Anda di halaman 1dari 12

ASAM DAN BASA

Kampetensi Dasar
3.10 Memahami konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
4.10 Menentukan trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam

Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius;


2. Menyatakan pengertian asam dan basa menurut Bronsted- Lowry;
3. Menyatakan pengertian asam dan basa menurut Lewis;
4. Menghubungkan kekuatan asam dan basa dengan derajat ionisasi dan tetapan kesetimbangan ionisasinya;
5. Menghitung pH larutan asam/basa dari data konsentrasinya;
6. Mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam basa dan memperkirakan pH suatu larutan elektrolit
yang tidakk kenal; dan
7. Menunjukkan keunggulan konsep asam basa Lewis untuk mengatasi keterbatasan konsep asam basa Arrhenius dan
Bronsted- Lowry.

Apakah kamu pernah mendengarkan istilah asam atau basa ? Dapatkah kamu menyebutkan contoh larutan
asam basa dalam kehidupan sehari-hari ? untuk menjawab pertanyaan ini, cobalah kamu baca penjelasan
berikut dengan cermat.

Marilah kita mensyukuri anugerah Tuhan yang telah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang
bermanfaat bagi manusia. Salah satu ciptaan Tuhan yang bermanfaat bagi kehidupan adalah buah-buahan.
Manusia mengonsumsi buah-buahan untuk menjaga kesehatannya. Salah satu buah yang banyak dikonsumsi
adalah jeruk. Kamu tentu sering meminum minuman jeruk hangat maupun es jeruk bukan ? Apa yang kamu
rasakan saat minum es jeruk ? Saat kamu minum es jeruk, kamu akan merasakan rasa masam. Tahukah kamu
bahwa es jeruk yang kamu minum mengandung senyawa asam ?

Selain senyawa asam, kamu juga sering menggunakan senyawa basa dalam kehidupanmu. Salah satu
contoh produk sehari-hari yang bersifat basa adalah sabun. Tahukah kamu apa yang dimaksud senyawa asam
dan basa ? untuk menambah pengetahuanmu mengenai asam dan basa, pelajarilah materi berikut ini dengan
penuh semangat!
Peta Konsep

Arrhenius

Teori Asam Basa Bronsted-Lowry

Lewis
Indikator
Buatan

Derajat
Indikator Alami
keasaman (pH)

pH meter
Asam dan Basa Sifat Asam Basa
dan Derajat
Keasaman (pH)
Asam Basa Kuat

Asam Basa
Sifat Asam Basa
Lemah

Asam Basa
Konjugasi
Bidang Industri

Kegunaan
Kehidupan
Sehari-Hari

Kata Kunci

Asam Basa Sifat Asam Basa


Derajat Keasaman (pH) Idikator
ASAM DAN BASA

Asam merupakan zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa
asam, dapat merusak permukaan logam juga lantai marmer atau biasa disebut korosif. Asam
juga dapat bereaksi dengan logam dan menghasilkan gas Hidrogen, sebagai indikator
sederhana terhadap senyawa asam, dapat digunakan kertas lakmus, dimana asam dapat
mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Asam klorida dalam geteh pencernaan
dilambung, asam asetat sebagai asam penyusun dalam cuka, asam karbonat yang memberikan
rasa segar dalam minuman berkarbonat, dan asam sitratyang dikandung dalam berbagai jeruk.
Basa merupakan zat yang memiliki sifat sifat yang spesifik, seperti lilin. Jika
mengenai kulit kulit dan terasa getir, serta dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi
biru. Banyak orang mengenali bau rangsang yang kuat (dari) basa amonia, lazim digunakan
dalam bentuk larutan air dan berbagai cairan pembersih sebagai pemati hama.
Beberapa ahli memberikan definisi asam dan basa yang berbeda-beda. Senyawa yang
bersifat asam dan basa dibedakan menjadi asam lemah, asam kuat, dan basa lemah, dan basa
kuat. Apakah perbedaan senyawa-senyawa tersebut? Begaimanakah ciri-ciri senyawa yang
bersifat asam atau basa tersebut? Mari kita pelajari materi berikut.

A. Teori Asam Basa Arrhenius


Teori asam basa mulai dipelajari sejak tahun 1884 oleh Svante
Tokoh Kimia Arrhenius. Menurut Arrhenius, jika asam dan basa dilarutkan ke
dalam air, keduanya akan mengalami proses penguraian menjadi ion-
ion (reaksi ionisasi/disosiasi).

Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion


H+.
Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion
OH-.
Svante August Arrhenius Secara kimia dapat di nyatakan :
(1859-1927)
+
Svante August Arrhenius adalah
Seorang Kimiawan asal Swedia
1) HCl(aq) H (aq) + Cl- (aq) (asam)
dan salah seorang penemu dalam
ilmu Fisika dan kimia. Ia 2) HA + aq H + (aq) + A - (aq ) (asam)
melanjutkan pendididkannya di
physical Institute of the Swedish +
Academy of Science di Stockholm 3) NaOH(aq) Na (aq) + OH-(aq) (basa)
pada 1881 setelah lulus dari
sekolah Katedral. Pada 1884, ia +
mengajukan tesisnya mengenai 4) BOH + aq B (aq) + OH- (aq) (basa)
konduktivitas elektrolit, tetapi di
tolak dan mendapat nilai rendah.
Namun, tesisnya ini menarik
Setelah diteliti ternyata H+ (proton) tidak mungkin berdiri bebas dalam
perhatian ilmuwan lain sehingga
Arrhenius bergabung membentuk air, tetapi berikatan koordinasi dengan oksigen air, membentuk ion
tim untuk penelitiannya .
Sumber : kids.britannica.com
hodronium (H3O+)
+ +
H + H2O H3O

Ion H3O+ dan OH- terdapat dalam air murni melalui reaksi
H2O + H2O H3O+ + OH-

Dengan demikian, definisi asam basa Arrhenius dalam versi modern adalah sebagai
berikut :
+
Asam adalah zat yang menambah konsentrasi ion hidronium (H3O ) dalam larutan
air, dan basa adalah zat yang menambah konsentrasi ion hidroksida (OH-).

Contoh senyawa yang tergolong asam dan basa menurut teori


Arrhenius adalah sebagai berikut.
a. Asam: HCl, HNO3, dan H2SO4. Senyewa ini jika dilarutkan dalam
air akan terurai membentuk ion H+ dan ion negatif sisa asam.
HCl (aq) H+(aq) + Cl- (aq)
Info Kimia HBr (aq) H+ (aq) + Br- (aq)
b. Basa: NaOH, KOH, Ca(OH)2, dan Al(OH)3. Senyawa ini jika
Buahbuahan yang masam
dilarutkan dalam air akan terurai membentuk ion OH- dan ion
mengandung asam organik.
Jeruk mengandung asam positif sisa basa.
sitrat dan apel mengandung NaOH (aq) Na+ (aq) + OH- (aq)
asam malat. Selain itu, buah
buahan yang masam juga KOH (aq) K+ (aq) + OH- (aq)
mengandung asam askorbat Teori Arrhenius masih memiliki beberapa kekurangan, sebagai berikut.
yang dikenal sebagai vitamin
C. Vitamin C berfungsi sebgai
Hanya dapat diaplikasikan dalam reaksi yang terjadi dalam air.
antioksidan. Tidak menjelaskan mengapa beberapa senyawa yang
mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1 (seperti
HCl) larut dalam air untuk membentuk larutan asam, sedangkan
yang lain seperti CH4 tidak.
Tidak dapat menjelaskan mengapa senyawa yang tidak
memiliki OH-, seperti NA2CO3 memiliki karakteristik seperti
basa.

B. Teori Asam Basa Bronsted- Lowry


Teori Brnsted-Lowry adalah teori mengenai asam basa yang digagaskan oleh
Johannes Nicolaus Brnsted dan Thomas Martin Lowry pada tahun 1923 secara
terpisah. Dalam teori ini, asam Brnsted didefinisikan sebagai sebuah molekul atau ion
yang mampu melepaskan atau "mendonorkan" kation hidrogen (proton, H+), dan basa
Brnsted sebagai spesi kimia yang mampu menarik atau "menerima" kation hidrogen
(proton).
H+

TOKOH KIMIA HCl(aq) + H2O(l) Cl- (aq) + H3O+(aq)

Pada tahun 1923, Johanes N. Bronsted dan Thomas M.


