Anda di halaman 1dari 24

SKENARIO 3

Pusat Kebugaran

Hari ini Rayyan pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga. Di tempat kebugaran tersebut
Rayyan bertemu dengan salah seorang temannya bernama Anton. Anton mengamati otot Rayyan
yang tampak membesar dan iseng mengambil gambar saat Rayyan sedang berolahraga kemudian
meng-uploadnya ke media sosial.

1
Step 1 Kata Sulit

Otot : Alat gerak aktif, jaringan tubuh hewan dan manusia yang melekat pada tulang
sehingga dapat bergerak, beratntya 40% dari berat badan manusia.

2
Step 2 Daftar Masalah dalam Skenario

1. Mengapa Rayyan pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga?


2. Mengapa otot Rayyan tampak membesar?
3. Bagaimana kerja otot saat melakukan olahraga treadmill dan angkat beban?
4. Olahraga seperti apa yang dianjurkan dalam Islam?

3
Step 3 Jawaban Daftar Masalah

1. Rayyan pergi ke pusat kebugaran untuk olahraga, karena :


- Ingin meningkatkan massa otot
- Ingin menjaga bentuk tubuh
- Menjalankan pola hidup sehat
- Agar tidak mudah terserang penyakit
- Rayyan pergi ke pusat kebugaran karena melihat fasilitasnya lebih bagus dan canggih
dan ada instruktur sehingga dapat mengurangi resiko cedera

2. Karena berdasarkan skenario Rayyan melakukan olahraga, yang mana dari olahraga
tersebut menimbulkan rangsangan pada otot sehingga terjadilah kontraksi pada otot.
Mekanisme umum kontraksi otot :
1. Potensial aksi berjalan sepanjang saraf motorik menuju ke ujung serabut saraf
2. Potensial aksi menyebabkan retikulum sarkolema melepas sejumlah ion kalsium yang
disimpan dalam retikulum ke dalam miofibril
3. Ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filamen aktin dan miosin yang
menyebabkan bergerak bersama-sama menghasilkan kontraksi
Ketika olahraga untuk melatih otot, maka akan terjadi perubahan anatomi otot salah
satunya hipertrofi. Hipertrofi adalah pembesaran atau pertambahan massa total suatu otot
yang disebabkan oleh:
- Penambahan unsur kontraktil (aktin dan myosin) di dalam otot yang menyebabkan
bertambahnya kekuatan aktif otot.
- Penebalan dan lebih kuatnya sarcolemma dan penambahan jumlah jaringan ikat di
antara serabut-serabut otot yang menyebabkan penambahan kekuatan pasif otot.
- Penambahan jumlah kapiler di dalam otot yang menyebabkan otot lebih mudah
memelihara kondisi homeostasis, khususnya otot yang dilatih untuk daya tahan.
Hipertrofi menyebabkan meningkatnya massa otot, ukuran otot, kekuatan aktif dan pasif
otot yaitu otot lebih kuat dan tahan terhadap regangan sehingga daya tahan otot juga
meningkat.
Hipertrofi juga berpengaruh pada kenaikan jumlah kapiler sebesar 40-45% di dalam otot
jantung dan gastronemius pada kelinci yang dilatih lari. Jadi otot membesar karena
olahraga atau latihan khusus (Petren et al., 1971).

3. Pada olahraga treadmill :

4
- Melibatkan kemampuan otot fibula dan fremur bekerja dalam waktu yang lama
sehingga meningkatkan daya tahan otot.
Pada olahraga angkat beban :
- Melibatkan tulang humerus, ulna dan radius.
- Melibatkan gerakan fleksi dan ekstensi yang mana bekerja secara antagonis sehingga
menyebabkan otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi
- Dalam olahraga angkat beban digunakan konsep fisika mengenai pengungkit yaitu
yang menggerakkan beban yaitu lengan kuasa sehingga bagian bisep bekerja dan
membesar
- Karena otot bekerja mengangkat bebab olahraga ini dapat termasuk dalam olahraga
anaerobik

4. Olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah :


- Lomba lari cepat, hal ini dilakukan zaman dahulu oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
- Memanah (QS. Al Anfal : 61)
- Berenang, lempar lembing, dan menunggang kuda
- Menenun bagi kaum perempuan ( HR. Tirmidzi)
- Setelah subuh dianjurkan untuk tidak kembali lagi tidur melainkan berolahraga seperti
yang dilakukan Rasulullah yaitu jogging yang mana Rasulullah berputar mengelilingi
masjid (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
- Hukum Berolahraga :
1. Wajib, jika olahraga tersebut sesuai syariat-syariat yang ditentukan agama.
2. Haram, jika olahraga tersebut tidak sesuai syariat, misalnya diharuskan memakai
pakaian yang ketat dan vulgar sehingga dapat menimbulkan syahwat.

5
Step 4 Peta Masalah

Rayyan

Dalam Pandangan Islam Olahraga

Treadmill Angkat Beban

Anatomi Otot dan Tulang Mekanisme Kerja Otot dan Tulang

Ekstremitas Atas dan Bawah Ekstremitas Atas dan Bawah

Perbesaran Otot

6
Step 5 Tujuan Pembelajaran (Learning Outcome)

1. Menjelaskan definisi dan fungsi otot dan tulang.


2. Menjelaskan struktur anatomi otot ekstremitas atas dan bawah.
3. Menjelaskan struktur anatomi tulang ekstremitas atas dan bawah.
4. Menjelaskan sifat kerja otot.
5. Menjelaskan mekanisme kerja otot dan tulang pada olahraga angkat beban dan treadmill.
6. Menjelaskan mekanisme kontraksi dan relaksasi otot.
7. Menjelaskan mekanisme hipertrofi
8. Menjelaskan integrasi islam mengenai sistem muskuloskeletal.

7
Step 6 Self Directed Learning
Step 7 Pembahasan LO

1. Definisi Otot
Otot adalah jaringan kenyal dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi menggerakkan
organ tubuh. (KBBI)
Fungsi otot
- Memproduksi gerakan tubuh
- Menstabilkan posisi tubuh
- Menyimpan dan memindahkan zat dalam tubuh
- Menghasilkan panas (Tortora, Gerard J dan Bryan Derrickson, 2011)
Definisi Tulang
Tulang merupakan jaringan dalam kerangka yang keras dan dapat menentukan bentuk dan
ukuran tubuh serta melindungi organ dalam tubuh. (Koes Irianto, 2012)
Fungsi tulang
- Melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
- Menyangga berat badan
- Tempat melekatnya otot
- Memproduksi sel darah (bagian medulla osseum)
- Memberikan bentuk tubuh (Syaifuddin, 2006)
2. Anatomi otot ekstremitas atas

8
Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.160

9
Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.161

10
Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.162

11
Anatomi otot ekstremisitas bawah

Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.298

12
Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.297

13
Sumber : Sobotta Atlat Anatomi Manusia jilid 1 edisi 23 hal.299
3. Struktur anatomi tulang ekstremitas atas dan bawah
Menurut Drake et al. (2014) dan Paulsen dan J. Waschke (2010), lengan atas dan bawah
membentuk sudut terbuka lateral 170 derajat yang dibagi dua oleh sumbu transversa sendi

