekanik yang dihasilkan berupa tenaga putar dari poros anker ke roda
penerus lewat pinion.

80
Gambar 3. 7.Relay starter./solenoid

Macam konstruksi starter sekrup dapat dibedakan menurut :


1. Penggerak unit pinion
a. Starter sekrup tanpa kopling jalan bebas
Pegas peredam kejut berfungsi meredam kejutan saat pinion berhubungan
dan meneruskan momen putar dari poros anker ke poros berulir
memanjang
b. Starter sekrup dengan kopling dengan kopling jalan bebas
Dengan kopling jalan bebas maka sewaktu motor mulai akan hidup pinion
tetap akan berkaitan dengan roda gaya
2. Macam penggunaan motor listrik
a. Motor seri
b. Motor listrik dengan magnet permanen

81
Keuntungan motor dengan magnet permanen
a. Bentuk konstruksi sederhana
b. Bentuk lebih kecil
c. Putaran konstan, karena medan magnet pada sepatu kutub tetap pada
setiap keadaan
Kerugian :
Tanpa reduksi putaran momen putar kecil (terbatas) sehingga hanya untuk
motor kecil

3. Macam rangkaian listrik


a. Dengan sakelar mekanis
1) Bentuk sederhana tapi mkurang nyaman dalam penggunaannya
2) Kabel yang digunakan lebih panjang sehingga kerugian tegangan lebih
besar

b. Dengan relai :
1) Rangkaian menjadi praktis
2) Kabel ke motor starter lebih pendek sehingga kerugian tegangan kecil
3) Dapat dikendalikan dengan kunci kontak
4) Starter Dorong dan Sekrup

82
Gambar 3. 8.Skema konstruksi starter dorog dan sekrup

Keterangan Gambar di atas :


1. Pinion.
2. Kopling jalan bebas.
3. Tuas pendorong.
4. Pegas pengembali.
5. Kumparan penarik.
6. Kumparan penahan.
7. Kumparan medan.
8. Anker.
9. Kumparan medan.
10. Poros ulir memanjang.
11. Cincin pendorong.
12. Tabung penggerak.
13. Pegas pengembali

83
Kegiatan Belajar : Memelihara Sistem Starter

1). Pemeriksaan Sistem Starter pada Mobil dan pada Test Bench

ALAT BAHAN WAKTU

Kotak alat Mobil atau engine stand Instruksi : 2 jam


Multimeter Starter Latihan : 5 jam
Hidrometer Kabel penghubung
Ampermeter 0-500 A
Keselamatan kerja :

Jangan start mesin selama masih ada orang yang bekerja pada mobil kopling
selalu harus ditekan.Terjadi gangguan pada starter

Gambar 3. 9 Mobil mengalami gangguan sistem starter.

84
Langkah kerja :
Tes pada mobil

Periksa kondisi baterai dengan


hydrometer
Bila baterai kosong isi baterai
dengan alat pengisianer
Bila baterai terisi di atas 70 % tes 2
Gambar 3. 10 Pemeriksaan BJ
baterai dengan hidrometer

Periksa hubungan pada


klem klem kabel baterai
Apabila hubungan klem
klem baterai kurang baik
(kotor, kendor, atau korosi)
perbaiki

Gambar 3.52 Membersihkan terminal


Gambar 3.11 Membersihkankabel terminal kabel
Matikan sistem pengapian
dengan melepas kabel
pada terminal 1 (-) pada
koil pengapian.
Ukur tegangan antara
terminal baterai saat
distart.

Gambar 3. 12 Matikan sistem pengapian

85
Bila tegangan terukur
kurang dari 10 volt isi
atau ganti baterai
Bila tegangan terukur
diatas 10 volt tes 4

Gambar 3. 13 mengukur tegangan baterai

Ukur tegangan pada


terminal 50 saat mesin
di start
Ukur tegangan pada terminal 50

Gambar 3. 14 Pemeriksaan tegangan terminal 50

Jika tegangan terukur


minimal 10 volt
Tes 5
Jika tegangan terukur
kurang dari 10 volt periksa
rugi tegangan dari kunci
kotak ke solenoid

Gambar 3. 15 Pemeriksaan rugi tegangan

86
Ukur tegangan terminal
utama starter saat di
start
Jika terjadi kerugian
tegangan kurang lebih
0,5 volT
pengabelan sistem starter
baik
Jika terjadi kerugian
Gambar 3. 16 Pemeriksaan rugi tegangan + tegangan lebih
besar dari 0,5 volt
Tes 6

Ukur rugi tegangan antara


terminal positif baterai
dengan terminal utama
motor starter saat di
start

Gambar 3. 17 Pemeriksaan rugi tegangan


terminal 30

87
o Jika tegangan terukur tetap nol
berarti baik Tes 7
Jika tegangan terukur lebih
besar 0,5 volt periksa
hubungan dari baterai,
solenoid dan starter

