Anda di halaman 1dari 8

PEMISAHAN KATION GOLONGAN I

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat memisahkan kation golongan I dari sampel.
2. Mengidentifikasi kation-kation golongan I yaitu Ag+, Hg2+ dan Pb2+.

II. DASAR TEORI


Dalam analisis kualitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan dalam lima
golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagensia. Dengan
memakai apa yang disebut reagensia golongan secara sistematik, dapat kita
tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation, dan dapat juga memisahkan
golongan golongan ini untuk pemeriksaan lebih lanjut (Vogel I, 1990 : 203).
Kation golongan pertama membentuk klorida-klorida yang tak larut. Namun,
timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tak pernah
mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu
cuplikan, ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif dengan
hidrogen sulfida dalam suasana asam bersama-sama kation golongan II, nitrat
dari golongan ini sangat mudah larut. Diantara sulfat-sulfat, timbel sulfat praktis
tidak larut, sedangkan perak sulfat larut lebih banyak. Oleh karena itu, pada
pemisahan kation golongan I digunakan HCl sebagai reagensia untuk
mengendapkan dan memisahkan kation golongan I dengan golongan yang
lainnya. (Vogel I, 1990 : 205)

Kation-kation dalam golongan I yang terdiri atas Ag+,Hg2+,dan Pb2+. Garam


klorida dari kation golongan I adalah Hg2Cl2, AgCl2, dan PbCl2. . Pemisahan
masing-masing kation tersebut dilakukan berdasarkan cara sebagai berikut:
1. PbCl2 dipisahkan dari Hg2Cl2 dan AgCl berdasarkan perbedaan kelarutan
kation. PbCl2 larut dalam air panas, sedangkan Hg2Cl2 dan AgCl tidak
dapat larut dalam air panas.
2. Hg2Cl2 dan AgCl dipisahkan berdasarkan perbedaan kelarutan antara
kompleks Hg(NH2)Cl dan [Ag(NH3)2] yang dibentuk dengan
penambahan amonia terhadap Hg2Cl2 dan AgCl setelah PbCl2 terpisah.
Kompleks Hg(NH2)Cl berbentuk endapan hitam yang bercampur dengan
Hg+, sedangkan [Ag(NH3)2] tidak berbentuk endapan.

Identifikasi terhadap ketiga kation tersebut setelah terpisah adalah sebagai


berikut :

1. Pb2+ dapat direaksikan dengan K2CrO4 yang akan membentuk PbCrO4


(endapan kuning

Pb2+ + CrO4PbCrO4 (endapan kuning)


Pb2+ + SO42- PbSO4 (endapan putih)

2. Ag+ dapat diidentifikasi dengan mereaksikannya terhadap KI, sehingga


terbentuk AgI (endapan kuning muda). Atau mengasamkan filtrat yang
diperoleh dari pemisahan dengan asam nitrat encer, sehingga kiompleks
[Ag(NH3)2] terurai kembali dan dihasilkan endapan putih AgCl.

[Ag(NH3)2] + KI AgI (endapan kuning muda) + 2 NH3

Hg (I) dapat diidentifikasi dari warna endapan yang terjadi pada pemisahannya
dengan Ag+, adanya Hg22+ ditandai dengan adanya endapan berwarna hitam.

Hg2Cl2 + 2 NH3 [Hg(NH2)Cl + Hg] (endapan hitam) + NH4+ + Cl-


III. PROSEDUR KERJA
1. Alat
a. Tabung reaksi
b. Spatula
c. Pipet tetes
d. Kertas saring
e. Corong
f. Rak tabung reaksi
g. Gelas beker
h. Penjepit tabung reaksi
i. Pematik api/korek api
j. Pembakar spirtus
k. Sikat

2. Bahan
a. Sampel (dari teknisi)
b. Larutan HCl
c. Aquades
d. Larutan NH3
e. Larutan NHO3
f. Larutan K2CrO4
IV. SKEMA KERJA