14
siku. Caput humeri dan caput ulnae menggambarkan sumbu rotasi untuk lengan atas. Sumbu
diagonal lengan bawah adalah sumbu untuk melakukan gerakan berputar radius di sekitar ulna
(pronasi/supinasi).
- Gelang bahu terdiri dari Scapula dan Clavicula. Kedua tulang dihubungkan pada sendi
clavicula lateral (Articulatio acromioclavicularis).
- Clavicula adalah perlekatan tulang antara truncus dan extremitas superior. Tulang ini dapat
diraba sepanjang tulangnya dan memiliki kontur halus menyerupai huruf S.
- Scapula adalah tulang yang besar, pipih dengan tiga pinggiran dan tiga sudut.
- Humerus terdiri atas caput, collum anatomicum, tuberculum majus dan tuberculum minus,
collum chirurgicum dan separuh bagian superior corpus humeri.
- Ulna (tulang pengumpil) merupakan tulang panjang bagian medial lengan bawah.
- Radius (tulang hasta) merupakan tulang lengan bawah yang menyambungkan bagian siku
dengan tangan di sisi ibu jari.

-
Sumber: Sobotta:Atlas Anatomi Manusia: Anatomi Umum dan Sistem Muskuloskeletal 23rd edition, 2010

15
- Tulang-tulang tangan (Ossa Manus) terdiri dari pergelangan tangan (Carpus dengan Ossa
carpi), metacarpus (Metacarpus dengan Ossa metacarpi) dan jari-jari (Digiti dengan Ossa
digitorum). Jari-jari terdiri dari beberapa phalanges.
Menurut Drake et al. (2014) dan Paulsen dan J. Waschke (2010), gelang panggul
(Cingulum pelvicum) disusun oleh dua tulang panggul yaitu Os coxae dan Os sacrum.Paha dan
tungkai membentuk sudut terbuka di sebelah lateral sebesar 174 derajat (sudut-Q).
- Femur (tulang paha) adalah tulang regio femoralis dan merupakan tulang terpanjang pada
tubuh.
- Patella (tempurung lutut) adalah tulang sesamoidea yang terbesar.
- Tibia (tulang kering) terletak di medial dan berukuran lebih besar dari kedua tulang pada
regio cruralis, dan merupakan satu-satunya yang bersendi dengan femur pada sendi genus.
- Fibula merupakan tulang bagian lateral regio cruralis dan tidak ikut berperan membentuk
sendi genus maupun menahan berat badan. Fibula lebih kecil daripada tibia. Ossa pedis
(tulang-tulang kaki) tersusun atas Tarsus dengan Ossa tarsi, Metatarsus dengan Ossa
metatarsi dan jari kaki (Digiti) yang terdiri atas beberapa phalanges.

Sumber:Sobotta:Atlas Anatomi Manusia: Anatomi Umum dan Sistem Muskuloskeletal


23rd edition, 2010
16
4. Sifat-sifat otot
Saktiyono (2006) menyatakan bahwa untuk menggerakkan tulang, diperlukan keterlibatan
dua otot lurik (otot rangka) atau lebih. Sifat kerja otot terbagi menjadi dua, yaitu sinergis dan
antagonis.
1. Sinergis
Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan
tujuan yang sama (Fayeldi dan Nurhakim, 2012). Contoh kerja otot yang sinergis adalah
otot-otot pronator yang terdapat pada lengan bawah. Otot pronator ada dua, yaitu otot
pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kedua otot tersebut bekerja sama
menggerakkan telapak tangan dalam proses menelungkup dan menengadah (Saktiyono,
2006). Contoh lain yaitu otot-otot antar tulang rusuk yang bekerja sama ketika menarik
dan menghembuskan napas (Aryulina et al., 2007).

Sumber: Manusia dan Penemuannya: Ilmu Pengetahuan yang Mengubah Peradaban Dunia, 2012
2. Antagonis
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. Jika
otot pertama berkontraksi dan yang kedua berelaksasi, akan menyebabkan tulang tertarik
atau terangkat. Sebaliknya, jika otot pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi
akan menyebabkan tulang kembali (Fayeldi dan Nurhakim, 2012). Kerja otot antagonis
menurut Fahrurrozi, et al (2015) terdiri atas:
Fleksi, yaitu gerakan membengkokan dan ekstensi, yaitu gerakan meluruskan.
Contohnya saat berdiri dan saat jongkok.