Gambar 3. 18 Pemeriksaan rugi tegangan

Ukur rugi tegangan


antara terminal 30 dan
terminal utama pada
solenoid saat starter
bekerja

Gambar 3. 19 Mengukur rugi tegangan terminal 30


dan solenoid

Jika tegangan terukur tetap


nol Tes 8
Jika terjadi rugi tegangan
lebih besar 0,25 volt
solenoid diperbaiki atau
diganti

Gambar 3.20 Mengukur rugi tegangan 30 dengan


solenoid

88
Ukur rugi tegangan antara
terminal negatif baterai
dengan bodi starter saat
di start

Gambar 3.21 Mengukur rugi tegangan terminal


negatif

Jika rugi tegangan terukur


nol maka rangkaian
massa baik
Jika terukur lebih dari 0,2
volt perbaiki hubungan
massa dari baterai ke
Gambar 3.22 Besaran rugi tegangan pada penghantar
bodi dan mesin
negatif

89
Utama
Ukur arus utama dan
tegangan saat mesin di
start

Ukur arus utama dan


tegangan saat mesin di
start dengan gigi
percepatan tiga dan
direm tangan
Bandingkan hasil
pengukuran tersebut
dengan buku manual
Lepas klem 30 dan 50
pada solenoid
Gambar 3.23 Pemeriksaan arus

D. Aktifitas Pembelajaran Pengisian


Setelah selesai kegiatan pembelajaran sistem pengisian /charging, anda
hendaknya mengidentifikasi nama , fungsi komponen cara kerja sistem dan
jalannya aliran listrik pada rangkaian. Berilah arah arus listrik pada saat kunci
kontak ON. Dan seyogyanya selalu siapkan dalam proses pembelajaran
tentang Model, Alat bantu mengajar atau Teaching Aids untuk efektifitas dalam
proses pembelajaran.Selain itu juga anda perlu sekali mengindentifikasi macam-
macam gangguan yang terjadi pada sistem rangkaian , pada karakteristik
komponen komponen.

E. Latihan/Kasus/Tugas Sistem starter


1. Jika pada saat mekanik bekerja melepas motor starter pada mesin
mobil,keamanan dan keslamatan kerja yang harus diperhatikan adalah :
a. Kunci kontak harus OFF.
b. Lampu kepala harus mati.
c. Lampu tanda belok harus OFF.

90
d. Kabel baterai plus harus dilepas.
2. Pada waktu akan menstarter mesin mobil , agar keslamatan mobil dan
pengemudi aman dan tidak terjadi kerusakan , hal yang harus diperhatikan
adalah :

a. Posisi gigi transmisi mundur.


b. Posisi roda kemudi lurus.
c. Posisi gigi transmisi Parkir.
d. Posisi gigi transmisi harus netral.
3. Pada saat mengetes kerja motor starter pada mesin mobil,supaya mesin tidak
hidup, maka tindakan yang harus diperhatikan adalah :
a. Kabel terminal B kunci kontak harus dilepas..
b. Kabel terminal C motor starter harus dilepas.
c. Kabel ke terminal negatip Coil harus dilepas.
d. Kabel terminal ST pada motor starter harus dilepas.
4. Pada saat menstarter mesin mobil , perbedaan tegangan kerja kabel positip
baterai dan positip pada motor starter yang diperbolehkan maksimum
..volt.
a. 0,5
b. 0,3.
c. 0,2.
d. 0,1.
5. Pada saat pengemudi kendaraan menstarter , motor starter bereaksi klik- klik,
motor starter tidak bisa berputar. Diagnosa kerusakan npada sistem starter
adalah :
a. Roda gigi pinion motor starter rusak.
b. Roda gigi ring pada mesin rusak.
c. Kurang pelumasan. pada sistem starter
d. Tegangan kerja baterai lemah.

F. Rangkuman
1. Bahwa mesin tidak dapat hidup dan hidup dengan sendirinya, walaupun
campuran udara dan bahan bakar dapat disalurkan kedalam ruang bakar.Oleh
sebab itu dibutuhkaan suatu sistem yang dapat merubah energi listrik menjadi
energi mekanik yang berupa gerak putar.Untuk memutar poros engkaol dari