Sampel + HCl

Sampai tidak terjadi endapan

Endapan putih + Aquades 5-10


ml

Endapan Filtrat
Didinginkan

+ K2CrO4
Endapan + NH3 Filtrat + HNO3

Gambar 4.1. skema kerja pemisahan kation golongan I


V. DATA PENGAMATAN

Tabel 5.1. Pemisahan Kation Golongan I

No Perlakuan Pengamatan
1. Sampel ditambah larutan Sampel ini diduga mengandung Pb2+,
HCL encer Hg2+, Ag+

2. Disaring Hasil endapan (residu) tertinggal dalam


kertas saring dan hasil filtrat masuk
dalam tabung reaksi

3. Endapan dicuci dengan Bertujuan agar endapan yang dihasilkan


HCL encer semakin bersih, artinya filtrat yang
masih menempel pada endapan bisa
dihilangkan

4. Endapan di masukkan ke Bertujuan untuk melakukan pengujian


dalam tabung reaksi yang pada tahap selanjutnya
baru

5. Endapan (residu) Terbentuk larutan dengan adanya


ditambahkan dengan 5-10 endapan putih dibawahnya
ml aquades

6. Dipanaskan sampai Terbentuk gelembung gas hasil uap


mendidih mendidih
7. Segera disaringsetelah Hasil saringan endapannya tersisakan
mendidih dalam kertas saring dan hasil filtrat
tertuang dalam tabung reaksi

8. Filtrat dalam tabung Hasil pengamatan tidak tampak jarum


reaksi di dinginkan dalam kristal
air es

9. Setelah dingin Hasil pengamatan terbentuk endapan Pb


ditambahkan larutan Positif
K2CrO4

10. Residu yang terdapat Endapan putih berubah menjadi warna


dalam kertas saring hitam, hal ini menandakan bahwa residu
ditetesi larutan NH3 mengandung Hg Positif

11. Filtrat yang dihasilkan Dihasilkan endapan warna putih, hal ini
ditambahkan dengan menandakan bahwa filtrat mengandung
larutan HNO3 encer Ag Positif
berlebih
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut :
a. Kation golongan I dapat membentuk garam klorida jika direaksikan
dengan Cl-. Senyawa yang terbentuk berupa AgCl, Hg2Cl2, dan PbCl2
dapat dipisahkan dari senyawa klorida Hg dan Ag dengan cara
memanaskan campuran garam klorida sampai mendidih kemudian
disaring. Pb2+ akan terlarut karena kation Pb2+mudah larut dalam air
panas dan asam klorida pekat. Sedangkan untuk memisahkan Hg2+dan
Ag + dapat dilakukan dengan yang mereaksikan menggunakan amonia
Hg2+ akan membentuk endapan yang berwarna hitam , Ag+
membentuk endapan putih sedangkan Pb2+ membentuk endapan
kuning .
b. Identifikasi kation golongan I dapat dilakukan dengan penambahan
K2CrO4 yang dapat membentuk endapan kuning jika direaksikan
dengan Pb2+, endapan hitam (Hg(NH2)Cl +HgI pada penambahan
amonia, endapan putih AgCl setelah larutan ditambahkan amonia ,
endapan kuning muda apabila Hg2I2, dan endpan coklat Ag2O.

2. Saran
a. Lakukanlah pengamatan dengan teliti terhadap setiap perlakuan yang
dilakukan pada percobaan, terutama pada saat terjadinya endapan yang
sangat sedikit.
b. Gunkanlah pipet tetes yang sesuai dengan yang tertulis di pipetnya
dengan larutan yang di sediakan agar tidak terjadi kesalahan pada saat
melakukan pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA

Ibnu, Sodiq. 2005. Kimia Analitik I. Malang: UM Press.


Nugroho, Rachmad. 2008. Diktat Analisis Kualitatif. Malang: FMIPA UM
Tim Dosen Kimia Analisis, 2014. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Analisa 2014.
Semarang. Teknik Kimia FT UNNES.
Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro,
Bagan II. Kalman Media Pustaka, Jakarta.