Lowry dalam waktu yang bersamaan, walaupun bekerja sendiri
sendiri, mengajukan konsep asam basa berdasarkan pemindahan
proton (H+). Menurut Bronstead dan Lowry, asam adalah spesi yang
memberi proton, sedangkan basa adalah spesiyang menerima proton

Johannes Nicolaus pada suatu reaksi pemindahan proton. Jadi, H2O berlaku sebagai basa
Bronsted (1879-1947) karena menerima proton dari HCl.
Bronsted merupakan ahli
kimia fisik yang dikenal
dengan konsep asam
basanya. Bronsted Asam Bronsted - Lowry = donor proton
merupakan perumus sifat
katalik dan kekuatan asam Basa Bronstead Lowry = akseptor proton
basa. Pada tahun 1903, ia
menikah dengan
Charlotte Louise
Warberg,yang merupakan Perhatikan beberapa contoh berikut ini:
perempuan pertama ahli
teknik yang ada di Denmark.
Sumber :
HCl(benzena) + NH3(benzena) NH4Cl(s)
fachschaften.kst.ch Asam Basa
NH4+ (aq) + H2O (l) NH3(aq) + H3O+(aq)
Asam Basa
HSO4- (aq) + CO32- (aq) SO42-(aq) + HCO3- (aq)
Asam Basa
H2O (l) + NH3 (aq) NH4+ (aq) + OH- (aq)
Asam Basa

Pada contoh contoh diatas, terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam ( donor
proton ) dan sebagai basa (akseptor proton). Zat atau spesi seperti itu bersifat amfiprotik.
Reaksi ionisasi air sebenarya adalah autoprotolisis sebagai berikut.
H2O (l) + H2O (l) H3O+ (aq) + OH-(aq)

Sifat amfiprotik dari air dapat menjelaskan sifat asam basa suatu zat dalam air . Zat yang
bersifat asam basa suatu zat dalam air. Zat yang bersifat asam memberi proton kepada
molekul air, sedangkan zat yang bersifat basa menarik proton dari molekul air .
Kegiatan 1
Judul Kegiatan : Mendefinisikan Teori Asam Basa Arrhenius dan Bronsted- Lowry
Jenis Kegiatan : Kerja Kelompok
Tujuan Kegiatan : 1) Peserta didik dapat menjelaskan teori asam basa Arrhenius dan
Bronsted- Lowry.
2) Peserta didik dapat menyajikan hasil diskusi mengenai teori asam basa
Arrhenius dan Bronsted- Lowry.
Langkah Kegiatan
1. Cermatilah dan pahamilah reaksi NH3bdengan air berikut!
NH3(g) + H2O NH4+ (aq) + OH- (aq)
Pada reaksi tersebut, molekul NH3 menerima satu proton (H+) dari molekul air, atau dengan
kata lain, molekul air memberi satu proton (H+) ke molekul amonia (NH3).
2. Ajukan beberapa pertanyaan mengenai teori asam basa Arrhenius dan Bronsted- Lowry
kepada kelompokmu untuk menyamakan persepsi mengenai teori tersebut!
3. Lakukan diskusi kelompok mengenai beberapa pertanyaan berikut!
a. Sesuai dengan teori asam basa Arrhenius, apakah pembawa sifat asam dan apa pula
pembawa sifat basa?
b. Sesuai dengan teori asam basa Bronsted- Lowry, cobalah kamu tentukan sifat asam/basa
NH3 dan H2O pada reaksi tersebut!
c. HCl, H2SO4, HNO3, dan CH3COOH adalah zat yang tergolong asam Arrhenius.
Bagaimana reaksi ionisasi asam-asam tersebut?
4. Analisislah jawaban kelompokmu kemudian buatlah kesimpulan tentang teori asam basa
Arrhenius dan Bronsted- Lowry.
5. Persentasikan kesimpulan hasil diskusi kelompok tentang teori asam basa Arrhenius dan
Bronsted- Lowry di depan kelas!

C. Teori Asam Basa Lewis

TOKOH KIMIA
Pada teori asam-basa Arrhenius tidak dijelaskan perilaku asam-
basa dalam larutan tidak berair dan pada teori asam-basa Bronsted-
Lowry tidak diterangkan akan adanya sistem yang tidak terprotonasi.
G.N. Lewis, pada tahun 1923, mengemukakan teori asam-basa dalam
buku Thermodynamics and the Free Energy of Chemical Substances .
Gilbert Newton Lewis
(1875-1946) Menurut Lewis:
Seorang ahli kimia fisik Amerika
dikenal untuk penemuan ikatan Asam: zat/senyawa yang dapat menerima pasangan elektron bebas
kovalen dan konsepnya pasangan
elektron dot, struktur Lewis. dari zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
Lewis telah berhasil memberikan
kontribusi untuk termodinamika,
fotokimia, dan pemisahan isotop, dan
Basa: zat/senyawa yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas
juga dikenal karena konsep asam dan
basanya. dari zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
Sumber : ru. Wikipedia.org
Contoh