17
Sumber : http://douzesciencesdeux.blogspot.com/2015/04/indikator-15-mekanisme.html
Abduksi, yaitu gerakan menjauhi badan dan adduksi, yaitu gerakan mendekati badan.
Contohnya gerakan tangan sejajar bahu disebut abduksi dan gerakan sikap sempurna
disebut adduksi.

Sumber : Manusia dan Penemuannya: Ilmu Pengetahuan yang Mengubah Peradaban Dunia, 2012
Pronasi, yaitu gerakan menelungkupkan tangan dan supinasi, yaitu gerakan
menengadahkan tangan.

Sumber : http://adibatur9a.blogspot.com/2014/03/jenis-jenis-gerak-pada-manusia.html
Depresi, yaitu gerakan menurunkan dan elevasi, yaitu gerakan mengangkat.
Contohnya kepala menunduk dan menengadah.

18
Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/macam-macam-gerak-pada-manusia.html
Menurut Aryulina, et al. (2007) contoh dari otot antagonis yaitu otot bisep dan otot
trisep. Bisep memiliki ujung yang bercabang dua, sedangkan trisep memiliki ujung otot
yang bercabang tiga. Ujung bisep yang bercabang dua masing-masing berhubungan
dengan tulang belikat dan tulang lengan atas. Ujung otot bisep yang berlawanan
berhubungan dengan tulang pengumpil. Sementara itu, trisep berhubungan dengan tulang
belikat dan tulang hasta.
Gerak fleksi terjadi karena bisep berkontraksi dan trisep berelaksasi. Sebaliknya,
gerak ekstensi terjadi karena bisep berelaksasi dan trisep berkontraksi. Otot bisep disebut
fleksor karena saat berkontraksi terjadi gerak fleksi. Sebaliknya, otot trisep disebut
ekstensor karena pada saat berkontraksi terjadi gerak ekstensi (Aryulina et al., 2007).

Sumber : http://pedulisehat.info/cara-kerja-otot-sinergis-antagonis/
5. Mekanisme kerja otot dan tulang saat olahraga angkat beban :
Menurut ( Ville,1984 ) mekanisme kerja otot pada saat angkat beban adalah sebagai berikut :
1. Pada saat kita mengangkat beban dengan gerakan menekuk ( Fleksi ) maka otot bekerja
secara antagonis , tepatnya Otot Bisep dan Trisep. Otot bisep mengalami kontraksi (
pemendekan ) sedangkan otot trisep mengalami relaksasi ( pemanjangan ).
2. Sedangkan pada saat kita mengangkat beban dengan gerakan lurus ( Ekstensi ) , maka otot
bisep mengalami relaksasi ( pemanjangan ) sedangkan otot trisep mengalami kontraksi (
pemendekan ).

19
Sedangkan menurut ( Soni , 2008 ) yaitu berdasarkan hukum fisika , pada saat angkat beban
ini memenuhi kaidah-kaidah pada pesawat sederhana.
1. Pada saat kita mengangkat beban dengan gerakan menekuk ( Fleksi ) maka pada tangan
terdapat titik tumpu , titik beban , dan titik kuasa. Telapak tangan yang mengangkat beban
disebut titik beban, pada sendi engsel disebut titik tumpu, dan pada bahu tepatnya otot
trisep dan bisep ini berperan sebagai titik kuasa. Hal ini sesuai dengan prinsip kerja
pengungkit golongan 1 yaitu memiliki susunan letak titik tumpu diantara titik beban dan
titik kuasa.
2. Pada saat kita mengangkat beban dengan gerakan meluruskan ( Ekstensi ). maka pada
tangan terdapat titik tumpu , titik beban , dan titik kuasa. Telapak tangan yang mengangkat
beban disebut titik beban, pada sendi engsel disebut titik kuasa, dan pada bahu tepatnya
otot trisep dan bisep ini berperan sebagai titik tumpu. Hal ini sesuai dengan prinsip kerja
pengungkit golongan 3 yaitu memiliki susunan letak titik kuasa diantara titik beban dan
titik tumpu
Mekanisme kerja otot dan tulang saat olahraga treadmill :
Mekanisme yang terjadi pada saat olahraga treadmill adalah berlari. Dasar dari berlari
adalah gerakan berjalan. Sehingga dasar gerakan yang terjadi pada saat olahraga treadmill
adalah berjalan. Berjalan merupakan gerakan yang dimulai sejak berlangsungnya kaki kanan
menginjak lantai hingga kaki menginjak lantai kembali (Irfan, 2010).
Menurut (Japardi, 2002), mekanisme berjalan :

