Anda di halaman 1dari 7

PT ASMIN BARA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

BONANG NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


PT ASMIN BARAJAAN HR - 11 00 1/5
Ditetapkan oleh,
Tanggal Direktur,
STANDAR 02 Oktober 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL Edwin Tito
NIK. 13104200469
PENGERTIAN Pemutusan Hubungan Kerja merupakan pengakhiran hubungan
kerja antara karyawan dengan perusahaan yang menyebabkan
berakhirnya hak dan kewajiban dari masing masing pihak
TUJUAN 1. Mengurangi biaya tenaga kerja
2. Meningkatkan inovasi
3. Meningkatkan kesempatan untuk memperkerjakan karyawan dari
latar belakang yang berbeda beda
4. Menggantikan kinerja yang buruk
KEBIJAKAN Menurut UU RI No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 1
ayat 25. Pemutusan hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja atau
buruh dan pengusaha
PROSEDUR Prosedur pemutusan hubungan kerja dari perusahaan kepada
karyawan
1. Permohonan pemutusan hubungan kerja dapat disampaikan
kepada HR Departement oleh Departement Manager untuk
karyawan level staff sampai dengan supervisor. Sementara
untuk level Assistant Manager sampai dengan Senior
Manager permohonan tersebut dapat diajukan oleh Direksi
2. Permohonan pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan
dengan menggunakan mengirimkan email pemberitahuan
rencana Pemutusan Hubungan Kerja dengan CC kepada
Direksi terkait. Dalam email tersebut, atasan wajib
memberikan alasan logis yang disertai bukti bukti nyata
yang mendasari pengambilan keputusan untuk melakukan
pemutusan hubungan kerja
3. Form permohonan pemutusan hubungan kerja tersebut
harus dibuat dan diserahkan oleh Atasan kepada HR
Department selambatnya 1 bulan sebelum tanggal masa
percobaan berakhir atau setelah karyawan melakukan
kesalahan berat yang melanggar tata tertib dan aturan
kedisiplinan perusahaan
4. Setelah menerima permohonan pemutusan hubungan kerja
tersebut , HR Department dan Chief Human Resources akan
mempersiapkan perhitungan penyelesaian hak dan / atau
kewajiban karyawan
5. HR Department melalui Chief Human Resources kemudian
menyiapkan dan mengirimkan surat panggilan resmi kepada
Karyawan yang bersangkutan untuk membicarakan hal hal
yang terkait dengan proses pengakhiran hubungan kerja
6. Apabila karyawan tidak menerima perhitungan
hak/kewajiban dan/atau alasan pemutusan hubungan kerja ,
maka HR Department dapat memberikan bukti - bukti
pendukungnya. Atau apabila diperlukan HR Department
dapat melibatkan atasan dari karyawan yang bersangkutan
untuk memberikan penjelasan
7. Apabila rencana pemutusan hubungan kerja dapat di
mengerti dan diterima oleh karyawan , kemudian dibuatlah
Surat Persetujuan Bersama mengenai pemutusan hubungan
kerja yang telah disetujui tersebut selanjutnya ditanda
tangani oleh Chief Human Resources dan Karyawan
8. Dengan ditandatanganinya surat persetujuan bersama maka
hubungan kerja antara peruahaan dan karyawan secara
resmi berakhir. Dengan demikian, HR Department kemudian
melakukan proses perubahan status karyawan tersebut di
sistem dan mempersiapkan surat keterangan kerja
9. Sebelum meninggalkan perusahaan, Karyawan wajib
mengisi Form Exit Interview dan Clearence Form, serta
mengembalikan kartu tanda pengenal karyawan

Prosedur pemutusan hubungan kerja dari karyawan kepada


perusahaan
1. Karyawan yang hendak melakukan pengunduran diri dapat
membuat Surat Pengunduran Diri yang disampaikan kepada
Atasan minimal setingkat Department manager selambatnya
1 bulan sebelum meninggalkan perusahaan
2. Department Manager atau Direksi terkait kemudian
menyerahkan Surat Pengunduran Diri tersebut kepada HR
Department
3. HR Department dan Chief Human Resources kemudian
akan mempersiapkan perhitungan penyelesaian hak dan /
atau kewajiban karyawan
4. HR Department melalui Chief Human Resources kemudian
menyiapkan dan mengirimkan surat panggilan resmi kepada
karyawan yang bersangkutan untuk membiacrakan hal hal
yang terkait dengan proses pengakhiran hubungan kerja dan
menandatangani Surat Persetujuan Bersama mengenai
pemutusan hubungan kerja. Surat Persetujuan Bersama
mengenai pemutusan hubungan kerja. Surat Persetujuan
Bersama tersebut selanjutnya ditandatangani oleh Chief
Huma Resources dan Karyawan
5. Dengan ditandatanganinya Surat Persetujuan Bersama
maka hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan
secara resmi berakhir. Dengan demikian HR Department
melakukan proses perubahan status karyawan tersebut di
sistem dan mempersiapkan surat keterangan kerja
6. Sebelum meninggalkan Perusahaan , Karyawan wajib
mengisi Form Exit Interview dan Clearence Form serta
mngembalikan Kartu Tanda Pengenal Karyawan
BAGAN Pemutusan hubungan kerja dari perusahaan kepada
karyawan

Start

Karyawan tidak
lulus masa
percobaan atau
melakukan
pelanggaran berat

Atasan mengirimkan
email pemberitahuan
rencana PHK

HRD melakukan perhitungan


penyelesaian hak/kewajiban
karyawan

HRD membuat surat


panggilan resmi kepada
karyawan

Apakah karyawan Tidak HRD memberikan


memahami dan bukti dan alasan
menyetujui rencana lebih lanjut. Dapat
PHK? melibatkan atasan

Karyawan dan CHR


menandatangani
surat perjanjian
bersama

Karyawan Mengisi form


mengembalikan ID interview dan
card dan mengisi clearance form
form exit interview
Pemutusan hubungan kerja dari Karyawan kepada
Perusahaan

Start

Karyawan membuat surat


pengunduran diri kepada
atasan minimal 1 bulan

Atasan menerima surat


pengunduran diri , lalu
menyerahkan kepada
HRD

HRD melakukan perhitungan


penyelesaian hak/kewajiban
karyawan

Karyawan dan CHR


menandatangani surat
perjanjian bersama

Karyawan mengembalikan ID Mengisi form exit


card dan mengisi form exit interview dan
interview clearance form

Dokumen Terkait 1. Form exit interview (HR-11-01)


2. Clearence form (HR-11-02)

Unit Terkait 1. Direktur


2. HR Training & Development Spv
3. HR Manager
4. Chief Human Resources