Anda di halaman 1dari 3

Nama : Luviana Indra Pratiwi

NRP : 133020176
KIMIA ANALITIK

1. Apa yang dimaksud dengan Kimia Analitik Kuantitatif ?


Kimia Analitik Kuantitatif adalah metode analisi yang digunakan untuk
mengidentifikasi unsur atau senyawa kimia yang terdapat dalam sampel berdasarkan sifat
kimia dan sifat fisika.
2. Apa yang dimaksud dengan Kimia Analitik Kualitatif ?
Kimia Analitik Kualitatif adalah metode analisa kimia yang digunakan untuk
mengetahui kadar suatu zat berkaitan dengan penetapan beberapa banyak suatu zat tertentu
yang terkandung dalam suatu sempel.
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a. Metode Analisi Konvensional
Suatu teknik analisa yang menggunakan alat-alat konvensional.
Contoh : gravimetri, volumetrik
b. Metode Analisa Modern
Suatu teknik analisa yang menggunakan peralatan canggih dan modern
Contoh : spektrometri dan kromatografi
4. Jenis jenis zat kimia diperdagangan adalah 4 jenis sekarang 5 jenis (sebutkan
tingkat kemurnian dan fungsinya) !
1. Zat kimia ProAnalyse (PA), Garanted Reagen (GR), atau Analar (AR) tingkat
kemurniannya tinggi (99%) digunakan penelitian yang memerlukan ketelitian terutama dalam
laboratorium.
2. Zat kimia kemurnian chemically, pure, Garanated Purposa Reagen (GPR) dengan
tingkat kemurnian lebih rendah (90-95 %) pereaksi analisis.
3. Zat kimia Regensis United Stater Pharmacopecica digunakan apoteker dan
kedokteran.
4. Technical Grade, kemurnian rendah sebagai analisis dilaboratorium dan kebutuhan
industri.
5. Sebutkan asam kuat yang sering digunakan dan konsentrasinya (kenormalan = N) !
1. Asam Klorida (HCl) 6N
2.Asam Oksalat (H2C2O4) 0,05N
3. Asam Sulfat (H2SO4) 2N
6. Uji Pendahuluan dalam kimia kualitatif :
6.1 Uji Organoleptik
Uji organoleptik merupakan cara pengujian menggunakan inderia manusia sebagai
alat pengukur daya penerimaan terhadap produk. Umumnya pengujian ini dapat memberikan
indikasi kebusukan, kerusakan produk.
6.2 Uji Nyala (kawat NiCr, kawat tembaga, uji boraks)
Uji nyala adalah suatu prosedur analisis yang digunakan untuk mendeteksi
keberadaan unsur ion logam berdasarkan karakteristik spektrum emisi masing-masing
6.3 Uji kelarutan (air, asam lemah, basa lemah, asam kuat, basa kuat)
Uji kelarutan merupakan uji yang dilarutkan untuk menentukan bahan larut yang
dapat dilarutkan dalam suatu kuantitas pelarut pada suhu tertentu.
7. Berikut adalah beberapa zat :
a. NaCl d. NaOH g. CuSO4
b. CH3COONa e. NaHCO3 h. K2Cr2O7
c. Batu Kapur f. KMNO4 i. NH4Cl
7.1 Zat manakah yang memberi reaksi nyala ? (sebutkan zatnya dan warnany) !
1. NaCl : Kuning
2. CH3COONa : Kuning
3. NaOH : Kuning
4. NaHCO3 : Kuning
5. KMNO4 : Ungu
6. K2Cr2O7 : Ungu
7.2 Zat manakah yang memberikan gas bila direaksikan dengan air dan gas apa ?
1. NaOH : Gas Hidrogen
2. KMNO4 : Gas Hidrogen
3. K2Cr2O7 : Gas Hidrogen
7.3 Garam manakah yang berwarna, mengapa berwarna ?
1. CuSO4 : Biru
2. NaCl : Putih
3. KMNO4 : Ungu
8. Jelaskan tentang berikut ini dan berikan contohnya !
a. Asam
Senyawa yang bila dilarutkan dengan air maka akan menghasilkan pH kurang dari 7
dan dapat menghasilkan ion H+. Contoh : Asam Kuat (H2SO4, HCl, HNO3), Asam Lemah
(CH2COOH)
b. Basa
Senyawa kimia yang menyerap air hidronium ketika dilarutkan dalam air, suatu
senyawa jika dilarutkan dengan air dapat melepas ion hidroksida (OH-)
Contoh : Basa Kuat (NaOH, KOH)
Basa Lemah (NH3, NH4OH)
c. Garam
Senyawa ionik yang terdiri dari ion negatif dan ion positif, sehingga membentuk
senyawa netral. Contoh : NaCl, CaCO3, KNO3
d. Ligan
molekul sederhana yang dalam senyawa kompleks bertindak sebagai donor elektron.
Contoh : Ligan Monodentat : F-, Cl-, H2O, dan CO, OH-, Br
Ligan Bidentat : Karboksilat, Nitrat, Sulfat
Ligan Polidentat : Senyawa Khelat
e. Indikator
Ukuran yang bersifat kuantitatif dan umumnya terdiri atas pembilang dan penyebut
f. Amfoter
Zat yang dapat bereaksi sebagai asam dan basa. Hal ini dapat terjadi karena suatu
zat memiliki dua gugus asam dan basa sekaligus atau karena zat tersebut memang mempunyai
kemampuan seperti itu. Contoh : asam amino, protein.
g. Zat Higroskopis
Kemampuan suatu zat yang menyerap molekul air dari lingkungan baik melalui
absorbis dan adsorpsi. Contoh : madu, etanol, metanol, asam sulfat.
h. Elektron
partikel sub atom yang bermuatan negatif.
Proton
partikel sub atom yang bermuatan positif.
Neutron
partikel sub atom yang tidak bermuatan.
i. Zat penyerap air
Suatu proses yang terjadi ketika fluida, cairan, maupun gas terikat kepada suatu
padatan atau cairan dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis.
j. Azeotrop
Campuran dari dua atau lebih komponen yang saling terikat sangat kuat dan sulit
untuk dipisahkan dengan destilasi biasa. Contoh : Alkohol 96%