91
mesin , sehingga mesin bisa hidup.kecepatan minimum dibutuhkan untuk
menstart mesin. Dalam hal ini motor starter digunakan untuk memutar motor
pertama kali sampai tercapai putaran tertentu dalam usaha memulai
pembakaran sehingga motor bisa hidup.
2. Motor starter sebagai penggerak mula pada mesin,maka harus dapat
mengatasi hambatan hambatan seperti :Tekanan kompresi mesin,gesekan
dari bagian bagian yang bergerak, minyak pelumas,mekanik katup dan lain
lain.
3. .Motor starter sekrup adalah : pinion dalam melekukan gerakan , menyekrup
maju, dan gerakan mundur, pada poros berulir panjang yang diputar oleh
angker.Dimana gerakan menyekrup maju gigi pinion untuk berhubungan
dengan roda gaya atau fly wheel, sehingga poros engkol berputar.
4. Starter Dorong dan sekrup, terdiri dari :
a. Motor arus searah, sebagai pembangkit tenaga.
b. Unit penggerak pinion yang terdiri dari ; pinion, kopling jalan bebas dan
tabung penggerak, poros berulir memanjang angker, tuas pendorong.
c. Solenoid atau saklelar magnit .
5. Fungsi utama dari sakelar magnit ( magnetic switch) adalah untuk
menghubungkan dan melepaskan starter clutch dengan roda gigi roda
penerus atau roda gaya., dan sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar ke
motor starter melalui terminal utama. Atau sebagai relai dan penggerak tuas
pendoronga.
6. Starter Angker Dorong.
Starter model ini gerakan dorong aksial pinion dilakukan oleh langsung oleh
angker itu sendiri. Oleh sebab itu komutatornya lebih panjang dari pada starter
lainnya. Dan model starter angker dorong
mempunyai tiga kumparan , antara lain : Kumparan penarik ( pull in coil ),
kumparan penahan ( hold in coil), kumparan seri/utama.
7. Starter Batang Dorong Pinion.
Starter model ini biasanya dipergunakan pada kendaraan yang diesel
bertenaga besar, generator bertenaga besar, diesel pada kapal laut.Daya
motor starter sampai dengan 6 swampai 18 HP.

92
8. Pada saat di start tegangan kerja pada kedua pool baterai terukur kurang dari
10 Volt, bila kurang baterai harus diganti.
9. Solenoid sistem Starter model batang dorong pinion berfungsi untuk :
a. Mendorong gigi pinion hingga mengait dengan roda gaya.
b. Menghubungkan arus utama untuk memutarkan jangkar atau angker.
10. Sistem Starter model dorong pinion digunakan pada mobil yang bertenaga
besar seperti Motor Diesel, diesel Generator Diesel pada Kapal laut dan lain
lain.

G. Umpan Balik dan Tindak lanjut


Peserta diklat/ Guru setelah menyelesaiakan latihan dalam modul ini ,
diharapkan menelaah /mempelajari kembali bagian bagian yang belum
dikuasainya. Tujuannya adalah untuk memahami secara mendalam sebagai
bekal dalam melaksanakan tugas keprofesian guru dan untuk bekal dalam
mencapai hasil pelaksanaan Uji Kompetensi guru dengan ketuntasan minimal
materi modul 80 %.

Setelah menuntaskan modul ini , maka langkah selanjutnya / peserta diklat guru
berkwajiban untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya sesuai
ketetapan yang telah ditentukan. Pada struktur program mapping kendaraan
ringan.

H. Kunci Jawaban soal latihan.


Pilihlah Jawaban Yang Paling Benar Pada Pilihan Jawaban

1. Jika pada saat mekanik bekerja melepas motor starter pada mesin
mobil,keamanan dan keslamatan yang harus diperhatikan adalah :
a. Kunci kontak harus OFF.
b. Lampu kepala harus mati.
c. Lampu tanda belok harus OFF.
d. Kabel baterai plus harus dilepas.
2. Pada waktu akan menstarter mesin mobil , agar keselamatan mobil dan
pengemudi aman dan tidak terjadi kerusakan , hal yang harus diperhatikan
adalah:
a. Posisi gigi transmisi mundur.

93
b. Posisi roda kemudi lurus.
c. Posisi gigi transmisi Parkir.
d. Posisi gigi transmisi harus netral.
3. Pada saat mengetes kerja motor starter pada mesin mobil,supaya mesin tidak
hidup, maka tindakan yang harus diperhatikan adalah :
a. Kabel terminal B kunci kontak harus dilepas..
b. Kabel terminal C motor starter harus dilepas.
c. Kabel ke terminal negatip Coil harus dilepas.
d. Kabel terminal ST pada motor starter harus dilepas.
4. Pada saat menstarter mesin mobil , perbedaan tegangan kerja kabel positip
baterai dan positip pada motor starter yang diperbolehkan maksimum
..volt.
a. 0,5
b. 0,3.
c. 0,2.
d. 0,1.
5. Pada saat pengemudi kendaraan menstarter , motor starter bereaksi/bunyi
cetuk- cetuk, motor starter tidak bisa berputar. Diagnose kerusakan pada
sistem starter adalah :
a. Roda gigi pinion motor starter rusak.
b. Roda gigi ring pada mesin rusak.
c. Kurang pelumasan. pada sistem starter
d. Tegangan kerja baterai lemah./rendah