Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Kerangka Konsep

Frekuensi Karies Gigi


Mengkonsumsi Makanan
Kariogenik

Variabel Independen Variabel Dependen


Gambar 3.1
Kerangka Konsep Penelitian.

B. Hipotesis Penelitian

1. Hipotesis Alternatif (Ha)

a. Jika frekuensi mengkonsumsi makanan kariogenik meningkat,

maka karies gigi pada anak kelas IV SD Negeri 01 Sei Panas Kota

Batam 2016 juga meningkat.

b. Jika frekuensi mengkonsumsi makanan kariogenik menurun,

maka karies gigi pada anak kelas IV SD Negeri 01 Sei Panas

Kota Batam 2016 juga menurun.

2. Hipotesis Nol (H0)

a. Jika frekuensi konsumsi makanan kariogenik menurun, maka

karies gigi pada anak kelas IV SD Negeri 01 Sei Panas Kota

Batam 2016 akan meningkat.

27
28

b. Jika frekuensi konsumsi makanan kariogenik meningkat, maka

karies gigi pada anak kelas IV SD Negeri 01 Sei Panas Kota

Batam 2016 akan menurun.

C. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas:

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah frekuensi mengkonsumsi

makanan kariogenik.

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah karies gigi.

D. Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional

No Variabel Defenisi Alat Ukur Cara Hasil Ukur Skala


Operasional Ukur Ukur

1. Frekuensi Berapa kali Kuesioner Wawanc 1. Frekuensi Ordinal


mengkonsumsi makan ara rendah
makanan makanan (<3x)
kariogenik kariogenik sehari.
(berupa 2. Frekuensi
coklat, tinggi
(>3x)
permen,
sehari.
biskuit, roti)
(sumber :
dalam sehari
Anggraeni,
2007).
29

2. Karies gigi Suatu Kaca Visual 1. Karies (-) Nominal


(eye
penyakit mulut alone). 2. Karies (+)
jaringan ukuran III
keras gigi, (sumber :
yaitu email, Heasman,

dentin, dan 2013)

sementum,
yang
disebabkan
oleh aktivitas
jasad renik
dalam
karbohidrat
yang dapat
difermen
tasikan.

E. Desain Penelitian

Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik

deskriptif dengan pendekatan cross sectional.

F. Subjek Penelitian

1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri

01 di Sei Panas dengan jumlah populasi 153 anak.

2. Sampel Penelitian

Penentuan besar sampel dilakukan dengan tabel Isaac dan

Micheal.
30

Tabel 3.2 Isaac dan Micheal.

Berdasarkan tabel diatas, maka disimpulkan jumlah sample yang

diambil dari populasi 153 siswa-siswi dengan taraf kesalahan 1%

adalah sebanyak 122 siswa-siswi dan penelitian ini menggunakan

teknik proportional sampling, dimana yang akan diteliti ada 4 kelas

yaitu :

39
a. x 122 = 32
153

38
b. x 122 = 30,3
153
Total = 122 siswa/siswi
38
c. x 122 = 30,3
153

38
d. x 122 = 30,3
153
31

a. Kriteria inklusi

1) Semua anak kelas IV SD Negeri 001

2) Sedang aktif bersekolah.

3) Bersedia untuk mengisi kuesioner

b. Kriteria ekslusi

1) Tidak bersedia untuk mengisi kuesioner.

2) Sedang dirawat di Rumah Sakit.

G. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 01 Sei Panas Kota

Batam pada bulan November 2016.

H. Instrumen Penelitian

1. Kuesioner

Melalui wawancara antara peneliti dan responden. Pertanyaan

tersebut berisi pertanyaan tentang sikap responden dan untuk

mengetahui frekuensi makanan kariogenik responden.

2. Peralatan untuk pemeriksaan karies gigi

Seperti kaca mulut ukuran 3.

Gambar 3.2 Kaca mulut.


32

I. Pengolahan Data
Semua kuesioner yang sesuai kriteria inklusi dicatat dan

dikumpulkan di dalam komputer. Kemudian menganalisa dan

mengkoreksi frekuensi konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies

gigi yang disajikan dalam bentuk tabel.

Dalam penelitian ini peneliti mengolah data dengan :

1. Editing

Setelah peneliti melakukan penyimpulan data, hasil dari setiap

pencacatan dan pelaporan diperiksa kelengkapannya.

2. Coding

Setelah data masuk dengan lengkap dilakukan

pengklasifikasian data dan memberi kode berbentuk angka-angka

pada setiap hasil ukur. Untuk frekuensi konsumsi makanan

kariogenik, diberi kode 1 jika < 3 kali maka rendah, 2 jika 3 maka

tinggi. Pada karies gigi diberi kode 1 jika Visual Carries (-) dan 2

Visual Carries (+).

3. Cleaning

Pembersihan data dilakukan untuk melihat kemungkinan

adanya kesalahan-kesalahan pengkodean, ketidaklengkapan dan

sebagainya.

4. Entry

Data yang sudah di-coding dimasukan kedalam program

pengolahan data dengan sistem komputerisasi (Notoadmodjo, 2010).


33

J. Cara Kerja

Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat nomor register

responden kemudian dilakukan pengambilan data anak pada kuesioner.

Data yang didapatkan dikelompokan sesuai dengan variabel atau

parameter yang ingin diteliti, dikonversi dalam bentuk angka yang

nantinya menggunakan komputer sehingga data tersebut dapat

menghasilkan suatu tabel dan grafik distribusi atau prevalensi yang

digunakan untuk analisis baik analisis univariat maupun bivariat serta

dapat menarik kesimpulan.

K. Teknik Analisis Data

Data diolah menggunakan suatu komputer yang terdiri dari :

a. Analisis Univariat

Hasil analisi univariat dalam penelitian ini disajikan dalam tabel

distribusi frekuensi :

1) Distribusi frekuensi konsumsi makanan kariogenik pada anak

kelas IV SD Negeri 01 Sei Panas Kota Batam 2016.

2) Distribusi frekuensi karies gigi pada anak kelas IV SD Negeri

01 Sei Panas Kota Batam 2016.

b. Analisis Bivariat

Analisi bivariat dalam penelitian ini adalah Chi-Square.