Sumber : http://physiotherapy-care.blogspot.co.id/2012/06/analisa-gait-berjalan.html
20
1. Stance Phase (Fase Menapak)
a. Foot Strike
Gerakan awal dalam proses berjalan. Gerakan ini dimulai tumit menyentuh lantai
(dorsi fleksi).
b. Midsupport
Gerakan yang dimulai dengan kaki mulai mengangkat dan dilanjutkan sampai berat
tubuh berpindah pada kaki yang lain dengan lurus.
c. Teo-off
Gerakan yang ditandai dengan tubuh hanya ditopang oleh satu kaki saja dan salah satu
kaki membengkok (melakukan gerak fleksi). Pada saat ini melibatkan otot yang
berada pada bagian belakang yaitu muskulus semitendinosus dan muskulus biceps
femoris yang berada pada tulang femur dan juga muskulus gastrocnemius.
2. Swing Phase (Fase Melayang)
a. Forward Swing
Pada fase ini tungkai diayunkan ke depan. Pada gerakan ini melibatkan beberapa pada
tungkai otot betis.
b. Deceleration
Keadaan tungkai mengalami ekstensi dan kaki mulai menapak pada lantai dan
bergerak dari dorsifleksi ke netral.
Mekanisme berjalan diatas memiliki mekanisme yang sama dengan berlari, perbedaan utamanya
bahwa berlari memiliki fase menjejak atau menapak tanahnya lebih pendek.
6. Mekanisme kontraksi dan relaksasi
Kontraksi otot adalah serangkaian peristiwa reaksi fisio-kimia antara filamen actin dan
myosin. Kepala dari molekul myosin, melekat pada filamen actin yang berada di sebelahnya.
Filamen actin ini tertambat pada garis Z kemudian melakukan serangkaian gerakan menarik ke
arah medial seperti yang terjam nhdi pada ketika orang melakukan tarik tambang. Akibatnya
jarak anatara kedua garis Z yang meru pakan ujung dari sarcromere jadi mengecil dan terjadilah
apa yang disebut sebagai kontraksi sarcomere atau kontraksi otot. Untuk dapat terjadinya reaksi
antara filamen actin dan myosis, harus dipenuhi dua syarat:
a. Sejumlah kadar ion Ca2+ harus ada di sekitar otot yang berkontraksi
b. Harus tersedia pasokan sumber daya ATP yang mencukupi