Contoh Teori Asam dan Basa Menurut Lewis pada Gambar diatas telah menunjukan
bahwa Ion H+ (Proton) ialah Asam Lewis karena mampu menerima Pasangan Elektron,
sedang NH3 merupakan Basa Lewis. Lalu pada reaksi antara BF3 dengan NH3 pada Gambar
diatas yang merupakan Asam Lewis ialah BF3 karena bisa menerima sepasang Elektron dan
teruntuk NH3 ialah Basa Lewis.

Tugas Rumah

Tuliskan pasangan asam basa konjugasi soal soal berikut :

1. H2SO4 + H2O H3O+ + HSO4-


2. CH3COOH (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + CH3COO- (aq)
3. CH3COOH (aq) + HNO2 (aq) CH3COOH2+ (aq) +NO2- (aq)
4. HSO4- (aq) + H2O (l) H3O+(aq) + SO42- (aq)
5. HCl (aq) + CH3COOH (l) CH3COOH+(aq) + Cl- (aq)

Setelah selesai, mintakan tanda tangan orangtuamu pada kolom seperti


dibawah ini !

Paraf Orangtua Paraf Guru

(.......................) (........................)

D. Sifat Asam Basa dan Derajat Keasaman (pH)


Suatau senyawa dapat diketahui bersifat asam
1. Asam dan Basa Kuat
Asam kuat merupakan senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya
menjadi ion ionnya. Contoh asam kuat adalah HCl dan HNO3. Besarnya konsentrasi
H+ asam kuat dirumuskan sebagai berikut .
[ H +] = a. [ asam ]

Keterangan : a = valensi asam

Contoh soal :
Tentukan konsentrasi ion H+ dalam HCl 0,01 M !

Penyelesaian : HCl tergolong asam kuat . Dalam air dianggap terionisasi sempurna
(100%). Reaksi Ionnya :
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
Mula Mula : 0,01 - -
Terionisasi : 0,01 0,01 0,01
Sisa : 0 0,01 0,01

Jadi, Setelah terionisasi dalam larutan HCl 0,01 M terdapat [H+] = 0,01 M ;
dan [HCl] dianggap tidak ada.

Besarnya [H+] jika dicari dengan menggunakan rumus diatas:

[H+] = a. [HCl]

[H+] = 1. 0,01 M

[H+] = 0,01 M

Sementara itu, basa kuat merupakan senyawa basa yang dalam larutannya
terionisasi seluruhnya menjadi ion innya. Besarnya konsentrasi OH- basa kuat
dirumuskan sebagai berikut .

[ OH -] = b. [ basa ]

Keterangan :

b = valensi basa

Contoh soal :

Tentukan konsentrasi ion OH- Pada larutan NaOH 0,03 M!

Penyelesaian :

NaOH tergolong basa kuat. Dalam air dianggap terionisasi sempurna (100%). Reaksi

Ionnya :
NaOH(aq) Na+ (aq) + OH-(aq)

Mula Mula : 0,03 - -


Terionisasi : 0,03 0,03 0,03
Sisa : 0 0,03 0,03

Jadi, setelah terionisasi dalam larutan NaOH 0,03 M terdapat [ Na+] = 0,03 M ; [OH-]

= 0,03 M ; dan [ NaOH] dianggap tidak ada .

Besarnya [OH-] jika dicari dengan menggunakan rumus diatas:

[OH-] = b. [NaOH]

[OH-] = 1. 0,03 M

[OH-] = 0,03 M

2. Asam dan Basa Lemah


Asam lemah merupakan senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit
terionisasi menjadi ion ionnya. Zat Zat yang bersifat asam lemah, di dalam larutan
membentuk kesetimbangan antara molekul molekul asam lemah dengan ion
ionnya .
Misalkan, larutan asam lemah HA a M dilarutan dalam air, larutan tersebut
akan terionisasi membentuk ion ion H+ dan A-. Jika HA yang terionisasi sebesar x
M, maka reaksi kesetimbangan asam lemah HA dituliskan sebagai berikut .

HA(aq) H+ (aq) + A-(aq)

Mula Mula : a - -
Terionisasi : x x x
Sisa : (a-x) x x

Karena HA membentuk keadaan kesetimbangan, maka pelarutan asam lemah dalam


air memiliki nilai tetapan kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan untuk asam lemah
dinamakan tetapan ionisasi asam, dilambangkan dengan Ka. Rumusnya sebagai
berikut .

[H+] [A-] x.x x2


Ka =
[HA] = (a x ) = a

x2 = Ka.a

x = Ka.a

[H+] = x = Ka.a
[H+] = Ka.[HA]

Keterangan :

[HA] = konsentrasi asam (M)

Ka = tetapan ionisasi asam

Pada rumus tersebut, konsentrasi awal HA dianggap tetap atau konsentrasi HA yang
terionisasi dapat diabaikan karena relatif sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi awal
HA.

Contoh Soal:

Tentukan konsentrasi ion H+ dalam H2SO3 0,001 M Jika Ka = 1 x 10-5 !

Penyelesaian :

[ H+ ] = Ka. [ H2SO3]

[ H+ ] = 1 x 10-5. [ 10-3]

[ H+ ] = 10-8

[ H+ ] = 10-4 M

Basa lemah merupakan senyawa basa yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi
menjadi larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion ionnya. Misalnya, larutan basa
lemah BOH b M dilarutkan dalam air, larutan tersebut akan terionisasi sebesar y M, maka
reaksi kesetimbangan basa lemah BOH dituliskan sebagai berikut .

BOH(aq) B+ (aq) + OH- (aq)


Mula Mula : b - -
Terionisasi : y y y
Sisa : (b-y) y y

[B+] [OH] y.y y2


KB = = =
[BOH] ( b- y) b

y2 = Kb.b

y = Kb.b

[OH-] = y = Kb.b

[OH-] = Kb.[ BOH]


Keterangan :

[BOH] = Konsentrasi asam (M)

Kb = tetapan ionisasi basa

Contoh soal :

Tentukan konsentrasi ion OH- dalam larutan NH3 0,1 M.

Diketahui Kb NH3 = 10-5 !

Penyelesaian :

[OH-] = Kb.[NH3]

[OH-] = 10-5 . 10-1

[OH-] = 10-6

[OH-] = 10-3 M

3. Asam Poliprotik

Asam poliprotik adalah asam yang dapat melepaskan lebih dari satu proton (ion H+).
Di dalm air, asam asam tersebut melepaskan proton secara bertahap dan pada setiap tahap
hanya satu proton yang dilepaskan bergantung pada kekuatan asamnya. Contoh asam
poliprotik antara lain H2SO4 , H2CO3, H2C2O4 dan H3PO4.

Didalam air, asam asam tersebut melepaskan proton secara bertahap dan pada setiap
tahap hanya satu proton yang dilepaskan. Jumlah proton yang dilepaskan bergantung pada
kekuatan asamnya.

Untuk asam kuat seperti H2SO4, pelepasan proton yang pertama sangat besa,
sedangkan pelepasan proton kedua relatif kecil dan berkesetimbangan.

Perhatikan reaksi kesetimbangan H2CO3 berikut .

H2CO3(aq) H+ (aq) + HCO3- (aq)

[H+] [HCO3-]
Ka1 =
[H2CO3]
HCO3- (aq) H+ (aq) + CO32- (aq)
Ka2 = [ H+] [CO32-] = 5,6 x 10-11
[ HCO3-]
Karena ada dua tahap ionisasi, maka ada dua harga tetapan kesetimbangan, ditandai
dengan Ka1 dan Ka2 , dimana Ka1 >> Ka2. Berikut ini ditunjukkan harga tetapan ionisasi asam
poliprotik
.
Tabel 5.2 Tetapan Ionisasi Beberapa Asam poliprotik

Senyawa Ka1 Ka2 Ka3


H3PO4 7,5 x 10-3 6,2 x 10-8 4,8 x 10-13
H3AsO4 5,0 x 10-3 8,0 x 10-8 6,0 x 10-10
H2SO4 Besar 1,2 x 10-2
H2SO3 1,5 x 10-2 1,0 x 10-7
H2C2O4 6,5 x 10-2 6,1 x 10-7
H2CO3 4,3 x 10-7 4,8 x 10-11