21
Sumber: Ilmu Faal Olahraga
Sebuah impuls serat memicu pelepasan Asetikolin (Ach) ke celah sinaps. Ach terikat pada
resetor Ach di lempeng ujung serat motorik pada taut neuromuskular, memulai impuls otot di
sarkolema serat otot. Saat impuls otot menyebar dengan cepat dari sarkolema sepanjang
tubulus-T, ion calsium dilepaskan dari sistema terminal ke sarkoplasma. Ion kalsium terikat ke
troponin. Troponin berubah bentuk, menggerakkan tropomiosin pada aktin sehingga membuka
tempat aktif pada aktin. Kepala miosin menempel pada tempat aktif yang terbuka tersebut
sehingga membentuk jembatan silang. Kepala miosin berputar, menggerakkan aktin dan dipecah
menjadi ADP dan P. Kepala miosin lepas dari filamen tipis dan kembali ke posisinya sebelum
berputar. Siklus berulang menempel-berputar-lepas-kembali (kepala miosin) menggeser filamen
tebal dan tipis melewati satu sama lain. Sarkomer memendek dan otot berkontraksi. Siklus
tersebut terus berlangsung selama ion kalsium masih terikat pada troponin sehingga tempat aktif
tetap terbuka. Ketika impuls berhenti, ion kalsium ditranspor secara aktif ke retikulum
sarkoplasma, tropomiosin kembali menutup tempat aktif, dan filamen-filamen bergeser secara
relaksnya. (Mescher, 2012)
Adenosine-tri-phosphate (ATP) adalah senyawa kimia berdaya tinggi yang memasok daya
untuk semua reaksi-reaksi sel. ATP adalah ibarat batere yang telah dicharge. Dengan
melepaskan molekul phosphate, dihasilkan daya kima untuk terjadinya reaksi actin-myosin, dan
dengan terpakainya daya yang tersimpan dalam ATP maka ATP berubah menjadi ADP
(Adenosine-di phosphate).
Proses ini berulang sampai 5 kali dalam jangka waktu satu detik. Jadi, kontraksi otot akan
berlangsung selama ada rangsangan. Apabila tidak ada rangsangan maka ion kalsium akan
22
direarbsorpsi. Pada saat itu pun troponin dan tropomiosin tidak memiliki sisi aktif lagi dan
sarkomer dalam keadaan istirahat memanjang berelaksasi. (Giriwijoyo, dan Zidik, 2012).
7. Mekanisme Hipertrofi :
Setiap satu kontraksi otot dimulai dengan adanya suatu rangsangan saraf yang berupa
impuls listrik. Ketika kita melakukan olahraga yang menitik beratkan beban pada otot atau
dalam hal ini olahraga khusus untuk melatih otot maka akan terjadi hipertrofi. Hipertrofi adalah
pertambahan massa total suatu otot. Semua hipertrofi merupakan akibat dari peningkatan
jumlah filament aktin dan myosin dalam setiap serat otot yang menyebabkan pembesaran pada
masing-masing serat otot. Peristiwa ini biasanya terjadi sebagai respon terhadap suatu kontraksi
otot yang berlangsung pada kekuatan maksimal atau hamper maksimal.
Selama terjadi hipertrofi, sintesis protein kontraktil otot berlangsung jauh lebih cepat
daripada kecepatan penghancurnya sehingga menghasilkan jumlah filament aktin dan myosin
yang bertambah banyak secara progresif di dalam miofibril. Selanjutnya miofibril tersebut akan
pecah di dalam setiap serat otot untuk membentuk miofibril yang baru. Peningkatan jumlah
miofibril inilah yang menyebabkan serat otot mengalami hipertrofi sehingga menjadikan otot
membesar.
8. Integrasi Islam mengenai sistem muskoloskeletal
Q.S. Al-Muminun : 14

Dijelaskan bahwa alaqah adalah embrio yang berumur 24-25 hari kemudian berubah menjadi
stadium mudghah (26-27 hari) selanjutnya masuk ke stadium tulang (idzaam) yaitu cikal tulang
rangka yang terbentuk dalam stadium mudzghah (25-40 hari) berubah menjadi tulang rawan ,
setelah itu embrio berada pada stadium tulang (idzaam). Stadium ini di dalamnya terbentuk
berbagai organ dalam posisi baru yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang atau rangka.
Setelah itu embrio masuk ke dalam stadium dibungkus daging. Minggu ke-8 embrio menjadi fetus
membentuk otot-otot (Pendidikan Agama Islam, 2014).
23
Q.S. Ath-Thaariq : 5-7

24